- Beranda
- Stories from the Heart
Missing Love
...
TS
pfrederica
Missing Love
Spoiler for Cover:
Benar, jika cinta datang dari manapun, walau diri sendiri mengejek seakan tak mampu, tapi kadang cinta akan datang dengan apapun caranya.
Waktu kisah SMA itu, yang berusaha ku abadikan dalam tulisan.
Siapa yang akan menduga jika aku menjaga makhluk Tuhan yang indah itu.
Diri ku bergejolak, memohon waktu kembali mengulanginya.
Aku Pandu Pratama Wijaya , lelaki yang sederhana dengan penampilan apa adanya, kecuali sedikit perubahan jika terpaksa.
Definisi ku soal cinta mungkin air? Suara ombaknya indah, tapi tak ada yang tau jika gelombangnya bisa saja berbahaya.
Spoiler for Index:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 7 suara
Bagaimana akhir cerita ini?
Happy Ending
86%
Bad Ending
14%
Diubah oleh pfrederica 17-04-2019 13:01
aaaaaisyah memberi reputasi
2
15.5K
85
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
pfrederica
#65
Part 11
Spoiler for Part Sebelumnya:
Namun sebuah teriakan memecahkan suasana damai itu.
Quote:
Niat awal yang hanya ingin pergi meninggalkan suasana hampir mencekam itu, tiba tiba terbesit dalam benakku : " suara Natali "
Aku tak berpikir mengenai pulang atau lelah, hanya mencoba berlari mengikuti angin yang menunjukkan arah suara itu bergema.
*Di belakang kelas, lokasi kosong yang langsung berhadapan dengan parkiran belakang.
Benar saja, itu Natali sedang bersama seorang pria yang terlihat menarik paksa tangannya. Usaha Natali memberontak hanya sia sia perlawanan sementara. Mereka seperti akan menuju ke sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari tempat itu. Tapi aku tak diam, aku melihat wajah penuh penolakan dari Natali yang terus dipaksa lelaki itu.
Quote:
Ia jatuh tersungkur menghantam aspal di ujung parkiran. Ia pun bangkit dan membuka pintu mobilnya. Terlihat ia mengambil sebuah benda dari dalam mobilnya. Ia mengambil sebuah stick baseball berwarna merah. Ia langsung menyerangku dengan membabi buta.
Quote:
Dengan sigap ku hindari pukulannya. Namun tanpa ku duga ia mengayunkan sticknya ke arah pelipisku. Tanpa sempat ku menghindar stick itu telah mengenai pelipisku dan membuat pandanganku kabur.
Dan tiba-tiba ia mengayunkan sticknya lagi dari samping. Dengan bersusah payah ku hindari dan langsung menendang tangannya. Stick itu pun terpental cukup jauh. Lalu kali ini ia mengayunkan pukulannya ke arah hidungku. Dengan cepat ku hindari. Lalu kembali ku ayunkan kakiku ke wajanya. Ia langsung terkapar dengan pelipis yang mengeluarkan darah. Ia pun langsung naik ke mobil dan pergi dari situ. Aku langsung menghampiri Natali yang terlihat sangat shock.
Kalau kalian bingung mengapa cowo cupu sepertiku bisa mengalahkan orang dengan mudah. Jawabannya adalah karena sudah dari kecil aku diajarkan silat oleh Ayahku. Aku masih mengingat jelas kata-katanya.
Quote:
Kata-kata itu selalu ku ingat. Memang benar, selama ini setiap ku temui lawan yang menendang tinggi-tinggi semakin mudah aku melumpuhkannya. Karena dengan menendang tinggi-tinggi kamu akan membuka ruang untuk lawanmu melumpuhkanmu.
Kalau kalian bingung mengapa aku masih bisa bangkit setelah dipukul dengan stick dibagian pelipis. Aku pun juga tidak mengerti. Mungkin semua itu karena tekadku yang kuat untuk menolong Natali hehehe.
Natali hanya menatapku dengan wajah yang sulit dijelaskan. Mungkin ia masih shock dengan kejadian barusan.
"Nat, maaf bukan maksudku untuk ikut campur urusanmu." Ucapku sambil menahan perih pada pelipisku.
Lamunan Natali tersadarkan.
Ia tak menjawab ucapanku. ia memelukku. Aku sangat terkejut. Selama ini aku belum pernah dipeluk oleh wanita selain ibu dan adikku. Namun kali ini aku dipeluk oleh seorang Natali. Dipeluk oleh seorang primadona disekolahku. Mungkin jika ada yang melihat kejadian ini pasti ia akan berfikiran yang tidak-tidak. Pasti ia berfikiran jika Natali sedang diancam untuk memeluk diriku. Dipeluk oleh Natali membuat semua rasa sakit dipelipisku tiba-tiba hilang.
Kejadian itu menciptakan keheningan diantara kita. Sampai akhirnya aku mengajak Natali untuk pulang bersama karena hari yang mulai gelap.
Dijalan pun tak ada obrolan diantara kami. Hanya kedua tangan Natali yang sedari tadi melingkar erat dipinggangku.
Sampai akhirnya tiba di rumah Natali. Aku sudah memutar balikkan motorku dan dengan mendadak ku rem motorku karena mendengar suara.
Quote:
Karena tak enak menolak Natali yang sudah berusaha berbuat baik padaku, akhirnya aku pun mengikutinya kedalam rumah.
~Didalam Rumah
Aku melihat Natali yang berlari dengan tergesa-gesa mengambil es batu dan kain.
"Bentar ya pandu." Ucapnya terburu-buru.
Aku pun hanya tersenyum ke arahnya tanpa berkata.
Setelah mendapatkan, ia duduk di sebelah ku dan mengobati lukaku dengan sangat perlahan.
"Maaf ya pandu, gara-gara nolongin aku." Ucapnya. Dia masih mengelus es batu yang dibalut kain pada pelipisku.
Pedih. Tapi akan lebih pedih lagi jika tadi Natali dibawa pergi oleh Pria itu. Aku hanya berusaha menikmati perlahan demi perlahan usapannya sebagai pengganti rasa sakit itu.
Karena sudah larut malam, aku pun pamit pulang pada Natali. Kali ini ia tak menahanku karena mungkin ia telah melihatku sudah mendingan.
Quote:
Aku pun pulang ke rumah dengan perasaan yang begitu senang. Tak dapat ku duga kejadian hari ini. Apa seindah ini rencana tuhan? Walau harus merasakan sakit terlebih dahulu.
~~●~~
Hari baru
Hari ini aku berangkat sekolah seperti biasanya. dengan kecepatan sedang ku pacu sepeda motorku. Cuaca yang cukup sejuk dipagi hari membuat diriku semangat untuk mengikuti pelajaran hari ini. Karena persiapan timku sebagain panitia pensi telah selesai. Ya, kemarin kami telah menyelesaikan persiapan kami semua. Jadi hari ini aku akan kembali belajar. sebenarnya kami menyelesaikan tugas dengan cepat bukan tanpa tujuan, melainkan karena kami tak ingin kegiatan itu mengganggu kegiatan belajar kami.
Saat sampai dikelas. Telihat hanya beberapa orang saja yang telah ada dikelas. Aku pun langsung duduk dikursiku. Lalu mencolok hpku dengan menggunakan Headset. Pagi ini aku memilih mendengarkan sebuah album dari band yang lumayan kusukai. Mocca.
Saat sedang asik mendengarkan lagu, ada yang menarik lepas Headsetku. Saat kutengok ternyata Natali.
Quote:
Diubah oleh pfrederica 15-04-2018 20:50
aaaaaisyah memberi reputasi
1