Kaskus

Story

bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"

Mereka yang Hidup Dalam Gelap, merupakan suatu true stroy, real story atau semacam itu tentang Arda, ketika di season 1 Arda menyajikan pada anda bagaimana dia bertahan dan berhadapan serta bertemu dan mengenal mereka, maka di season 2 ini arda akan mengantarkan kalian menuju dalamnya cerita tahap lanjut, dimana dia harus berhadapan dengan mereka, menguji apa yang telah dia pelajari, dan menjadi seorang yang menjembatani antara 2 dunia.

90% horror dengan bumbu hiperbola dan cerita drama, cinta, dan cerita persahabatan, memberikan kepada pembaca kesan tentang apa yagn dialami penulis.

Quote:


Quote:


selamat menikmati season 2 dari cerita ini, semoga kalian menyukai, jangan lupa cendol, juga share and like nya

ig : @bakemonotong
twitter : @Ardahakimotong


Welcome to my Second Season of Story


INDEKS :

Quote:



NITIPSSSS :
Quote:

Diubah oleh bakamonotong 22-06-2018 09:53
Suminten.Avatar border
anasabilaAvatar border
meqibaAvatar border
meqiba dan 2 lainnya memberi reputasi
3
56.2K
212
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
#195
PART XXX - The Beginning


Entah apa yang terjadi, ragaku dan sukmaku tidak bisa menyatu, aneh, kenapa, aku heran, kulihat Abah dan Sar juga heran,hingga kulihat ragaku tiba2 tersenyum sendiri, "Terima Kasih atas raga kosong ini", kata sesosok makhluk yang sedari awal menghuni dalam diriku, tiba- tiba ragaku duduk dalam gelap, tersenyum padaku, kulihat Abah dan Sar sudah bersiap menerjang, sebelum Abah dan Sar menerjang, aku sudah lebih dulu menarik Naga Pancawarna dan menghujamkan ke dadaku sendiri, terasa panas pada sukmaku, tapi kulihat bayangan sesosok makhluk hitam bertanduk, seperti tanduk kambing yang melengkung keluar dari ragaku, terlihat sebagian wujudnya, aku sekali lagi menancapkan Naga Pancawarna makin dalam, membuatku sendiri kesakitan, tapi makhluk ini tetap tidak mau melepaskan ragaku, kenapa ini, aku segera mundur, dan menarik Naga Pancawarna, sekali lagi kulihat seperti senyum kemenangan terpancar di raut mukanya, membuatku marah setengah mati dan kebingungan, aku habis akal, Abah dan Sar juga kebingungan untuk membantuku.




Hingga akhirnya aku coba duduk di hadapannya, kemudian secepat mungkin aku masukkan tangan kananku ke ragaku, mencari sukma makhluk ini, dan gagal, aku mencari memancarkan energi tapi masih belum menemukan lokasi asli makhluk ini, sampai akhirnya aku masukkan kedua tanganku mencari makhluk ini, cukup lama, dan KENA! Aku tarik dia keluar, sekuat yang aku bisa, tapi hanya bisa menarik tangannya yang berbulu seperti tangan manusia, tapi dilapisi bulu kambing, Sar dan Abah yang melihat itu segera membantuku, Sar menggigit dan menarik tangan itu dan Abah segera membantuku menarik makhluk itu dari dalam tubuhku dengna mencari lengan atau bagian tubuh lain makhluk ini. Gagal, makhluk ini sekakan menghindarkan bagian tubuh lannya, membuat satu- satunya kesempatan kami adalah menarik nya keluar dengan lengan ini saja, Aku akhirnya sesegera mungkin memutuskan untuk mencoba sebuah ajian yang diajarkan padaku, menarik sebuah energi berwarna kemerahan bercahaya, Ajian Cemeti Abang (bukan nama asli), muncul sebuah larik berwarna kemerahan di depanku, kulilitkan pada lengan makhluk ini, dan dengan sekuat tenaga kami bertiga menarik makhluk ini, aku, Abah dan Sar, menarik sekuat mungkin dan kami terpental, makhluk ini menoba memasukkan lagi lengannya ke badanku, tapi aku sempat menarik lagi cemeti merah tadi, dan kemudian menarik lagilengan makhluk ini,sembari aku membaca lanjutan ajian ini yang membakar bulu2 makhluk ini, membuatnya mengerang kesakitan, kulihat Abah menarik tongkat nya keluar, dan menempelkan tombaknya pada lengan makhluk itu, tiba- tiba tombaknya berubah menjadi semacam cambuk atau tali emas, melilit dan mengikat lengan makhluk ini, segera kami berdua menarik makhluk ini keluar, dengan perlawanan terkuat kami, berhasil kami menariknya, sesosok manusia kambing besar, dengan bulu abu2 kehitaman dan sedikit corak emas, menatap kami marah, dan karena kami terpental dia segera menarikku dan Abah dengna kedua lengannya, melemparkanku dan Abah kemudian, membuat kami terjengkang jauh. dan kulihat Makhluk ini menarik sebuah palu dari tubuhnya, seakan bersiap berperang dengan ku.





Kurasakan energi makhluk ini cukup kuat, benar- benar kuat dan siap menghancurkanku, kulihat waktu subah menuju jam 4, aku tidak boleh lebih lama lepas dari ragaku, energiku mulai melemah, dan kini, aku harus segera menghimpun sisa tenagaku dan menerjang makhluk itu dan menghancurkannya secepat mungkin, Aku berlari sembari menarik Naga Pancawarna dan kuhujamkan ke dada makhluk ini, dia terpental jauh, kemudian kulihat Abah menunggangi Sar dan menebas kaki makhluk ini membuatnya terjatuh, dan kulihat Abah merubah wujudnya, tepatnya menggunakan sebuah zirah emas yang belum pernah kulihat sebelumny, dan tongkatnya menjadi sebuah tombak dengan mata tombak berwarna emas, dan dilingkupi aura kemerahan, kulihat Abah menusuk makhluk itu, erangannya cukup kuat, membuatku trpental, dan kulihat Sar disana berdiir tegap, kemudian mengaung, membuat sedikit getaran di ruangan itu, dan kulihat Bulu Sar kini lebih di dominasi emas, dan Sar berubah wujud menjadi sesosok prajurit dengan baju emas berbentuk bulu harimau, dan dengna pedangnya menebas kepala makhluk ini hingga terlepas, kemudian sosok ini perlahan menghilang, aku masih takjub dan terpaku, seakan melihat karakter sebuah game level up cukup jauh, kulihat Sar menatapku, "Den, ada apa?" membuatku terlepas dari lamunanku, dan segera kembali ke ragaku, aku tersadar dan kulihat Sar dan Abah di hadapanku, "Kami minta maaf telah lama meninggalkan Aden, Raden Panggadewa meminta kami kembali untuk berlatih supaya bisa menolong Aden jika ada makhluk yang cukup kuat, sebenarnya kambing tadi cukup kuat dengan gendruwo dulu, tapi sekarang kami dan Aden juga sudah bisa mengatasi makhluk ini, semua ini juga atas ijin sang Khalik", kata Abah terdengar bijaksana, membuatku sedikit senang, kemudian aku pamit tidur, dan Abah dan Sar menghilang bak asap, aku istirahat supaya fit paginya melanjutkan perjalanan dan masa santai terkahirku di kelas 3.




======================================================================================





Ujian Nasional adalah masa krusial bagi kami anak kelas 3 , dan hari ini adalah hari kelulusanku, pengumuman kelulusan, dan kulihat dalam web sekolah, yang personal untuk tiap murid, kulihat NEMku, Bahasa Inggris 9.8, Bahasa Indonesia 8.7, Fisika : 9.0, Matematika : 9.2, Biologi : 9.4 dan Kimia : 6.9 (iya saya bego di pelajaran kimia), hasil yang cukup memuaskan , dan dengan hasil ini sudah sah aku dinyatakan lulus, dan sudah berakhir masa kelas 3 ku, tidak seperti anak lain, aku tidak melakukan selebrasi dengna coret- coret baju, aku dan sahabatku memutuskan untuk main PES di rumah Odi dengan PS2 miliknya, dan euforia main PS2 ini hingga larut malam, sekitar jam 11 aku baru pulang sambil sedikit berbahagia menikmati kelulusan.




Sekitar beberapa hari setelah itu ada wisuda SMA kami, dimana kami harus memakai setelan suit dan para cewe menggunakan kebaya, aku saat itu memakai Jas milik om ku yang berukuran big size, dengn seteln suit yang kurang pas, karena bukan untuk ukuranku, tapi cukup untuk bisa kugunakan. Dan sebuah upacara kelulusan dijalankan di Aula sekolah kami, kulihat beberapa orang tua hadir menemani anak- anakny, tapi tidak dengna orang tuaku, mereka tidak datang, sedikit aku kecewa, tapi aku coba memaklumi kesibukan mereka, aku tersenyum, melihat hsail 3 tahun yang kujalani, kelulusan adalah sebuah hari terbahagia bagi kami, dan kini aku sudah harus bersiap memulai hidup baru di masa kuliah.




KUlihat kepala sekolah menyampaikan sambutan dan kulihat beberapa penunggu Aula muncul seakan menyambut kepergian kami, kulihat si hitam disana menyilangkan tangannya, seakan berkata "sudah kita damai, dan aku bebas dari mu manusia sialan", aku balas dengna tersenyumm, kuliaht beberapa yang lain juga disan si Gendruwo bahkan memegangku saat itu, menepuk kepalaku, seakan itu adalah salam perpsahan darinya, aku tersenyum saja menerima beberapa perlakuan makhluk astral disini padaku, memang mereka jahil, dna suka mengganggu tapi satu sisi mereka juga sosok sahabat gaibku disini. Ketika semua meninggalkan aula aku berdiam sedikit disana, menatap titik awal kau bertemu dan bertempur makhluk gaib disini, dan kini aku harus berpisah, aku sedikit berjongkok, bersimpuh apda satu lutut, dan mengalirkan sedikit energi di daerah situ, memberikan slaam perpisahan pada mereka disana, ketika aku mau keluar "SEKALI SAJA MAINLAH KESINI", kata sosok - sosok disana, aku tersenyum dan turun ke lanai 1, berfoto bersama temanku, dan ketika ingin pulang sebuah kejutan hadir, "Papa telat ya da? maaf habis rapat buru buru kesini" kata ayahku, Aku tersenyum dan memluknya, "Selamat ya nak kamu sudah lulus, lanjutkan mimpi dan perjuanganmu di masa kuliah,", kata ayahku melanjutkan, dan akhirnya aku berfoto dengan ayahku berdua, selanjutnya beliau menraktiku makan sebagai kelulusanku, dan setelah makan kami berbincang sedikit, dan kuliaht senyum bangga di ayahku dan segera tak lama ayahku kembali pergi ke kantor, dan aku pulang ke rumah, dngan perasaan bahagia, aku merasa menjadi orang terbahagia di hari itu.



=============================================================================


ARC SMA SUDAH SELESAI, SAMPAI JUMPA DI ARC KULIAHSEASON 3 AWAL PUASA NANTI,



MULAI BESOK AKAN UPDATE SIDE STORY

PLEASE IJO- IJO , SUBSCRIBE DAN SHARE,


MAAF KALAU AKHIR- AKHIR NGADAT UPDATE KARENA HARUS CARI KERJA DAN LAIN LAIN.

SEE YOU ALL!
johny251976
kemintil98
regmekujo
regmekujo dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.