- Beranda
- Stories from the Heart
150 HARI MENCINTAIMU
...
TS
alkist.lelah
150 HARI MENCINTAIMU

P R O L O G
Quote:
Spoiler for Wattpad:
Diubah oleh alkist.lelah 17-04-2021 12:49
Gimi96 dan 14 lainnya memberi reputasi
15
14.5K
108
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•1Anggota
Tampilkan semua post
TS
alkist.lelah
#45
PART 10 - Hujan Sore Hari
Hari hari berlalu seperti biasa, hari ini Adin kembali dari Bekasi, aku memaksa menjemputnya walau dia menolak dan ingin naik bus saja katanya takut merepotkan, tapi akhirnya dia mengiyakan permintaanku, jam 11 kereta sampai di stasiun, aku sudah menunggu di pintu kedatangan sekitar setengah jam, lalu Adin keluar dia nampak senang, hmm ada yang berbeda ketika dia menyapaku dari kejauhan, mungkin dia senang karna sudah bertemu keluarganya disana, aku pun menyapanya balik
"Haii Ell!" sapanya dari jauh
aku hanya melambaikan tangan dan tersenyum, malu untuk teriak teriak di keramaian
"Hai juga Din" jawabku ketika dia sudah didekatku
"Apa kabar? kamu sehat?" tanya adin tersenyum
"Sehaat, kamu sendiri? seneng banget kayaknya" tanyaku balik
"Sehaat jugaa, seneng dong, abis pulang kerumah siapa yg gak senang haha" jawabnya tertawa
"iyaa sih, hehe, yuk deh ke kosan kamu pasti capek dari Bekasi" ajakku untuk pulang
Setelah itu kami pulang, dia nampak sedikit ngantuk, dia menyenderkan kepalanya di punggungku, dia memelukku dari belakang. tak lama kami sampai dikosan, aku menyuruhnya istirahat dulu lalu aku pergi membeli makan
"Aku beli makan dulu ya, kamu istirahat dulu" kataku pada Adin
"Iyaa Ell, aku bikin minum dulu ya" jawab Adin padaku
Setelah itu aku bergegas, aku membeli nasi padang 2 bungkus dan langsung kembali ke kosan Adin, sesampainya disana aku terkejut, ada laki laki didepan kos Adin
"Adin!, lo dimana?! didalem kan!? Gw mau ngomong!" ucap laki laki itu kencang dari luar
Tidak terdengar suara dari dalam, aku lantas memarkirkan motor dan menghampirinya
"Nyari siapa mas?" tanyaku santai
"Siapa lo?!" tanyanya balik sambil mendorongku ketembok agak keras
"Gw pacarnya Adin!" jawabku sedikit keras lalu aku menghantam pelipis
kirinya.
"Pergi lo!" perintah ku kepadanya
Setelah itu dia terjatuh dan nampak kesal lalu pergi, aku terus memandangi nya aku menahan emosi melihat tingkahnya seperti tidak punya sopan santun, setelah dia pergi aku mengetuk pintu,
"Din, ini Ell" ucapku sambil mengetuk pintu
"Ell sini masuk" ucapnya sambil menarikku dari luar
"Siapa itu tadi Din? kok kasar gitu" tanyaku kepada Adin
"Dia mantanku Ell" jawab Adin murung
Aku pun mencoba biasa saja walau aslinya nahan emosi banget ke laki laki tadi, lalu aku coba bertanya,
"Ngapain dia masih nyariin kamu?" tanyaku kepadanya
"Dia emang gitu Ell, suka cari gara gara, aku takut makanya aku kunci" jawabnya sambil memegang tanganku
"Ada masalah apa kamu sama dia?" tanyaku agak serius
"Dia dulu pernah selingkuh, terus aku putusin, tapi dia gak terima terus sering gangguin aku datengin aku minta balikan" jawabnya sedih
"Tadi kamu berantem sama dia?" tanya Adin lagi
"Iya, Udah gapapa, kan ada aku, aku bakal jagain kamu" ucapku sambil menenangkannya,
Suasana hening sebentar, tidak ada percakapan antara kamu berdua,
"Ehh yuk makan dulu nih aku udah beli makan!" kataku sambil tersenyum padanya
"Yuk makan, aku juga udah laper" jawab Adin
Setelah makan dia nampak lebih baik, kami duduk didepan pintu kosan, hujan turun agak deras siang itu, aku memainkan gitar milik Adin, menyanyikan lagu dari 'Elvis Presley - Cant help fallin in love', Adin mendatangiku dengan membawa segelas coklat panas, dia menyanyikan lagu itu cukup fasih, mungkin gara gara abis nonton film horror beberapa waktu yang lalu dia jadi hafal.
Suaranya benar benar membuat hatiku tersenyum gembira, aku pun semangat mengiringinya bernyanyi,
"Take my hand, take my whole life too, but i can't help, fallin in love with you" nada merdu keluar dari bibirnya yang mungil.
Kami menghabiskan coklat panas sambil bercerita tentang masa kecil kami, hanya ada suara hujan, dan tawa kami berdua, dia bercerita dulu waktu kecil dia sering manjat pohon buat nyuri jambu, ternyata dia dulu kecil tinggal di purworejo, dia bilang waktu kecil dia sangat tomboy, malah pernah dia lari lari menangkap bunglon yang jatuh dari pohon, aku juga bercerita waktu kecil aku sering bermain layangan sampai komplek kuburan, pernah sekali aku mengejar layangan yang putus, layangan itu tersangkut disebuah pohon pepaya, aku pun memanjatnya, tanpa tau kalau pohon pepaya itu tidak cukup kuat menahan beban badanku, akhirnya batang yang aku naikin patah dan aku pun ikut terjatuh, tangan kiriku patah waktu itu, mendengar hal itu Adin hanya tertawa dengan kebodohanku.
"Hahahah kamu begonya seberapa sih waktu kecil, udah tau pohon rapuh di panjat" katanya sambil tertawa sejadi jadinya
"Yeuu mana aku tau itu pohon bisa patah" jawabku sambil cemberut
"Hahahahaha" dia masih tertawa
"HAHAHAHA MAKASIH LOH MAKASIH" aku juga ikut menertawai kebodohanku,
Setelah hujan reda aku pamit pulang, hari mulai sore waktu itu.
"Din aku pamit pulang yaa, kamu istirahat" aku pamit padanya
"Iyaa bosku siap, hati hati dijalan yangg" katanya manis padaku
"iyaa sayang hehe" kataku menggodanya
Belum beberapa lama keluar dari komplek kos Adin, laki laki yang tadi mencegatku dijalan, seperti yang kuduga, dia membawa temannya, mereka bertiga, lalu aku turun dari motor.
'Huuft, Bau bau ngajak ribut nih' batinku dalam hati
.....
Diubah oleh alkist.lelah 02-05-2018 13:14
vchiekun memberi reputasi
1


