- Beranda
- Berita dan Politik
6 Kantong Jenazah Dibawa ke RS Polri dari Mako Brimob
...
TS
Pitrelli
6 Kantong Jenazah Dibawa ke RS Polri dari Mako Brimob
Jakarta- Ambulans dari Mako Brimob berdatangan ke RS Polri, Kramatjati, tepatnya di gedung forensik. Ada 6 kantong jenazah yang diturunkan dari ambulans.
detikcom memantau suasana di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (9/5/2018). Di lokasi ada 5 ambulan yang masuk ke depan gedung forensik.
Foto: Peti/detikcom
Dari dalam ambulans, tampak dari kejauhan polisi mengeluarkan kantung-kantung jenazah warna oranye. Jenazah tersebut kemudian dibawa masuk ke dalam ruang forensik.
Baca juga: Rusuh di Mako Brimob, Tahanan Teroris di Polda Metro Teriak Takbir
Belum ada keterangan resmi dari Polri terkait jenazah yang masuk ke RS Polri ini merupakan tahanan atau anggota kepolisian.
"Saya nggak tahu, saya kan hanya pengamanan saja. Segala sesuatunya itu yang tahu di Brimob saja. Saya diminta untuk pengamanan saja," ujar Kompol Nurdin.
Baca juga: Rutan Mako Brimob Rusuh, Polri Masih Negosiasi dengan Tahanan
Area gedung Forensik RS Polri sendiri disterilkan dari pengunjung. Garis polisi terpasang melintang di lokasi. Ada sejumlah polisi melakukan penjagaan. Di dalam gedung juga ada Kapolsek Kramatjati, Kompol Nurdin A Rahman.
(hri/fdn)
jedor2in aja biar abis sekalian..ngapain pake di kasih makan segala
sumurnya di detik.com
detikcom memantau suasana di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (9/5/2018). Di lokasi ada 5 ambulan yang masuk ke depan gedung forensik.
Foto: Peti/detikcomDari dalam ambulans, tampak dari kejauhan polisi mengeluarkan kantung-kantung jenazah warna oranye. Jenazah tersebut kemudian dibawa masuk ke dalam ruang forensik.
Baca juga: Rusuh di Mako Brimob, Tahanan Teroris di Polda Metro Teriak Takbir
Belum ada keterangan resmi dari Polri terkait jenazah yang masuk ke RS Polri ini merupakan tahanan atau anggota kepolisian.
"Saya nggak tahu, saya kan hanya pengamanan saja. Segala sesuatunya itu yang tahu di Brimob saja. Saya diminta untuk pengamanan saja," ujar Kompol Nurdin.
Baca juga: Rutan Mako Brimob Rusuh, Polri Masih Negosiasi dengan Tahanan
Area gedung Forensik RS Polri sendiri disterilkan dari pengunjung. Garis polisi terpasang melintang di lokasi. Ada sejumlah polisi melakukan penjagaan. Di dalam gedung juga ada Kapolsek Kramatjati, Kompol Nurdin A Rahman.
(hri/fdn)
jedor2in aja biar abis sekalian..ngapain pake di kasih makan segala
sumurnya di detik.com
tien212700 memberi reputasi
1
7.3K
Kutip
64
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.5KThread•57.5KAnggota
Tampilkan semua post
User telah dihapus
#66
Quote:
Original Posted By hahaiyaa.20►haiyaaa ciilaaka luuwa weelas waaa
Dr jaman FC gw udeh bilang Indonesia lagi menuju jd Indonistan krn majoritas nyeee PENGHIANAT Kakek Moyang Leluhur Bangsa dan Negara sendiri waaa!!!
Ati2 akan bahaya latent Al Jigong,musuh dlm Selimut yg jauh lebih berbahaya dr Komunis atawa Penjajah mana pun juga!!!
Krn majoritas Nigger Rawa Cacad Kulup alias Cacad Oowtak,rusak terkontaminasi Virus Al Nihao waaa!!!
![kaskus-image]()
Komunis ajeee bise sadar keluar dr Kebodohan mereka,Al Jigong tambah Terpuruk Indo makin kemari makin hancur waaa!!!
Negara2 yg tadi nyeee disegani Duniyeee sekarang dianggap negara Exportir Babu,bahkan masuk Aiport jugeee di Profiling!!!
Malah negara tertentu diliat dr nama ajeee udeh gagal utk dpt Visa waaa!!!

Coba berape banyak Tikooow yg mo quote sebarkan Postingan gw agar Nigger Rawa yg masih punya rasa Nasionalisme sadar keluar dr Kebodohan mereka==> Terutama klo kalian anggap kalian Silent Majority waaa!!!!
RIP
Semoga amal ibadah yg gugur Tidak Sia-Sia waaa!!!
Pelan2 semua Susunan Negara,Agama,Bahasa,Budaya,Tradisi,Sosial Struktur etc diganti dgn serba Arab waaa!!!
Org2 Toowlool kgk sadar Seelam adalah Penjajah terselubung dgn Divide et Impera yg jauhhhhhh lebih berbahaya dr Barat atawa Komunis waaa!!!
Maka nyeee bise dijajah ame VOC ratusan tahun ....tau khan VOC badan Dagang!!!
Dan diabad ke-21 Ras Babu PENGHIANAT Leluhur,Kakek Moyang,Agama,Budaya,Tradisi,Bahasa,Negara Sendiri malah persembahkan Negara nyeee dan bayar Upeti ke Penjajah Terselubung tanpa hrs Perang,ade gak Bangsa yg begitu DOOWGOOL!!??
Kasihan Indonesiaku!!!
SOP mereka di-mana2 sama waaa!!!!
Ketua Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH A. Cholil Ridwan mengharamkan umat Islam untuk memberi hormat kepada Bendera dan Lagu Kebangsaan.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pelindung-pelindungmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pelindung-pelindungmu, maka mereka itulah orang-orang yang lalim. [9.24]
Ustadz HTI mengharamkan Nasionalisme yang diartikannya sebagai fanatisme kebangsaan karena dianggap sebagai bagian dari bentuk Ashobiyah.
Ia menyitir hadits riwayat Abu Daud untuk mendasari argumentasinya. "Bukan termasuk golongan kami,siapa saja yang menyeru kepada ashabiyah.” (HRAbu Dawud, hadits hasan)"
Haramnya Nasionalisme bagi ustadz HTI tersebut sama seperti haramnya Zina dan Khamr, sehinggaperantara yang mengantarkan pada perbuatan Zina dan meminum Khamar atau semisalnya jugadihukumi haram.
***Pemberontakan Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia (DI/TII)
***Garuda Indonesia Penerbangan 206
Garuda Indonesia Penerbangan 206 atau juga dikenal dengan sebutan Peristiwa Woyla adalah sebuah penerbangan maskapai Garuda Indonesia dari pelabuhan udara sipil Talangbetutu,
Dalam penerbangan, pesawat tersebut tiba-tiba dibajak oleh lima orang teroris Komando Jihad yang menyamar sebagai penumpang.
***Bom Candi Borobudur 1985
Bom Candi Borobudur adalah peristiwa pemboman peninggalan bersejarah Candi Borobudur dari zaman Dinasti Syailendra yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada hari Senin 21 Januari 1985.
Peristiwa terorisme ini adalah peristiwa terorisme bermotif "jihad" kedua yang menimpa Indonesia setelah pembajakan pesawat Garuda DC 9 Woyla oleh anggota Komando Jihad pada tahun 1981.
***Tarian Aceh Budaya Lokal yang Dimusnahkan Pelan Pelan Atas Nama Hukum Syariah
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()
![kaskus-image]()
This is a book of stories, not a book of argument, but there are arguments aplenty in it. The principal one is that Islam is an imperialism, at war not only with the capitalist West but also with the spiritual traditions of the region. It is not native to Pakistan, Iran, Malaya and Indonesia but was an Arab imperial incursion, beginning in the seventh century:
'There probably has been no imperialism like that of Islam and the Arabs. The Gauls, after 500 years of Roman rule, could recover their old gods and reverences; those beliefs hadn't died; they lay just below the Roman surface.
But Islam seeks as an article of the faith to erase the past; the believers in the end honor Arabia alone; they have nothing to return to.'


Disadari atau tidak sudah semakin jelas bahwa kaum Arablah sebenarnya sekarang yang sedang menjajah Indonesia. Lihat, sebagian besar pemimpin alim ulama negeri ini adalah keturunan Arab. Gerombolan bolot yang ditangkap Polda Metro Jaya kemarin sore sebagi an besar bernama habib-habib.
Para habib-habib ini disebut-sebut sebagai keturunan nabi Muhammad, dan gelar habib ini telah menjadi sebuah tiket untuk mendapat perlakuan khusus.
Tidak tahu kenapa keturunan nabi harus dihormati walaupun perilakunya banyak yang tidak terpuji. Jenggot nabi saja ditiru konon pula keturunannya tidak disanjung tinggi.
Syukurlah, pembawa agama-agama yang lain tidak mempunyai keturunan,sehingga arogansi karena mengklaim diri sebagai keturunan nabi tidak merajalela di bumi ini.
Bayangkan, negara yang sudah dinyatakan Merdeka Tujuh Puluh Dua tahun ternyata masih dalam imperialisme ARAB, bukan BARAT.
Selama ini issu-issutentang neokolonialisme Barat ditiup-tiupkan dengan gencar, opini bangsa digiring untuk membenci Barat.
Ternyata ini semua pekerjaan musuh dalam selimut, selimut agama. Kemajuan teknologi dan perekonomian Barat dan perkembangan bisnis yang sedemikian pesat serta cara hidup ala Barat yang praktis sangat gampang ditiru. Hal ini telah diperhitungkan sebagai ancaman yang mengerikan dalam pandangan imperialisme Arab ini, sehingga isu neokolonialisme Barat dan kristenisasi dihembuskan untuk keuntungan imperialisme Arab.
Segala yang berbau Barat dikelompokkan sebagai peradaban kaum kafir oleh karenanya menjadi sesuatu yang haram.
Orang tua termasuk guru-guru agama menjadi unjung tombak penyampaian keharaman yang berbau Barat ini. Sebagian besar orangtua di Indonesia memang relatif masih sangat muda-muda, baru punya jenggot sedikit laki-laki ! sudah boleh mengajak wanita bau kencur untuk menghadap penghulu.
Tidak perduli apakah dia sudah matang atau belum untuk mendidik anak dan memberikan anaknya makan kelak. Mereka rata-rata tidak berpendidikan yang cukup sehingga tidak dapat berpikir rasional.
Jadi begitu ada hasutan dari orang-orang yang mengaku ahli agama, mereka langsung tunduk sukarela,apalagi kalau disuplai uang pula.
Perdebatan diharamkan, teristimewa perdebatan soal agama, tidak tersentuh. Melakukan sesuatu bertentangan dgn agama pokoknya haram hukumnya, mereka seperti kerbau dicucuk hidup, tidak punya daya kritisi sama sekali.
Melihat gampangnya sebagian besar anak bangsa ini dipengaruhi atas nama agama, adalah pengaruh indoktrinasi bahwa agama tidak boleh diperdebatkan.
Para kaum Arab ini tidak mengajarkan agama itu sebagaimana seharusnya.
Agama yang disampaikan tidak untuk menjadi pencerahan otak bagi umat,tetapi cenderung menjadi pembodohan.Tujuan mereka memang adalah untuk menjajah, bukan untuk memanusiakan manusia dengan ajaran agama.
Seandainya bangsa ini mendapat pendidikan agama dengan benar serta dari sumber yang benar, tidak akan mungkin ada yang bernama Front Pembela Islam, Gerakan Pemuda Islam, Hammas, Laskar Jihad, dan lain-lain gerombolan bolot yang lebih bangga menjadi anggota kesatuan organisasi ekstrimis Islam Timur Tengah daripada sebagai Islam Indonesia. Tidak mungkin orang yang bernama habib-habib itu menjadi alim ulama dan pemimpin gerombolan bolot di negeri ini.
Sialnya, kesempatan untuk berpikir kritis terhadap agama sudah dipunahkan sejak awal. Sehingga dengan gampang anak-anak bangsa yang kurang pendidikan dan hidup kekurangan ini digiring untuk menjadi ekstrimis dan tunduk sukarela menjadi budak para Arab untuk mewujudkan ambisi mereka untuk meng-Arab-kan Indonesia.!!!!!!
Kemiskinan dan kebodohan ini telah dimanfaatkan,sebagian besar anak bangsa ini sudah lebih bangga mampu berbahasa Arabdaripada mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Lebih bangga memakai daster putih di jalan-jalan daripada memakai pakaian tradisional yang diwariskan nenek moyang bangsa Indonesia.
Apakah kita sudah sangat terlambat untuk membuang semua peradaban Arab dari bumi Indonesia ini? Saya pikir tidak ada istilah terlambat untuk membuang kebolotan.
Kita tidak boleh menjadi bangsa yang bolot. Saya melihat tidak satupun peradaban Arab yang memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa ini dalam bidang apapun. Yang diberikan mereka hanyalah pembodohan, pembolotan, membuat orang tinggal manut.
Jika kita bandingkan dengan kehidupan orang Kristen Indonesia. Mereka boleh menjadi orang yang sangat taat beragama, tetapi hidup kesehariannya tetap menjadi orang Indonesia.
Mereka tidak langsung mengubah cara hidupnya seperti bagaimana dulu Jesus hidup secara lahiriah.
Padahal seharusnya, sosok Jesus yang gambarnya ada dimana-mana sangat mudah untuk ditiru,tetapi tidak satupun penganut agama Kristen meniru cara berpakaian Jesus, meniru jenggotnya atau keriting rambutnya.
Yang mereka praktekkan adalah kasih sayang yang diajarkan Jesus, bukan tampilan Jesus secara lahir.
Orang Bali Kristen tetap dengan budaya Balinya, demikian juga Batak,Toraja, Jawa dll.
Mereka tetap tampil sebagai orang Indonesia, mereka beribadah dalam bahasa asalnya masing-masing, bahasa China, Batak, Sunda,Bali, Jawa, dll.
Malah tidak ada gereja yang berbahasa Ibrani di Indonesia,sebagaimana dulu Jesus mempergunakan bahasa itu mengajar murid-muridnya.
Kristen tetap menghargai budaya asal pemeluknya tanpa sama sekali menerapkan budaya Jesus (budaya Yahudi).
Pemeluk Kristen dari suku apapun diterima sebagai pribadi yang merdeka, secara lahir mereka tetap sebagaimana asalnya, yang diubahkan adalah kehidupan spiritualnya,jiwanya.
Demikian pula dgn org Buddhist Tionghoa,apakah mereka berpakaian seperti Buddha Gautama????
Sebelum bangsa ini benar-benar hilang, sebelum identitas kita sebagai bangsa Indonesia tergantikan oleh identitas Arab, mari kita berbenah.
Mengikis segala bentuk penjajahan dalam setiap bentuknya di bumi Indonesia ini. Jangan lengah dengan penjajah yang bertopeng agama, bercerminlah kepada penganut agama-agama lain di Indonesia, mereka lebih hidup merdeka sebagai bangsa Indonesia walaupun mereka menganut salah satu agama yang semuanya adalah agama import.
Jangan biarkan Arab-arab itu memimpin kerohanian anda, bangsa ini sudah mengenal Islam ratusan tahun, sudah seharusnya ada Islam yang berkepribadian Indonesia, bukan berkepribadian Arab.
Indonesia dengan wilayah yang luas serta jumlah penduduk yang sedemikian besar memang adalah sasaran empuk untuk dijadikan sekutu. Bangsa Arab dan segala bangsa-bangsa di dunia sadar akan hal itu. Bangsa-bangsa besar di dunia ini melihat potensi yang dimiliki Indonesia. Dahulu Belanda datang dengan cara kasar menjajah Indonesia, demikian pula Jepang. Amerika belum dapat kesempatan, tetapi saya pikir Amerika tidak berniat untuk menjajah Indonesia, mereka lebih ingin menjadikan Indonesia sebagai partner!!!
Nah,bangsa Arab, dengan sangat licik masuk menjajah Indonesia dengan memperalat agama Islam, dengan sifat religius yang dimiliki Indonesia,bangsa ini begitu saja mengamini semua apa yang dikatakan bangsa Arab sehingga banyaklah bangsa ini menjadi orang-orang tersesat!!!!
Mereka berpikir telah menganut agama Islam yang benar, tidak tahunya hanya menganut budaya Arab yang sarat dengan kekerasan, keberingasan,melecehkan sesama manusia terutama kaum wanita!!!!
Musuh yang menikam dengan senyuman manis adalah lebih berbahaya daripada yang menikam dengan amarah!!!.
Hapuskanlah segala fatwa yang mengharamkan memperdebatkan kebenaran yang diseru-serukan oleh agama supaya anda benar-benar mendapatkan kebenaran yang sesungguhnya. Seharusnya semakin manusia mengenal Tuhan (lewat agama yang dianutnya) maka sifat-sifat Tuhanpun akan menjadi denyut hidupnya.
Menyeru-nyeru kebesaran Tuhan dengan pedang terhunus dan amarah yang membara di dada adalah penghinaan kepada Tuhan itu sendiri.
Terpulang pada anda, apakah anda merasa dijajah kaum Arab atau tidak.
Perlu dipikrikan, kenapa membiarkan habib-habib memimpin anda, padahal kita punya Gus Dur,Pak Nasution, Siregar, Tengku Hasan Daud, Bagindo Rajo, Tuanku Soleh, Suparno,kang Jali, dll.
Bangunlah agama Islam yang berkepribadian Indonesia - anti kekerasan, anti keras kepala, anti benar sendiri, anti brutalisme, anti daster putih - karena kita punya budaya sendiri, budaya Indonesia.
![kaskus-image]()
Dr jaman FC gw udeh bilang Indonesia lagi menuju jd Indonistan krn majoritas nyeee PENGHIANAT Kakek Moyang Leluhur Bangsa dan Negara sendiri waaa!!!
Ati2 akan bahaya latent Al Jigong,musuh dlm Selimut yg jauh lebih berbahaya dr Komunis atawa Penjajah mana pun juga!!!
Krn majoritas Nigger Rawa Cacad Kulup alias Cacad Oowtak,rusak terkontaminasi Virus Al Nihao waaa!!!

Komunis ajeee bise sadar keluar dr Kebodohan mereka,Al Jigong tambah Terpuruk Indo makin kemari makin hancur waaa!!!
Negara2 yg tadi nyeee disegani Duniyeee sekarang dianggap negara Exportir Babu,bahkan masuk Aiport jugeee di Profiling!!!
Malah negara tertentu diliat dr nama ajeee udeh gagal utk dpt Visa waaa!!!

Coba berape banyak Tikooow yg mo quote sebarkan Postingan gw agar Nigger Rawa yg masih punya rasa Nasionalisme sadar keluar dr Kebodohan mereka==> Terutama klo kalian anggap kalian Silent Majority waaa!!!!
RIP

Semoga amal ibadah yg gugur Tidak Sia-Sia waaa!!!
Pelan2 semua Susunan Negara,Agama,Bahasa,Budaya,Tradisi,Sosial Struktur etc diganti dgn serba Arab waaa!!!
Org2 Toowlool kgk sadar Seelam adalah Penjajah terselubung dgn Divide et Impera yg jauhhhhhh lebih berbahaya dr Barat atawa Komunis waaa!!!

Maka nyeee bise dijajah ame VOC ratusan tahun ....tau khan VOC badan Dagang!!!
Dan diabad ke-21 Ras Babu PENGHIANAT Leluhur,Kakek Moyang,Agama,Budaya,Tradisi,Bahasa,Negara Sendiri malah persembahkan Negara nyeee dan bayar Upeti ke Penjajah Terselubung tanpa hrs Perang,ade gak Bangsa yg begitu DOOWGOOL!!??
Kasihan Indonesiaku!!!

SOP mereka di-mana2 sama waaa!!!!
Ketua Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH A. Cholil Ridwan mengharamkan umat Islam untuk memberi hormat kepada Bendera dan Lagu Kebangsaan.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pelindung-pelindungmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pelindung-pelindungmu, maka mereka itulah orang-orang yang lalim. [9.24]
Ustadz HTI mengharamkan Nasionalisme yang diartikannya sebagai fanatisme kebangsaan karena dianggap sebagai bagian dari bentuk Ashobiyah.
Ia menyitir hadits riwayat Abu Daud untuk mendasari argumentasinya. "Bukan termasuk golongan kami,siapa saja yang menyeru kepada ashabiyah.” (HRAbu Dawud, hadits hasan)"
Haramnya Nasionalisme bagi ustadz HTI tersebut sama seperti haramnya Zina dan Khamr, sehinggaperantara yang mengantarkan pada perbuatan Zina dan meminum Khamar atau semisalnya jugadihukumi haram.
***Pemberontakan Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia (DI/TII)
***Garuda Indonesia Penerbangan 206
Garuda Indonesia Penerbangan 206 atau juga dikenal dengan sebutan Peristiwa Woyla adalah sebuah penerbangan maskapai Garuda Indonesia dari pelabuhan udara sipil Talangbetutu,
Dalam penerbangan, pesawat tersebut tiba-tiba dibajak oleh lima orang teroris Komando Jihad yang menyamar sebagai penumpang.
***Bom Candi Borobudur 1985
Bom Candi Borobudur adalah peristiwa pemboman peninggalan bersejarah Candi Borobudur dari zaman Dinasti Syailendra yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada hari Senin 21 Januari 1985.
Peristiwa terorisme ini adalah peristiwa terorisme bermotif "jihad" kedua yang menimpa Indonesia setelah pembajakan pesawat Garuda DC 9 Woyla oleh anggota Komando Jihad pada tahun 1981.
***Tarian Aceh Budaya Lokal yang Dimusnahkan Pelan Pelan Atas Nama Hukum Syariah



This is a book of stories, not a book of argument, but there are arguments aplenty in it. The principal one is that Islam is an imperialism, at war not only with the capitalist West but also with the spiritual traditions of the region. It is not native to Pakistan, Iran, Malaya and Indonesia but was an Arab imperial incursion, beginning in the seventh century:
'There probably has been no imperialism like that of Islam and the Arabs. The Gauls, after 500 years of Roman rule, could recover their old gods and reverences; those beliefs hadn't died; they lay just below the Roman surface.
But Islam seeks as an article of the faith to erase the past; the believers in the end honor Arabia alone; they have nothing to return to.'
Bukan hanya diskriminasi yang dilakukan Negara, para penghayat kepercayaan atau penganut agama asli nusantara juga kerap mendapatkan stigmatisasi, terror bahkan tindak kekerasan dari sekelompok masyarakat. Kasus-kasus berikut menjadi gambaran nasib masyarakat adat :
1. Penyerangan dan pembakaran Paseban milik warga PACKU di Cigugur Kuningan oleh gerombolan Darul Islam (DI/TII) pimpinan Kartosuwiryo pada tahun 1950-an,
2. Pembantaian warga penganut ajaran Perjalanan oleh gerombolan DI/TII di Ciparay, Bandung tahun 1954,
Kekerasan dan intoleransi terhadap penganut agama asli Nusantara di “zaman kemerdekaan” sudah terjadi mulai tahun 50-an. Pada tahun 1954, di Kampung Paku Tandang, Ciparay, Bandung, tempat ibadah Pasewakan milik penganut agama Buhun dibakar oleh masyarakat. 22 orang penganut agama Buhun tewas dibunuh atau terbakar bersama rumah ibadahnya.
3. Pembantaian para Bissu (pemuka adat Bugis) oleh gerombolan DI/TII pimpinan Kahar Muzakar tahun 1960-an,
4. Stigmatisasi terhadap komunitas adat Sedulur Sikep di Jawa Tengah sebagai orang-orang yang tidak tahu aturan dan tidak bertata krama. Komunitas Sedulur Sikep merupakan para pengikut Samin Surosentiko yang menganut kearifan lokal Jawa,
5. Stigmatisasi terhadap komunitas Watu Telu Sasak (Lombok) yang sering dicemooh sebagai warga Islam yang “tidak penuh”.
6. Fatwa sesat Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap komunitas adat Dayak Losarang Indramayu. Komunitas Dayak Losarang adalah penganut ajaran ngaji rasa alam semesta yang sama sekali tidak mengklaim diri sebagai penganut Islam.
7. Penyerangan terhadap aliran Kejawen Sapta Darma yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) pada tahun 2007 di Yogyakarta
1. Penyerangan dan pembakaran Paseban milik warga PACKU di Cigugur Kuningan oleh gerombolan Darul Islam (DI/TII) pimpinan Kartosuwiryo pada tahun 1950-an,
2. Pembantaian warga penganut ajaran Perjalanan oleh gerombolan DI/TII di Ciparay, Bandung tahun 1954,
Kekerasan dan intoleransi terhadap penganut agama asli Nusantara di “zaman kemerdekaan” sudah terjadi mulai tahun 50-an. Pada tahun 1954, di Kampung Paku Tandang, Ciparay, Bandung, tempat ibadah Pasewakan milik penganut agama Buhun dibakar oleh masyarakat. 22 orang penganut agama Buhun tewas dibunuh atau terbakar bersama rumah ibadahnya.
3. Pembantaian para Bissu (pemuka adat Bugis) oleh gerombolan DI/TII pimpinan Kahar Muzakar tahun 1960-an,
4. Stigmatisasi terhadap komunitas adat Sedulur Sikep di Jawa Tengah sebagai orang-orang yang tidak tahu aturan dan tidak bertata krama. Komunitas Sedulur Sikep merupakan para pengikut Samin Surosentiko yang menganut kearifan lokal Jawa,
5. Stigmatisasi terhadap komunitas Watu Telu Sasak (Lombok) yang sering dicemooh sebagai warga Islam yang “tidak penuh”.
6. Fatwa sesat Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap komunitas adat Dayak Losarang Indramayu. Komunitas Dayak Losarang adalah penganut ajaran ngaji rasa alam semesta yang sama sekali tidak mengklaim diri sebagai penganut Islam.
7. Penyerangan terhadap aliran Kejawen Sapta Darma yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) pada tahun 2007 di Yogyakarta


Imperialisme Arab di Indonesia Sudah Jelas
Disadari atau tidak sudah semakin jelas bahwa kaum Arablah sebenarnya sekarang yang sedang menjajah Indonesia. Lihat, sebagian besar pemimpin alim ulama negeri ini adalah keturunan Arab. Gerombolan bolot yang ditangkap Polda Metro Jaya kemarin sore sebagi an besar bernama habib-habib.
Para habib-habib ini disebut-sebut sebagai keturunan nabi Muhammad, dan gelar habib ini telah menjadi sebuah tiket untuk mendapat perlakuan khusus.
Tidak tahu kenapa keturunan nabi harus dihormati walaupun perilakunya banyak yang tidak terpuji. Jenggot nabi saja ditiru konon pula keturunannya tidak disanjung tinggi.
Syukurlah, pembawa agama-agama yang lain tidak mempunyai keturunan,sehingga arogansi karena mengklaim diri sebagai keturunan nabi tidak merajalela di bumi ini.
Bayangkan, negara yang sudah dinyatakan Merdeka Tujuh Puluh Dua tahun ternyata masih dalam imperialisme ARAB, bukan BARAT.
Selama ini issu-issutentang neokolonialisme Barat ditiup-tiupkan dengan gencar, opini bangsa digiring untuk membenci Barat.
Ternyata ini semua pekerjaan musuh dalam selimut, selimut agama. Kemajuan teknologi dan perekonomian Barat dan perkembangan bisnis yang sedemikian pesat serta cara hidup ala Barat yang praktis sangat gampang ditiru. Hal ini telah diperhitungkan sebagai ancaman yang mengerikan dalam pandangan imperialisme Arab ini, sehingga isu neokolonialisme Barat dan kristenisasi dihembuskan untuk keuntungan imperialisme Arab.
Segala yang berbau Barat dikelompokkan sebagai peradaban kaum kafir oleh karenanya menjadi sesuatu yang haram.
Orang tua termasuk guru-guru agama menjadi unjung tombak penyampaian keharaman yang berbau Barat ini. Sebagian besar orangtua di Indonesia memang relatif masih sangat muda-muda, baru punya jenggot sedikit laki-laki ! sudah boleh mengajak wanita bau kencur untuk menghadap penghulu.
Tidak perduli apakah dia sudah matang atau belum untuk mendidik anak dan memberikan anaknya makan kelak. Mereka rata-rata tidak berpendidikan yang cukup sehingga tidak dapat berpikir rasional.
Jadi begitu ada hasutan dari orang-orang yang mengaku ahli agama, mereka langsung tunduk sukarela,apalagi kalau disuplai uang pula.
Perdebatan diharamkan, teristimewa perdebatan soal agama, tidak tersentuh. Melakukan sesuatu bertentangan dgn agama pokoknya haram hukumnya, mereka seperti kerbau dicucuk hidup, tidak punya daya kritisi sama sekali.
Melihat gampangnya sebagian besar anak bangsa ini dipengaruhi atas nama agama, adalah pengaruh indoktrinasi bahwa agama tidak boleh diperdebatkan.
Para kaum Arab ini tidak mengajarkan agama itu sebagaimana seharusnya.
Agama yang disampaikan tidak untuk menjadi pencerahan otak bagi umat,tetapi cenderung menjadi pembodohan.Tujuan mereka memang adalah untuk menjajah, bukan untuk memanusiakan manusia dengan ajaran agama.
Seandainya bangsa ini mendapat pendidikan agama dengan benar serta dari sumber yang benar, tidak akan mungkin ada yang bernama Front Pembela Islam, Gerakan Pemuda Islam, Hammas, Laskar Jihad, dan lain-lain gerombolan bolot yang lebih bangga menjadi anggota kesatuan organisasi ekstrimis Islam Timur Tengah daripada sebagai Islam Indonesia. Tidak mungkin orang yang bernama habib-habib itu menjadi alim ulama dan pemimpin gerombolan bolot di negeri ini.
Sialnya, kesempatan untuk berpikir kritis terhadap agama sudah dipunahkan sejak awal. Sehingga dengan gampang anak-anak bangsa yang kurang pendidikan dan hidup kekurangan ini digiring untuk menjadi ekstrimis dan tunduk sukarela menjadi budak para Arab untuk mewujudkan ambisi mereka untuk meng-Arab-kan Indonesia.!!!!!!
Kemiskinan dan kebodohan ini telah dimanfaatkan,sebagian besar anak bangsa ini sudah lebih bangga mampu berbahasa Arabdaripada mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Lebih bangga memakai daster putih di jalan-jalan daripada memakai pakaian tradisional yang diwariskan nenek moyang bangsa Indonesia.
Apakah kita sudah sangat terlambat untuk membuang semua peradaban Arab dari bumi Indonesia ini? Saya pikir tidak ada istilah terlambat untuk membuang kebolotan.
Kita tidak boleh menjadi bangsa yang bolot. Saya melihat tidak satupun peradaban Arab yang memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa ini dalam bidang apapun. Yang diberikan mereka hanyalah pembodohan, pembolotan, membuat orang tinggal manut.
Jika kita bandingkan dengan kehidupan orang Kristen Indonesia. Mereka boleh menjadi orang yang sangat taat beragama, tetapi hidup kesehariannya tetap menjadi orang Indonesia.
Mereka tidak langsung mengubah cara hidupnya seperti bagaimana dulu Jesus hidup secara lahiriah.
Padahal seharusnya, sosok Jesus yang gambarnya ada dimana-mana sangat mudah untuk ditiru,tetapi tidak satupun penganut agama Kristen meniru cara berpakaian Jesus, meniru jenggotnya atau keriting rambutnya.
Yang mereka praktekkan adalah kasih sayang yang diajarkan Jesus, bukan tampilan Jesus secara lahir.
Orang Bali Kristen tetap dengan budaya Balinya, demikian juga Batak,Toraja, Jawa dll.
Mereka tetap tampil sebagai orang Indonesia, mereka beribadah dalam bahasa asalnya masing-masing, bahasa China, Batak, Sunda,Bali, Jawa, dll.
Malah tidak ada gereja yang berbahasa Ibrani di Indonesia,sebagaimana dulu Jesus mempergunakan bahasa itu mengajar murid-muridnya.
Kristen tetap menghargai budaya asal pemeluknya tanpa sama sekali menerapkan budaya Jesus (budaya Yahudi).
Pemeluk Kristen dari suku apapun diterima sebagai pribadi yang merdeka, secara lahir mereka tetap sebagaimana asalnya, yang diubahkan adalah kehidupan spiritualnya,jiwanya.
Demikian pula dgn org Buddhist Tionghoa,apakah mereka berpakaian seperti Buddha Gautama????
Sebelum bangsa ini benar-benar hilang, sebelum identitas kita sebagai bangsa Indonesia tergantikan oleh identitas Arab, mari kita berbenah.
Mengikis segala bentuk penjajahan dalam setiap bentuknya di bumi Indonesia ini. Jangan lengah dengan penjajah yang bertopeng agama, bercerminlah kepada penganut agama-agama lain di Indonesia, mereka lebih hidup merdeka sebagai bangsa Indonesia walaupun mereka menganut salah satu agama yang semuanya adalah agama import.
Jangan biarkan Arab-arab itu memimpin kerohanian anda, bangsa ini sudah mengenal Islam ratusan tahun, sudah seharusnya ada Islam yang berkepribadian Indonesia, bukan berkepribadian Arab.
Indonesia dengan wilayah yang luas serta jumlah penduduk yang sedemikian besar memang adalah sasaran empuk untuk dijadikan sekutu. Bangsa Arab dan segala bangsa-bangsa di dunia sadar akan hal itu. Bangsa-bangsa besar di dunia ini melihat potensi yang dimiliki Indonesia. Dahulu Belanda datang dengan cara kasar menjajah Indonesia, demikian pula Jepang. Amerika belum dapat kesempatan, tetapi saya pikir Amerika tidak berniat untuk menjajah Indonesia, mereka lebih ingin menjadikan Indonesia sebagai partner!!!
Nah,bangsa Arab, dengan sangat licik masuk menjajah Indonesia dengan memperalat agama Islam, dengan sifat religius yang dimiliki Indonesia,bangsa ini begitu saja mengamini semua apa yang dikatakan bangsa Arab sehingga banyaklah bangsa ini menjadi orang-orang tersesat!!!!
Mereka berpikir telah menganut agama Islam yang benar, tidak tahunya hanya menganut budaya Arab yang sarat dengan kekerasan, keberingasan,melecehkan sesama manusia terutama kaum wanita!!!!
Musuh yang menikam dengan senyuman manis adalah lebih berbahaya daripada yang menikam dengan amarah!!!.
Hapuskanlah segala fatwa yang mengharamkan memperdebatkan kebenaran yang diseru-serukan oleh agama supaya anda benar-benar mendapatkan kebenaran yang sesungguhnya. Seharusnya semakin manusia mengenal Tuhan (lewat agama yang dianutnya) maka sifat-sifat Tuhanpun akan menjadi denyut hidupnya.
Menyeru-nyeru kebesaran Tuhan dengan pedang terhunus dan amarah yang membara di dada adalah penghinaan kepada Tuhan itu sendiri.
Terpulang pada anda, apakah anda merasa dijajah kaum Arab atau tidak.
Perlu dipikrikan, kenapa membiarkan habib-habib memimpin anda, padahal kita punya Gus Dur,Pak Nasution, Siregar, Tengku Hasan Daud, Bagindo Rajo, Tuanku Soleh, Suparno,kang Jali, dll.
Bangunlah agama Islam yang berkepribadian Indonesia - anti kekerasan, anti keras kepala, anti benar sendiri, anti brutalisme, anti daster putih - karena kita punya budaya sendiri, budaya Indonesia.
Kepada aparat Kepolisian RI, jangan ragu-ragu mengamankan para gerombolan bolot itu, demi kedamaian di bumi Indonesia tercinta. Mereka telah menjadi momok yang menakutkan dan telah mencoreng wajah bangsa ini dalam pandangan dunia internasional.
Salam damai as always,
Aurora
Salam damai as always,
Aurora

Quote:
Original Posted By hahaiyaa.20►Beda sekali dgn org yg dpt Berpikir dgn WARAS waaa!!!!
Putri Mahathir Mohamad Sebut Malaysia Dijajah Arab!!!!
![kaskus-image]()
KUALA LUMPUR, SATUHARAPAN.COM - Putri sulung mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengeritik Arabisasi Islam di Malaysia sehingga negara itu tidak ubahnya sebagai negara jajahan Arab. Kritikan itu ia sampaikan di tengah semakin melembaganya konservatisme iman di negara jiran tersebut.
Datin Paduka Marina Mahathir, putri Mahathir yang menjadi salah seorang aktivis sosial yang gencar mengeritik sikap puritan kaum elit di tanah airnya, dalam sebuah wawancara dengan Malay Mail Online mengungkapkan kekecewaan dan keprihatinannya atas perkembangan pemahaman Islam di negaranya yang cenderung semakin sempit dan memarginalkan budaya lokal.
Kencangnya Arabisasi Islam di Malaysia, ia tunjukkan dengan contoh pakaian tradisional yang lazim disebut 'Baju Melayu' yang semakin sulit ditemukan.
Di hari raya seperti Idul Fitri, semakin umum para perempuan Melayu memakai busana bernuansa Arab seperti kaftan yang merupakan tunik panjang.
"Ini adalah Arabisasi budaya kita - itu kolonialisme, penjajahan Arab," kata Marina dalam wawancara yang dilangsungkan beberapa hari lalu.
"Kaftan memang mudah dipakai. Tapi apa yang terjadi pada tradisi kita, budaya kita, semuanya? Itu hilang," keluhnya, sambil mengemukakan bahwa perempuan Melayu di bawah usia 50 umumnya tidak lagi mengetahui bagaimana mengenakan baju kurung dengan lipatannya sedemikian rupa sehingga memudahkan orang berjalan ketika memakainya.
Ia menambahkan, masalah terbesar Islam di Malaysia adalah ketakutan akan memahami dan mendalami agama itu sendiri.
"Islam memiliki sejarah intelektual yang sangat kuat, tetapi sama sekali tidak ada intelektualisme dalam cara Islam diajarkan di sini. Kita hanya diajarkan ritual, kita tidak diajarkan tentang para pemikir besar dan perbedaan di antara mereka," katanya.
"Jika Anda membaca sejarah Islam ketika pertama kali ia diturunkan, itu adalah tentang menjauhkan diri dari tribalisme ... tapi sekarang Anda menemukan hal itu kemana pun Anda pergi (di Malaysia), meskipun secara resmi Islam tidak memperbolehkannya," tambahnya.
Menurutnya, khotbah-khotbah Jumat di Malaysia yang terlebih dahulu mendapat izin dari pemerintah, berulang-ulang memperingatkan umat Muslim untuk waspada terhadap filosofi seperti liberalisme dan pluralisme. Dan Marina mengeritik sikap pemerintah yang menginginkan masyarakat bersatu dalam pemahaman tentang Islam. Padahal, menurut Marina, seharusnya diberikan ruang yang memungkinkan tumbuhnya individualitas.
Perempuan Malaysia menurut dia, masih terus mendapat tekanan. Ketika para perempuan-perempuan berkerudung baru-baru ini berpelukan dengan salah satu pentolan K-Pop saat melakukan konser di negeri itu, isu tersebut menjadi kontroversial dan para perempuan disalahkan.
"Wanita selalu diserang," kata Marina.
Marina juga bertekad akan hengkang dari Malaysia apabila rencana yang diusulkan presiden PAS, Datuk Seri Abdul Hadi, benar-benar terwujud. Anggota parlemen Malaysia itu baru-baru ini atas inisiatif pribadi mengajukan Rancangan Undang-undang yang membuka peluang diterapkannya hudud.
Hudud adalah hukum kriminal Islam yang sangat ekstrem. Antara lain seorang pencuri dapat dihukum dengan memotong jarinya.
"Saya tidak bisa hidup di negara dimana rakyat ingin memotong tangan. Mohon maaf. Saya tidak akan pernah mau hidup di Arab," tutur dia.
![kaskus-image]()
Putri Mahathir Mohamad Sebut Malaysia Dijajah Arab!!!!

KUALA LUMPUR, SATUHARAPAN.COM - Putri sulung mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengeritik Arabisasi Islam di Malaysia sehingga negara itu tidak ubahnya sebagai negara jajahan Arab. Kritikan itu ia sampaikan di tengah semakin melembaganya konservatisme iman di negara jiran tersebut.
Datin Paduka Marina Mahathir, putri Mahathir yang menjadi salah seorang aktivis sosial yang gencar mengeritik sikap puritan kaum elit di tanah airnya, dalam sebuah wawancara dengan Malay Mail Online mengungkapkan kekecewaan dan keprihatinannya atas perkembangan pemahaman Islam di negaranya yang cenderung semakin sempit dan memarginalkan budaya lokal.
Kencangnya Arabisasi Islam di Malaysia, ia tunjukkan dengan contoh pakaian tradisional yang lazim disebut 'Baju Melayu' yang semakin sulit ditemukan.
Di hari raya seperti Idul Fitri, semakin umum para perempuan Melayu memakai busana bernuansa Arab seperti kaftan yang merupakan tunik panjang.
"Ini adalah Arabisasi budaya kita - itu kolonialisme, penjajahan Arab," kata Marina dalam wawancara yang dilangsungkan beberapa hari lalu.
"Kaftan memang mudah dipakai. Tapi apa yang terjadi pada tradisi kita, budaya kita, semuanya? Itu hilang," keluhnya, sambil mengemukakan bahwa perempuan Melayu di bawah usia 50 umumnya tidak lagi mengetahui bagaimana mengenakan baju kurung dengan lipatannya sedemikian rupa sehingga memudahkan orang berjalan ketika memakainya.
Ia menambahkan, masalah terbesar Islam di Malaysia adalah ketakutan akan memahami dan mendalami agama itu sendiri.
"Islam memiliki sejarah intelektual yang sangat kuat, tetapi sama sekali tidak ada intelektualisme dalam cara Islam diajarkan di sini. Kita hanya diajarkan ritual, kita tidak diajarkan tentang para pemikir besar dan perbedaan di antara mereka," katanya.
"Jika Anda membaca sejarah Islam ketika pertama kali ia diturunkan, itu adalah tentang menjauhkan diri dari tribalisme ... tapi sekarang Anda menemukan hal itu kemana pun Anda pergi (di Malaysia), meskipun secara resmi Islam tidak memperbolehkannya," tambahnya.
Menurutnya, khotbah-khotbah Jumat di Malaysia yang terlebih dahulu mendapat izin dari pemerintah, berulang-ulang memperingatkan umat Muslim untuk waspada terhadap filosofi seperti liberalisme dan pluralisme. Dan Marina mengeritik sikap pemerintah yang menginginkan masyarakat bersatu dalam pemahaman tentang Islam. Padahal, menurut Marina, seharusnya diberikan ruang yang memungkinkan tumbuhnya individualitas.
Perempuan Malaysia menurut dia, masih terus mendapat tekanan. Ketika para perempuan-perempuan berkerudung baru-baru ini berpelukan dengan salah satu pentolan K-Pop saat melakukan konser di negeri itu, isu tersebut menjadi kontroversial dan para perempuan disalahkan.
"Wanita selalu diserang," kata Marina.
Marina juga bertekad akan hengkang dari Malaysia apabila rencana yang diusulkan presiden PAS, Datuk Seri Abdul Hadi, benar-benar terwujud. Anggota parlemen Malaysia itu baru-baru ini atas inisiatif pribadi mengajukan Rancangan Undang-undang yang membuka peluang diterapkannya hudud.
Hudud adalah hukum kriminal Islam yang sangat ekstrem. Antara lain seorang pencuri dapat dihukum dengan memotong jarinya.
"Saya tidak bisa hidup di negara dimana rakyat ingin memotong tangan. Mohon maaf. Saya tidak akan pernah mau hidup di Arab," tutur dia.

Alloooo koh,tumben pagi2 udah ceramah
Ijin save yeee,mau gw revisi dikit tulisan luw biar lebih gampang dibaca ame orang2 awam

Diubah oleh User telah dihapus 10-05-2018 12:52
1
Kutip
Balas