- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#2162
PART 83
Panik, shock, ketakutan, spechless.. Itulah yang saat ini di rasakan mas Dion dan temen temen nya.. Pikiran mereka dilanda kegelisahan karena baru pertama kali melihat hal seperti ini..
Bagaimana tidak,, di pojokan kebun mangga ini,, sesosok makhluk tinggi hitam dengan bulu yang sangat lebat sedang memandangi kami.. Dari tubuhnya keluar bau yang sangat prenguz.. Sorot matanya tajam.. Seolah olah sebagai simbol kebencian pada anak cucu Adam..
Gendruwo..
Begitulah makhluk yang ada dihadapan kami saat ini biasa disebut.. Salah seorang teman mas Dion mencoba berlari saat melihat penampakan makhluk tersebut.. Namun aku cegah karena itu percuma saja..
Sebab manakala kita memasuki area yang sudah ada penjaga gaib nya,, sampai kapan pun kita tak akan pernah keluar tanpa persetujuan penjaga tersebut atau yang memerintahkan penjaga tersebut..
Kalian semua mungkin sudah jamak mendengar atau sekedar melihat berita di televisi tentang kawanan pencuri yang tak bisa keluar dari suatu rumah dan lemas karena kelelahan sampai keesokan pagi nya..? Bisa jadi pemilik rumah tersebut memelihara gendruwo dan sebangsanya untuk menjaga rumah tersebut.. Pencuri tersebut dibutakan penglihatan nya oleh penjaga rumah tersebut hingga tak menemukan yang namanya pintu keluar..
Setelah sosok Ronggo Geni menghilang, gendruwo tadi juga ikut menghilang..
Dengan santai aku mendekati mas Dion dan temen temen nya yang terlihat ketakutan dan sembunyi di balik pohon mangga..
Karena melihat ku dengan santai nya memanjat pohon tanpa rasa takut akan kehadiran gendruwo tadi, temen temen mas Dion yang bisa memanjat mengikuti ku dan ikut memanjat pohon yang lain..
Sementara temen yang gak bisa memanjat,, sedia di bawah untuk menangkap buah mangga yang kami petik dan kami jatuh kan dari atas..
Lumayan juga buah mangga yang ku dapat kali ini.. Cukup lah membuat kalian sakit perut karena kebanyakan makan..
Dengan wadah kantong plastik yang sudah saya persiapkan sebelumnya,, kami menampung buah mangga yang sudah kami petik dan lekas lekas keluar dari kebun ini.. Sebab aku merasakan hawa lain yang kurang bersahabat selain keberadaan dari gendruwo tadi..
Puas menikmati mangga hasil curian (maafkan saya mbak silvi, mbak nov, mbak Arin
) kami semua kembali ke area utama lemcadika dan lekas menuju mushola karena tadi samar samar ku dengar adzan dhuhur telah terdengar di kejauhan..
Selepas sholat,, karena tak ada kegiatan,, aku memilih tidur di bangku yang berada di bawah pohon mauni.. Lumayan teduh mengingat terik nya hari ini.. Aku yakin sore nanti akan turun hujan..
Entah berapa lama aku sudah tertidur.. Yang jelas aku terbangun saat suara berisik dan teriakan histeris terdengar samar samar di telinga ku..
Dengan malas nya aku membuka mata ku dan dari kejauhan melihat Nadia berjalan ke arah ku dengan terburu buru..
Astagfirullah.. Beberapa siswa terlihat menggeliat geliat sembari dipegang i oleh temen nya.. Sperti nya mereka kesurupan.. Tampak dari Matanya yang melotot.. Serta Mulut mereka yang kadang bergumam gak jelas..
Dilihat dari seragam nya,, mereka berasal dari sma 2..para pengurus osis dari semua sekolah juga sudah berkumpul untuk mencari tahu apa yang terjadi.. Sementara para siswi terlihat mulai ketakutan.. Tak terkecuali si Helen..Dia terlihat panik serta kebingungan ..
Aku sebenarnya kasihan.. Namun aku tak bisa berbuat apa-apa karena Stephanie melarang ku untuk dekat dekat dengan nya..
Saking kuat nya siswa tadi meronta,, pada satu waktu siswa yang kesurupan tadi lepas dari pegangan temen nya dan berlari mengamuk menuju arah Helen.. Siswa siswi di samping Helen berlari menyingkir karena mereka juga takut.. Sementara Helen sendiri masih berdiam diri di tempatnya karena terlalu takut.. sampai sampai dia tidak bisa bergerak..
Karena tak ingin Helen celaka,,.? Sesaat sebelum siswa tadi menyentuh tubuh Helen...? Aku pun berlari dan menendang tubuh siswa tadi hingga membuat dia tersungkur ke lantai..
Tak ingin kehilangan momen,, aku langsung menindih tubuhnya dan meminta mas Dion dan mas fajar untuk membantu ku.. Karena takut,, mereka lambat merespon ucapan ku dan hanya terdiam mematung..
Mengetahui hal itu, Dengan sigap Rudi dan Firman yang pernah melihat momen sperti ini,, berlari dan membantu ku mengunci pergerakan siswa yang kesurupan..
Setelah siswa tadi tak banyak bergerak,, aku memegang kening nya.. Namun dia kembali meronta hingga hampir saja membuat ku terhempas..
Tak selang beberapa lama, Nadia kembali dengan sebuah benda.. Dua batang bambu kecil yang di ikat seperti salip.. Sebuah batok kelapa yang dibelah jadi dua, dipakai untuk kepala nya..
Tak lupa beberapa lembar kain dipakai untuk menutupi nya.. Kalian semua pasti familiar dengan benda yang aku sebut kan ciri ciri nya tadi..
Nadia mengangguk dan kini mendekat ke arah ku.. Sementara peralatan jelangkung yang tadi di temukan nya..? Aku meminta untuk dibakar saja agar tidak dipergunakan kembali oleh siswa lain ..
Dan lagi lagi karena ketakutan.? Tak ada yang berani melaksanakan apa yang ku minta.. Sampai akhirnya diri ku naik pitam..
Dengan mengumpulkan segenap keberanian nya., mbak Arin dan Mbak Tasya lah yang mau membakar nya setelah aku memberi jaminan kalau mereka akan baik-baik saja..
Panik, shock, ketakutan, spechless.. Itulah yang saat ini di rasakan mas Dion dan temen temen nya.. Pikiran mereka dilanda kegelisahan karena baru pertama kali melihat hal seperti ini..
Bagaimana tidak,, di pojokan kebun mangga ini,, sesosok makhluk tinggi hitam dengan bulu yang sangat lebat sedang memandangi kami.. Dari tubuhnya keluar bau yang sangat prenguz.. Sorot matanya tajam.. Seolah olah sebagai simbol kebencian pada anak cucu Adam..
Gendruwo..
Begitulah makhluk yang ada dihadapan kami saat ini biasa disebut.. Salah seorang teman mas Dion mencoba berlari saat melihat penampakan makhluk tersebut.. Namun aku cegah karena itu percuma saja..
Sebab manakala kita memasuki area yang sudah ada penjaga gaib nya,, sampai kapan pun kita tak akan pernah keluar tanpa persetujuan penjaga tersebut atau yang memerintahkan penjaga tersebut..
Kalian semua mungkin sudah jamak mendengar atau sekedar melihat berita di televisi tentang kawanan pencuri yang tak bisa keluar dari suatu rumah dan lemas karena kelelahan sampai keesokan pagi nya..? Bisa jadi pemilik rumah tersebut memelihara gendruwo dan sebangsanya untuk menjaga rumah tersebut.. Pencuri tersebut dibutakan penglihatan nya oleh penjaga rumah tersebut hingga tak menemukan yang namanya pintu keluar..
Quote:
Setelah sosok Ronggo Geni menghilang, gendruwo tadi juga ikut menghilang..
Dengan santai aku mendekati mas Dion dan temen temen nya yang terlihat ketakutan dan sembunyi di balik pohon mangga..
Quote:
Karena melihat ku dengan santai nya memanjat pohon tanpa rasa takut akan kehadiran gendruwo tadi, temen temen mas Dion yang bisa memanjat mengikuti ku dan ikut memanjat pohon yang lain..
Sementara temen yang gak bisa memanjat,, sedia di bawah untuk menangkap buah mangga yang kami petik dan kami jatuh kan dari atas..
Lumayan juga buah mangga yang ku dapat kali ini.. Cukup lah membuat kalian sakit perut karena kebanyakan makan..
Dengan wadah kantong plastik yang sudah saya persiapkan sebelumnya,, kami menampung buah mangga yang sudah kami petik dan lekas lekas keluar dari kebun ini.. Sebab aku merasakan hawa lain yang kurang bersahabat selain keberadaan dari gendruwo tadi..
Quote:
Puas menikmati mangga hasil curian (maafkan saya mbak silvi, mbak nov, mbak Arin
) kami semua kembali ke area utama lemcadika dan lekas menuju mushola karena tadi samar samar ku dengar adzan dhuhur telah terdengar di kejauhan.. Selepas sholat,, karena tak ada kegiatan,, aku memilih tidur di bangku yang berada di bawah pohon mauni.. Lumayan teduh mengingat terik nya hari ini.. Aku yakin sore nanti akan turun hujan..
Entah berapa lama aku sudah tertidur.. Yang jelas aku terbangun saat suara berisik dan teriakan histeris terdengar samar samar di telinga ku..
Dengan malas nya aku membuka mata ku dan dari kejauhan melihat Nadia berjalan ke arah ku dengan terburu buru..
Quote:
Astagfirullah.. Beberapa siswa terlihat menggeliat geliat sembari dipegang i oleh temen nya.. Sperti nya mereka kesurupan.. Tampak dari Matanya yang melotot.. Serta Mulut mereka yang kadang bergumam gak jelas..
Dilihat dari seragam nya,, mereka berasal dari sma 2..para pengurus osis dari semua sekolah juga sudah berkumpul untuk mencari tahu apa yang terjadi.. Sementara para siswi terlihat mulai ketakutan.. Tak terkecuali si Helen..Dia terlihat panik serta kebingungan ..
Aku sebenarnya kasihan.. Namun aku tak bisa berbuat apa-apa karena Stephanie melarang ku untuk dekat dekat dengan nya..
Saking kuat nya siswa tadi meronta,, pada satu waktu siswa yang kesurupan tadi lepas dari pegangan temen nya dan berlari mengamuk menuju arah Helen.. Siswa siswi di samping Helen berlari menyingkir karena mereka juga takut.. Sementara Helen sendiri masih berdiam diri di tempatnya karena terlalu takut.. sampai sampai dia tidak bisa bergerak..
Karena tak ingin Helen celaka,,.? Sesaat sebelum siswa tadi menyentuh tubuh Helen...? Aku pun berlari dan menendang tubuh siswa tadi hingga membuat dia tersungkur ke lantai..
Tak ingin kehilangan momen,, aku langsung menindih tubuhnya dan meminta mas Dion dan mas fajar untuk membantu ku.. Karena takut,, mereka lambat merespon ucapan ku dan hanya terdiam mematung..
Mengetahui hal itu, Dengan sigap Rudi dan Firman yang pernah melihat momen sperti ini,, berlari dan membantu ku mengunci pergerakan siswa yang kesurupan..
Setelah siswa tadi tak banyak bergerak,, aku memegang kening nya.. Namun dia kembali meronta hingga hampir saja membuat ku terhempas..
Quote:
Tak selang beberapa lama, Nadia kembali dengan sebuah benda.. Dua batang bambu kecil yang di ikat seperti salip.. Sebuah batok kelapa yang dibelah jadi dua, dipakai untuk kepala nya..
Tak lupa beberapa lembar kain dipakai untuk menutupi nya.. Kalian semua pasti familiar dengan benda yang aku sebut kan ciri ciri nya tadi..
Quote:
Nadia mengangguk dan kini mendekat ke arah ku.. Sementara peralatan jelangkung yang tadi di temukan nya..? Aku meminta untuk dibakar saja agar tidak dipergunakan kembali oleh siswa lain ..
Dan lagi lagi karena ketakutan.? Tak ada yang berani melaksanakan apa yang ku minta.. Sampai akhirnya diri ku naik pitam..
Dengan mengumpulkan segenap keberanian nya., mbak Arin dan Mbak Tasya lah yang mau membakar nya setelah aku memberi jaminan kalau mereka akan baik-baik saja..
Quote:
efti108 dan 11 lainnya memberi reputasi
12


