- Beranda
- Stories from the Heart
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
...
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...
Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
iskrim dan 132 lainnya memberi reputasi
127
2.1M
8K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
juraganpengki
#5505
Aku lah Sang Pembuka...
Baik gw dan Jagat Tirta sama-sama mengepalkan kedua tangan, menahan amarah karena Raja Jin berhasil menipu kami semua sehingga menawan dua wanita yang sangat kami cintai.. Sementara, semua sosok sahabat gaib yang tadi sempat terhempaskan tubuhnya oleh terpaan angin dahsyat ciptaan Raja Jin, kembali ke tempat semula dengan pandangan menatap nanar ke satu sosok, yakni Braja Krama..
Gw sempat menoleh ke arah Krama Raja yang nampak mulai berdiri sambil menggenggam sejumput tanah berpasir dan berbatu kerikil hitam.. Lalu membaluri luka di perutnya secara perlahan.. Selang beberapa menit, Beliau terlihat melayang mendekati kami, dengan baju gamis putih yang berlumuran darah hitam dibagian perut.. Pandangannya yang masih terlihat tenang, seolah tidak terjadi apapun menoleh ke arah gw dan Jagat Tirta setelah berdiri setengah tombak dihadapan kami berdua..
“Apakah kau terluka, Tuan Krama Raja?” Tanya Ratu Laut Utara sambil melirik ke arah bagian tengah baju gamis yang dikenakan oleh sosok laki-laki di dekatnya, setelah melepaskan cengkraman tangan dari bahu gw..
Krama Raja tersenyum untuk sesaat.. Lalu menggelengkan kepalanya..
“Alhamdulillah, luka ku tidak terlalu parah sahabat Penguasa Kerajaan Laut Utara.. Kelima kuku Braja Krama memang sempat merobek lambung dan membuat ku lengah.. Namun, luka itu telah pulih.. Bagaimana dengan keadaan mu sendiri?”
Ratu Laut Utara tidak langsung menjawab pertanyaan Krama Raja.. Namun malah melemparkan pandangan ke arah Raja Jin yang melayang-layang puluhan tombak diatas kami..
“Tubuhku tidak terluka.. Tapi, hati ku terasa berdarah melihat Jin licik itu berhasil menipu kita semua” Jawab Ratu Laut Utara dengan suara bergetar menahan kesal dan membuat Krama Raja membalikkan tubuh menatap ke arah Raja Jin..
“Maafkan diriku, Penguasa Laut Utara.. Aku terlalu bodoh untuk mempercayai Braja Krama.. Seharusnya, aku mengikuti ucapan mu tadi” Ucap Krama Raja dengan nada suara dan tatapan kedua mata menyorot tenang memandang Raja Jin..
“HAHAHA.. Kau benar, Krama Raja.. Seharusnya kau mendengarkan peringatan Jin cantik Penguasa Laut Utara.. Seharusnya kau membuang simpati mu jauh-jauh terhadap ku.. Aku tidak pernah menganggap mu saudara, sejak kau berniat menghalangi rencana ku untuk mengusai Kitab Langit.. Kau lihat sendiri sekarang, karena rasa simpati mu itu, aku berhasil mendapatkan dua tawanan baru yang harus kalian tebus dengan Kitab Langit” Teriak Raja Jin yang membuat gw dan Jagat Tirta saling memandang dengan wajah sama cemas..
“Eyang Krama Raja, berbuatlah sesuatu untuk menyelamatkan Sekar Kencana dan anak manusia itu.. Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu terhadap mereka berdua”
Krama Raja nampak menoleh ke arah Jagat Tirta yang barusan berbicara.. Kemudian melempar pandangan ke arah gw yang sama-sama sedang menanti jawaban positif dari Beliau.. Namun, sosok jin berwujud laki-laki berkumis tipis itu malah menatap Ratu Laut Utara serta Ki Purwagalih.. Dari pandangannya, gw menyimpulkan bahwa Beliau sedang meminta pertimbangan kedua tokoh tersebut.. Tapi, baik Ratu Laut Utara dan Ki Purwagalih sendiri sama-sama terdiam seolah sengaja membungkam mulut.. Dan membuat Krama Raja kembali melemparkan pandangan mata ke Raja Jin, tanpa memberikan kami jawaban apapun..
“Aku akan memberikan Kitab Langit ini ke Raja Jin” Kata gw sambil mengeluarkan kembali Kitab lusuh bersampul kulit binatang berwarna coklat, dari dalam saku bagian depan sweater hitam yang gw kenakan..
Gw yang sudah tidak bisa lagi menahan diri melihat tiada tindakan maupun ucapan dari semua sosok sahabat gaib, mulai melangkahkan kedua kaki ke depan.. Akan tetapi, tiba-tiba Babeh Misar maju kedepan dan merentangkan kedua tangannya yang membuat gw terpaksa menghentikan langkah..
“Lu kaga boleh sembarangan, Tong.. Lu jangan maen nyerahin ntuh Kitab ke si Braja.. Kita tau pan pegimana liciknya si Braja” Cegah Babeh Misar dengan pandangan mata menatap serius..
Gw terdiam dan melirik ke arah Ridho bersama Suluh serta Bimo, yang juga ikut melangkah maju ke depan..
“Engkong lu bener, Bree.. Lu ga boleh gegabah” Tambah Ridho sambil memegangi bahu gw..
Ucapan mereka memang benar.. Gw tidak seharusnya bersikap sembrono dan memutuskan untuk menyerahkan Kitab Langit tanpa persetujuan siapapun.. Dengan hati bimbang, gw menoleh ke arah Krama Raja..
“Pergilah, Ngger.. Serahkan Kitab Langit ke Braja Krama”
Semua pasang mata setiap sosok sahabat gaib yang berada ditempat itu, sontak terbelalak terkejut mendengar kalimat tak terduga yang barusan meluncur dari lisan Krama Raja.. Ketiga saudara gw pun tak kalah kagetnya.. Sementara, Babeh Misar nampak sinis menatap Krama Raja.. Lalu, menurunkan tangan kirinya yang terentang dan menggeser tangan kanan sambil mengacungkan jari telunjuk ke wajah Krama Raja..
“Muka gila! Ane tau ente jin paling sakti di marih.. Cuman ente kaga boleh nyuruh cucu ane ngorbanin diri.. Ane udah keilangan Naga Caglak.. Ane kaga mao keilangan cucu ni ari” Bentak Babeh Misar dengan logat Betawi Depok nan kental yang membuat Krama Raja cukup terkejut..
Gw juga sempat tertegun kaget melihat reaksi Babeh Misar, yang membentak sosok paling sakti diantara semua sahabat gaib, tanpa tersirat rasa takut sedikitpun diwajahnya.. Ridho yang berada disebelah Babeh Misar, segera merangkul lengan Kakek Tua berbaju pangsi hitam itu.. Dan mengajaknya untuk meneruskan omelan, beberapa tombak sedikit jauh dari tempat ia berdiri tadi.. Samar-samar, gw masih bisa mendengar omelan tak jelas masih meracau dari mulut Babeh Misar.. Sementara, Krama Raja sendiri hanya bisa tersenyum setelah mendapat bentakan dari sosok seorang Kakek Tua, yang tingkat usia dan kesaktiannya berada jauh di bawah.. Lalu menoleh kembali ke arah gw yang masih memperhatikan Sang Legenda Bajing Item..
“Aku sepaham dengan tuan Krama Raja.. Sebaiknya kau turuti kemauan Braja Krama, Ngger.. Itu untuk keselamatan Sekar Kencana dan kekasihmu sendiri” Kata Ki Purwagalih yang membuat gw seketika menoleh ke arah Beliau..
Pandangan mata gw mulai menatap ke hampir semua sosok sahabat gaib dan Suluh serta Bimo.. Sementara, Ridho nampak masih menenangkan Babeh Misar.. Bersamaan dengan itu, benak gw mulai menimbang kembali ucapan Ki Purwagalih, yang sama seperti kalimat Krama Raja..
“Tapi, Eyang.. Apakah Braja Krama akan melepaskan kekasihnya dan juga kita semua, jika Imam menyerahkan Kitab Langit? Kita semua sangat mengenal seperti apa sifat Raja Jin.. Kita semua pernah ditipunya beberapa saat lalu” Sanggah Suluh yang memprotes keputusan Krama Raja dan Ki Purwagalih..
Krama Raja sendiri kembali terdiam, seperti sedang menimbang ulang keputusan yang barusan ia berikan ke gw..
“Tunggu apa lagi, anak muda keturunanku? Cepat serahkan Kitab Langit ditangan mu.. Itu pun jika kau masih mau melihat Jin Penjaga dan kekasihmu bernafas” Teriak Raja Jin, yang tanpa diduga mencekik leher Sekar dengan telapak tangan kanannya..
Kedua mata gw terbelalak melihat tubuh Sekar yang menegang kaku karena mungkin telah tertotok oleh Braja Krama, nampak meronta dengan leher tercengkram tangan kanan Raja Jin.. Sementara, ditangan kirinya nampak tubuh Anggie masih terkulai lemah dalam pelukan Braja Krama dan Tongkat Emas milik Penguasa Gaib Tanah Pasundan pun, terlihat melayang-layang di sebelah..
Jagat Tirta yang sudah tak sanggup lagi menahan amarah manakala melihat wanita yang ia cintai sedang kesakitan, segera melesat sambil berniat mengayunkan Pedang Jagat Samudera ke arah Raja Jin.. Akan tetapi, serangan Jagat Tirta nampak diurungkan begitu melihat sang Angkara Murka memutar tubuh Sekar Kencana yang sepertinya akan ia gunakan sebagai tameng.. Dengan wajah merah padam, Jagat Tirta kembali melayang turun ke arah kami semua, sambil menggemeratakkan giginya menahan amarah..
“Mengapa kau urungkan serangan mu cucuku, Jagat Tirta? Dengan senang hati aku akan menggunakan tubuh molek isteri mu, sebagai tameng.. Aku juga tidak segan-segan menggunakan anak gadis manusia di tangan kiri ku ini sebagai perisai, apabila salah satu dari kalian berniat menyerang” Ucap Raja Jin, yang membuat kobaran amarah gw dan Jagat Tirta semakin bergejolak..
Gw melempar pandangan ke arah Jagat Tirta yang terus menatap tajam penuh dendam ke Braja Krama.. Kami berdua memang tidak mempunyai pilihan lain.. Begitu pula dengan sosok-sosok berkekuatan tinggi yang sama tidak berdayanya.. Jika kami memaksakan diri untuk menyerang, maka resikonya Sekar dan Anggie akan terluka.. Satu-satunya pilihan yang ada, hanya menuruti permintaan Braja Krama.. Yaitu, menyerahkan Kitab Langit kepadanya..
Gw menghela nafas panjang dan membulatkan tekad untuk segera memberikan Kitab Langit ke Braja Krama.. Perlahan, gw mulai meneruskan langkah dan maju beberapa tombak ke depan sambil memegangi Kitab Langit di tangan kanan.. Namun, saat sudah berada sekitar lima tombak di bawah Raja Jin, gw menghentikan langkah lagi dan mengulurkan Kitab Langit ke depan..
“Aku akan menyerahkan Kitab Langit kepadamu.. Akan tetapi, bebaskan dulu kedua tawanan.. Aku berjanji selepas itu, aku akan memberikan Kitab Langit dan membukakannya untuk mu” Ucap gw dengan kedua bola mata menyorot tajam..
Raja Jin nampak menyunggingan senyuman dingin untuk sesaat.. Kemudian melirik ke arah Sekar yang lehernya masih berada dalam cengkraman tangannya..
“Baiklah! Aku turuti permintaan mu, anak muda.. Tapi, aku hanya akan melepaskan Sekar Kencana.. Kekasihmu akan aku lepaskan setelah kau membukakan Kitab Langit dihadapan ku”
Kedua mata gw membesar mengetahui Raja Jin hanya menerima setengah dari permintaan gw barusan.. Dengan sangat terpaksa, gw menganggukkan kepala menyetujui nya.. Penguasa Gaib Tanah Pasundan kembali mengulum senyuman senang dan melemparkan tubuh Sekar ke arah semua sosok sahabat gaib berkumpul.. Melihat tubuh isterinya melayang jatuh, Jagat Tirta segera melemparkan Pedang Jagat Samudera dan melesat menangkap Sekar.. Dengan cepat, Jagat Tirta menekan beberapa titik di tubuh Sekar Kencana untuk membebaskan isterinya dari totokan Raja Jin..
Selepas terbebas dari totokan Braja Krama, Sekar langsung memeluk suaminya dengan sangat erat.. Gw yang sempat menoleh ke arah mereka, hanya bisa tersenyum mengetahui satu sosok yang sangat dekat dengan gw telah terlepas dari marabahaya.. Sekar yang masih memeluk Jagat Tirta, menatap gw dengan penuh arti.. Tersirat jelas raut kesedihan di kedua mata beningnya saat melemparkan pandangan ke sosok Anggie, yang masih tidak sadar dalam cengkraman Braja Krama..
“Selamatkan kekasihmu, Kang Mas” Ucap Sekar yang terdengar lirih dalam batin gw..
Gw menganggukkan kepala dan kembali membalikkan tubuh ke arah Braja Krama.. Sosok Penguasa Gaib Tanah Pasundan itu, melirik ke samping.. Tepatnya ke arah Bayu Ambar yang masih melayang-layang beberapa tombak darinya.. Untuk beberapa saat, Raja Jin menatap lekat-lekat wajah Bayu Ambar.. Seolah seperti sedang saling berkomunikasi dalam batin masing-masing.. Kening gw mendadak berkerut karena heran melihat Bayu Ambar, yang nampak menganggukkan kepala dan melesat turun ke arah gw..
Dengan gerakan cepat, Bayu Ambar berpijak turun dan berdiri dibelakang punggung gw.. Lalu melingkarkan lengan kirinya mengalungi leher gw.. Sementara, tangan kanannya mencengkram pergelangan tangan kanan gw yang memegangi Kitab Langit.. Gw sempat mencoba berontak dari cengkraman kedua tangan saudara kembar Jagat Tirta itu, di leher dan pergelangan tangan kanan.. Namun, Bayu Ambar terasa semakin mengencangkan cengkramannya seraya mendekatkan wajah ke tengkuk leher gw..
“Tenang lah, Imam.. Aku mempunyai cara untuk menyelamatkan kekasihmu.. Aku hanya menunggu waktu yang tepat” Bisik Bayu Ambar dari belakang dengan suara hampir tak terdengar..
Gw yang mendengar bisikan Bayu Ambar barusan, sama sekali tidak mempercayai nya.. Percaya pada sosok yang pernah mencoba mengambil alih tubuh gw disaat seperti ini, adalah tindakan yang sangat bodoh.. Dan gw tidak akan pernah mengulangi kesalahan serupa..
“Cucu kesayanganku, Bayu Ambar.. Lekas bawa pemuda itu ke hadapan ku” Ucap Raja Jin dari atas..
Bayu Ambar menganggukkan kepalanya, lalu membawa gw melayang ke atas dan berhenti tepat dua tombak di hadapan Penguasa Gaib Tanah Pasundan.. Kedua mata gw sempat tertegun menatap wajah Anggie yang lemah terkulai..
“Maafin aku, Yank.. Gara-gara aku, kamu harus lewatin semua ini” Ucap gw dalam hati sambil terus menatap teduh wajah gadis itu..
“Sepertinya kau sangat mencintai gadis ini, Ngger?” Tanya Raja Jin seraya melirik ke arah Anggie..
Pandangan gw yang sempat terpaku pada sosok Anggie, langsung terlempar ke wajah Penguasa Gaib Tanah Pasundan.. Lekat-lekat gw menatap wajah sosok Kakek Moyang yang menjadi musuh besar semua sosok gaib di tatar Tanah Pasundan..
“Jika kau ingin aku melepaskan kekasih mu, sebaiknya lekas kau buka Kitab yang ada ditangan kananmu itu”
Gw menghela nafas karena sejujurnya, perasaan ini sangat berat untuk menuruti keinginan Raja Jin.. Satu sisi, gw yakin dia akan menggunakan Kitab Langit di jalan yang sesat.. Sementara disisi lain, gw tidak bisa membiarkan gadis yang sangat gw cintai terus berada dalam cengkraman Braja Krama..
“Turuti saja permintaan Braja Krama.. Percayalah, aku akan membantu mu, Imam”
Lagi-lagi Bayu Ambar berbisik dari arah belakang dan membuat gw merasa semakin tidak percaya akan kalimatnya.. Namun, gw sadar ini bukan saat yang tepat untuk memikirkan ucapan Bayu Ambar.. Sedangkan dihadapan gw, Raja Jin menatap dengan penuh harap ke Kitab Langit.. Perlahan, Bayu Ambar melepaskan cengkraman tangan di pergelangan tangan kanan gw dan mengendurkan lingkaran lengan kiri yang membelit leher..
Gw kembali menghela nafas panjang dan mulai mengulurkan Kitab Langit ke depan.. Lalu memegang kedua sisinya dengan menggunakan dua telapak tangan.. Ingatan gw kembali ke tiap cara yang telah dijelaskan Ki Purwagalih, tentang bagaimana cara membuka Kitab Pusaka itu.. Dengan menumpu bagian bawah Kitab Langit menggunakan lengan kiri, gw menggigit ujung ibu jari di tangan kanan..
“AARGH..”
Gw sempat terpekik pelan saat merasakan rasa sakit terbit di ujung Ibu jari.. Bersamaan dengan merembesnya darah berwarna merah segar yang keluar dari ujung jempol.. Tiap tetes darah gw jatuhkan ke masing-masing gambar berpola Matahari, Bulan dan Bintang.. Perlahan namun pasti, tiap gambar tersebut bercahaya semakin terang setelah masing-masing tertetesi darah.. Gw pun mulai menarik nafas dan menahannya.. Lalu, perlahan gw membuka Kitab Langit setelah membaca Basmallah dan merapalkan mantera yang pernah disebutkan Ki Purwagalih..
Sama seperti saat pertama kali membuka Kitab Langit, yang gw dapati hanya dua kertas aneh berwarna coklat tanpa ada tulisan apapun didalamnya, begitu membuka Kitab Pusaka itu.. Gw pun menunggu untuk beberapa saat dan sempat melirik ke arah Braja Krama yang kedua matanya nampak berbinar.. Merasa muak berlama-lama memandangi wajah Penguasa Gaib Tanah Pasundan, pandangan gw kembali terlempar ke dua kertas coklat isi bagian dalam Kitab Langit.. Senyuman lega tersungging di wajah gw, begitu melihat tulisan asing seperti aksara jawa kuno mulai muncul diatasnya..
“Cepat katakan apa yang kau lihat disana, Ngger” Perintah Braja Krama dengan wajah penuh nafsu dan melonggarkan pelukannya dari tubuh Anggie, sambil melayang lebih dekat..
Gw menatapnya untuk sesaat dan melihat lagi ke beberapa baris tulisan kuno yang benar-benar tidak gw mengerti akan maknanya..
“Bacalah mantera yang pernah dibisikkan puluhan suara-suara asing tempo hari, Imam.. Karena kau lah Sang Pembuka.. Itu satu-satunya cara agar kau bisa mengalahkan Braja Krama dan menyelamatkan kekasihmu” Bisik Bayu Ambar dalam batin, yang membuat gw mengangkat wajah menatap Braja Krama karena saking terkejutnya..
Bagaimana mungkin Bayu Ambar mengetahui pertemuan gw dengan Ki Purwagalih untuk membuka Kitab Langit? Bagaimana ia tahu akan bisikan-bisikan itu? Apakah selama ini Bayu Ambar memata-matai gw?
Berbagai pertanyaan yang memenuhi benak, membuat gw sendiri tertegun memikirkan ucapan Bayu Ambar sambil terus menatap nanar ke arah Raja Jin..
“Mengapa kau menatap ku seperti itu, Ngger? Apa yang kau lihat? Cepat katakan! Atau ku jadikan abu tubuh kekasihmu ini” Bentak Braja Krama yang membuat gw tersadar dari ketertegunan..
“Maaf! Aku perlu waktu untuk memahami tulisan ini.. Berikan aku waktu beberapa saat lagi” Ucap gw beralasan..
Tak mau Anggie kenapa-napa, gw menganggukkan kepala dan kembali menatap ke arah tulisan asing.. Benak gw mulai memikirkan ucapan Bayu Ambar.. Apa mungkin dia benar berniat membantu gw? Jika ternyata Bayu Ambar hanya ingin menjebak gw untuk kedua kali bagaimana jadinya nanti?
“Percayalah padaku, Imam.. Aku akan menyerang Braja Krama dan menyelamatkan kekasihmu, setelah kau membaca mantera itu dengan sepenuh hati.. Itu janji ku.. Lekaslah kau baca sekarang juga” Ucap Bayu Ambar dalam batin gw, dengan nada suara sangat meyakinkan..
Batin gw mulai bimbang memikirkan ucapan Bayu Ambar.. Satu sisi, gw takut ini hanya rekayasanya saja untuk kembali menguasai raga gw.. Tapi disisi lain, mungkin Bayu Ambar benar-benar ingin membantu dan ini bisa jadi satu-satunya cara untuk menyelamatkan Anggie..
Gw menghela nafas panjang dan memutuskan untuk menuruti Bayu Ambar.. Gw mulai memejamkan kedua mata, lalu mencoba memusatkan fikiran masih dengan nafas yang tertahan.. Tak butuh waktu lama, gw merasakan keheningan dalam benak serta suasana mencekam mulai mengepung diri.. Sayup-sayup, terdengar suara seorang wanita yang sedang melantunkan sebuah tembang jawa kuno dengan sepenuh jiwa.. Bersamaan dengan itu, terdengar pula puluhan suara-suara asing berbisik didua indera pendengaran gw.. Bisikannya terdengar saling tumpang tindih dengan suara tembang yang dilantunkan seorang wanita..
“Sang Angkara Murka akan lenyap saat kau menyatu dengan si pembuka.. Darah akan tertumpah saat Angkara Murka mengalah.. Aku lah darah si Pembuka yang akan menutup mata Angkara Murka” Ucap gw dalam hati dengan sepenuh jiwa mengikuti bisikan puluhan suara-suara asing yang terdengar sedikit berbeda memenuhi indera pendengaran...
dodolgarut134 dan 15 lainnya memberi reputasi
16