Kaskus

Story

agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.

Ilustrasi Ronggo Geni

Diary 2 Dunia

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Diary 2 Dunia

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.

Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi

Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.

Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.

Silahkan di nikmati

Quote:





Spoiler for ILUSTRASI:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
heartbeat6661Avatar border
silamputamanAvatar border
User telah dihapus
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
#2196
PART 85

Hawa hangat tiba-tiba ku rasakan menjalar disetiap aliran jalan darah ku.. Tubuh ku yang tadinya lemas juga kini perlahan mulai berangsur pulih kembali.. Dengan perlahan aku membuka kedua mata ku.. Namun aku tak mendapati diri ku berada di tempat terakhir kali saat masih tersadar.. Aku juga merasa sangat tak asing dengan tempat ini..

Sebuah rumah joglo dengan aula yang lumayan besar dan di penuhi oleh orang berpakaian Jawa kuno sedang mengaji.

Quote:


Ketika dalam keadaan mata terpejam,, aku masih penasaran. Kenapa leluhur ku membawa ku kembali ke tempat nya.. Padahal kalau diingat ingat,, aku tak pernah berbuat sesuatu yang aneh.. Selain itu aku juga sudah melakukan apa yang menjadi kewajiban ku saat ini..

Namun sepertinya itu masih belum cukup.. Sebab kadar keimanan orang semakin lama harus semakin tinggi.. Hal itu dibarengi dengan godaan yang makin tinggi pula untuk menjatuhkan keimanan yang kita miliki..

Quote:

Perlahan aku pun membuka mata ku kembali.. Banyak sekali orang yang berkerumun di sekitar tubuh ku yang tergeletak di atas ranjang..

Sepertinya aku juga sangat mengenal ranjang ini.. Ini tempat tidur yang biasa aku pake.. Kalau begitu aku ada di rumah..

Quote:



Karena sudah hampir isya,, mas Dion dan mas fajar pun pamit pulang ke rumahnya.. Sementara mbak silvi, mbak Novita, mbak Arin dan mbak Tasya tetap tinggal.. Mereka masih menunggu jemputan mobil milik mbak silvi...

Nadia yang ada acara nya sama bapak nya juga ikut pamit pulang dan minta maaf karena tidak bisa lama lama menunggui ku..

Aku mengantar kepulangan mereka sampai jalan di depan rumah ku,, tak lupa aku mengucapkan banyak terima kasih karena ketersediaan mereka mengantar ku pulang ke rumah..

Setengah jam menunggu,, mobil jemputan mbak silvi akhirnya datang juga.. Namun entah mengapa Mbak Arin dan mbak Tasya terlihat sedih saat akan meninggalkan rumah ku.. Sepertinya mereka betah disini. Bagaimana tidak,, orang rumah ku ramai nya kayak pasar..

Saat menunggu jemputan datang juga mereka ngegosip sama ibu serta kakak sepupu ku.. Berbeda sekali dengan suasana rumah mereka yang sepi karena berada di kawasan perumahan.. Namun senyum mereka kembali merekah saat aku bilang mereka bisa maen ke rumah ku kapan saja..

Kini hanya tinggal Reni yang tertinggal di rumah ku.. Saat aku perhatikan,, kalung yang kemaren malam aku berikan sebagai kado ulang tahun, kini terlihat melingkar di leher indah nya..

Quote:


Dengan penuh kasih sayang aku membelai rambut nya reni yang panjang.. Sperti nya dia sangat suka aku perlakukan seperti itu.. Terlihat dari posisi tubuhnya yang kini semakin didekatkan ke arah ku..

Tapi seperti menjadi sebuah keharusan.? Entah kenapa segala sesuatu yang indah itu harus berjalan dengan amat sangat cepat.. Mobil jemputan Reni sudah datang.. Dan dengan berat hati aku harus melepas kepulangan nya.. Setelah berpamitan pada ibu ku,, Reni menuju mobil nya dan langsung pulang ke rumah..


Dan karena hanya tinggal aku sendiri..? Aku memilih untuk kembali ke kamar ku saja dan lekas pergi tidur.. Sampai sampai aku lupa kalau ada satu kewajiban yang masih harus aku kerjakan...

Pukul 05.00 aku bangun dan melakukan rutinitas harian ku seperti biasa.. Sampai ada sebuah motor sport dua tak berhenti tepat di pekarangan ku..

Quote:


Karena dasarnya sudah mandi tadi pagi sebelum sholat shubuh,, tak butuh waktu lama bagi ku untuk mengenakan seragam sekolah dan cepat cepat menyusul bang David yang telah menunggu di teras depan..

Banyak sekali tetangga ku yang berlalu lalang menyapa nya saat mereka akan berangkat ke sawah.. Bang David pun heran.. Kenapa mereka yang tak kenal dengan bang David,,? mesti bersusah susah harus bertegur sapa dengan nya..

Setelah aku jelaskan dia akhirnya paham.. Sebab Tak harus ada ikatan darah terlebih dahulu untuk kita bisa peduli pada seseorang.. Jadi jangan heran kalau di desa meski tak saling kenal sudah umum untuk sekadar saling bertegur sapa atau melempar senyum satu sama lain....

Di temani udara pagi yang sejuk,, bang David memacu motor nya pelan tapi pasti.. berboncengan dengan diriku di belakang..

Sepanjang perjalanan,, banyak sekali anak anak berseragam smp yang bersepeda secara bergerombol untuk berangkat ke sekolah nya masing-masing.. Dan dari banyak nya anak tersebut sebagian ada yang tetangga desa ku..Riska namanya.. Iseng aku meminta bang David memelankan motornya dan melaju beriringan dengan sepeda nya riska.. ..

Dan disaat yang tepat,, aku melingkarkan tangan ku di tubuh tetangga ku tersebut hingga membuat nya terkaget.. Saat dia mulai ngomel,, aku meminta bang David memacu motor nya kembali agar lepas sampai ke sekolah.. Riska terlihat makin jengkel saat sekilas diri ku menengok ke belakang..

Pukul 06.30 kami sampai di sekolah.. Suasana sekolah masih rada sepi.. Maklum, kebanyakan siswa sma 1 dari luar kota.. Dan mereka kost di sekitar lingkungan sekolah.. Jadi mereka bisa berangkat ke sekolah pada waktu yang mepet dengan bel masuk..

Quote:


Mbak dina mimpi apa sih semalam sampai bisa ngomong seperti itu.. Untung saja tadi kita ngobrol nya di tempat yang agak sepi.. Bisa panjang urusan nya kalau ada yang mendengar pembicaraan kami barusan..

Dengan langkah gontai mbak dina berjalan perlahan menuju ke kelas nya yang berada di lantai dua.. Sementara aku sendiri dari belakang dengan jarak yang cukup jauh dari posisi mbak dina ,, berjalan perlahan pula menuju ke kelas ku yang berada di lantai satu.. ..


bonita71
wakazsurya77
efti108
efti108 dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.