Kaskus

Story

juraganpengkiAvatar border
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..

Prolog

Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..

Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)

SIDE STORIES

Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
uang500ratusAvatar border
devanpancaAvatar border
iskrimAvatar border
iskrim dan 132 lainnya memberi reputasi
127
2.1M
8K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
juraganpengkiAvatar border
TS
juraganpengki
#5659
Sebuah Pengecualian...

Selama beberapa detik, Bayu Ambar melepaskan sneaker hitam di kaki kanan gw sambil berjinjit setelah berpijak diatas tanah berbatu.. Disusul sebelah sneaker lain yang menutupi kaki kiri.. Untuk beberapa saat, pandangan mata gw digunakan Bayu Ambar untuk mengamati sepasang sepatu hitam dan hidung gw terasa kembang kempis mencium bau hangus berasal dari sebelah sepatu yang sebagiannya telah termakan api..

“Alas kaki butut mu mengganggu saja, Imam” Gerutu Bayu Ambar sambil melemparkan sepasang sneakers gw jauh ke samping..

“Masih lebih kuat sepatu ku, dibanding sandal jelek mu yang hanya terbuat dari anyaman jerami, Bayu” Balas gw dalam hati yang pasti juga di dengar oleh Bayu Ambar..

Sebuah senyuman kecil disunggingkan sosok Jin yang merasuk dan menguasai tubuh gw sepenuhnya.. Lalu, pandangan gw ia lemparkan ke arah Naga Hitam yang nampak mendengus marah, melihat serangannya dapat dengan mudah dipatahkan oleh tendangan kaki kanan Bayu Ambar menggunakan kaki kanan gw.. Asap hitam yang mengepul keluar dari kedua lubang hidung besar Naga Hitam jelmaan Braja Krama, terlihat semakin pekat.. Gw yang menyadari bahwa pandangan Naga Hitam terpusat ke tubuh ini, merasa sedikit bingung..

“Aku telah mencabut Ajian yang membuat kita tak terlihat, sesaat sebelum menendang sinar emas dari mulut Naga Hitam jelmaan Braja Krama” Ucap Bayu Ambar sebelum gw menanyakan tentang hal tersebut..

Pandangan mata gw yang masih dikuasai Bayu Ambar sempat menoleh ke arah semua sahabat gaib yang nampak bisa bernafas lega, karena telah terlepas dari mara bahaya meski masing-masing masih terluka parah.. Sebuah senyuman menandakan ungkapan terima kasih, disunggingkan Jagat Tirta ke arah gw, sambil mencoba berdiri bersama Sekar Kencana.. Senyuman yang ditujukan untuk Bayu Ambar itu, dibalas pula dengan hangat oleh sosok yang menguasai raga gw..

Sempat Bayu Ambar mengedarkan pandangan ke satu persatu sosok yang ada di belakang.. Mereka semua nampak pucat dengan jejak darah hitam dan darah merah segar yang terjejak di beberapa bagian wajah.. Hingga akhirnya pandangan gw tiba di sosok Anggie yang sedang tergeletak lemah tak sadarkan diri diatas Selendang Emas milik Sekar Kencana..

Gw mencoba mengambil alih tubuh.. Terutama di kedua kaki yang akan gw gunakan untuk berlari ke arah Anggie.. Gw sangat ingin melihat keadaan gadis itu.. Gw ingin memeluk dan membawanya pergi dari sini.. Akan tetapi, Bayu Ambar tidak membiarkan gw melakukan apa yang gw inginkan..

“Percuma kau bawa pergi kekasihmu itu kemana pun juga, Imam.. Selama Braja Krama masih bernafas, ia akan terus mencoba melenyapkan kita semua” Ucap Bayu Ambar sambil membalikkan tubuh gw kembali, menghadap Naga Hitam..

Tanpa berkata apapun lagi, Bayu Ambar membalas tatapan kedua mata hitam berkilat Naga raksasa jelmaan Penguasa Gaib Tanah Pasundan yang menyorot tajam..

“Jadi kau telah benar-benar melihat semua Ilmu Terlarang yang terkunci di Kitab Langit, Bayu Ambar.. Aku mengenali Tendangan Inti Api yang baru gunakan untuk mematahkan serangan ku tadi” Ucap Naga Hitam dengan moncong besarnya yang nampak bergerak-gerak..

Bayu Ambar sendiri hanya menyunggingkan senyuman dingin sebagai jawaban dari pertanyaan Braja Krama..

“Kau tahu, Bayu Ambar.. Hati ku hanya tergetar sedikit meskipun mengetahui Kitab Langit sudah menyatu dalam raga pemuda yang kau rasuki.. Karena aku tahu, kau yang sudah dalam keadaan terluka akibat terkena serangan ku sebelum merasuk ke dalam raga pemuda itu, tidak akan mampu menahan dahsyatnya hawa sakti Kitab Langit”

Kening gw dikerutkan Bayu Ambar mendengar kalimat Naga Hitam..

“Apa benar yang dikatakan Naga itu, Bayu?” Tanya gw dalam hati yang di balas senyuman menyeringai Bayu Ambar di wajah gw..

“Luka yang kau berikan tadi ibarat gigitan semut bagi ku, Naga Dekil.. Aku juga tidak mempercayai kata-kata mu, Kakek Kolot Braja Krama” Jawab Bayu Ambar, yang membuat Naga Hitam semakin mendengus marah..

“Kita buktikan sekarang juga, cucu terlaknat.. Aku akan menggunakan seluruh kekuatan ku untuk melenyapkan mu dan semua sosok lemah yang ada di belakang sana”

Bayu Ambar tertegun mendengar ancaman Naga Hitam jelmaan Braja Krama..

“Bersiap lah, Imam.. Jika ucapan Naga Hitam benar, maka aku akan menggunakan Ajian paling mematikan di Kitab Langit untuk membendung serangan Braja Krama” Ucap Bayu Ambar dalam batin gw..

Dari arah belasan tombak diatas, gw melihat Naga Hitam nampak memejamkan kedua mata pekatnya.. Sedikit demi sedikit gw merasakan hawa dingin semakin menusuk kulit, bersamaan dengan hambusan angin gunung yang membawa butiran-butiran es berukuran kecil.. Pandangan gw sempat terlempar ke arah asap kelabu yang mengepul dari lubang kawah.. Nampak asap tersebut bergerak melambat seolah tertekan hawa dingin.. Tanah pasir berbatu yang semula terlihat dipenuhi abu-abu vulkanik juga mulai memutih seperti terlapisi butiran es..

Bayu Ambar mengeluarkan uap nafas dari mulut gw yang nampak langsung berubah menjadi uap dingin.. Kepala gw sempat menoleh ke belakang untuk memastikan kondisi semua sosok yang sedang terluka.. Terutama untuk memastikan keadaan Anggie.. Kedua mata gw membesar, melihat semua sosok sahabat gaib sedang duduk bersila untuk mengalahkan tekanan hawa dingin luar biasa, yang muncul tiba-tiba mengepung seluruh penjuru gunung.. Bayu Barata yang juga terlihat sedang bersila, perlahan bangkit dan menjelma menjadi seekor macan kumbang berwarna hitam.. Lalu merebahkan diri sambil menggelung tubuh Anggie ditengah, untuk menghangatkan gadis itu menggunakan bulu-bulunya..

Melihat Babeh Misar nampak gemetaran seolah tak kuasa menahan serangan hawa dingin, Nyi Durga Daksa merubah wujud cantiknya menjadi seekor ular Raksasa berwarna hijau terang dan langsung membelit tubuh Babeh Misar hingga tersisa bagian pangkal leher dan kepalanya saja.. Sempat gw melihat senyuman nakal namun penuh arti disunggingkan Babeh Misar ke moncong kepala ular jelmaan Nyi Durga Daksa.. Diarah lain, sosok ketiga saudara yang masih dirasuki keempat Jin Penjaga mereka, juga sudah duduk bersila sambil menyilangkan dua tangan masing-masing di depan dada..

“Kau lihat Ajian terakhir yang akan ku gunakan, Bayu Ambar.. Ajian ini bukan hanya akan membunuh mu sekali hentakaan.. Namun, semua sosok sahabat kalian yang ada dibelakang sana juga akan meregang nyawa saat tubuh mereka mengeras menjadi bongkahan es” Ucap Naga Hitam yang membuat Bayu Ambar membalikkan badan menghadapnya..

Kedua mata gw dan Bayu Ambar secara bersamaan terbelalak terkejut melihat seluruh tubuh raksasa sosok Naga Hitam, sudah tertutupi lapisan es yang putihnya nampak berkilat diterpa sinar rembulan.. Meski terbalut lapisan benda yang sepertinya sangat dingin, namun sosok Naga raksasa yang tidak lagi berwarna hitam itu masih mampu bergerak lincah.. Nampak ekor tajamnya yang seukuran pelukan dua tangan orang dewasa, meliuk-liuk ke kanan dan ke kiri..

“Sepeti kata ku tadi, Imam.. Siapkan dirimu.. Aku akan menggunakan Ajian Sukma Geni untuk mengalahkan dinginnya Ajian Naga Hitam” Ucap Bayu Ambar yang gw sambut dengan rasa penuh percaya diri..

Perlahan, Bayu Ambar memejamkan kedua mata gw sambil mengukurkan kedua tangan ke atas kepala.. Lalu, menurunkan dan menyilangkan tangan di tengah dada gw.. Lambat laun, gw merasakan hawa hangat mulai muncul dari jantung yang kembali mengeluarkan sinar terang.. Hawa Hangat itu langsung berubah menjadi hawa panas yang menyebar seketika ke seluruh tubuh..

Kedua mata gw yang kembali dibuka oleh Bayu Ambar nampak memendarkan sinar biru.. Bukan! Bukan sinar.. Melainkan pendaran api berwarna biru yang keluar dari kedua mata gw.. Tidak hanya di kedua mata.. Kobaran Api biru nan aneh juga nampak membakar menyelimuti seluruh raga gw.. Bayu Ambar yang mengangkat kedua tangan gw dan mengamatinya, mengulum senyuman puas.. Saat melihat lidah api yang menjilat-jilat dari ujung kesepuluh jari.. Gw sempat melirik ke arah celana hitam yang hanya menjadi satu-satu nya pakaian untuk menutupi aurat.. Rasa lega terbit di relung hati begitu melihat celana hitam dibawah sana sama sekali tidak terbakar..

“Tidak perlu cemas.. Aji Sukma Geni tidak membakar penutup aurat mu” Kata Bayu Ambar menggunakan lisan gw dan melempar pandangan kembali ke arah Naga Hitam..

Entah apa sebabnya api biru yang tercipta dari Ajian Sukma Geni tidak membakar celana, gw juga tidak ingin tahu persis.. Yang terpenting, gw bisa bertarung bersama Bayu Ambar dalam diri ini melawan Braja Krama dengan leluasa..

Belum beberapa lama Bayu Ambar terdengar berucap, belasan tombak dari atas angkasa Naga Hitam yang sudah terlapisi nampak melesat turun sambil membuka mulut besarnya..

WUUUURRRR....

Suara semburan es yang menyembur keluar dari mulut besar Naga raksasa jelmaan Braja Krama terdengar menderu.. Disusul jutaan partikel-partikel es termuntahkan keluar dari mulut Naga raksasa, yang mengarah tepat ke raga gw.. Sambil melompat tinggi, Bayu Ambar memukulkan telapak tangan kanan gw ke arah semburan jutaan partikel es..

WEERRRRR...

Suara semburan api berwarna biru yang tercipta dari ayunan telapak tangan kanan gw, terdengar sama menderu dan melesat ke arah semburan Es..

BYARRRR...

Hancurnya semburan jutaan pertikel es tebal yang seketika menguap terkena sambaran api biru dari Ajian Sukma Geni, terdengar memecahkan dinginnya suasana mencekam.. Bayu Ambar yang melihat Naga Hitam bersisik dilapisi es tebal meliuk hendak menghindari sambaran sisa api biru Ajian Sukma Geni, langsung melesat cepat dan menangkap ujung ekor tajamnya..

“ROARRRR”

Raung kesakitan Naga raksasa jelmaan Braja Krama terdengar menggema, saat kedua tangan gw yang sudah diselimuti jilatan-jilatan api berwarna biru mencengkram ujung ekor dan menghancurkan lapisan es pelindungnya.. Tak mau lawan meloloskan diri dengan mudah, Bayu Ambar yang menguasai raga ini, mengerahkan setengah tenaga dalam untuk melemparkan Naga raksasa jelmaan Braja Krama ke bawah.. Sosok Naga Hitam berselimutkan lapisan es tebal, terlihat meluncur menuju tanah berbatu dengan kecepatan tinggi.. Dan..

BRAAKKKK....

“ROAARRRR”

Suara tubuh Naga Hitam jelmaan Braja Krama yang sangat keras menghantam tanah gunung, terdengar cumiakkan telinga.. Disusul raung kesakitan Sang Naga raksasa yang seluruh lapisan es pelindungnya hancur seketika menggidikkan batin..

Kedua mata gw dipejamkan kembali oleh Bayu Ambar untuk sesaat..

“Berikan sebagian hawa sakti mu Kitab Langit” Ucap Bayu Ambar lewat lisan gw, yang membuat gw sendiri hanya bisa tertegun menyimak..

Selepas berucap, Bayu Ambar membuka lagi kedua indera penglihatan gw yang sudah memendarkan api biru nan pekat menyala.. Bukan hanya di kedua mata.. Kobaran api yang menyelimuti seluruh tubuh gw juga kian menggelora.. Bersamaan dengan semakin bertambahnya tenaga yang muncul dari jantung.. Setelah merasa tambahan hawa sakti sudah meningkat kan tenaga dalam ditingkat tertinggi.. Bayu Ambar menyunggingkan senyuman dingin di wajah gw, melihat sosok Naga raksasa yang sisiknya tak lagi terlindungi lapisan es tebal sedang menggeliat kesakitan di atas tanah berbatu..

Secepat kilat, Bayu Ambar melesat turun sambil memasang sebelah kaki kanan gw lurus ke dapan dan kaki kiri tertekuk.. Kobaran api biru di kaki kanan yang siap menghancurkan kepala Naga Hitam, nampak menjilat-jilat tersapu derasnya angin yang menerpa dari bawah.. Kedua mata gw dibawah kendali Bayu Ambar, tak berkedip bersiap menyaksikan hancurnya kepala Naga Hitam jelmaan sang angkara murka.. Akan tetapi, tiba-tiba...

“AARRGGHH”

Gw dan Bayu Ambar sama-sama terpekik, begitu rasa terbakar muncul di jantung bersamaan dengan terhentinya gerakan tubuh yang turun meluncur ke bawah.. Bayu Ambar seketika menggunakan tangan kanan gw untuk meremas dada kiri yang terasa terbakar, sambil terus berusaha menyeimbangkan diri dan melayang-layang persis lima tombak diatas tanah..

Melihat gw sedang dalam keadaan lengah menahan sakit, Naga Hitam jelmaan Braja Krama langsung mengayunkan ekornya.. Gw yang yang masih dikuasai Bayu Ambar, untuk sesaat terbelalak dan mencoba menghindari serangan dengan melompat.. Tapi, rasa sakit terbakar dijantung lagi-lagi muncul memperlambat gerakan.. Dan...

BUGGHH

Tubuh gw bagian samping kanan terhantam ekor besar Naga Hitam, membuat gw terpental sejauh belasan tombak ke samping dan terjatuh menggusur tanah pasir berbatu.. Beruntung Bayu Ambar sempat menggunakan lengan kanan untuk melindungi kepala dari hantaman ekor.. Jika tidak, sudah bisa dipastikan kepala gw akan hancur terhantam..

Sambil terus meremas dada kiri menahan sakit teramat sangat dijantung, gw mencoba bangkit.. Jika saja tubuh gw tidak sedang dikuasai Bayu Ambar, mungkin luka yang gw derita akibat hantaman ekor Naga raksasa tadi akan membinasakan diri.. Serangan Naga Hitam yang barusan, memang berhasil membuat gw dan Bayu Ambar di dalam tubuh terluka cukup parah.. Terbukti dari cairan merah kental berbau amis yang mengalir dari pinggir bibir sebelah kanan.. Belum lagi jejak darah juga menetes keluar dari hidung..

Sambil menatap nanar dan terus meringis menahan sakit dijantung, Bayu Ambar menggunakan punggung tangan kanan gw untuk menyeka darah di bibir dan hidung.. Sementara belasan tombak di hadapan kami, Naga Hitam nampak sudah melayang kembali dua tombak di atas tanah berbatu.. Terlihat sebuah lubang besar tercipta di bawah sosok Naga Hitam, akibat tertimpa tubuh raksasa nya saat dibanting Bayu Ambar beberapa saat lalu..

Melihat Naga raksasa bersisik hitam mengkilat jelmaan Braja Krama bersiap kembali untuk menyerang, Bayu Ambar mengulurkan lagi kedua tangan gw ke atas kepala dan memejamkan kedua mata.. Dari sini, gw tahu Bayu Ambar berniat menggunakan seluruh hawa sakti Kitab Langit untuk yang kedua kalinya, guna mengeluarkan Ajian Sukma Geni kembali..

Akan tetapi..

“AARRGGHH”

Gw dan Bayu Ambar sama terpekik lagi, begitu hawa panas di jantung kembali terbit dan terasa kian membakar organ paling vital di tubuh gw itu.. Bersamaan dengan hal tersebut, kobaran api biru yang menyelimuti tubuh pun mengecil.. Sontak, Bayu Ambar jatuh berlutut sambil memegangi jantung gw dan menundukkan kepala menatap nanar ke arah tanah pasir berbatu..

TES.. TES.. TES..

Darah yang kembali menetes dari hidung gw nampak semakin banyak mengalir keluar dan memerahkan beberapa kerikil kecil di atas tanah, persis di bawah hidung ini..

“Ada apa ini, Bayu? Mengapa jantung ku selalu terbakar saat hawa sakti Kitab Langit menyatu meski baru sebagian? Apakah tubuh ku masih tidak sanggup menahan tekanan hawa sakti Kitab itu?” Tanya gw dalam batin, saat merasa kan cemas kian memuncak..

“Entahlah, Imam.. Seharusnya dengan menyatunya diriku di tubuh mu, membuat kita bisa menahan tekanan hawa sakti Kitab Langit.. Tapi, mengapa seperti ini hasilnya?” Jawab Bayu Ambar, sambil terus menggunakan kedua indera penglihatan gw menatap kerikil yang telah dibasahi tetesan darah dari hidung..

“Hal ini yang aku takutkan terjadi pada mu saat menyatu dan menggunakan kekuatan Kitab Langit, Ngger? Sebagai Penjaga Kitab Pusaka itu, aku tahu persis seperti apa kekuatan yang ada dalam Kitab Langit.. Segala Ilmu hitam terlarang yang terkunci didalamnya, membuat Kitab Langit tersebut mempunyai sisi gelap yang dapat menghancurkan jantung Sang Pembuka, yaitu dirimu.. Dan kau harus tahu, sekali menyatu dengan Kitab Langit maka raga mu tidak akan bisa lepas dari pusaka itu.. Termasuk sosok Bayu Ambar pun akan terus menyatu dengan mu.. Meski ada satu pengecualian yang bisa menyelamatkan kalian, tapi hal itu sangat tidak mungkin terjadi” Ucap Ki Purwagalih yang terdengar tiba-tiba dalam batin gw..

Sontak Bayu Ambar menoleh ke arah sosok Penjaga Kitab Langit, yang sedang duduk bersila sambil memejamkan kedua mata.. Benak kami yang masih terpisah, untuk beberapa saat dibuat penasaran akan kalimat terakhir dari penuturan Ki Purwagalih.. Tentang satu pengecualian yang bisa menyelamatkan kami berdua.. Satu pengecualian yang dianggap mustahil oleh Sang Penjaga Kitab Langit sendiri..

“Kau lihat sendiri, Bayu Ambar cucu pengkhianat.. Yang aku katakan beberapa waktu lalu benar adanya, bukan? Luka yang kau derita membuat diri mu tidak sanggup menahan tekanan hawa sakti Kitab Langit.. Jika sudah begitu, aku akan jauh lebih mudah melenyapkan kalian semua” Teriak Naga Hitam jelmaan Braja Krama dengan suara menggetarkan tanah..

Pandangan gw yang masih dibawah kendali Bayu Ambar, terlempar kembali menatap nanar ke arah Naga Hitam.. Sambil terus memegangi dada kiri, Bayu Ambar bangkit berdiri diatas kedua kaki gw yang bergetar..

“Imam, apakah kau mau mengorbankan diri demi keselamatan semua sosok sahabat?” Tanya Bayu Ambar yang awalnya membuat gw tidak mengerti akan arah pembicaraannya..

“Aku akan menggunakan Ajian Sukma Geni di tingkat akhir dan aku yakin pasti akan bisa melenyapkan Braja Krama.. Namun, seperti yang kita tahu.. Semakin banyak hawa sakti Kitab Langit yang kita gunakan, maka nyawa kita akan menjadi taruhannya”




jenggalasunyi
sampeuk
dodolgarut134
dodolgarut134 dan 13 lainnya memberi reputasi
14
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.