- Beranda
- Stories from the Heart
150 HARI MENCINTAIMU
...
TS
alkist.lelah
150 HARI MENCINTAIMU

P R O L O G
Quote:
Spoiler for Wattpad:
Diubah oleh alkist.lelah 17-04-2021 12:49
Gimi96 dan 14 lainnya memberi reputasi
15
14.4K
108
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
alkist.lelah
#55
PART 12 - Memerah Emas
Sesampainya dirumah aku beruntung suasana rumah sedang sepi, bisa kaget orang tuaku kalau liat anaknya babak belur begini, pastinya aku kena omel habis habisan. Aku istirahat sebentar, sekedar makan lalu tiduran, aku ingat terakhir kali babak belur karna baku hantam, ketika waktu itu sehabis MOS, perkara nya tak jauh jauh hanya karna aku dekat dengan gadis yang di sukai kakak kelas OSIS, padahal aku hanya sekedar berteman dengan gadis itu, hahaha sayangnya orang itu sudah meninggal ketika perjalanan ke Jakarta, karna kecelakaan. padahal setelah peristiwa kami berantem, kami berteman akur, dia satu satunya OSIS yang aku hormati seumur hidup aku sekolah, andai saja dia masih hidup, pasti dia akan tertawa ketika aku bercerita kemarin aku berantem dengan mantan Adin.
Tak terasa aku tertidur dan hari sudah mulai sore, gawat! aku harus segera bersiap siap untuk pergi dengan Adin, aku mandi sebentar lalu bersiap menjemput Adin, pantai dikota kami terkenal dengan sunsetnya yang indah, apalagi ada 1 tempat khusus yang bisa kita datangi, tempat itu berada di semacam bukin di pinggir pantai, sangat indah melihat sunset diatas sana.
Tak lama perjalanan yang kutempuh aku sampai dikosan Adin, hari ini dia terlihat manis, rambut pendeknya dia gerai, dengan poni khasnya yang senada dengan kacamata bulatnya, sempurna batinku.
"Hai ell" sapanya ketika aku datang
"Hai Din, udah siap siap?" tanyaku kepadanya
"Udaah kok, yuk berangkat" dia tersenyum
Kamipun berangkat, jam menunjukkan pukul 3 saat kami berangkat, tidak butuh waktu lama untuk sampai ke pantai yang kami tuju, cukup sejam dari pusat kota kami tinggal, setibanya dipantai, ternyata lumayan ramai, ada anak kecil yang bermain layang layang dengan ayahnya, ada yang naik ATV dan andong menyisir pinggir pantai, ada juga yang bermain air dipinggir pantai, setelah kami menyewa tempat berteduh (semacam tikar dan payung) untuk meletakkan barang bawaan kami Adin berlari kepantai dia terlihat senang tapi berlari mundur lagi ketika air laut hendak mendatanginya.
"Sini Ell cepet" teriaknya girang padaku
"Iyaa bentar deh" jawabku padanya
Tak ku sia siakan kesempatan ini, aku mengambil kamera yang kubawa dari rumah, aku mengambil foto ketika Adin bermain air, terlihat seperti anak kecil kegirangan ketika dikasih permen. lalu aku menghampirinya, aku berlarian di tepi pantai kejar kejaran dengannya, kami main ciprat cipratan layaknya anak kecil, haha lalu aku menggendongnya, persis di film film.
Waktu menunjukkan pukul 5, kami sudah duduk duduk dan makan cemilan yang Adin beli di minimarket, kami hanya diam menatap matahari yang sudah siap terbenam, dan mendengarkan deburan ombak,
"Ell bagus ya pemandangannya" ucap Adin lirih
"Iyaa, ada yang lebih bagus loh" jawabku kepadanya
"Hah? dimana?" tanya Adin penasaran
Setelah itu aku langsung mengajak Adin kesana, sekitar 15 menit perjalanan ke bukit di atas pantai, sesampainnya disana pukul setengah 6 sore, tepat saat sunset
"Waaaaaaahhhh" ucap Adin kagum dengan pemandangan didepan matanya
Deburan ombak kebiruan, Langit yang mulai memerah emas, dan matahari yang tenggelam di ujung barat,
Quote:
Seperti inilah kira kira waktu itu, walau aku sudah sering kemari aku tetap takjub dengan pemandangan yang ku lihat
Seperti inilah kira kira waktu itu, walau aku sudah sering kemari aku tetap takjub dengan pemandangan yang ku lihat. Aku diam menikmati pemadangan, kulihat Adin senang dengan apa yang dilihatnya dia sampai lupa berkedip mungkin haha, aku dan Adin duduk menikmati sunset yang terpampang didepan kami.
Aku mengambil earphone, memberinya 1 buah dan meminta Adin mendengar lagu yang aku putar, lagu yang aku putar waktu itu 'Fourtwnty - Aku Tenang' Adin tampak menikmati suasana itu, aku merangkulkannya dari kiri, dia meletakkan kepalanya dipundakku, aku berharap waktu ini tidak pernah usai, tetaplah seperti ini, namun apa daya aku hanya manusia biasa, yang bisa kulakukan hanyalah berjuang untuk hubungan kami.
"Ell makasih yaa, kamu selalu punya cara bikin aku seneng" ucap Adin lirih padaku
"Iya sama sama, kamu seneng aku juga seneng dong" ucapku menggodanya
Setelah itu kami pulang karna hari mulai gelap, diperjalanan pulang Adin bercerita banyak hal tentang pantai, dia saat kecil senang sekali diajak kepantai karena katanya tidak pasti setahun sekali ke pantai, di tempatnya tinggal sedikit ada wisata alam, hanya mall dan sejenisnya, yaah aku senang bisa mengajaknya kepantai, lebih hemat tentunya hehehe..
Sebelum mengantar Adin pulang kami mampir membeli burjo yak, bubur kacang ijo, favoritku, entah Adin doyan atau tidak, yang pasti aku sangat doyan, aku membeli 3, Adin 1 dan aku 2 mwehehe, kami memakannya di kosan Adin, Its been a good day at all.
.....
0



