Kaskus

Story

bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"

Mereka yang Hidup Dalam Gelap, merupakan suatu true stroy, real story atau semacam itu tentang Arda, ketika di season 1 Arda menyajikan pada anda bagaimana dia bertahan dan berhadapan serta bertemu dan mengenal mereka, maka di season 2 ini arda akan mengantarkan kalian menuju dalamnya cerita tahap lanjut, dimana dia harus berhadapan dengan mereka, menguji apa yang telah dia pelajari, dan menjadi seorang yang menjembatani antara 2 dunia.

90% horror dengan bumbu hiperbola dan cerita drama, cinta, dan cerita persahabatan, memberikan kepada pembaca kesan tentang apa yagn dialami penulis.

Quote:


Quote:


selamat menikmati season 2 dari cerita ini, semoga kalian menyukai, jangan lupa cendol, juga share and like nya

ig : @bakemonotong
twitter : @Ardahakimotong


Welcome to my Second Season of Story


INDEKS :

Quote:



NITIPSSSS :
Quote:

Diubah oleh bakamonotong 22-06-2018 09:53
Suminten.Avatar border
anasabilaAvatar border
meqibaAvatar border
meqiba dan 2 lainnya memberi reputasi
3
56.3K
212
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
#167
PART XXV - Sendiri

(demi keberlangsungan thread minta tolong di cendol, atau like, subscribe dan SHARE ya gan, hehe, biar promo gt juga wkwk)

Quote:



Kelas 3 SMA ini aku fokuskan untuk belajar, dan melupakan sedikit masalah hal gaib, kepergian Sar dan Abah, membuatku kesepian, sedikit, karena beberapa hal yang diajarkan dalam mimpi adalah oleh Abah, termasuk beberapa ajian yang kugunakan untuk bertahan, dan sambil belajar merapalkan doa dan membaya ayat- ayat Allah. Tapi kini mereka belum kembali, memang kemampuanku tidak menghilang, mata gaibku memang sedikit rusak, energiku kacau tak menentu, sekali dua kali aku masih sering melihat beberapa penunggu di sekolahku dan kadang jika terlalu lama memfokuskan energi untuk melihat mereka, mata kanan dan dahiku sangat sakit, membuatku pusing ingin pingsan. Bahkan walau tak sadar mataku sering menangkap sosok mereka, aku merasa kesakitan minta ampun, hingga aku harus bertahan menghadapi mereka, tanpa adanya Abah dan Sar, oh ya, para Naga benar- benar sudah kembali ke tuan mereka, mereka pergi karena memang menurut mereka sudah cukup lama mereka menemaniku dan satu sisi mereka merindukan tanah mereka sendiri, karena mereka mengikutiku karena kemauan mereka, aku tidak bisa memaksa mereka tinggal, tapi satu hal, mereka meninggalkan suatu senjata gaib dalam diriku, sebuah tombak dengan ukuran naga dan gagang berwarna keemasan, senjata yang tanpa nama itu, kuberi nama "Naga Pancawarna", karena senjata ini tercipta oleh energi 5 naga itu, dan menjadi kenangan terakhir mereka, hingga saat ini aku belum melihat mereka lagi.




Saat itu adalah periode kerja terakhir aku di OSIS / IPM sekolahku, dan saat itu kami diawal semester 1 kelas 3 , atau orang lebih familiar menyebut semester 5, dan saat itu masuk beberapa siswa baru, dan kami menjadi panitia fortasi kali itu, aku menjabat sebagai SC atau Steering Committee, dan harus menginterview beberapa kandidat panitia, bersama sahabatku Odi, yang saat itu menjadi koordinator dari P3K, dan beberapa teman dekat di IPM, aku saat itu sering pulang malam dari sekolah. dan karena energi spiritual sekolahku cukup besar, setidaknya setiap malam aku selalu melakukan meditasi barang 1 atau 2 jam, mengumpulkan beberapa residu energi yang bisa kugunakan untuk menyembuhkan mata ketigaku, dan sembari menunggu kepulangan Abah dan Sar di alam mereka. Perlahan tapi pasti aku mulai menata kembali kemampuanku, dan mulai menjalani puasa lagi, dan kali itu, aku memutuskna untuk sekali menajlani tirakatan, karena saat itu jumat malam, dan aku memutuskan pulang lebih awal, tirakatku adalah berdiam dalam kamar, duduk, memfokuskan energiku, ke dalam satu titik yang ingin kupulihkan, aku juga tidak makan selama menjalani tirakat, tidak tidur, hanya berdiam smebari berdzikir dan membaca ayat- ayat Allah, hingga sekiranya setelah cukup baru aku keluar kamar.




sekitaran 2 bulan aku puasa daud, dan juga kututp tirakatan dari jumat malam hingga minggu malam, aku keluar kamar dan benar- benar kurasa sebuah seruan besar energi menembus badanku, masuk, seperti menghirup udara segar, energi itu kini mulai menjadi satu dalam tubuhku, perlahan sepertinya memulihkan energiku, begitu mencampur dengan residu energi yang kukumpulkan di sekolahku, beberapa energi negatif dari Sekolahku disaring dan dimurnikan energi ini, membuatku merasa memiliki suatu energi baru, yang kini menyembuhkan mataku, aku kini mulai bisa melihat mereka lagi, tanpa harus mengalami sakit berlebih, dan dengan adanya energi baru ini, aku benar- benar bisa meredam auraku, menutup mataku, hingga tidak melihat bahkan tidak membuat kaum mereka begitu merasakan energiku, dan sedikit pancarannya, cukup untuk mengusir jin kecil seperti banaspati, kuntilanak dan beberapa tuyul dan jin kera kecil. Dan Senin besok adalah hari pertama FORTASI, aku harus pagi- pagi sampai ke sekolahan, dan kali itu, aku sudah siap jika para penunggu Aula dan sekitar sekolah mulai jahil pada anak baru.



Kala itu matahri masih bersembunyi, dan aku sudah siap jam 3 pagi, untuk pergi ke sekolah dan menjadi panitia, mengurus keperluan FORTASI dan juga mengadakan briefing pagi panitia. Saat itu aku sudah sampai di sekolah, pukul 3.30 pagi setengah jam lebih awal dari jadwal jam 4 pagi, dan aku liat ada beberapa panitia utama yang telah datang, aku memarkir motorku supra 100cc jaman dulu, dan kemudian pergi menuju ke aula, karena briefing rencana akan diomongkan di depan aula lt 3, tapi aku kesana bukan sekedar untuk itu, tapi juga bertemu dengan beberapa sosok yang ada disana, memastikan mereka tidak jahil dan memasang setidaknya pagar gaib, walau sempat aku bertentangan dengan si hitam yang ada disana. DIa merasa marah area nya dibatasi, aku juga akhirnya berusaha menego bahwa itu hanya untuk beberapa hari ini saja.




Karena merasa tak terima dan dia tahu Abah dan Sar tidak ada, dia berusaha menyerangku, berusaha menyeret sukamku keluar, tapi gagal, aku sudah menghadapi mereka yang jauh lebih kuat dari dia, dan sebuah perisai energi ku kerahkan menyelimutiku. Membuat nya geram dan menyuruh beberapa anak buahnya menyerangku, berusaha merusak pagar dan perisaiku, tapi nihil mereka gagal, tak mau meremehkan dan berlama- lama, karena memang dia tidak mau nego, aku terpaksa menarik keluar Naga Pancawarna, dan degnan dentingan keras membuat mereka semua ketakutan, mundur, menghindar mengambil jarak, kulemparkan Naga Pancawarna kearah si hitam, dan tepat sebelum menusuk nya, Naga Pancawarna berhenti, "Aku tidak akan bernegosiasi dengna kalian, turuti aku atau aku hancurkan saja kalian semua", kataku sedikit mengancam, membuat nya sedikit takut, dan mundur kembali ke daerahnya, dan aku segera memasang pagar gaib. Hingga saat aku menggenggam Naga Pancawarna lagi, aku merasakn energi raksasa menembus ku dari tribun aula, tidak terlihat sosok apa disana, tapi bukan dari si Gendruwo, ada sesuatu disana yang baru bisa kurasakan saat itu, jauh lebih kuat dari si hitam sangat amat jauh lebih kuat, dan mungkin aku tidak bisa menanganinya sendiri.




Kini kami sudah berada didepan aula semua, seluruh panitia sudah berkumpul dan kini kami akan menjalani briefing yang dilanjut sholat subuh setelah itu. Ramainya aula pukul 4 pagi itu cukup menghilangkan aura negatif disana, memang aku sudha memasang pagar gaib di seluruh aula, termasuk pada daerah tribun yang kubuat 2 lapis, mengingat ada satu sosok kuat yang tak terlihat disana, membuatku harus benar- beanr lebih mengaasinya. Hingga akhirnya matahari mulai muncul dan para peserta berdatangan di sekolah, disambut oleh tatib atau tim tata tertib yang bertugas menggetak dan memarahi peserta, benar- benar greget sih, melihat beberapa peserta kelimpungan, dan aku bersama teman SC lain? apa tugas kami? hanya bersantai di hari H, melihat tingkah panitia dan peserta lainnya. Hingga hari pertama berjalan lancar, semua masih tetap tenang, masih aman, dan kejadian parah terjadi di hari kedua, sebuah masalah yang menyebabkan sekolah kami masuk berita dengan headline "20 anak pingsan, Ospek sebuah SMA Swasta di Jogjakarta".
Diubah oleh bakamonotong 19-04-2018 15:34
johny251976
kemintil98
regmekujo
regmekujo dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.