Kaskus

Story

juraganpengkiAvatar border
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..

Prolog

Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..

Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)

SIDE STORIES

Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
devanpancaAvatar border
iskrimAvatar border
adriantzAvatar border
adriantz dan 133 lainnya memberi reputasi
128
2.1M
8K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
juraganpengkiAvatar border
TS
juraganpengki
#5428

Braja Krama Versus Krama Raja...

Gw yang mendengar Penguasa Gaib Tanah Pasundan menyebut nama sosok berambut acak-acakan disebelah gw dengan nama Krama Raja, cukup terkejut.. Jadi memang benar ucapan Raja Jin beberapa saat lalu, sebelum menuruti Ki Purwagalih untuk melepaskan para tawanan.. Gw sempat ingat dia menyebut nama Krama Raja merupakan tawanan terakhir yang tidak akan ia lepaskan.. Awalnya gw tidak percaya.. Karena melihat penampilan dan lemahnya sosok laki-laki yang terikat rantai diatas marmer hitam jauh dari kesan seorang Krama Raja, saudara Raja Jin yang mempunyai kesaktian seimbang.. Tapi mendengar pengakuannya sebagai Pamanda gw dan kesaktiannya menangkap petir ciptaan Raja Jin tadi, mau tidak mau gw harus percaya bahwa sang penyelamat disebelah gw ini adalah Krama Raja.. Namun, bagaimana pula seorang lemah yang terjerat rantai, bisa lepas dan menahan serta mengembalikan serangan Penguasa Gaib Tanah Pasundan?

Pandangan gw terus mengamati sosok laki-laki berwajah samar tertutupi rambut panjang acak-acakan di sebelah, yang kedua matanya menyorot tajam dari balik rambut.. Gw cukup dibuat penasaran ingin melihat seperti apa wajah saudara kandungnya Raja Jin itu.. Apakah sama seperti wajah gw, Jagat Tirta dan Bayu Ambar? Ataukah berbeda..

Perlahan, sosok bergamis putih itu melepaskan rangkulannya di bahu gw.. Lalu, menyibak rambut panjangnya yang menutupi wajah.. Kedua mata gw membesar begitu melihat wajahnya yang ternyata juga hampir serupa dengan wajah Raja Jin., Hanya sedikit perbedaan disana.. Yaitu sebaris kumis tipis di atas bibir Krama Raja yang membuat penampilan wajahnya lebih gagah..

“Mengapa tangan mu gemetaran, Braja? Apa bebasnya diriku membuat kau takut?” Tanya Krama Raja dengan wajah menyiratkan raut dendam..

“Bedebah! Aku sama sekali tidak takut akan dirimu, Krama.. Meski kau ada atau pun tidak, aku tetap akan melenyapkan semua yang menentang ku.. Termasuk kau sendiri” Jawab Raja Jin sambil menghunus Tongkat Emas bertahtakan Permata Merah ke arah Krama Raja..

Krama Raja sendiri menyunggingkan senyuman dingin mendengar ancaman saudaranya barusan.. Gw melihat tidak ada raut ketakutan sedikitpun di wajah Beliau.. Yang terlihat adalah rasa percaya diri dan keyakinan bahwa ia akan mampu mengalahkan Sang Angkara Murka.. Perlahan, Krama Raja melempar kan pandangan ke arah semua sosok sahabat gaib dab ketiga saudara.. Wajah Ratu Laut Utara yang sudah menyandarkan tubuh Anggie di sebelah Sekar, nampak menyimpulkan senyuman sumringah menatap Krama Raja dengan kedua mata berbinar.. Begitu pula dengan wajah-wajah lain yang meski sudah dalam keadaan terluka dalam, namun masih sempat menggariskan sebuah senyuman masing-masing.. Gw dapat jelas melihat bahwa harapan mereka atas terbebasnya Krama Raja, akan membantu menumpas angkara murka..

Pandangan Krama Raja sempat tertegun untuk sesaat, menatap sosok Jagat Tirta.. Lalu melemparkan pandangannya lagi ke arah gw disusul sebuah senyuman manis yang terkembang.. Entah apa yang ada dalam benak Beliau, yang pasti gw mengaminkan harapan semua sosok sahabat gaib agar Krama Raja mampu membuat Raja Jin bertekuk lutut..

“Lekas kau serang aku, Krama! Kemunculan mu tidak berpengaruh banyak pada ku.. Ingat, tanpa Kitab Langit kau tidak akan mampu mengalahkan ku”

Mendengar ucapan Raja Jin, Krama Raja menoleh ke arah saku sweater hitam dimana gw menyembunyikan Kitab Langit.. Lalu beliau menganggukkan kepala sambil mengulurkan tangannya ke depan gw.. Awalnya, gw ragu untuk menuruti kemauan Krama Raja yang meminta gw untuk menyerahlan Kitab Langit.. Pandangan mata gw sempat terlempar ke Ki Purwagalih untuk menanyakan pendapat beliau.. Begitu gw melihat Ki Purwagalih juga menganggukkan kepalanya tanda setuju, gw pun secara perlahan mengeluarkan Kitab yang di minta Krama Raja..

Sebuah Kitab yang terbuat dari kulit binatang berwarna coklat lusuh, dengan kedua tanda berpola Bintang dan Langit yang memendarkan sinar, gw serahkan ke Krama Raja.. Saudara Raja Jin itu mengambil Kitab Langit dan memperhatikan bentuk luarnya.. Lalu, tertegun menatap bagian gambar berpola matahari yang nampak gelap tanpa pendaran sinar.. Kemudian, melirik ke arah bahu kanan gw.. Sepertinya, Beliau mengetahui ucapan Ki Purwagalih yang telah menyematkan Kitab Langit Bagian Matahari disana..

Dari jarak berbeda, Raja Jin nampak memandang dengan sorot mata meremehkan ke Krama Raja yang sedang memegangi Kitab Langit.. Mungkin dia masih meyakini bahwa Kitab yang ada dalam pegangan tangan Krama Raja adalah palsu..

“Percuma kau gunakan Kitab itu untuk mengalahkanku , Krama.. Karena Kitab Langit yang ada ditanganmu adalah Kitab palsu”

Krama Raja sendiri tidak mengindahkan ejekan Raja Jin.. Beliau malah melepaskan pegangan tangan kirinya dari Kitab Langit dan meraba bahu kanan gw.. Untuk beberapa saat, kedua mata Krama Raja terpejam.. Bersamaan dengan munculnya rasa panas dari bahu kanan gw.. Sambil mengepalkan kedua tangan, gw menahan sengatan rasa panas yang berasal dari telapak tangan kiri Krama Raja.. Gw tahu beliau akan mengambil Kitab Langit Bagian Matahari dari sana dan membungkam mulut Raja Jin..

Secara perlahan, Krama Raja mengangkat telapak tangan kirinya dari bahu kanan gw, seiring rasa panas yang seketika lenyap.. Dengan cepat, saudara Raja Jin itu mengusap telapak tangan kiri ke bagian gambar berpola Matahari di sampul Kitab Langit.. Dan, ajaib.. Lamat-lamat, pola gambar Matahari yang tadinya gelap tanpa sinar, kini mulai memendarkan cahayanya yang hangat.. Senyuman puas tersungging dari wajah laki-laki berambut panjang yang nampak diterangi sinar kuning dari Kitab Langit.. Sementara, wajah Raja Jin sendiri nampak menatap tanpa sedikit pun berkedip..

“Sebagai Penguasa Gaib Tanah Pasundan, kau termasuk Raja Jin yang bodoh, Braja Krama.. Kau masih bisa ditipu Ki Purwagalih.. Kitab Langit yang ada ditangan ku ini adalah yang asli.. Hanya saja, bagian Matahari Kitab ini sempat disematkan Ki Purwagalih di bahu keturunan mu”

Merah padamlah wajah Braja Krama setelah mendengar pengakuan saudara nya itu.. Pandangan sang Penguasa Gaib Tanah Pasundan pun terlempar ke arah Ki Purwagalih yang sedang menyimpulkan senyum kemenangan.. Gw yang melihat Raja Jin telah tertipu mentah-mentah oleh Ki Purwagalih, hanya bisa tersenyum senang..

“Bedebah! Berani nya kau membohongiku.. Aku bersumpah akan melenyapkan mu pertama kali Purwagalih” Bentak Raja Jin sambil mengayunkan Tongkat Emasnya ke arah Ki Purwagalih..

Selarik sinar merah seketika melesat dari batu permata merah di tahta senjata Raja Jin.. Suara menderu terdengar seiring melesatnya sinar berwarna merah.. Dari suara tersebut, jelas hawa sakti yang terkandung dalam sinar itu sangat tinggi..

Ratu Laut Utara yang melihat ancaman akan datang, segera melayang ke depan Ki Purwagalih dan semua sosok sahabat gaib.. Sambil menghunus tongkat yang berwarna sama emas, Penguasa Laut Kerajaan Utara memasang wajah jelita namun bengis..

Akan tetapi, tiba-tiba Krama Raja menyerahkan kembali Kitab Langit ke pegangan tangan gw.. Lalu melesat secepat kilat menghadang selarik sinar merah ciptaan Raja Jin.. Dengan gerakan bersalto sebanyak tiga kali, Krama Raja mendarat dua tombak di hadapan Ratu penguasa Kerajaan Laut Utara.. Kemudian sambil memutar tubuh, sosok bergamis putih tersebut menggunakan dua telapak tangannya untuk menghadang sinar merah..

Untuk beberapa saat, semua mata nampak memandang ke arah wajah Krama Raja yang nampak menyiratkan raut keterkejutan, begitu membendung sinar merah.. Tubuh beliau terlihat terseret mundur sejauh setengah tombak ke belakang, masih dengan dua telapak tanga menahan hantaman sinar merah.. Gw juga sempat merasa cemas, menatap Krama Raja yang seakan tidak mampu mematahkan serangan Raja Jin.. Terlebih, begitu mengetahui Penguasa Gaib Tanah Pasundan itu yang menyimpulkan senyuman penuh keyakinan..

Tiba-tiba, sosok Krama Raja kembali memutar tubuhnya namun kali ini melesat ke atas angkasa sambil mengarahkan dua telapak tangan ke arah sama.. Sontak selarik sinar merah mengandung hawa kesaktian tinggi, terlempar menghantam udara kosong di balik awan..

DARRR...

Suara ledakan samar terdengar dari balik gumpalan awan dilangit yang kelam.. Bersamaan dengan itu, warna awan juga kembali dipenuhi cahaya merah efek ledakan.. Sosok Krama Raja yang berhasil mematahkan serangan lawan, nampak melayang turun dari angkasa.. Disambut senyuman semua sosok sahabat gaib termasuk ketiga saudara dan gw.. Sementara di lain pihak, wajah Raja Jin lagi-lagi menunjukkan reaksi sangat terkejut..

“Pengecut! Jangan cari lawan yang kesaktiannya berada di bawah mu, Braja Krama.. Aku lah lawan mu saat ini” Bentak Krama Raja yang nampaknya sudah mulai tersulut emosi..

Mendengar bentakan Krama Raja, Penguasa Gaib Tanah Pasundan meludah ke samping.. Lalu memindahkan pegangan Tongkat emasnya ke tangan kiri..

“Aku terima tantangan mu, saudara ku.. Asalkan kau tidak menggunakan Kitab Langit untuk menyerang, aku yakin akan mudah mengalahkan mu nanti”

Hampir bersamaan dengan sosok Penguasa Laut Utara, Krama Raja kedua matanya memandangi Raja Jin..

“Aku tidak lah licik seperti mu, Braja Krama.. Kau lihat sendiri Kitab Langit berada di Sang Pembuka, yaitu pemuda titisan Jagat Tirta.. Aku sama sekali tidak membutuhkan kekuatan Kitab Langit untuk bisa membungkam mulut besar mu itu” Balas Krama Raja sambil menunjuk ke arah Raja Jin dan membuat wajah saudara nya itu memerah karena malu..

Sebuah senyuman dingin tersungging di wajah Raja Jin.. Bersamaan dengan pandangan kami semua yang kembali menatap ke arah sosok Penguasa Gaib Tanah Pasundan itu.. Sosok berjubah kebesaran warna merah ditaburi permata tersebut, nampak memejamkan mata dan merentangkan kedua tangan nya ke samping..

Tiba-tiba, Tongkat Emas Raja Jin terlepas dari pegangan tangannya dan melayang sendiri ke atas kepala.. Lalu, ia mengangkat kedua tangan ke atas, hingga dua telapak tangan bertemu persis diatas nya, tepat sejengkal dibawah pangkal Tongkat Emas.. Kemudian, perlahan-lahan Raja Jin menurunkan dua telapak tangan yang telah bertemu itu dan terhenti ditengah dada..

Entah ajian apa yang akan dikeluarkan Penguasa Gaib Tanah Pasundan, mulutnya terlihat berkomat-kamit masih dengan dua telapak tangan menyatu di depan dada.. Tiba-tiba sinar rembulan yang selama ini tertutup dibalik gelapnya awan, menyeruak menyorot sosok Raja Jin.. Bersamaan dengan kedua mata Penguasa Gaib Tanah Pasundan yang terbuka, disusul dengan kemunculan tiga bayangan dirinya di atas tanah berbatu pegunungan.. Begitu pula dengan Senjata Tongkat Emas milik Braja Krama yang masih melayang diatas kepala.. Tiga bayangan tongkat sakti itu pun tercipta tepat di atas kepala ketiga bayangan Raja Jin..

Pandangan gw langsung terlempar ke arah Sekar yang juga nampak terkejut melihatnya.. Ajian yang akan digunakan oleh Raja Jin, pernah kamis saksikan secara bersama-sama di teras rumah gw.. Sewaktu Raja Jin mengobati Santet yang menyerang Ibu..

Dan, benar saja dugaan gw.. Sosok ketiga bayangan hitam Raja Jin yang ada diatas lantai, memisahkan diri dari raga nya dan masing-masing nampak terpisah.. Tidak cukup sampai disitu, tiba-tiba ketiga bayangan yang sudah terpisah tersebut bergerak menyeruak hidup dan mencoba bangkit keluar dari tanah berbatu.. Kemudian, tiga sosok bayangan hitam yang sudah berdiri tegak tepat dihadapan Penguasa Gaib Tanah Pasundan, perlahan-lahan menjelma menjadi sosok sama dengan dirinya..

Semua terjadi hampir berbarengan dengan munculnya pula tiga Tongkat Emas dari bayangan yang ada di atas tiga bayangan sosok Raja Jin.. Kini, yang terlihat di hadapan kami semua adalah empat sosok Penguasa Gaib Tanah Pasundan yang sama-sama memegangi empat Tongkat Emas..

Hampir semua yang melihat tertegun terpana, mendapati empat sosok Penguasa Gaib Tanah Pasundan yang masing-masing sedang menyimpulkan senyuman dingin ke arah Krama Raja.. Gw sempat mencoba mengukur sampai mana hawa sakti yang dimiliki ketiga bayangan jelmaan Ajian aneh ciptaan Raja Jin.. Namun, gw seketika tersentak kaget saat merasakan semua bayangan itu memiliki kekuatan yang sama tak terukurnya dengan sosok asli Penguasa Gaib Tanah Pasundan.. Seharusnya, jika Raja Jin menciptakan sosok tiruan maka kekuatannya pun akan terbagi.. Tapi, yang terjadi malah sebaliknya.. Seolah-olah, dihadapan kami memang benar-benar ada empat sosok Braja Krama yang asli..

Pandangan gw langsung terlempar ke arah Krama Raja.. Sosok Jin berwujud laki-laki bergamis putih itu, nampak menyunggingkan senyuman kecil melihat Ajian yang digunakan saudara sekaligus lawannya..

“Apa kau lupa aku juga menguasai Ajian yang kau gunakan saat ini, Braja?” Tanya Krama Raja yang disambut oleh pandangan heran semua sosok sahabat gaib, termasuk Ratu Laut Utara..

Tanpa banyak berfikr, Krama Raja melayang tiga tombak ke depan.. Lalu, melakukan hal sama persis seperti yang sudah dilakukan Raja Jin.. Jika Penguasa Gaib Tanah Pasundan memunculkan bulan dan membentuk ketiga bayangan dari terpaan sinarnya, lain hal dengan Krama Raja.. Beliau menengadahkan kedua tangannya ke atas sambil memandang angkasa..

Langit yang mulai terlihat terang oleh sinar rembulan, mendadak bertambah indah dan kian benderang dengan kemunculan jutaan bintang dari balik awan.. Tanpa diperintah, sebagian dari jutaan bintang yang memenuhi angkasa raya, seakan menyatu pada satu titik dilangit dan menyorotkan cahayanya ke tubuh Krama Raja.. Sama seperti yang terjadi dengan Raja Jin.. Dari terpaan sinar bintang yang berwarna indah keperakan, muncul tiga bayangan Krama Raja diatas tanah berbatu.. Lalu, menyeruak hidup dan menjelma menjadi sosok yang dianggap Raja Jin sebagai sang pemberontak..

“Kau lihat sendiri, jelmaan ku siap melawan tiruan mu, Braja Kra...”

“Bedebah! Ku hancurkan kau” Teriak Braja Krama memotong kalimat Krama Raja yang belum habis..

Bersamaan dengan teriakan yang menggema, empat sosok Penguasa Gaib Tanah Pasundan langsung melesat secepat kilat ke arah lawan.. Krama Raja yang sudah siap, juga melesat menyongsong serangan Raja Jin.. Dan yang terjadi berikutnya adalah pertempuran sangat hebat.. Masing-masing sosok jelmaan dan sosok asli berkelebat saling menyerang.. Gw yang hanya bisa menonton pertempuran, tidak lagi mampu membedakan mana sosok asli dari kedua saudara yang gerakan tubuhnya berubah laksana bayangan merah dan putih..

Suara erangan kesakitan sempat beberapa kali terdengar, saat dua sejumlah sinar merah dan putih di udara dan menimbulkan ledakan bola api cukup besar.. Tapi, tak satu pun dari keempat pasangan tubuh itu yang terjungkal kalah.. Pertarungan antara dua sosok paling sakti di tatar Tanah Gaib Pasundan beserta ketiga pasang jelmaannya, benar-benar seimbang..

Hingga di satu kesempatan, terdengar lagi suara pekik kesakitan dari sosok jelmaan Raja Jin yang dadanya hangus dihantam oleh telapak tangan Krama Raja.. Lalu , sekuat tenaga sosok jelmaan Krama Raja menendang Raja Jin tiruan tepat dikepala.. Sambil melesatkan dua sinar putih dari telapak tangannya yang seketika menghancurkan tubuh tiruan Raja Jin menjadi abu..

Semua sosok sahabat gaib dan ketiga saudara yang melihat wujud jelmaan Krama Raja berhasil mengalahkan tubuh tiruan Raja Jin, nampak memasang senyuman senang.. Bahkan Ridho sempat bersorak kegirangan namun langsung terdiam sambil meringis kesakitan setelah di injak kaki kirinya oleh Suluh.. Semua Jin Penjaga ketiga saudara yang sudah keluar dari raga Ridho, Suluh dan Bimo terlihat serius memperhatikan ke arah medan pertempuran.. Akan tetapi, rasa senang yang sempat terbit dibatin kami masing-masing, mendadak lenyap begitu melihat salah satu tubuh sosok jelmaan Krama Raja juga meregang nyawa akibat hantaman sinar merah dari permata yang tersemat diujung Tongkat Emas Raja Jin..

Melihat hal itu, tanpa ampun ketiga sosok Krama Raja menyerang ketiga sosok Raja Jin dengan membabi buta.. Beberapa jurus kesaktian dua sosok tiruan Krama Raja pun, mendarat tepat di tubuh dua sosok jelmaan Raja Jin hingga membuat mereka terbanting keras diatas tanah dengan dua buah lubang hangus menganga di perut dan dada.. Akan tetapi, sebelum tubuh dua sosok yang sudah terluka sangat parah itu lenyap, mereka masih sempat mengayunkan Tongkat Emas masing-masing ke arah dua jelmaan Krama Raja.. Sepasang sinar merah kembali melesat secepat kilat dan menghantam punggung serta dada atas dua sosok tiruan Krama Raja.. Akhirnya, ketiga pasang sosok jelmaan dari Ajian sama yang di kerahkan Raja Jin serta Krama Raja, meregang nyawa nya dan lenyap menjadi abu hitam dan menyisakan dua sosok asli si pengguna Ajian..

Raja Jin yang sempat tertegun melihat sosok jelmaannya telah musnah, sedikit lengah.. Tak mau kehilangan kesempatan emas, tubuh Krama Raja mendadak lenyap dan kembali muncul tepat disamping Braja Krama sambil mengayunkan sebuah tendangan dari pergelangan kaki kiri yang seluruhnya berwarna hitam..

DUGGH...

Suara hantaman kaki Krama Raja yang tepat mengenai bahu kanan Raja Jin terdengar keras dan membuat sosok Penguasa Gaib Tanah Pasundan terlempar jauh ke samping.. Bersamaan dengan itu, Tongkat Emas senjata Braja Krama pun terlepas dari pegangan tangannya dan tertancap tiga tombak dari tempat ia terhempas jatuh.. Bayu Ambar yang berada beberapa tombak di atas Raja Jin hendak membantu Kakek nya itu, namun terpaksa ia urungkan saat melihat kedua mata Krama Raja menyorot tajam ke arahnya..

Dengan perlahan dan sambil menepis debu yang mengotori jubah serta baju kebesarannya, Raja Jin perlahan bangkit.. Pandangannya sempat terlempar ke arah Tongkat Emas yang masih tertancap di atas tanah tiga tombak disamping.. Lalu, sosok Braja Krama mengamati sekujur lengan kanannya yang berubah menghitam dari pangkal bahu hingga ujung jari.. Melihat warna kulit Raja Jin yang tadinya putih, namun berubah menghitam setelah terkena tendangan kaki kiri Krama Raja, gw bisa menyimpulkan bahwa ia telah terkena racun sangat mematikan akibat tendangan tadi..

Akan tetapi, bukan Raja Jin namanya jika harus menyerah meski sedang terluka yang menurut gw cukup parah itu.. Dia malah tersenyum menyeringai sambil membuka telapak tangan kirinya ke depan.. Kening gw berkerut melihat kelima kuku jari bersih di telapak tangan sebelah kiri Raja Jin nampak memanjang dengan sendirinya..

“Aku lupa kau menguasai Aji Tendangan Wisa Ireng, Krama.. Tapi, kau juga mungkin lupa bahwa aku tahu bagaimana cara menghilangkan racun dari tendangan mu tadi” Ucap Raja Jin dengan telapak tangan kiri sudah menekan pangkal bahu kanannya..

Krama Raja yang mendengar kalimat Raja Jin, hanya membalas dengan senyuman dingin dan terdiam seperti menunggu apa yang akan dilakukan lawannya itu.. Perlahan, kedua mata Braja Krama menyorot tajam menatap laki-laki berkumis tipis yang telah menanamkan racun dilengannya.. Lalu, ia menekan pangkal bahu kanan semakin dalam hingga kelima kuku jarinya tenggelam masuk menembus kulit luar yang semakin menghitam..
jenggalasunyi
sampeuk
dodolgarut134
dodolgarut134 dan 12 lainnya memberi reputasi
11
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.