Kaskus

Story

bomtwoAvatar border
TS
bomtwo
Life Always Spinning
Quote:

Quote:

Quote:


Spoiler for Rules:


PROLOG

Perkenalkan nama gw Een (umur 27 tahun sekarang) cowok tulen dan gak melambai (catat), gw berasal dan asli dari sebuah Kota yg menjadi Ibukota provinsi di Pulau Kalimantan. Gw anak ke 2 dari 3 bersaudara, kakak gw cowok dan jarak umur kami terpaut hampir 10 tahun, sedangkan adik gw cewek terpaut 3 tahun dgn gw. Kata orang gw ini anak pungut, itu di karenakan muka gw dgn kakak dan adik gw yg jauh banget bedanya karena kakak gw ganteng dan tinggi sedangkan adik gw cantik dan mungil, apalagi Mama gw juga cantik jdi semakin kentara klo gw ini terkesan anak pungut.

Gw di takdirkan sebagai cowok yg mempunyai berat badan berlebih a.k.a padat berisi (bilang aja gendut) di tambah tinggi badan gw yg cuma 167cm berasa banget gw kayak kingkong, tapi gw gak masalah karena walaupun gw gendut bagi orang gendut gw itu beda karena tubuh gw yg padat gak melar air doank seperti orang gendut kebanyakan...

Cerita ini akan berawal saat gw masuk SMA ditahun 2004, masa di mana gw mengenal cinta, konflik anak muda dan yg pasti konflik kehidupan gw sendiri.


Spoiler for Q & A:


Spoiler for Mulustrasi:


Spoiler for Side Story:


Spoiler for Index:
Polling
0 suara
Siapakah yang akan menjadi pacar Een sampai lulus SMA
Diubah oleh bomtwo 10-05-2018 03:27
tien212700Avatar border
samsung66Avatar border
pulaukapokAvatar border
pulaukapok dan 10 lainnya memberi reputasi
9
290.9K
2.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
bomtwoAvatar border
TS
bomtwo
#2140
Part 57


Gw sadar posisi gw sudah tak menguntungkan lagi untuk tetap melanjutkan kisah cinta gw dengan Linda.
Dengan dirinya yg sudah di jodohkan bersama Reza, apalagi yg bisa gw harapkan, terlebih lagi gw masih anak SMA curutan yg belom bisa ngehasilin uang sendiri.
Diri gw pun sempet goyah ketika Linda ingin kami tetap menjalani hubungan yg sekarang, tapi, setelah mendengar saran dari temen-temen gw...gw pun memutuskan untuk mulai menjaga jarak dengan dirinya.
Salah satu cara adalah, dengan tidak lagi menjemput dia, ketika pergi ataupun saat pulang sekolah.

Ujian semester I pun sudah gw lewatin dengan lancar, walau kadang, masih suka celingak celinguk liat jawaban soal yg ga gw pahami.
Tahun baru sudah dekat, temen-temen gw pun membuat rencana ngadain acara masak-masak untuk merayakan-nya.
Setelah berunding, diputuskan lah kalo kita ngadain-nya dirumah Tian, karena dirumahnya memiliki halaman depan yg cukup luas untuk kita kumpul rame-rame.

Pembagian tugas pun sudah ditentukan.
Mela, Ifa, Ella dan Jihan di bantu Jay dan Bobby bakalan nyiapin semua bahan-bahan masakan.
Sedangkan gw, Joni, Ridho, Alan dan Tian nyiapin segala peralatan memasak juga minuman untuk pelengkapnya.
Menunya pun ga jauh dari yg namanya bakar-bakaran, simple aja biar ga kebanyakan racik-racik bumbu nantinya.

Tapi...

Kalo ditambahin ngeracik obat perangsang mah, gpp, ikhlas emoticon-Genit


Quote:



**


Kelas udah ga ada pelajaran lagi sampe pembagian raport nanti dan hari-hari disekolah pun hanya dihabiskan dengan bermain sepakbola, basket ataupun kumpul-kumpul dikantin.
Gw dan temen-temen gw pun sekarang sudah berada di kantin langganan kita dengan peluh bercucuran di sekujur badan sehabis main basket dengan anak-anak IPA kelasnya si Jay.

Gausah di tanya kami menang dengan skor berapa karena pada dasarnya kamilah yg dibantai sama kelasnya Jay tadi walau di kelas kami ada Tian yg merupakan anak basket sekolah gw.
Gimana mau menang kalo kelasnya Jay isinya hampir anak basket semua.

Saat gw dan temen-temen gw lagi ngobrol sambil menikmati minuman masing-masing, dari arah kantin sebelah nampak Dilla baru datang bersama temen-temen kelasnya.
Gw yg gamau buang-buang kesempatan untuk ngajak Dilla nanti buat ikut acara tahun baruan yg gw dan temen-temen gw adakan, langsung menghampirinya di kantin sebelah.


Quote:



**



Tepat pukul 11.45 wita, semua siswa pun dipulangkan. Gw pun memilih untuk bersantai terlebih dahulu di kursi panjang depan kelas, menunggu siswa-siswa lain pulang terlebih dahulu, biar ga desak-desakan di parkiran sekolah saat mengeluarkan si macan.

Selain gw, juga ada Bobby yg ikut duduk di samping gw, karena dirinya sedang menunggu Ifa yg agak sedikit telat pulangnya karena sedang merencanakan acara foto-foto dengan semua temen kelasnya termasuk juga Sonya yg satu kelas dengan Ifa.

Dari arah gedung kelas X, terlihat Dilla sedang berjalan menuju ke arah gw dan Bobby.
Dirinya pun memberikan senyum manisnya ketika sudah hampir sampai di depan kelas gw dan tentu saja gw balas dengan senyum yg tak kalah manisnya.

Semanis jus pare emoticon-Hammer


Quote:



Hampir 15 menit menunggu, akhirnya Ifa beserta temen-temen kelasnya pun sudah selesai dengan urusan mereka.
Gw pun bernisiatif untuk membiarkan temen-temen Ifa termasuk Sonya untuk pulang terlebih dahulu karena gw malas dengan pandangan beberapa temen Ifa yg gasuka dengan gw.

Sudah menjadi rahasia umum kalo beberapa temen kelasnya Ifa juga Sonya ga suka dengan gw karena persoalan dengan Sonya dulu.
Tapi selama mereka ga ngomong macem-macem di depan ataupun di belakang tentang gw, gw ga bakal bikin perhitungan apa-apa dengan mereka.

Setelah semuanya pulang, gw beserta Dilla, Bobby dan Ifa pun langsung beranjak menuju parkiran sekolah.
Kamipun berencana untuk ga langsung pulang karena ingin nongkrong terlebih dahulu di tempat jus favorit di kota gw dan itupun setelah Dilla menyanggupi untuk ikut bareng kita.

Sesampainya di tempat jus tersebut, Bobby langsung memesankan pesanan kita masing-masing. Gw sudah tentu pesan jus alpukat, sedangkan Dilla lebih memilih jus mangga karena emang kesukaan-nya.
Untuk Ifa dan Bobby lebih memilih alpukat serut dan jus sirsak dan tak lupa 4 porsi roti bakar aneka rasa.


Quote:



**



Gw pun sudah sampai dirumah setelah sebelumnya mengantarkan Dilla terlebih dahulu kerumahnya.
Dilla pun sempet bertanya ke gw ketika kita berdua berada di depan rumahnya tadi, perihal kenapa gw malah ngajak dia bukan Linda untuk ikut di acara tahun baruan yg gw dan temen-temen gw adakan.
Gw pun bilang ke Dilla akan menceritakan-nya nanti ketika waktunya gw rasa udah tepat.
Dilla pun mengiyakan dan ga memperpanjang lagi persoalan itu.

Setelah ganti baju dan makan siang, gw pun masuk kedalam kamar lalu merebahkan diri di kasur kesayangan gw dengan sebuah guling menjadi korban objek pelukan gw.


Jangan berpikiran kalo tuh guling gw lobangin.

Gw masih waras!!



Ketika gw akan memejamkan mata untuk berlayar ke alam mimpi, ponsel gw yg berada di samping kepala bergetar satu kali, menandakan adanya sms yg masuk.
Dengan malasnya, gw pun mengambil ponsel dan mengecek sms masuk tersebut.


Spoiler for Isi sms:


Setelah membalas sms dari Linda, menyanggupi ajakan-nya, ponsel pun gw matikan dan sejurus kemudian langsung melanjutkan tidur siang gw yg tertunda.

Sambil memeluk guling yg sama sekali ga gw lobangin, dengan begitu eratnya.



**



Sehabis sholat maghrib, gw langsung bersiap untuk pergi ke cafe Kak Indra, Kakaknya Linda.
Kaos lengan pendek warna hitam dipadukan dengan long jeans warna biru laut serta sandal gunung warna hitam favorit gw, menjadi style pilihan gw untuk ketemu Linda malam ini.

Selesai pamitan dengan Mama yg sedang mengaji dikamarnya, gw pun langsung keluar rumah lalu menyalakan si macan dan berangkat menuju cafenya Kak Indra.

Kakaknya Linda.

Gw baru sampai di cafe Kak Indra tepat jam 7.30, sengaja gw lama-lamain biar ada yg kesel nunggu kehadiran gw.
Kelar markirin si macan, gw pun lalu masuk kedalam cafe.
Linda pun nampak sedang duduk di meja kasir yg biasa dia tempatin dan tanpa berlama-lama lagi langsung aja gw samperin dirinya.

Linda yg menyadari kedatangan gw langsung berdiri dan memberitahu gw untuk ikut denganya ke Lantai 2 cafe Kakaknya ini.
Gw pun lalu mengikutinya naik ke lantai 2 yg sepi tanpa ada pengunjung hingga menuju balkon lantai 2 cafe tersebut.
Pintu balkon pun ditutup oleh Linda ketika kita berdua sudah sampai di tempat yg dia mau.

Keadaan sejenak menjadi hening, hanya suara mobil dan motor yg lalu lalang di jalanan depan cafe ini yg menjadi teman keheningan diantara kami...hingga gw pun mulai berbicara untuk memecah semua keheningan ini.






Quote:




meoreojyeo ganeun neoui soneul

butjapji motae apeuda

saragal mankeumman

miwohaetdeon mankeumman

meon hutnal neoreul deryeoda jul

geu bomi omyeon geunare na piurira

==


Your hand that is growing far apart

I can’t hold onto it so it hurts

Just until I can survive, just as much as I hated you

When the spring comes to bring you back later on

Then I will bloom on that day

==


Tanganmu yang semakin jauh

Aku tak bisa menahannya sehingga itu menyakitkan

Cukup sampai Aku dapat bertahan, cukup sebanyak Aku membencimu

Saat musim semi datang untuk membawamu kembali nanti

Aku akan mekar pada hari itu
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.