- Beranda
- Stories from the Heart
150 HARI MENCINTAIMU
...
TS
alkist.lelah
150 HARI MENCINTAIMU

P R O L O G
Quote:
Spoiler for Wattpad:
Diubah oleh alkist.lelah 17-04-2021 12:49
Gimi96 dan 14 lainnya memberi reputasi
15
14.4K
108
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
alkist.lelah
#76
PART 17 - Akhir Cerita
Hari yang di tunggu akhirnya tiba, farewell concert Adin alias konser terakhir Adin bersama angkatannya, Setelah sebulan latihan siang sampai malam, hari H pun tiba.
Aku sudah bersiap untuk berangkat, menggunakan jas yang aku beli bersama Adin saat dia hendak membeli dress baru, yaa setidaknya aku harus tampil sedikit beda dari biasanya,
Aku penasaran bagaimana penampilan Adin hari ini, mengingat konser konser sebelumnya dia terlihat sangat cantik.
Acara dimulai pukul 7 malam, dan sekarang waktu masih menunjukkan pukul 5 sore, aku segera mandi, supaya tidak terlambat karena lokasi konser agak jauh dari rumahku, setelah selesai, aku segera berangkat.
"Din aku berangkat sekarang nih" ku kirim pesan singkat kepada Adin
"Iyaa Ell, hati hati yaa, sampe ketemu disini" balasannya dengan cepat
Jalananan hari ini lumayan padat, mungkin karena ini malam minggu, banyak pasangan memenuhi jalanana, bahkan jomblo juga tidak ingin kalah, sebelum menuju ke lokasi, aku terlebih dahulu membeli sebucket bunga untuk Adin, semoga dia suka.
Saat tinggal beberapa blok lagi dari lokasi, tiba tiba di depanku ada ibu ibu yang ditabrak sepeda motor, pengendara sepeda motor tersebut langsung kabur, beberapa orang mengejarnya, aku pun memilih membantu ibu ibu tersebut, lukanya lumayan, lecet dikaki sampai berdarah darah
"Astagaa, sini bu saya bantu" ucapku sambil membopong ibu tersebut ke pinggiran jalan
"Mas mas tolong telfon ambulan" pintaku pada seseorang yang ikut membantu,
Aku membuka jok motorku, untung aku membawa peralatan P3K yang biasa ku bawa untuk jaga jaga saat cidera main skateboard, aku membersihkan luka ibu tersebut lalu memberinya obat merah.
Tak lama ambulan datang, lalu membawa ibu tersebut ke klinik, fiuh untung sajaa tidak terlalu parah, tapi karena hal itu aku kehilangan banyak waktu dan pakaianku jadi lusuh, aku pun langsung bergegas ke lokasi, sampai disana untung masih ada sekitar 15 menit, lalu aku menuju ke toilet untuk membersihkan diriku.
Saat di toilet aku bertemu mantan Adin yang waktu itu beradu jotos denganku, aku sedikit emosi bertemu dia, dia hanya menatap sebentar lalu pergi, pasti dia takut akan babak belur lagi terlihat luka di pelipisnya masih membekas.
Setelah itu aku menuju ke pintu masuk auditorium, sekarang pukul 7 tepat, acara akan segera dimulai, aku masuk kedalam dan duduk di kursi yang tertera di tiket yang kubeli.
Seperti konser orkestra pada umumnya, para pemain memasuki panggung, aku mencari Adin di barisan pemain violin, 'Hmm dimana dia' batinku dalam hati,
'Itu diaa!' teriakku dalam hati ketika aku melihatnya dengan dress hitam yang tempo hari dia beli denganku
Dia sangat cantik, bahkan lebih cantik dari konser konser sebelumnya, dimulai dengan dress hitamnya yang anggun, dan rambutnya di buat sedikit beda dari biasanya, aku hanya bisa melongo melihatnya dengan penampilan seperti ini.
Oh ya, konser ini seperti drama musikal, dengan beberapa adegan dari pemain drama di iringi instrument dari pemain orkestra, menceritakan kehidupan SMA 4 orang sahabat di sekolah ini, tema konsernya adalah 'Akhir Cerita' , aku sangat menikmati konser ini, sangat keren!
Sampai pada akhir acara semua peserta mendatangi para guru yang ikut menonton mereka berterimakasih sampai nangis nangis entah apa saja yang mereka katakan, yang pasti sangat mengharukan, Kulihat Adin juga ikut, setelah itu lagu terkahir dimainkan, konfeti emas bertaburan dari atas langit langit, sangat meriah.
Setelah itu para penonton maju untuk memberikan ucapan selamat kepada para pemain orkestra tersebut, mereka tampak tersenyum, ada yang menangis, ada yang tertawa.
Aku pun segera bangkit dari tempat dudukku untuk mendatangi Adin di panggung, saat itu aku hendak menghampirinya yang sedang tertawa bercanda dengan teman temannya, se bucket bunga sudah ada di tanganku, sampai saat aku melihat dia berpelukan dengan seorang laki laki, aku terdiam saat melihatnya berpelukan, rasanya sangat sesak didadaku, sakit sekali.
Lalu aku mundur beberapa langkah, meletakkan bucket bunga yang kubawa di lantai lalu pergi, aku merasa sangat hancur, ku dengar seperti Nella memanggilku tapi aku tidak perdulikan, aku langsung pergi.
Ku pacu sepeda motorku sekencang mungkin aku tidak perduli kalau sampai harus kecelakaan atau mati sekalipun, itulah yang kupikirkan saat itu, benar benar hancur.
Entah kemana tujuanku pergi, aku tidak tau, tiba tiba sudah sampai aku di alun alun tempat pertama kali aku bertemu Adin, aku duduk di bersender di sebuah bangku, aku menjambak rambutku sendiri lalu berteriak sekencang kecangnya, beberapa orang melihatku tapi aku tidak perduli.
Aku tertunduk, aku merenung, apa salahku? kenapa rasanya sakit sekali? kenapa rasanya bahkan sepertli lebih sakit dari ibu ibu kecelakaan yang ku tolong tadi?
Ponselku bedering ada telfon masuk, dari Nella, aku langsung me reject nya lalu mematikan ponselku,
'persetan' bantinku dalam hati.
.....
Diubah oleh alkist.lelah 12-05-2018 15:33
0


