- Beranda
- Stories from the Heart
Project 'The Illogical' - A side 'Romance' story from Project 'The Unseen'
...
TS
riissallele
Project 'The Illogical' - A side 'Romance' story from Project 'The Unseen'

Sebuah side story dari Projects The Unseen. 'kisah' seorang pendaki, sama-sama menceritakan 'The Unseen', tetapi semua orang bisa merasakannya. Apakah itu? Cinta? Persahabatan? Atau??
EPILOG - ANDONG
Sudah seminggu sejak kejadian itu berlalu. aku masih belum bisa mencerna kenyataan pahit ini. bagaimana bisa, bintang yg setiap hari bersinar, tiba-tiba redup tanpa pertanda. kau pernah berjanji, untuk menyinari ku sampai ujung waktu, tetapi kenapa kini menukik tajam dan seketika merubah orbital?
kau bukan Pluto kan? sang pengkhianat terkenal dengan inkonsistensi yang akhirnya tidak diakui.
sesekali aku menatap rasi bintang di atas bukit andong, mendekap kedua kaki, pada akhirnya bintang yg mati akan jatuh. Apakah kesedihan? atau rasa kecewa? bukan! Bintang jatuh itu kemudian memberikan sebuah harapan, harapan untuk memulai semuanya kembali dengan sebuah tanda kutip 'tanpamu'.
0. EPILOG - Andong
1. The Calendar
2. Jejak
3. Langit Selatan
4. Dan
5. Januari
6. Jarak
7. 3450 MDPL
8. Selamat Menikah
9. Sepasang Engineer
10. Ikhlas
11. 2010
Selamat Menikmati !
Diubah oleh riissallele 21-01-2021 12:44
santet72 dan 11 lainnya memberi reputasi
8
7.8K
39
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
riissallele
#5
The Calendar

The Calendar
Tidak biasanya aku sangat membenci Kota Solo. kalau tidak ingat kuliah dan setumpuk mimpi yang harus terwujud, mungkin aku sudah pergi dan tidak mau menjejak di kota ini lagi.
Aku terbangun dr tidur paling buruk sepanjang sejarah, mengambil air wudhu, kemudian menunaikan salat subuh. Sedikit bercerita kepada Tuhanku, kenapa harus melalui semua ini? Apakah ini ujian? Atau karma ?. Sesekali aku melihat layar smartphone, biasanya kau orang pertama sebelum mentari yg menyapa pria lusuh ini. kembali terbesit sebuah pertanyaan yg kemudian terngiang sepanjang hari, siapakah pria spesial yg kamu sapa pagi hari ini?
sembari membereskan alat salat -biasa aku menaruh nya di dalam lemari samping meja belajar-, pandanganku tertuju pada kalender duduk bergambar siput kecil, bukan siputnya yg membuatku tertarik, melainkan tulisanmu pada minggu ke-2 Desember, kau ternyata sudah menandai tanggal 'anniversary' ke-2 kita.
Aku tersenyum kecil sambil memegangnya dengan tangan kananku, semua kenangan tentangmu kembali menyeruak di kepala di iringi lagu Juara Kedua - Fiersa Besari yg aku putar.
Ada sebuah catatan kecil dengan tulisan latin mu yg khas, terselip di bagian belakangnya. Apa ini ? Dahiku mengerut.
Dear Cinta,
Terimakasih sudah menemaniku selama ini, tidak terasa kisah kita sudah mau 2 tahun. Aku tau aku menyebalkan, selalu merepotkan, bahkan sering marah karena alasan yg tidak jelas.
Bolehkah aku merepotkan mu sekali lagi?
aku ingin mengajakmu ke suatu tempat di hari anniversary kita, kau sangat menyukai bintang bukan? disana nanti kau bisa melihat semuanya lebih jelas, jauh dr hiruk pikuk kota solo. Hanya ada 2 cahaya nanti, aku dan bintang.
7°23′ LS 110°22′ BT
Love You.
Terimakasih sudah menemaniku selama ini, tidak terasa kisah kita sudah mau 2 tahun. Aku tau aku menyebalkan, selalu merepotkan, bahkan sering marah karena alasan yg tidak jelas.
Bolehkah aku merepotkan mu sekali lagi?
aku ingin mengajakmu ke suatu tempat di hari anniversary kita, kau sangat menyukai bintang bukan? disana nanti kau bisa melihat semuanya lebih jelas, jauh dr hiruk pikuk kota solo. Hanya ada 2 cahaya nanti, aku dan bintang.
7°23′ LS 110°22′ BT
Love You.
Secara tidak sadar aku meremas note itu, mengepalkan jari dan memukuli kepala, supaya cepat tersadar dr mimpi buruk ini.
'kuliah ga lu ?'
perhatianku sejenak teralihkan oleh pesan wa.
'kuliah lah, ini lagi otw'
'buruan, bentar lagi dosen dateng, kelas udah penuh'
'iya !'
tidak salah memang, mencari indekos berjarak 15 menit dari kampus, dijamin ga pernah telat.
seperti biasa, setelah perkuliahan selesai, kami berdua nongkrong di warung belakang fakultas teknik. Menu-nya ga begitu banyak, kalau ga nasi goreng, palingan soto. Apapun itu, yg penting aku harus makan, kemarin sudah seharian ga nafsu, maklum hati dan perut memang berhubungan sangat baik. saking baiknya, dia tau hati sedang galau, dan si perut ga rewel buat minta makan.
'udah baekan sekarang?' si rambut ikal dan sedikit berotot hasil fitnes tiap hari memulai pembicaraan.
'sial, ga akan pernah bisa baek' sambil menyeruput es teh manis yg baru saja datang.
'gue heran, elu yg segitu batu-nya, bisa berantakan karena cewek'
'dia bukan cewek biasa, yog'
'cari yg laen lah lu, cemen bener'
'belum bisa, susah'
'itu si Putrie cakep, udah deket sama elu kan'
'traktir dia makan sehari, gue puasa seminggu yog, kismin mendadak gue. Udah ah gue mau cabut, males liat muka lu'
'Haha. Awas lu jangan bunuh diri'
'liat aja berita koran solo pos besok, kalau ada headline Mahasiswa Teknik Kimia UNS 2010, tewas bunuh diri lompat dari jembatan Jurug, nah itu gue'
'gue pastiin besok. haha'
Ada sebuah tempat favorit di kampus, sebutannya Danau UNS. Awal-awal kuliah, aku sering mampir kesana, disamping Fakultas Pertanian. Kanopi buat mahasiswa mengerjakan tugas juga disediakan. Satu kanopi selalu sepi, karena letaknya di bawah pohon besar yang katanya angker, nah di kanopi itu aku sering duduk (see The Unseen).
Aku teringat catatan kecil tadi pagi, bentuknya sudah lecek, terbawa emosi saat pertama kali membacanya.
Kembali aku cermati setiap kata yang kamu tuliskan, bukan benci, rasa kehilangan malah semakin menjadi.
kemana kamu akan mengajakku?
diam-diam kamu sudah merencanakan sesuatu.
aku garis bawahi kata 'BINTANG' mungkin ini sebuah tempat tinggi, jauh dari kota? atau hanya sebuah perumpamaan kata?
'aaargh, kenapa aku harus peduli?. Kemanapun itu semuanya sudah terlambat kan?'
sampai di akhir catatan, aku menemukan serangkaian angka 7°23′ LS 110°22′ BT.
LS ? BT ? sepertinya aku tahu arti dari angka-angka ini.
aku ingat kau seorang mahasiswi pecinta misteri, bahkan di akhir kisah kita pun kau mengakhiri nya dengan misterius.
'aku rasa, angka-angka ini adalah koordinat suatu tempat, akan aku coba plot di google maps'
Tanda panah google maps mengarah ke suatu tempat di daerah Magelang, Jawa Tengah. Bertuliskan Gunung Andong 1755 MDPL.
Tempat apa ini? Apa yg spesial? Kenapa kamu bisa berpikir merayakan anniversary di tempat antah berantah?
Aku ingin menanyakanya kepadamu langsung, tetapi urung aku lakukan. Kau pun sudah tidak peduli lagi denganku bukan? aku pun sedang berusaha untuk tidak mempedulikanmu hari ini, namun, maaf cinta, aku gagal berantakan.
-The End-
Previous Episode- 0. EPILOG - Andong
Next Episode - 2. Jejak
Diubah oleh riissallele 02-06-2018 23:14
aan1984 dan tikusil memberi reputasi
2