Kaskus

Food & Travel

ngeeekAvatar border
TS
ngeeek
Trekking Mandiri 6 Hari ke Annapurna Base Camp Nepal - Menjejakkan Kaki di Himalaya


Buat liat video n foto2 lainnya, jangan lupa mampir ke channel youtube & blog ane ya gan:
- YouTube
- Blog
- Instagram
- FR Trip 5 jutaan 8 hari ke jepang klik disini
- FR Trip 2 jutaan ke Korea klik disini
- FR Trip 1 jutaan keliling Singapore-Melaka-Kuala Lumpur klik disini

Oke. Jadi ceritanya saya ini sama sekali belom pernah naik gunung, tapi sok ide pengen menjejakkan kaki di deretan pegunungan Himalaya. Dan akhirnya pada akhir taon 2017 saya nekat beli tiket pulang-pergi jakarta-kathmandu naek AirAsia (seperti biasa maskapai andalanque). Sebenernya ada opsi lain yaitu naik Malindo (yang servicenya lebih joss karena dapet makan dan ada in-flight entertainment) dan harganya cuman lebih mahal dikit. Tapiii berhubung jadwal penerbangan AirAsia lebih cocok buat saya yang cutinya pas2an, jadi saya milih naek AirAsia aja. FYI kalo naik AA kita akan tiba di Kathmandu sekitar jam 2 siang, jadi sore-malam masih bisa jalan-jalan di Kathmandu. Sementara kalo naik Malindo,kita bakal nyampe Kathmandu tengah malam. So, saya mending naik AirAsia bisa nambah waktu jalan-jalan setengah hari di Kathmandu. Untuk harga tiketnya saya dapet 3,8juta PP dari Jakarta, dengan transit sekitar 2 jam dulu di Kuala Lumpur.

Pas saya beli tiket ini, saya sama sekali belom ada itinerary, dan travel-mate pun juga ga punya. Entah kenapa, temen-temen ga ada yang mau diajak ke Nepal. Jadi setelah beli tiket, baru saya browsing2 cari contekan itin yang pas buat jadwal saya yang cuman 11 hari di Nepal. Sebenernya pengen ke Everest Base Camp, tapi 11 hari rasanya super mepet dan budget pun bisa membengkak karena harus nambah beli tiket pesawat lagi dari Kathmandu ke Lukla (Lukla adalah starting point buat trekking ke EBC), jadilah saya memilih trekking menuju ke Annapurna Base Camp yang lebih ramah di kantong dan waktu.

Setelah dapet itin yang sesuai, saya lanjut lagi mencari hal krusial berikutnya: travel-mate. Rasanya bisa mati gaya kalo trekking berhari-hari tanpa ada yang bisa diajak ngobrol. Jadi saya mulai ubek-ubek forum dan blog buat nyari partner trekking ke ABC. Tapi 2-3 bulan berlalu tanpa ada yang berminat join trekking dan akhirnya saya pun pasrah kalo akhirnya bakal solo trekking di Annapurna.

Akhir februari 2018, tiba-tiba keajaiban terjadi. Tak diduga tak dinyana, ada seorang gadis (sebut saja Bunga) mengirim mesej di Instagram, mengatakan kalau ternyata dia juga lagi nyari barengan buat trekking ke ABC! Dan Bunga belom beli tiket sama sekali, jadi setelah ketemuan dan discuss ngalor ngidul, akhirnya Bunga ngikut full semua itinerary saya. Akhirnya sisa waktu yang 1,5 bulan langsung dikebut beli tiket buat Bunga, briefing2 bareng, tuker duit, hunting perlengkapan, sampe (setengah hati) latihan lari buat persiapan fisik. O iya Bunga ini nama aslinya Sien, mojang asli Pontianak.

Berikut beberapa persiapan yang kami lakukan menjelang trekking menuju ABC:
1. Persiapan fisik - lari minimal seminggu 2-3 kali 10x putaran lapangan sepakbola (ini banyak gagalnya karena suasana hati tidak mendukung alias mager).
2. Menyusun itinerary - lihat contekan dari blogger2 lain yang sudah pernah ke ABC. Thanks to Takdos, kapankemana, dan blog-blog luar negeri berbahasa inglis yang saya sudah lupa situsnya, kalian berjasa besar.
3. Booking penginapan - ini penting didiskusikan bersama biar dapet penginapan yang cocok buat kedua belah pihak.
4. Menyusun anggaran pengeluaran disana, lalu tuker duit IDR to USD. Kenapa USD? Karena mata uang Rupee Nepal tidak diperjualbelikan di luar Nepal, jadi kita harus bawa USD dari sini untuk ditukar dengan Rupee disana (Rupiah engga laku di Nepal).
5. Hunting perlengkapan - terutama down jacket, kaos kaki tebel, dan sarung tangan. Meskipun kami kesana pada awal April yang sudah memasuki musim semi, di ABC masih ada salju jadi kami butuh segala sesuatu yang bisa menghalau dingin. Oiya kami juga bawa jas hujan, karena menurut info, awal April akan sesekali turun hujan. Saya cuma beli jas hujan sekali pakai seharga 15rb saja, yang rencananya engga cuma dipake sekali. Pokoknya dipake terus sampe rusak.
6. Beli ransum, cemilan2 (beng-beng), botol air yang bisa diisi ulang, Indomie seleraku, dll.
7. Sudah itu aja sih persiapannya. Sisanya spontanitas aja disana. God bless us anyway.


Trekking Mandiri 6 Hari ke Annapurna Base Camp Nepal - Menjejakkan Kaki di Himalaya


Day 1 - Kathmandu yang berdebu

Namaste!

Hari itu 5 April 2018 jam 1 dini hari saya mengganjal perut dengan sebungkus Indomie yang harusnya saya bawa buat bekal ke Nepal. Semaleman ga bisa tidur, efek dari excited plus takut gabisa bangun. Jadi saya memutuskan buat ga tidur semaleman. Tidur entar di pesawat aja.

Jam 2.30, sambil membawa tas keril 60L, saya keluar dari kosan menuju ke Alfamart terdekat untuk ketemu sama Sien, dan selanjutnya order GoCar menuju ke Terminal 3 Ultimate Bandara International Soekarno-Hatta. Sebelumnya kami sudah chec-in online dan ngeprint boarding pass, jadi kami ga perlu check in lagi di bandara. Sebelum melewati imigrasi, kami makan bekal nasi padang dulu yang sudah disiapkan dari kosan. Maklum anak kos, daripada beli makan di bandara kan mahal ya. Minumnya kami isi ulang gratis yang ada di bandara.

Kenyang sarapan, kami menuju ke counter imigrasi. Skip skip semua lancar melewati imigrasi, pesawat juga gak delay. Penerbangan lancar 2 jam menuju Kuala Lumpur International Airport diisi dengan tidur nyenyak. Sampai di KLIA, transit sekitar 2 jam, kami pesen makan lagi buat ganjel perut karena setelah ini bakal flight 4 jam lebih dan kami gak pesen makan di pesawat. Makan di food court bandara pesen nasi briyani ayam dengan harga 18 ringgit, satu porsi buat berdua dalam rangka ngirit. Pesawat berikutnya menuju Katmandu juga lancar tanpa delay. Flight 4 jam kami habiskan juga dengan tidur nyenyak. Saya sempet pesen kopi di pesawat seharga 6 ringgit, yang ternyata kopinya enak juga.

Trekking Mandiri 6 Hari ke Annapurna Base Camp Nepal - Menjejakkan Kaki di Himalaya
AirAsia 

Trekking Mandiri 6 Hari ke Annapurna Base Camp Nepal - Menjejakkan Kaki di Himalaya
Ganjel perut di food court KLIA2


Mendarat di Kathmandu sekitar jam 2 siang waktu setempat, kami langsung menuju ke counter Visa on Arrival. Kami sudah persiapan bawa pas foto ukuran 3x4 dan 4x6 buat keperluan bikin VOA ini, tapi ternyata disini bisa langsung difoto otomatis (dan gratis). Untuk pembuatan VOA kita harus antri dulu untuk apply via mesin yang sudah disediakan. Mesinnya ada beberapa, dan semuanya antri lumayan panjang. Begitu sudah di depan mesin, kita bisa scan paspor kita dan secara otomatis data-data kita akan terekam di mesin tersebut. Tapi kalo misal scannernya gagal, kita juga bisa masukin data2 kita secara manual. Setelah semua data sukses terekam, akan keluar selembar kertas yang harus kita berikan ke counter pembayaran VOA. Biaya visanya USD25 untuk durasi tinggal 15 hari dan USD40 untuk 30 hari. Karena kami cuman 11 hari disini, jadi kami bayar USD25. Setelah visa menempel di paspor, barulah kami menuju ke counter imigrasi. So far prosedur pembuatan VOA di Nepal cukup simple, hanya saja antrinya lumayan lama. Kami memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk pengurusan visa dan imigrasi. O iya, di samping counter pembayaran VOA juga ada money changer. Kami sempat tukar sedikit NPR (Nepali Rupee) disini buat naek taxi.

Trekking Mandiri 6 Hari ke Annapurna Base Camp Nepal - Menjejakkan Kaki di Himalaya
Welcome to the Land of Buddha.

Trekking Mandiri 6 Hari ke Annapurna Base Camp Nepal - Menjejakkan Kaki di Himalaya
Antri VOA


Kelar imigrasi, kami menuju counter taxi. Taxi di Nepal gak ada yang pake argo, semuanya manual tawar2an. Tapi di bandara ada counter taxi dengan tarif flat tergantung tujuan kita. Tujuan pertama kami saat itu adalah menuju Nepal Tourism Board (NTB) untuk ngurus trekking permit. Biaya naik taxi menuju NTB adalah NPR700. Lumayan murah, dibagi 2 cuman 350 per orang. Taxinya kami dapet mobil minibus jadul, tanpa AC. Gak perlu AC juga sih karena suhu udaranya masih dingin sekitar 20 derajat celcius. Tapi begitu taxi memasuki wilayah perkotaan, muncullah debu dimana-mana. Terpaksa kami tutup semua jendela taxi biar debu gak pada masuk. Gak boong, debu di Kathmandu ini bisa dibilang ekstreme.

Trekking Mandiri 6 Hari ke Annapurna Base Camp Nepal - Menjejakkan Kaki di Himalaya
Gedung Nepal Tourism Board

Trekking Mandiri 6 Hari ke Annapurna Base Camp Nepal - Menjejakkan Kaki di Himalaya
TIMS (ACAPnya di dalem, gak keliatan)


Sampai di NTB, kami mengurus 2 trekking permit, yaitu TIMS (trekking permit di Nepal) serta ACAP (ijin memasuki wilayah Annapurna Conservation Area). Seharusnya pembuatan ACAP udah tutup jam 3 sore, dan waktu itu kami dateng udah jam 4. Tapi bapak-bapak judes di balik meja ACAP masih berbaik hati membantu kami. Untuk pembuatan TIMS sendiri counternya masih buka dan kami dibantu sama mbak petugasnya yang ramah. Pembuatannya memakan waktu sekitar 30 menit, biayanya total NPR4260. Mahal emoticon-Frown

Dari NTB, kami menuju ke Om Tara Guest House yang sudah kami booking online. Lokasinya di Thamel Street, dan diliat di GPS cuman sekitar setengah jam jalan kaki. Jadi daripada naek taxi, kami memilih jalan. Sepanjang jalan debu banyak banget, herannya orang-orang Nepal banyak banget yang jalan kaki di trotoar, kayak gak terganggu sama debu yang ada dimana-mana. Kami juga melewati daerah pasar tradisional di gang-gang sempit dekat Thamel.

Trekking Mandiri 6 Hari ke Annapurna Base Camp Nepal - Menjejakkan Kaki di Himalaya
Menuju Thamel Street 

Trekking Mandiri 6 Hari ke Annapurna Base Camp Nepal - Menjejakkan Kaki di Himalaya
View dari rooftop Om Tara Guest House


Sampai di Om Tara Guest House, check in USD13 per kamar untuk 2 orang, lalu kami sekalian tuker duit NPR dan booking tiket bus menuju Pokhara buat esok paginya. Tiket bus kami dapet seharga NPR800 per orang. Yang jaga di Om Tara ini orangnya ramah-ramah, suka membantu dan rajin menabung. Kami dibantuin tuker duit, booking bus PP ke Pokhara sampai booking hotel juga pas baliknya nanti ke Kathmandu lagi. Recommended pokoke. Kamarnya juga cukup bersih, dan yang penting hot showernya berfungsi dengan lancar jaya.

Trekking Mandiri 6 Hari ke Annapurna Base Camp Nepal - Menjejakkan Kaki di Himalaya
Thamel Street, area backpacker tertua di dunia

Trekking Mandiri 6 Hari ke Annapurna Base Camp Nepal - Menjejakkan Kaki di Himalaya
Dal Bhat


Kami menutup hari itu dengan muter-muter cari makan di sekitar Thamel (Dal Bhat dan Pork Chop buat makan barengan), lalu hunting sarung tangan buat Sien karena beliau belom bawa dari Indonesia. Setelah itu, balik hotel, istirahat. Besok kudu bangun pagi karena bus berangkat jam 7 menuju Pokhara.

Adios!

Untuk cerita lengkap atau trip story lainnya monggo mampir ke blog ane di bokekpacker

Diubah oleh ngeeek 22-05-2018 13:59
tata604Avatar border
cloudkid77Avatar border
joe_hanAvatar border
joe_han dan 3 lainnya memberi reputasi
4
47.8K
241
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Cerita Pejalan Mancanegara
Cerita Pejalan Mancanegara
KASKUS Official
862Thread2.6KAnggota
Tampilkan semua post
ngeeekAvatar border
TS
ngeeek
#5
Annapurna Base Camp Trek - Day 6 - Annapurna Base Camp! Mantap Jiwa Raga!


Namaste!!!

Semalem saya gabisa tidur. Napas sesak, batuk-batuk efek dari dada sesak kemarin, dan kepala sakit banget. Tidur-bangun-tidur-bangun terus. Kayaknya saya kena serangan AMS (Accute Mountain Sickness) nih. Malam terasa panjang. Setelah tidur-bangun beberapa kali, saya ngelirik jam. Saya pikir udah subuh, eh ternyata masih jam 10. Astaga malam masih panjang. Akhirnya setengah hati saya keluar dari selimut yang hangat dan buka tas, ngambil 2 butir panadol dan 1 butir antimo. Biar sakit kepala pergi dan ngantuk datang menghampiri. Sukses. Setelah ngobat itu saya jadi bisa tidur lebih nyenyak. Ternyata gak perlu Diamox buat ngilangin gejala AMS.

Paginya saya bangun jam 5. Sien masih meringkuk di sleeping bagnya. Di luar masih gelap, gak keliatan apa-apa. Saya sebenernya kepengen ngambil foto bintang dengan background pegunungan himalaya. Apa adaya di luar gelap dan super dingin. Baru beberapa kali jepret dengan hasil yang jelek, saya gak kuat dan masuk lagi ke balik selimut. Setelah di luar agak terang, barulah saya keluar lagi. Pemandangannya bener-bener memanjakan mata. Di samping kamar kami ternyata ada hamparan bukit bersalju yang kemarin gak keliatan karena ketutup kabut. Begitu buka jendela kami disambut pemandangan perbukitan bersalju. Sayang di puncaknya masih ada awan yang nutupin.

kaskus-image
View dari kamar

kaskus-image
Kamar kami yang paling pojok. Buka jendela viewnya langsung daebak.

kaskus-image
MBC

Sekitar jam 6, kami bergegas jalan lagi menuju Annapurna Base Camp. Tas keril kami tinggal di MBC dan hanya bawa beberapa barang yang diperlukan. Kami rencananya akan trekking ke ABC (sekitar 1 jam dari MBC), sarapan dan leha-leha di ABC, lalu siangnya balik lagi ke MBC buat ambil tas sekalian turun. Untuk ke ABC gak perlu bawa banyak barang. Cukup bawa kamera dan trekking pole aja sih sebenernya. Sama duit, jangan lupa. Di ABC harga makanannya adalah yang paling mahal sepanjang trekking. Wajar sih karena ngeliat perjuangan para porter yang membawa bahan-bahan makanan menuju ABC ini, rasanya harga makanan segitu malah masih tergolong murah.

Trek dari MBC menuju ABC adalah trek terindah selama trip ini. Kami melewati lembah dengan sungai kecil dan gunung bersalju di sisi kiri kami, pegunungan batu di sisi kanan, gunung Machhapuchhre yang berdiri megah di belakang kami, dan barisan pegunungan Annapurna yang menanti di depan kami. Kami benar-benar berada di tengah pegunungan Himalaya! Sayangnya, di jalan setapaknya saat itu gak ada salju. Kalo pas winter atau pas abis hujan salju, disini bakalan full tertutup salju dan perjalanan akan makin sulit tapi pemandangan tentu saja akan makin indah.

kaskus-image

kaskus-image

kaskus-image

kaskus-image
Menuju ABC!

Udara yang tipis bikin trekking menuju ABC agak berat. Apalagi kami belom sarapan. Jadi kami kebanyakan berhenti buat istirahat. Selama trekking kami banyak ketemu trekker yang baru turun dari ABC. Muka-mukanya pada seger semua, beda sama muka kami yang kecapekan dan loyo. Beberapa saat kemudian nampaklah Annapurna Base Camp di ujung nun jauh disana. Kecil emang keliatan dari sini, tapi kayaknya ga terlalu jauh, bisa lah setengah jam nyampe. Eh ternyata, meskipun udah keliatan, tapi kok ga nyampe-nyampe ya. Mungkin efek laper, jadi perjalanan yang gak terlalu jauh jadi berasa lama banget.

Tapi selangkah demi selangkah, kaki kanan di depan kaki kiri, dilanjutkan kaki kiri di depan kaki kanan, begitu seterusnya, akhirnya papan nama bertuliskan "NAMASTE! Annapurna Base Camp - 4130masl" nampak juga tepat di depan kami. Finally, we did it!

kaskus-image

kaskus-image

Kami berfoto sebentar di depan papan penyambutan tersebut, lalu langsung beranjak masuk ke dining room terdekat buat isi perut. Berada di ketinggian 4130mdpl di tengah pegunungan Himalaya, apa yang kami makan? Mie instan pake nasi plus kopi susu! Kenapa kami pesen itu? Karena itu adalah menu panas berkuah yang paling murah. Mau tau rasanya minum kopi sambil ngeliat pemandangan Himalaya tepat di depan mata? Pokoke luar biasa.

kaskus-image

kaskus-image

Kelar makan, kami ngaso dulu di depan lodge. Matahari sudah cukup tinggi, jadi udaranya cukup hangat meskipun banyak hamparan salju di sekeliling lodges. Dari ABC ini kita bisa melihat puncak Annapurna 1, Annapurna South, Machhapuchhre, dan beberapa puncak lain yang saya lupa namanya. Untungnya saat itu awan-awan sudah pada pergi, jadi kami bisa melihat keseluruhan puncaknya. Meskipun masih ada beberapa awan yang nempel, tapi setidaknya puncaknya keliatan lah. Salju dari puncak-puncak tersebut masih tebal sampai ke pinggiran lodge, tapi di tengah-tengahnya udah kering bebas dari salju. Indah banget pokoknya. Kalian musti, harus, wajib kesini (kalo suka gunung sih. Kalo gasuka ya gausah, capek euy). Di beberapa tempat saljunya masih tebal, tapi sebagian sudah mengeras jadi bikin licin. Kami nongkrong dulu disini sekitar 1 jam sebelum angkat kaki turun lagi ke MBC. Berikut sedikit foto-fotonya selama di ABC:

kaskus-image

kaskus-image

kaskus-image

kaskus-image

kaskus-image

kaskus-image

kaskus-image

kaskus-image

kaskus-image

kaskus-image

kaskus-image

Perjalanan turun kembali ke MBC terasa lebih ringan. Kaki rasanya enteng banget dan suasana hati kami otomatis jadi ceria gegara udah berhasil sampai ke ABC. Meskipun perjalanan turunnya masih 2-3 hari lagi sebelum nyampe Pokhara, tapi seneng banget udah bisa nyampe ABC. Di perjalanan menuju MBC, kami ketemu lagi sama Prem, beberapa trekker yang saya lupa namanya yang kemarin-kemarin sering ketemu, dan juga trio Vietnam Thanh, Thao dan Cuc. Mereka semua lagi otewe ke ABC sementara kami udah mau turun.

kaskus-image
Thanh, Thao, Cuc, dan guidenya.

kaskus-image
With Prem.

kaskus-image
Namaste Annyeonghaseyo!

kaskus-image
MBC dengan background Mt. Machhapuchhre

Nyampe MBC sekitar jam 11. Packing sambil istirahat sebentar, check out, lalu bergegas turun lagi menuju Deurali. Kami kembali melewati lembah lucknut penuh kabut yang kemarin kami lewati. Ternyata kalo ga ada kabut, lembah itu indah banget. Hijau, dengan aliran sungai membelah di tengahnya, dan dihiasi atap putih salju di atasnya. Luar biasa byutipul.

kaskus-image
Lembah not-so-lucknut-anymore

kaskus-image
Sebanyak inilah bawaan para porter disana

kaskus-image
Ada juga yang bawa gelondongan kayu segene ini dari bawah sampe ABC

kaskus-image

kaskus-image

kaskus-image
Bikin zen stone

Perjalanan sampai ke Deurali lebih cepat dibandingkan pas naik. Cuma 1,5 jam kami sudah nyampe Deurali. Padahal kemaren butuh 2-3 jam. Di Deurali hujan turun, jadi kami berteduh disini dulu. Daripada bengong, kami pesen nasi goreng aja dibagi 2. Sampe nasi goreng abis, ternyata hujan masih turun meskipun udah ga terlalu deras. Jadi kami mutusin pake jas ujan aja dan nerobos ujan. Perjalanan berikutnya, kembali menuju ke Himalaya.

kaskus-image
Makan siang di Deurali

kaskus-image

Dari Deurali menuju Himalaya sekitar 2 jam ditemani hujan yang gak berhenti-berhenti. Disini saya gak banyak ngambil foto karena hujan. Sampe ke Himalaya, karena sudah sore, kami juga cuma istirahat sebentar, lalu lanjut jalan lagi menuju Dovan. Kami berencana menginap di Dovan malam ini. Sampe Dovan sekitar jam 4 sore, masih gerimis, dan sialnya kamar sudah pada penuh. Lodge pertama, kami bisa tidur di dining room rame-rame sama banyak orang (mostly porters). Di lodge kedua, masih ada 2 bed tersisa di dormitory room, tidur rame-rame bareng trekker lain. Kami pilih di dormitory aja, karena kalo di dining room pasti masih berisik sampe malem, bikin gabisa istirahat. Menginap di dormitory ini bayar NPR100/orang.

kaskus-image
Makan malam, baik dinikmati selagi panas.

Mengingat sudah 3 hari gak mandi, kami memutuskan buat mandi hot shower disini, bayar NPR150/orang. Panasnya bisa diatur dari hangat sampe panas banget. Enak banget bisa mandi air panas di ketinggian segini. Mevvah banget rasanya gunung yang satu ini. Saya mandi bahkan hampir setengah jam saking betahnya diguyur air panas. Kelar mandi, baru kami makan malam, lalu lanjut istirahat di kasur masing-masing sampe ketiduran. Guten nacht!kaskus-image
Diubah oleh ngeeek 19-05-2018 23:31
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.