- Beranda
- Stories from the Heart
150 HARI MENCINTAIMU
...
TS
alkist.lelah
150 HARI MENCINTAIMU

P R O L O G
Quote:
Spoiler for Wattpad:
Diubah oleh alkist.lelah 17-04-2021 12:49
Gimi96 dan 14 lainnya memberi reputasi
15
14.4K
108
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
alkist.lelah
#52
PART 11 - Mantan vs Pacar
Kulihat mantan Adin menatap sinis kepadaku, tampak pelipis kirinya bocor karena pukulanku sebelumnya, aku dengan lantang berkata kepadanya
"Moba kok analog!" teriakku kencang padanya
Ehh bukan hahaha,
"Lu laki bukan? pake bawa kroni, Maju lo jing!" Kataku lantang padanya
"Bajingan sini lo!" teriaknya padaku
Gw dikatain bajingan, padahal gw bujangan hehehe, ga juga sih, oke balik ke cerita.
Akupun berlari kearahnya, temannya mencoba memukulku, aku mengelak ku tendang perutnya lalu temannya yang satu lagi memukul pipi kananku, aku merasa sedikit pusing, tapi sudah terlanjur kesetanan, aku mengambil sebongkah kayu dipinggir jalan, aku memukul tangannya, dia terjatuh, lalu mantan Adin mencoba memukulku, aku berhasil mengelak, bug' bug' bug' salah satu temannya memukul kepalaku, aku semakin kesetanan, ku putar putar balok kayu yang kubawa layaknya anak STM tawuran, salah 1 temannya kabur terkena pukulan di putaran mautku, mantan Adin terjatuh kesakitan punggungnya terkena balok kayu ku , tanpa pikir panjang langsung ku hantam lagi pelipisnya sambil berdarah darah lalu, salah satu temannya berhasil memisahkanku dari mantan Adin, lalu mereka pergi dengan cepat, hendak ku kejar namun aku kehabisan tenaga, akhirnya aku terjatuh dipinggir jalan.
Ketika tersadar aku sudah terbaring di kosan Adin, aku mencoba bangun tapi badanku sakit semua, bibirku pecah, kepalaku pusing, tanganku terasa linu, aku sangat kacau saat itu ini.
Kulihat Adin tidak ada di sampingku, setelah itu aku hendak akan pulang, tiba tiba Adin muncul dari luar kosan.
"Ell duduk dulu jangan pulang dulu!" katanya sendu padaku
Aku hanya diam dan menuruti perintahnya, dia terlihat sedih,
"Aku ambilin obat dulu, jangan kemana mana" katanya padaku
Setelah itu dia mengobati luka luka yang kudapat dari pertarungan tadi
"Kamu tuh abis diapain sih?" dia menangis sambil mengobatiku
"Aw pelan pelan, sakit tau" kataku sambil mencoba tersenyum
"Tadi abis di begal dijalan hehe" jawabku sambil tertawa
"Kamu jangan boong gakmungkin ada begal disini!" dia masih menangis
"Udah dong jangan nangis, tadi aku di keroyok, mantan kamu bawa teman, tapi aku masih bisa melawan kok, mereka juga bonyok bonyok" kataku mencoba jujur padanya
Dia hanya diam saja, dia masih menangis,
"Plis jangan gini lagi Ell, aku takut kamu kenapa napa" ucapnya sambil memelukku erat
"Iyaa, gapapa kok ini udah gak sakit tenang aja kan udah kamu obatin" jawabku kepadanya
"Udah jangan nangis, nanti hidungnya tambah longsor kena air" kataku sedikit mengejek
"Jahaat, bisa bisanya ngejek pas kamu babak belur gini" ucapnya kesal
Tiba tiba dia menciumku, "Plis jangan buat aku khawatir Ell" katanya sambil mengusap air matanya
"iyaa sayang, maaf yah" kataku sambil memeluknya
Ternyata ketika Adin pergi ke warung, dia melihat motorku terparkir dipinggir jalan, lalu dia melihatku sudah terbaring, lalu dia meminta bantuan warga untuk membawaku ke kosannya, aku pingsan cukup lama sekitar 3 jam, dan hari itu sudah mulai malam,
"Din aku pulang yah? udah malem" kataku kepadanya
"Jangan, kamu disini aja dulu, aku takut" katanya memintaku menginap dikosannya
Aku hanya diam dan mengiyakan permintaannya, aku tidur beralaskan selimut Adin, sebenarnya aku merasa tidak enak harus menginap disini, apalagi cuma ada kami berdua disini, entah kenapa Adin merasa biasa saja, dia tidur di ranjangnya, aku pun cepat mengantuk mungkin karna aku kelelahan setelah bertarung tadi, ketika sudah mulai terlelap tiba tiba Adin berbaring di sampingku,
"Ell aku sayang sama kamu" ucapnya sambil memelukku
Aku merasa gugup, jangan sampai aku tergoda hawa nafsu setan, aku tidak ingin merusak Adin, kami berpelukan sampai terlelap sampai pagi menjelang, saat aku bangun Adin sudah tidak ada, mungkin dia sudah ke sekolah atau mungkin tadi malam hanya mimpi, tiba tiba dia masuk dari luar
"Ell kamu udah bangun?" ucapnya padaku
Dia ternyata habis keluar membeli sarapan, untung saja hari ini libur, setelah itu kami sarapan bersama, aku merasa sudah lebih baik walau masih ngilu sana sini,
"Udah enakan belum ell? tanyanya sambil memegang luka ku
"Udah dong, kan udah di obatin kamu hehe" ucapku sambil tersenyum
"Din nanti sore ke pantai yuk!" Ajakku kepadanya
"Jangan ah, kamu kan masih sakit itu ell" jawabnya menolak
"Udaah tenang aja gapapa kok ini, ginian doang laki mah biasa" ucapku membujuknya setengah meringis sakit
"Tenang tenang gundulmu" ucapnya kesal sambil mencubit lenganku
Akhirnya dia setuju setelah membujuknya terus, hari sudah menjelang siang, aku pun pamit untuk pulang.
"Din aku pulang yaa, nanti sore aku jemput" ucapku padanya
"Iyaa Ell, dirumah diobatin ya lukanya" ucapnya cemas padaku
Setelah itu aku pulang, aku bersyukur motorku tidak babak belur sepertiku, hahaha.
.....
vchiekun memberi reputasi
1


