Kaskus

Story

okarin89Avatar border
TS
okarin89
ANDAI - Cerita Fiksi Time Travel Bersambung
ANDAI - Cerita Fiksi Time Travel Bersambung


Salam untuk semua penghuni Kaskus khususnya semua penghuni SFTH emoticon-Shakehand2 emoticon-Shakehand2 emoticon-Shakehand2


Mohon izinkan Okarin membuat cerita bergenre Fiksi Futuristik ya. Ceritanya ini bersifat Fiksi jadi tidak perlu ditanyakan dan diperdebatkan ya.


Jika suka ya tolong beri cendol supaya semangat. Moga-moga nggak kentang ya karena ceritanya lumayan njelimet.


Jika suka dengan cerita Okarin tolong beri Okarin cendol yang banyak ya en rate bintang lima supaya Okarin tambah semangat nulisnya. emoticon-Peace



Spoiler for Prolog:



CHAPTER INDEX


DAFTAR GARIS DUNIA


DAFTAR GARIS WAKTU


CHAPTER 1 : YA GITU DEH !


CHAPTER 2 : TITIK PERTEMUAN


CHAPTER 3 : HAH !!!!!!!


CHAPTER 4 : WAKTU YANG BERJALAN MUNDUR


CHAPTER 5 : ADA APA DENGAN RALINE ?


CHAPTER 6 : PESAWAT YANG JATUH BAGIAN 1& BAGIAN 2


CHAPTER 7 : MEMBUAT MESIN WAKTU SEBENARNYA 1 BAGIAN 1 & BAGIAN 2


CHAPTER 8 : KEINGINAN TERDALAM JULIE BAGIAN 1 , 2 , 3 , 4 , 5 , 6 , 7 , 8 , 9 , 10 , 11 ,12 ,13


Diubah oleh okarin89 17-08-2019 20:45
duychildAvatar border
bukhoriganAvatar border
bonita71Avatar border
bonita71 dan 13 lainnya memberi reputasi
8
71.1K
427
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.5KAnggota
Tampilkan semua post
okarin89Avatar border
TS
okarin89
#102
CHAPTER 8 - KEINGINAN TERDALAM JULIE BAGIAN 3
Garasi Mobil Bawah Tanah Garin Chondro, Senin 21 Januari 2075 pukul 12:53 WIB


kaskus-image


“Terima kasih banyak Pak Slamet sudah mengantarkan saya kemari !”. ucap Yaya sekenanya pada Slamet Firmansyah, Pemilik Rumah Makan Slamet, yang terletak di sebelah Toko Buku Pak Dharma, sambil membungkukkan badannya sedikit pada pria berbadan tambun itu.


“Sama-sama Nak Yaya !”. ucap Slamet Firmansyah pendek.


“Dhanks do dek mai gorelperen hiyere Mister Slamet !”. ucap Garin pelan dengan menggunakan Bahasa Inggris yang terdengar sangat aneh dan sangat asing di telinga sehingga membuat Yaya tertawa mendengarnya, sambil mendongakkan kepalanya sedikit ke bawah dengan tangan kiri disilangkan ke dada kanan.


“Sama-sama Nak Garin ! … Bapak langsung balik aja ya karena banyak orang yang makan di Warung Makan Bapak jadi Ibunya anak-anak agak kewalahan ngeladenin mereka !”. ucap Slamet Firmansyah apa adanya, sambil membalikkan tubuhnya bergegas menuju Warung Makannya.


“Gimana ya ? … Kenji jadi ikut kita atau gimana ?”. tanya Seno dengan rasa penasaran yang tinggi, sambil menoleh ke arah Yaya.


“Kenji bilang maaf nggak bisa karena harus bersih-bersih Toko Buku dan tadi juga sedang ngobrol serius dengan temennya no ! … Ini semuanya mobil loe semuanya rin ?”. jawab Yaya sekenanya dan kemudian bertanya suatu hal pada Garin, sambil terkesima dengan mobil-mobil yang ada di dalam garasi tersebut.


“Iya ya ! … Semuanya hasil dari penjualan martabak Princess !”. jawab Garin dengan penuh percaya diri.


“Oh jadi loe punya usaha Martabak rin ! … Sejak kapan loe usaha martabak rin ?”. tanya Yaya dengan sangat penasaran.


“Sejak usia gue 9 tahun ya diajarin Nenek Darmi cara buat martabak yang enak en maknyos !”. jawab Garin pelan dengan mata berkaca-kaca.


“Apa tujuan loe bangun usaha martabak dari usia 9 tahun rin ?”. tanya Yaya makin penasaran pada Garin yang sudah memulai usaha dari usia yang terbilang sangat muda yaitu 9 tahun.


“Untuk bayar utang yang dimiliki oleh keluarga gue dulu ya sebesar $ 1,000,000,000,- pada keluarga Salim ya ! … Alhamdulillah sekarang sih semuanya sudah berhasil gue lunasin ya saat gue berumur 26 tahun !”. jawab Garin lirih, sambil menghela nafas agak panjang.


“Gue jadi kagum banget ama loe rin !”. ucap Yaya pelan, sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong celananya.


“Tapi itu nggak bisa balikin nyawa kedua orang tua gue ya !”. ucap Garin lirih dengan mata berkaca-kaca, sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong celananya, dan kemudian mendongakkan kepalanya ke atas melihat ke langit-langit garasi.


“Kenji punya temen ya ? … Setahu gueh dia kerja sama Pak Dharma buat ngumpulin uang untuk nyari bokapnya !”. ucap Seno dengan penuh tanda tanya, sambil menggaruk-garuk kepalanya.


“Nggak tahu juga gue no tapi temennya manggil gue dengan panggilan Bunda !”. jawab Yaya apa adanya.


“Mungkin dia anak hasil buah cinta kita berdua ya !”. ucap Garin asal, sambil membayangkan prosesi membuat anak dengan Yaya Hamisha secara gotong royong.


DASAAAR MESUM !!!”. pekik Yaya dengan nada kesal, sambil menjitak kepala Garin dengan agak keras sehingga membuat Garin terjatuh tidak sadarkan diri.


“Udeh biarin ajah ya entar juga bangun sendiri ! … Sebelum masuk ke dalam mobil ada yang mau gueh tanyain ke eloh ya !”. ucap Seno dengan nada datar, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah konyol dari Abangnya tercinta.


“Silakan saja !”. ucap Yaya pendek, sambil tersenyum lebar melihat Garin yang pura-pura jatuh pingsan, dan kemudian menoleh ke arah Seno.


“Yang mau gueh tanyain apa memori ingatan manusia bisa diubah menjadi bentuk digital ya ?”. tanya Seno dengan agak penasaran, sambil bersandar pada mobil biru yang ada di belakangnya.


“Bisa aja sih no dengan melakukan scanning pada otak bagian Frontal Lobe dan Temporal Lobe !”. jawab Yaya sekenanya, sambil menatap Seno dengan agak heran.


“Apa headphone atau headset yang sudah dimodifikasi dengan EEG bisa mengubah memori ingatan manusia ke dalam bentuk digital ya ?”. tanya Seno makin penasaran, sambil memijat dagunya secara pelan-pelan berpikir keras apakah aman untuk otak dan syaraf-syaraf otak jika melakukan scanning dengan partikel foton.


“Bisa saja si no tapi butuh sesuatu untuk melakukan proses scanning dua bagian otak tadi yang udeh gue sebut !”. jawab Yaya pelan.


“Apa partikel foton aman buat scanning dua bagian otak itu ya ?”. tanya Seno dengan sangat antusias, sambil berpikir keras bagaimana cara memasukkan partikel foton ke dalam headphone atau headset modifikasi plus ditambah fitur EEG.


“Mungkin aman jika levelnya tidak terlalu tinggi no !”. jawab Yaya sekenanya.


“Rin eloh jadi pergi nggak ? … Kalo nggak gueh tinggal juga nih !”. tanya Seno dengan tone suara agak tinggi pada Garin yang masih pura-pura pingsan.


JAAAAADI NO !!!!!”. pekik Garin penuh berapi-api, sambil beranjak bangun secara tiba-tiba.


“Tuh kan ya cuma pura-pura doang !”. ucap Seno pelan, sambil tertawa kecil pada Garin.


“Ya udah yuk kita langsung jalan ! … Yaya loe duduk di depan bareng gue ! … Seno loe duduk di belakang aja ya ! … Kita mampir sebentar ya ke outlet martabak gue deket sini kok mau ngambil enam martabak buat Julie ama buat Kakek Lazuardi dan Nenek Darmi !”. ucap Garin dengan tone suara agak tinggi pada keduanya.

1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.