Kaskus

Story

juraganpengkiAvatar border
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..

Prolog

Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..

Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)

SIDE STORIES

Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
uang500ratusAvatar border
devanpancaAvatar border
iskrimAvatar border
iskrim dan 132 lainnya memberi reputasi
127
2.1M
8K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
juraganpengkiAvatar border
TS
juraganpengki
#5810
Hilangnya Sebuah Pengecualian...

Mendengar jawaban Bayu Ambar, gw tertegun dan mencoba mengangkat wajah kembali menatap Anggie.. Benak gw juga mulai di penuhi pertanyaan saat memandangi sosok gadis yang masih menatap dingin dengan kedua bola mata putihnya.. Mengapa Sri Baduga Maharaja bisa muncul dan merasuk ke dalam tubuh Anggie? Apakah ini ada hubungannya dengan ucapan Jagat Tirta saat menyentuh kening gadis itu untuk menyirepnya beberapa waktu lalu? Jika memang benar, apa hubungannya Sang Prabu dengan Anggie? Mungkin kah sosok gadis yang amat gw cintai itu merupakan salah satu dari garis keturunan Beliau?

Belasan tombak didepan, sosok Anggie yang masih melayang-layang sejengkal diatas tanah berbatu nampak melemparkan pendangan ke arah Naga Hitam jelmaan Braja Krama.. Tubuh Naga raksasa yang hangus menghitam terlihat menggeliat-geliat berusaha keluar dari dalam tanah yang ambles menelan setengah raganya.. Asap hitam yang masih mengepul keluar dari seluruh tubuh Naga raksasa, membawa bau daging terbakar saat tersapu angin gunung..

Sementara, tiga sosok harimau belang hitam kuning terus menatap nanar dengan tiga pasang bola mata memendarkan sinar kuning mencorong.. Dari tatapan tajam tiga harimau nampak sorot pandang mengintimidasi Naga Hitam jelmaan Penguasa Gaib Tanah Pasundan.. Lalu, tiga hewan gaib yang muncul dari panggilan Anggie, mulai berjalan pelan mengitari sambil menjilati kepala Naga Hitam..

Segulungan asap putih cukup tebal, tiba-tiba muncul menyelimuti raga Naga raksasa.. Setelah ketiga sosok harimau belang kembali duduk selepas menjilati kepala sang Naga.. Kedua mata gw yang di bawah kendali Bayu Ambar terbelalak, saat menyaksikan sosok Naga Hitam kembali menjelma menjadi laki-laki bermahkota besar dengan jubah merah yang nampak bolong hangus terbakar hampir di semua bagian..

Beberapa kali, Raja Jin menepis kobaran api biru yang masih membakar bagian atas jubah kebesaran yang tidak lagi membuat penampilannya gagah.. Lalu, ia melayang keluar dari lubang bekas hantaman tubuh saat masih berwujud Naga raksasa.. Sebuah lubang yang ternyata cukup dalam dan menelan tubuh Raja Jin hingga sebatas pangkal leher..

Setelah keluar dari dalam lubang dan melayang diatas tanah berbatu, sosok Braja Krama nampak melempar pandangan ke arah ketiga harimau belang hitam dan kuning, yang tiap pasang mata mereka masih menyorot tajam ke Penguasa Gaib Tanah Pasundan.. Seulas senyuman dingin terselip dari wajah Braja Krama, yang kemudian menoleh ke arah Anggie..

“Mengapa kau mencampuri urusan ku, Penguasa Padjadjaran?” Tanya Braja Krama dengan wajah tidak bersahabat ..

Sosok Anggie tersenyum kecil namun dingin mendengar pertanyaan Braja Krama.. Lalu, melirik ke arah gw bersama Bayu Ambar yang masih menahan rasa sakit di jantung..

“Karena kau telah salah jalan sahabat ku, Braja Krama.. Kau mencoba menguasai Kitab yang sengaja aku titipkan kepada Ki Purwagalih, demi hawa nafsu untuk menjadi sosok paling digjaya dengan berbagai cara.. Bahkan kau juga hendak melukai gadis yang adalah keturunan ku ini dan membuat kekasihnya bersama cucumu Bayu Ambar, terpaksa meminta seluruh hawa sakti Kitab Langit.. Untuk itu, aku tidak akan tinggal diam dan membawa mu kembali ke jalan yang benar” Jawab Anggie dengan suara seorang laki-laki yang terdengar berat namun penuh wibawa..

Penguasa Gaib Tanah Pasundan nampak tertegun mendengar ucapan Sri Baduga Maharaja yang merasuk di dalam tubuh Anggie.. Lalu, tertawa keras untuk beberapa.. Sementara, gw dan Bayu Ambar yang masih berada dalam tubuh merasa terkejut mengetahui bahwa Anggie adalah salah satu keturunan Prabu Siliwangi.. Bukan hanya kami berdua yang dibuat terkejut akan ucapan Sri Baduga Maharaja dalam tubuh Anggie.. Namun hampir semua sosok yang ada disini merasakan hal sama.. Kecuali Ki Purwagalih dan Ki Suta yang nampak saling melempar pandangan untuk sesaat dengan kedua pasang mata sama-sama terbelalak..

“Jadi, kau anggap aku telah salah jalan? Jika memang kau ingin membuat ku kembali ke jalan lurus, hadapi dulu serangan ku ini” Jawab Braja Krama yang setelah berucap, langsung melesat cepat sambil mengarahkan kedua telapak tangannya yang telah memendarkan sinar kuning ke arah Anggie..

Sebuah senyuman dingin sempat terlihat disunggingkan Anggie yang masih nampak tenang sambil memangku kedua tangan di belakang pinggulnya.. Belum juga pukulan dua telapak tangan Raja Jin menyentuh kulit Anggie, suara auman ketiga harimau terdengar keras dari arah samping kiri dan kanan.. Disusul melompatnya tiga penjaga Sri Baduga Maharaja yang masing-masing sudah menghunus kuku-kuku tajam mengkilat.. Sosok Anggie nampak melayang mundur lima tombak ke belakang, seolah memberi ruang bagi keempat sosok gaib untuk bertarung..

Gw yang kembali merasakan sensasi panas terbakar di jantung, meringis untuk beberapa saat sambil menundukkan kepala dengan kedua mata terpejam..

“Bree, lu ga apa-apa?” Tanya Ridho, yang masih berada di sebelah gw sambil sesekali melirik ke arah pertarungan sengit antara ketiga harimau belang hitam kuning melawan Penguasa Gaib Tanah Pasundan, beberapa tombak dihadapan..

“Jantung gw sakit banget, Bree.. Kek kebakar”

Ridho nampak melempar pandangan ke arah Suluh dan Bimo secara bergantian..

“Apa ini ada hubungannya sama semua hawa sakti Kitab Langit di tubuh Imam?” Tanya Suluh ke arah Bimo..

“Ga, gw ga apa-apa koq.. Ini ga ada hubungannya sama hawa sakti Kitab Langit.. Lagian, selama Bayu Ambar masih di dalam sini, gw bisa handle apa yang gw rasain sekarang” Kata gw sambil menunjuk ke arah jantung, berusaha menutupi segala rasa sakit yang gw rasakan di sana dari ketiga saudara, dan melempar pandangan lagi ke pertarungan..

Beberapa tombak di hadapan kami, suara pertarungan antara ketiga harimau penjaga Sri Baduga Maharaja dan Penguasa Gaib Tanah Pasundan terdengar kian sengit.. Gerakan masing-masing sosok yang sangat cepat, menyulitkan pandangan gw untuk melihat seperti apa jelasnya situasi pertempuran.. Yang membedakan keempat sosok dalam pertarungan itu hanyalah kelebatan warna merah Jubah kebesaran Braja Krama dan warna kuning bulu ketiga sosok Harimau Penjaga Sri Baduga Maharaja..

Namun tak lama kemudian, terdengar suara pekik kesakitan auman harimau yang saling susul menyusul.. Bersamaan dengan terlemparnya ketiga sosok Harimau belang hitam kuning Penjaga Sri Baduga Maharaja ke arah berbeda.. Sosok Sri Baduga Maharaja yang merasuk di tubuh Anggie nampak menyiratkan raut kaget pada wajah gadis itu, saat menyaksikan ketiga Harimau Penjaga nya sedang menggeliat-geliat kesakitan diatas tanah berbatu..

Setelah berhasil menyingkirkan ketiga lawan pertama, sosok Penguasa Gaib Tanah Pasundan kembali melesat secepat kilat ke arah Anggie.. Menyadari musuh datang menyerang, Anggie bukan malah mundur namun melompat maju dua tombak ke depan sambil merentangkan kedua tangan nya ke atas kepala.. Lalu mendarat dan memukulkan sebelah telapak tangan kanan di atas tanah berbatu dengan tubuh merunduk setengah berlutut..

KRAAKKK..

Sontak, tanah gunung berbatu yang terhantam oleh telapak tangan kanan Anggie dengan tenaga sosok Sri Baduga Maharaja didalam raganya, retak terbelah lurus memanjang.. Sang Prabu nampak mengangkat kepala gadis keturunannya, memandang mengikuti retakan tanah yang secepat kilat terus memanjang sambil melirik ke arah Braja Krama.. Begitu retakan tanah tiba persis di atas sosok Braja Krama yang masih melesat cepat.. Secepat kilat, Sri Baduga Maharaja menggunakan sebelah telapak tangan kiri Anggie yang langsung meringsek masuk menghujam ke dalam tanah yang telah retak..

BUUUUURRRR...

Suara semburan api merah menyala yang seketika keluar dari dalam retakan tanah persis di bawah sosok Penguasa Gaib Tanah Pasundan, terdengar keras dan membuat pandangan mata semua sahabat gaib terbelalak.. Termasuk gw sendiri dan Bayu Ambar..

Melihat serangan api mengancam dari bawah, Braja Krama untuk sedetik terkejut dan melayang tinggi menyelamatkan nyawa..

Akan tetapi, Sri Baduga Maharaja dalam tubuh Anggie sepertinya tidak mau melepaskan sosok sahabat yang telah berusaha melenyapkan salah satu garis keturunan.. Sambil berteriak kencang, ia memukulkan kedua tangan menggebuk tanah berbatu.. Lalu melompat tinggi keatas menyusul Braja Krama..

Dengan sekali gerakan berputar persis di hadapan lawan yang nampak terkejut, sosok Anggie yang masih berada dalam pengaruh Kakek Moyangnya melayangkan sebuah tendangan mengandung tenaga luar biasa kuat ke arah lengan Raja Jin.. Dan..

DUUUGHH

Sosok Braja Krama yang tidak mempunyai waktu untuk menghindari serangan, seketika terpental jauh ke samping.. Terkena tendangan dari kaki kanan Anggie yang masih di bawah kendali Sri Baduga Maharaja.. Tubuh Penguasa Gaib Tanah Pasundan langsung terjatuh menghantam tanah keras berbatu dan sempat terpental lagi dua kali.. Tak ubah nya sekeping batu pipih yang dilemparkan ke danau dan terpental menghantam air.. Mahkota besar yang selalu tersemat di atas kepala Braja Krama, juga nampak terpental jauh ke arah berbeda..

Secepat kilat, Anggie melesat ke arah Braja Krama yang perlahan sedang mencoba bangkit.. Sosok Penguasa Gaib Tanah Pasundan nampak sangat terkejut melihat sosok Anggie sudah mendarat tepat di hadapannya.. Seketika ia mencoba menyerang lagi, namun dengan gerakan luar biasa cepat telapak tangan kanan Anggie mencekik leher Braja Krama..

“Bertaubat lah dan kembali ke jalan yang benar dengan ku atau ku serap seluruh tenaga dan melebur raga mu menjadi abu saat ini juga, Braja Krama” Bentak Anggie dengan suara berat menggetarkan hati siapapun yang mendengar..

“AAARRGGHH”

Suara pekik kesakitan Braja Krama terdengar sambil meronta mencoba melepaskan diri dari cengkraman tangan Anggie yang mendadak diselimuti sinar merah, saat mencekik leher dan mengangkat tubuhnya tiga jengkal diatas tanah berbatu.. Perlahan, merahnya sinar yang muncul dari telapak tangan Anggie menjalar turun ke lengan dan menyebar kebagian lain hingga menyelimuti seluruh tubuh.. Anggie yang kedua bola matanya masih memutih, terus menatap dingin sosok musuh tanpa berkedip sekali pun.. Suara teriakan Braja Krama yang semula terdengar lantang, perlahan berubah lirih seperti kehilangan tenaganya..

“Setengah kesaktian mu telah ku ambil paksa, Braja Krama.. Mau sampai kapan kau mempertahankan kesombongan mu itu?” Ucap Anggie masih dengan suara berat penuh kharisma..

“Aku menyerah, Sri Baduga Maharaja.. Aku menyerah”

Mendengar lawan sudah menyerah, Anggie yang masih dikuasai sosok Kakek Moyang perlahan menurunkan tubuh Penguasa Gaib Tanah Pasundan dan melepaskan cengkraman tangan dari leher.. Sontak tubuh Braja Krama terjatuh berlutut di atas tanah berbatu.. Dengan kedua tangan terkulai lemah dan kepala terus menunduk menatap tanah.. Jelas terlihat sosok Penguasa Gaib Tanah Pasundan yang termasyhur kesaktiannya tak berdaya menghadapi Sri Baduga Maharaja..

Perlahan, Raja Jin mengangkat kepalanya dan mencoba bangkit setelah sedikit tenaga kembali terkumpul.. Akan tetapi, belum juga ia sempurna berdiri.. Tiba-tiba..

“HOEEKKK”

Sosok Penguasa Gaib Tanah Pasundan nampak memuntahkan segumpal darah hitam ke samping.. Bersamaan dengan kembali jatuh berlututnya ia .. Sepertinya, tendangan kaki Anggie yang dirasuki Sri Baduga Maharaja membuat tubuh Braja Krama terluka cukup parah..

Setelah menyeka jejak-jejak darah hitam dari sela bibir, sosok Braja Krama nampak memandangi wajah Anggie dengan tatapan segan.. Lalu mengedarkan pandangannya menatap ketiga sosok harimau belang hitam kuning yang sudah bangkit dan kembali menatap mengintimidasi penuh dendam.. Tanpa banyak bicara, Braja Krama mengacungkan kedua tangan di depan dada sambil menundukkan kepala nya, seperti sedang memberi salam hormat ke hadapan Anggie..

“Bangunlah, Braja Krama” Ucap Anggie dengan suara masih terdengar berat..

Sosok Penguasa Gaib Tanah Pasundan nampak menurunkan kedua tangan dan mencoba bangkit kembali, sambil memegangi lengan kanannya yang terkena tendangan keras.. Dengan tatapan mata segan, Braja Krama memandangi sosok gadis cantik yang masih melayang sejengkal dihadapannya..

Perlahan, tangan kanan Anggie terulur ke arah wajah Braja Krama.. Sinar putih terang nampak muncul menyelimuti telapak tangan gadis itu.. Lalu, menyambar dan menggulung leher Braja Krama yang cukup terkejut.. Saat sinar putih yang melingkari leher Penguasa Gaib Tanah Pasundan meredup, terlihat sebuah kalung perak bertahtakan permata biru terjejak disana..

“Kalung Perak Pengikat yang ada di leher mu itu, akan hilang saat kau benar-benar telah mampu menguasai hawa nafsu mu sendiri, Braja Krama.. Setelah ini, kau harus ikut dengan ku untuk menjalani laku tapa brata” Ucap Sri Baduga Maharaja dari lisan Anggie, yang membuat Braja Krama kembali terkejut namun menganggukkan kepala tak lama kemudian..

Lalu, sosok Anggie nampak melayang sedikit lebih dekat dan dua tangannya memegangi bahu Braja Krama.. Raja Jin sendiri sempat menunduk dan melemparkan pandangan ke arah kami semua dengan wajah yang menyiratkan raut penyesalan teramat sangat.. Perlahan, ia melemparkan pandangan ke arah mahkota besar yang tergeletak beberapa tombak disamping.. Kemudian mengulurkan tangan kanan yang membuat mahkota besar itu melesat kembali ke atas kepala.. Sambil menghela nafas panjang, sosok Braja Krama melepas mahkota dari atas kepala dan menyerahkan benda yang menjadi lambang kekuasaannya ke hadapan Anggie..

Telapak tangan Raja Jin juga sempat terulur kedepan, setelah Anggie menerima mahkota.. Nampak sinar keemasan terpendar dari atas telapak tangan Braja Krama yang setelah itu menjelma menjadi sebuah Tongkat Emas bertahta kan permata merah seukuran kepalan tangan orang dewasa.. Tongkat yang selama ini menjadi senjata Braja Krama, terlihat disodorkan pula ke depan..

“Terima kasih telah mengapuni ku, Sri Baduga Maharaja.. Aku akan mengikuti wejangan.. Namun, izinkan aku untuk meminta maaf ke semua sahabat yang telah terluka oleh ku” Ucap Braja Krama yang malah disambut gelengan kepala Anggie..

“Maafkan aku, Braja Krama.. Kau tidak aku perkenan kan untuk menghampiri mereka semua.. Cukup ungkapkan permintaan mu lewat pandangan saja dengan tetap berdiri di dekatku” Jawab Sri Baduga Maharaja yang masih berada dalan tubuh Anggie..

Untuk beberapa saat, kedua mata Braja Krama nampak tertegun sambil memandangi dua benda ditangan Anggie, yang selama ini selalu menyertainya saat menjadi sosok Penguasa Gaib Tanah Pasundan.. Lalu, pandangan beliau dilemparkan ke arah Krama Raja sambil menganggukkan kepala.. Dari proses penyerahan dua benda lambang kekuasaan dan anggukan kepala Raja Jin, gw dapat memastikan bahwa sosok Braja Krama telah menyerahkan singgasana dan kekuasaannya ke Krama Raja..

Selepas Krama Raja membalas dengan anggukan yang sama, pandangan Braja Krama beralih ke Ki Suta dan puterinya Nyi Mas Galuh Pandita.. Kedua sosok Jin yang pernah menerima keputusan pahit akan takdir pernikahan mereka dimasa lalu, nampak menganggukkan kepala.. Terutama, Nyi Mas Galuh Pandita yang terlihat menyeka kedua matanya saat memandangi sosok sang Ayahanda..

Raut sedih Braja Krama nampak berubah menjadi sebuah senyuman, begitu pandangannya terlempar ke sosok Penguasa Laut Utara.. Akan tetapi, sosok berparas jelita itu malah melempar pandangan ke arah lain.. Layaknya seorang gadis yang sedang merajuk tak mau memandang wajah sang pujaan hati.. Braja Krama nampak menghela nafas panjang dan mengalihkan pandangannya ke arah gw yang masih berlutut dengan Bayu Ambar di dalam tubuh..

“Maafkan atas segala tindakan ku, Ngger.. Entah aku harus melakukan apa untuk menebus dosa terhadap mu.. Beruntung, Sri Baduga Maharaja sahabat ku datang dan membuat ku tersadar dari jalan salah yang selama ini ku tempuh.. Selepas ini aku akan melakukan Tapa Brata untuk menebus dosa.. Suatu saat nanti, aku akan kembali menemui mu” Ucapan Braja Krama terdengar di batin gw yang padahal telah sengaja tertutup..

Gw menganggukkan kepala dan tertegun menatap wajah Raja Jin yang mengulum senyuman manis.. Selepas itu, sosok Penguasa Gaib Tanah Pasundan nampak berjalan menghampiri Anggie yang masih melayang sejengkal diatas tanah berbatu.. Ketiga harimau belang hitam kuning pun sama mendekati kedua sosok yang telah berdiri berdampingan.. Perlahan, tubuh keempat mahluk gaib dan sosok Anggie yang masih dirasuki Sri Baduga Maharaja Padjadjaran mengeluarkan sinar putih terang menyilaukan.. Semua sosok yang sedang tertegun menatap mereka, langsung melindungi indera penglihatan masing-masing dari silaunya cahaya putih nan terang menggunakan punggung tangan.. Dan kembali melepaskan perlindungan di atas mata, setelah sinar terang dan kelima sosok dihadapan perlahan lenyap..

Gw yang tersadar dari ketertegunan dan baru menyadari bahwa sosok Anggie juga akan dibawa pergi, mencoba memanggil nama nya.. Akan tetapi, baru saja gw ingin membuka mulut, segumpal cairan terasa naik dari lambung dan memaksa untuk keluar..

“HOEEKKK”

Segumpal darah segar berwarna merah nan kental termuntahkan dari mulut gw dan tercecer diatas tanah.. Seketika tubuh gw ambruk menghantam tanah pasir berbatu.. Bersamaan dengan jeritan Sekar dan Suluh yang membuat semua sosok sahabat gaib serta ketiga saudara segera mendekat dan berniat mencoba membantu..

“Tunggu! Jangan sentuh tubuh pemuda itu atau kalian akan terluka oleh api Ajian Sukma Geni” Cegah Ki Purwagalih yang membuat Ridho seketika menatap kembali kedua telapak tangannya yang menghitam, lalu melempar pandangan ke arah tubuh gw yang kembali diselimuti kobaran api berwarna biru..

“AAARRGGHH”

Teriak gw bersama Bayu Ambar yang sudah sangat tidak sanggup menahan rasa panas membakar jantung.. Kedua mata gw terpaksa terpejam mencoba menahan rasa sakit di dada sebelah kiri, sambil mengigit bibir bawah..

“Im..am.. A..pa kau ma..sih sanggup?” Tanya Bayu Ambar dalam batin gw dengan suara yang terdengar terbata-bata..

“Entahlah, Ba..yu.. Jan..tung ku te..rasa paa..nas sekali”
jenggalasunyi
sampeuk
dodolgarut134
dodolgarut134 dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.