Kaskus

Story

pfredericaAvatar border
TS
pfrederica
Missing Love
Spoiler for Cover:


Benar, jika cinta datang dari manapun, walau diri sendiri mengejek seakan tak mampu, tapi kadang cinta akan datang dengan apapun caranya.
Waktu kisah SMA itu, yang berusaha ku abadikan dalam tulisan.
Siapa yang akan menduga jika aku menjaga makhluk Tuhan yang indah itu.
Diri ku bergejolak, memohon waktu kembali mengulanginya.

Aku Pandu Pratama Wijaya , lelaki yang sederhana dengan penampilan apa adanya, kecuali sedikit perubahan jika terpaksa.
Definisi ku soal cinta mungkin air? Suara ombaknya indah, tapi tak ada yang tau jika gelombangnya bisa saja berbahaya.

Spoiler for Index:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 7 suara
Bagaimana akhir cerita ini?
Happy Ending
86%
Bad Ending
14%
Diubah oleh pfrederica 17-04-2019 13:01
aaaaaisyahAvatar border
aaaaaisyah memberi reputasi
2
15.6K
85
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
pfredericaAvatar border
TS
pfrederica
#64
Part 10
Spoiler for Part Sebelumnya:


Hari itu kami pulang jam 5. Ternyata persiapannya cukup banyak. Aku pun berlalu ke kelas untuk mengambil tas. Saat menuju parkiran, ku lihat Natali seperti sedang menunggu sesuatu. Ingin rasanya menghampiri. Namun diri ini tak mempunyai cukup keberanian untuk melakukannya. Akhirnya aku hanya memperhatikannya dari kejauhan. Dan tak lama ada sebuah mobil sedan hitam berhenti didepan Natali. Dan ia pun masuk ke mobil itu.
Malam ini aku sedang tidur-tiduran dikasurku. Ada rasa menyesal saat tidak menghampiri Natali disekolah. Andai saja aku sedikit lebih berani. Ku ambil gitarku yang tergeletak disamping lemari dan mulai memetiknya.

Quote:



Hari ini adalah hari ke 2 persiapan pentas seni. Tim bidang seni pun sudah mulai mebuat hiasan untuk panggung. Oiya sekolahku memeliki sebuah panggung semi permanen. Panggung ini selalu digunakan jika ada acara. Sebenarnya hiasan panggungnya tidak terlalu banyak dan tidak aneh-aneh. Karena kita akan membuat desain panggung yang elegan. Dihari itu pun persiapan kami sudah mencapai 40%.

Ku perhatikan Natali. Ia sangat terampil membuat hiasan bunga mawar dari kain. Benar-benar wanita yang hebat. Terlalu banyak kelebihan yang dimilikinya. Membuatku semakin tidak percaya diri untuk mendekatinya.

Aku pun berdiri dan meregangkan badanku. Walaupun sedikit, ternyata pekerjaan ini cukup membuat tubuhku terasa pegal. Ya mungkin karena Aku yang jarang berolahraga. Aku pun berjalan ke arah pohon besar didekat panggung untuk berteduh karena cuacanya yang cukup terik. Ke sandarkan punggungku dipohon. Terlihat semua panitia bekerja dengan sungguh-sungguh. Mungkin hanya timku saja yang saat ini tengah bersantai.

Pipiku terasa dingin. Seperti ada sesuatu yang menempel. Perlahan ku buka mataku. Didepanku ada Deo yang sedang nyengir sambil menatapku.

Quote:



~~●~~



Setelah istirahat Aku kembali ke kelas karena memang tugas kami yang telah selesai hari itu.
Ku lihat Natali telah ada dikelas. Ternyata ia juga kembali ke kelas. Terlihat ia sedang serius membaca sebuah Novel. Kalau ku ingat-ingat kejadian kemarin, Natali yang kemarin diluar sekolah sangat berbeda dengan Natali yang ada didalam sekolah. Dia terlihat sangat cuek dikelas. Andaikan sifatnya seperti kemarin diluar sekolah. Pasti semakin banyak yang mendekatinya.

Aku pun duduk dan berbincang-bincang dengan Agung dan Rizky. Rizky tampak sedang bahagia. Ternyata ia berhasil mendapatkan kontak salah satu bidadari sekolah. Tak henti-hentinya ia memamerkannya kepadaku.

Sepertinya hati itu adalah hari keberuntunganku. Tak ada guru yang masuk ke kelas hingga bel pulang berbunyi.

Quote:


Malam itu pun terjadi sebuah kejutan. Karena Agung berhasil mengalahkanku 3 kali berturut-turut. Sepertinya ia telah belajar main Pes. Memang sombong itu perbuatan yang tidak baik.

~Esok harinya disekolah

Hari ini adalah hari ke-3 persiapan panggung. Tim kami pun sangat serius mengerjakan tugas menata panggung. Karena memang kami bermaksud untuk menyelesaikannya hari ini. Agar besok kami bisa bersantai.

Tak terasa 5 jam sudah berlalu. Panggung pun mulai terlihat menarik. Kami beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga yang telah terkuras cukup banyak. Ku lihat keringat membasahi dahi Natali.mukanya pun tampak memerah. Mungkin karena terkena matahari yang semakin lama semakin terik. Saat itu memang sedang musim kemarau. Mataharinya benar-benar terik.

Febri dan Deo pun terlihat sedang memerhatikan Natali yang tengah mengelap keringat didahinya dengan sapu tangan. Wajah mupeng mereka benar-benar terlihat menjijikan. Ku akui Natali memang sangat Cantik wajahnya. Kulitnya pun terlihat sangat halus. Kurasa lalat pun akan terpeleset jika sampai hinggap dikulitnya. Entahlah apa yang telah dilakukan kedua Orang tuanya hingga bisa mencetak seorang anak secantik ini. Ku rasa Tuhan pun sedang tersenyum saat menciptakan seorang Natali. Hingga ciptaannya bisa seperti ini.

Aku pun pergi ke kantin untuk membeli minum. Ku beranikan diri membeli air mineral untuk Natali. Masalah ia mau atau tidak biarlah belakang. Semoga saja ia menerimanya.

Quote:
.

Tampak sekali kalau Natali haus. Ia meminumnya dengan cepat.
Aku pun kembali mengerjakan tugasku karena masih lumayan banyak. Sepertinya hari ini aku akan pulang sore. Tapi biarlah. Semua ini demi kelancaran acara.

Tak terasa tugasku telah selesai.
Sembari menghembus nafas karena puas dengan kerjaanku, aku berjalan menuju kelas mengambil tas. Karena memang sudah sangat sore, aku kira aku adalah orang terakhir yang ada disekolah. Aku berjalan menyelusuri lorong-lorong kelas, mencoba menikmati senja di sore itu, tenang, dan sendiri.
aaaaaisyah
aaaaaisyah memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.