- Beranda
- Stories from the Heart
150 HARI MENCINTAIMU
...
TS
alkist.lelah
150 HARI MENCINTAIMU

P R O L O G
Quote:
Spoiler for Wattpad:
Diubah oleh alkist.lelah 17-04-2021 12:49
Gimi96 dan 14 lainnya memberi reputasi
15
14.4K
108
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
alkist.lelah
#61
PART 14 - My Unique Girlfriend
Cemas, yah.. itu satu kata yang ada di benakku sekarang, di perjalanan aku merasa tidak tenang, aku berharap Adin baik baik saja, tidak sadar aku melamun di lampu merah dan hampir bertabrakan, 'hampir saja' batinku dalam hati, aku berusaha untuk tetap tenang.
Tak lama kemudian aku sampai di kosan Adin, aku lihat pintu kos terbuka dan ada sepatu Nella di luar, aku mengetok pintu untuk permisi.
"Buruan sini masuk!" Nella menyeretku masuk begitu bertemu denganku
Kulihat Adin terbaring lemas tatapannya kosong ke atas, lalu aku duduk di samping dia berbaring,
"Sayang, kamu kenapa?" tanyaku sambil mengusap kepalanya
Kepalanya terasa panas, namun berkeringat dingin,
"Ell, kamu disinii?" tanya Adin sambil tersenyum
"Iyaa, aku disini, udah kamu tidur aja, aku ada disamping kamu kok aku temenin" kataku sambil tersenyum mengusap kepalanya
Lambat laun dia mulai tertidur, aku pun mengelap keringat yang ada di wajahnya, lalu aku bertanya pada Nella,
"Tadi ada apa Nell kok sampe gini?" kataku padanya
"Gatau, tiba tiba Adin teriak teriak, sebelumnya dia kayak diam lama gitu" katanya menjelaskan padaku
"Terus gimana?" tanyaku lagi padanya
"Ya kita bawa ke UKS lah, di obatin ama temen gw yg jago ilmu gituan, dia bilang Adin kemasukan gara gara kecapekan atau banyak pikiran" jawabnya padaku
"Belakangan ini emang latihan sampe malem mulu, sore sampe malem sore sampe malem gitulah" dia menjelaskan padaku.
"Yaudah biarin dia istirahat dulu, gw cari yang anget anget dulu buat dia" kataku pada Nella
Aku bergegas keluar membeli minuman yang anget tapi aku bingung, tak lama aku lihat di pinggir jalan ada penjual bubur ayam, aku pun membelinya, lalu membeli obat penurun panas, setelah itu aku kembali kekosan, aku duduk disamping Adin lagi, saat aku mengusap kepalanya dia terbangun,
"Udah enakan?" tanyaku padanya
"Masih lemes yang" jawab Adin
"Makan dulu, nanti pasti sembuh" suruhku padanya
Setelah itu dia duduk dan makan bubur ayam yang aku beli, Nella membuatkannya teh hangat, wajahnya masih tampak pucat. 'dasar setan sialan brani braninya masukin pacar gw' batinku kesal.
Setelah selesai makan, aku menyuruh Adin minum teh lalu minum obatnya, karna panas tubuhnya tak kunjung turun.
"Heh lo tadi kemana sih gw telponin gabisa" ucap Nella padaku
"Tadi gw lagi pergi sama temen temen kelas gw" jawabku padanya
"Kok sampe hp lo ga aktif sih? pergi kemana lo?!" tanya Nella agak marah
"Sorry, tadi gw lagi maen soalnya, ke air terjun, disana gaada sinyal" jawabku sambil minta maaf
"Gila lo, pacar lo lagi sakit gini malah ngilang, bodoh" Nella kesal padaku
"Iyaa iyaa maaf" ucapku makin merasa bersalah,
"Udah Nell gapapa kok, lagian kan gaada yang tau bakal kayak gini" ucap Adin membelaku
"Maafin aku ya Din" ucapku meminta maaf
"Iyaa gapapa kok yang" ucapnya memegang tanganku
Adin lalu berbaring lagi, dia terlihat sudah membaik, panas badannya sudah turun setelah minum obat, aku dan Nella masih menemaninya di kosan, waktu sudah menunjukkan pukul 8 aku duduk di depan kosan sambil bermain gitar, lalu Nella datang menghampiriku,
"Lu tau ga, Adin tuh cewek unik" ucap Nella membuka pembicaraan
"Unik gimana? jawabku bertanya
"Pertama kali kenal Adin, dia itu orangnya super penasaran, pernah dia pengen ambil semua jurusan instrument di sekolah, haha, padahal kan 1 orang hanya boleh 1"
"Terus dia pernah tuh kan kita lagi makan nasi goreng rame rame, dia kata rasanya enak, trus minta gw buat ajarin masak nasi goreng, eh rasanya ga karuan, tapi dia gamau nyerah sampe akhirnya masakan nasi goreng dia enak, ya walau nasi goreng doang sih, masak lainnya gabisa"
"Dia juga baik, karna kebaikkannya banyak cowok naksir sama dia, tapi dia tetep sama pendiriannya, dia cuma pengen pacaran sama cowo yang menurut dia unik juga, yah walau pernah sih dia salah pilih terus diselungkuhin, tapi Adin strong, dia kuat kalo masalah hati"
Nella terus bercerita tentang Adin, aku hanya mendengarkannya saja dan hanya mengingat beberapa hal, yah aku juga merasa Adin cewek yang unik, tapi tentu saja 'unik bagi seseorang itu berbeda beda'.
Karna malam makin larut aku memutuskan untuk pulang, aku meminta Nella menemani Adin dikosan, dia mengiyakan permintaanku, untung besok hari libur, jadi tidak perlu takut untuk bolos sekolah.
Setelah selesai beres beres aku duduk di samping Adin tidur, aku mencium keningnya dia terlihat tidur lelap, padahal masih menggunakan seragam sekolah, hmm manis sekali kalau dia sedang tidur bengini.
"Cepet sembuh sayang" ucapku dalam hati
Lalu aku pulang, menembus dinginnya malam, sial aku lupa bawa jaket.
.....
vchiekun memberi reputasi
1


