Kaskus

Story

agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.

Ilustrasi Ronggo Geni

Diary 2 Dunia

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Diary 2 Dunia

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.

Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi

Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.

Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.

Silahkan di nikmati

Quote:





Spoiler for ILUSTRASI:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
heartbeat6661Avatar border
silamputamanAvatar border
User telah dihapus
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread1Anggota
Tampilkan semua post
agusk1988Avatar border
TS
agusk1988
#2179
PART 84

Quote:



Setelah siswa tadi di pegang i Rudi dengan erat,, aku lantas memegang ubun ubun nya dan melafalkan beberapa doa serta amalan yang diajarkan pak dhe ku..

Benar saja,, siswa tadi makin meronta ronta dan membuat Rudi serta Firman kewalahan.. Tubuhnya menggeliat seperti cacing kepanasan setelah aku bacakan amalan dan meniupkan nya ke ubun ubun nya..

Quote:


Karena aku mengiyakan permintaan nya,, jin yang memasuki tubuh teman mbak Arin pun keluar dengan sendirinya.. Kontan hal itu membuat siswa tadi lemas dan jatuh pingsan.. Mengetahui hal itu,, seisi aula langsung panik dan mengira kalau siswa tersebut meninggal..

Sebagian besar dari mereka menyalahkan ku.. Terutama siswa siswi sma 2 yang memang tak mengenal siapa diri ku.. Mulut mereka baru terbungkam saat mbak Arin dan mbak Tasya yang telah kembali dari lapangan setelah selesai membakar peralatan jelangkung yang ku minta..

Mbak Arin dan Mbak Tasya langsung menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi.. Sementara aku tersendiri hanya tersenyum kecut karena melihat begitu mudah nya mereka memvonis orang lain bersalah tanpa mencari tahu duduk permasalahan nya terlebih dahulu..

Selepas kepanikan berhenti,,..? Samar samar aku mendengar sebuah suara di telinga.. Dia meminta ku untuk mengikuti nya.. Aku yakin kalau dia adalah jin yang tadi nya merasuki teman mbak Arin.. Namun kenapa dia tidak menampakkan sosok nya..

Nadia dan Nilam Sari yang sudah menyelesaikan tugas nya,, tahu situasi yang saat ini aku alami..

Aku lantas keluar dari aula dan pergi ke tempat suara tadi mengajak ku..


Quote:



Perasaan ku kini campur aduk.. Gak tnya salah, bertanya tetep salah juga.. Sementara Mas Dion dan Mas Fajar hanya tertawa cekikikan melihat ku dianiaya para cewek..

Mbak Dina dan Rudi yang biasanya ikut,, ntah kenapa kali ini memilih tetap tinggal di aula lemcadika saja.. Sama halnya dengan Firman serta Shinta.. Hanya Kanaya yang ikut dan bergabung dengan kelompok mbak silvi..

Suara yang ku dengar terhenti disebuah rel kereta api tua.. Rel loco tepat nya.. Memang tak jauh dari lemcadika, ada sebuah rel loco yang melintas di kota ku.. Rel ini biasanya dipakai loco untuk mengangkut kayu yang di tebang dari hutan, terus dibawa ke pusat pemotongan kayu.. Buat kalian yang awam dengan loco,, bisa searching di gugel..

Quote:


Pantas jin tadi hanya terdengar suaranya saja tanpa tampak wujud nya.. Rupa nya tubuhnya sudah hilang, hanya tersisa kepalanya saja yang melayang layang tak jauh dari tempat ku dan Nadia berdiri..

Darah segar terus saja menetes dari bawah leher nya yang terputus.. Bau anyir pun langsung tercium menusuk hidung.. Sementara mulutnya tersenyum menyeringai karena berhasil membuat ku mengikuti nya..

Nadia yang tak kuat dengan pemandangan seperti itu untuk waktu yang lama,, langsung muntah muntah... Sementara aku sendiri tetep bertahan agar jangan sampai mangga yang tadi ku makan terbuang sia sia..

Quote:



Bagai kerbau dicocok hidung nya,, entah kenapa aku menuruti begitu saja perkataan nya untuk memejamkan kedua mata ku.. Karena tak ingin terjadi apa-apa,, aku meminta mas Dion dan mas fajar untuk menjaga tubuh ku..

Selepas mata ku terpejam, Tubuh ku serasa diajak menyusuri lorong waktu.. Sangat lama sampai nafas ku terasa sangat berat..

Setelah jin tadi mengizinkan, aku pun langsung membuka kedua mata ku.. Dan alangkah terkejut nya diri ku saat mengetahui dimana diri ku berada.. Aku kini berada di atas loco yang melaju perlahan.. Namun bukan kayu yang diangkut, melainkan orang orang dengan atribut palu arit di baju nya..

Dalam kondisi tangan dan kaki terikat,, orang orang ini disiksa hingga sekujur tubuhnya penuh luka memar.. Setelah puas menyiksa,, tentara lantas menyembelih orang orang tadi dan melemparkan kepalanya begitu saja dari atas loco..

Hampir saja diriku muntah karena tak tahan melihat begitu mengerikan nya pembantain anggota palu arit.. ( buat yang punya kakek atau nenek yang masa remaja nya sekitar tahun 65-66, coba tanya.. Pasti sering melihat orang disembelih dan mayat nya di buang begitu saja di sungai.. Bahkan menurut mbah ku,, Sungai waktu itu warna nya bukan jernih lagi.. Melainkan merah karena penuh dengan darah dan mayat tanpa kepala yang mengambang sepanjang aliran sungai.. )..


Tiba akhirnya aku mengenali sosok terakhir yang disembelih oleh para tentara.. Dia lah kepala yang merasuki temennya mbak Arin dan memperlihatkan ku adegan saat ini.. Setelah lehernya putus..? Orang terakhir tadi kepalanya langsung di buang begitu saja.. tak jauh dari tempat tubuh asli ku dan mbak silvi berada..

Sementara tubuhnya dibiarkan begitu saja tergeletak bersimbah darah di atas loco.. Tubuh tersebut baru di buang begitu saja saat melintasi sebuah sungai yang lumayan besar.. Pantas saja kepala tadi tak menemukan kepalanya karena terhalang oleh sungai..

Sungai merupakan momok bagi sebagian pemilik ilmu kejawen.. Pemilik rawa rontek,, tak akan bisa hidup kembali kalau bagian tubuhnya di potong potong dan di pisah kan oleh sebuah sungai.. Sama seperti pemilik Ajian pancasona yang darah nya tak boleh sampai menyentuh tanah..

Saat tubuh terakhir dibuang,, aku pun kembali ke tempat dan waktu seharusnya aku berada..

Quote:


Karena semua tak siap dan tak tahu kalau aku kan berlari , mereka semua tertinggal dan menjerit sekeras keras nya mengetahui diri ku telah kabur terlebih dahulu...

Yang tak aku duga., mbak silvi dan kanaya menangis karena saking takutnya aku tinggal.. Mereka tetep saja berdiri di tempat nya sementara mbak Arin dan yang lain telah ikut lari menyusul ku..

Karena kasihan aku menghentikan lari ku dan menjemput mereka berdua.. Diriku pun diliputi rasa bersalah yang amat besar karena telah menyebabkan dua gadis ini menangis.. Saat ku tanya kenapa tak ikut berlari, mereka bilang sempat sekilas melihat potongan kepala yang tadi aku ceritakan.. Hal itu membuat tubuh mereka langsung kaku hingga kaki mereka tak bisa digerakkan..

Setelah aku hibur,, mbak silvi dan kanaya akhirnya menghentikan tangis nya juga.. Disamping itu aku juga minta maaf karena bercanda nya keterlaluan.. Dan bisa di tebak,, mereka berdua langsung ngambek dan mengacuhkan diriku dengan nyelonong begitu saja menyusul mbak Arin dan mbak Tasya yang ikut berhenti sebentar..

Quote:


Setengah berlari aku mengejar kelompok mas Dion dan Mbak Novita yang sudah berjalan cukup jauh.. Dan aku akhirnya bisa juga menyusul nya meski dengan nafas ngos2an.. Tenaga ku sudah terkuras habis manakala di ajak jin potongan kepala tadi ke ingatan masa lalu nya.. Dengan segenap tenaga yang tersisa, aku menguatkan diri agar segera sampai di lemcadika..

Namun apa daya.. Tenaga ku seperti nya sudah bener bener habis hingga tanpa sadar diri ku terjatuh di aspal.. Kepala ku terasa sangat berat sekali,, sementara pandangan ku sudah kabur..

Mengetahui hal itu, mbak silvi yang tadinya marah langsung berbalik dan menghampiri tubuh ku yang tergeletak di tengah jalan.. Dia panik dan meminta Mas Dion serta mas fajar membopong tubuh ku ke pinggir jalan.. Aku sudah tidak bisa melihat dengan jelas apa yang dilakukan mbak silvi dan mas Dion.. Terakhir yang aku ingat mbak silvi menangis dan memangku kepala ku di paha nya emoticon-Malu (S)
Selepas itu aku tak ingat apa apa lagi karena jatuh pingsan..
meqiba
wakazsurya77
efti108
efti108 dan 13 lainnya memberi reputasi
14
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.