Kaskus

Story

hilulukdreamAvatar border
TS
hilulukdream
👊🏿Penantian Panjang (Sebuah Perjalanan Seorang Pendaki)
Quote:


PENANTIAN PANJANG

Sebuah Perjalanan Seorang Pendaki

👊🏿Penantian Panjang (Sebuah Perjalanan Seorang Pendaki)
Spoiler for Sinopsis:


Quote:

Spoiler for Jurnal Season 1:
Diubah oleh hilulukdream 22-05-2018 12:54
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
4
8K
54
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.9KAnggota
Tampilkan semua post
hilulukdreamAvatar border
TS
hilulukdream
#39
Pulang
Sam mulai mengisi air didalam botol kosong yang ia bawa, sementara adi dan indra sedang sibuk melipat tenda, sedangkandidepan kompor portable telihat kamal yang sedang memasak mie instant,kornet, dan juga sosis. Mereka akan melanjutkan turun kekaki gunung sekitar 
jam11 siang, perjalanan turun kali ini 
berbeda dengan perjalanan naik, tidak memakan banyak waktu juga, hanya saja harus lebih waspada karena kaki 
bekerja dua kali lipat, tidak seperti naik, perjalanan turun harus hati hati yang 
ekstra karena kaki harus kuat untuk menahan badan yang sedang turun, 
ditambah lagi beban berat tas carrier, 
lengah sedikit bisaberakibat fatal, 
sepertihalnya terpleset, tersungkur, 
bahkan tidak sedikit pendaki yang 
tewas saat perjalanan turun akibat 
terpleset dan tersungkur ke jurang. 
Maka dari itu perjalanan turun bukanlahperjalanan yg main main,
tetap fokus dan sesekali kita harus menginggatkan bahawa dijalan yang akan dilaluinya ada sebuah batu, ranting pohon, akar dan semacamnya, harus saling mengingatkan, 
dan sekali lagi saya tekankan sangat waspada dalam
perjalanan turn.

“kita makan enak nih teman teman, kebetulan hari terakhir juga dugunung ini” kata kamal sambil mengaduk aduk mie di dalam panci. “wah!!.. masak apa aja nih?”. Tanya sam sambil melihat yang baru saja sampai dari goa tadi dia mengambil sebuah air. “ aish, sana packing barang2 dulu nanti juga bakal kenyang” cletuk kamal yg sedang fokus masak. “oke pak koki, saya akan segera melaksanakan tugas yang sangat baik. “kamal kalo butuh saus dan mayones ada di tas kecil gua tuh, gua lupa ngasih sause waktu di cigowong tadi” teriak indra sambil melipat tenda. “anjir lu pantesan tadi di cigowong gua cari2 sause gk nemu2, kampret” timpal kamal ke indra. “iya maap saya lupa soalnya pas waktu itu saya kedinginan banget”, teriak indra lagi. “iya iya yaudah, sudah belum beres2nya? Sudah matang nih” teriak kamal kepada tiga kawannya. “sip!, selesai juga akhirnya nih tenda”. Cletuk adi. “oh iya kamal sudah selesai semua ayo kita makan” jawab adi sambung pertanyyan kamal tadi. “wih mantap sosis mayones ditambah gorengan kentang plus saus tomat, fiks perjalanan turun ini tenaga gua akan full kembali”. Ujar aji sambil melihat sosis yang ia ambil dan ia tatap.

Akhirnya mereka bertiga pun makan makanan yang sangat enak, makanan mereka bawah dari bandung yang belum sempat dimasak tadi malam, sisa makanan nya kebetulan masih sangat banyak jadi mereka habiskan semua masakan nya di goa walet, yang ia sisakan hanya air dan rokok saja untuk bekal turun nanti. Adi pun melihat jam tanngan outdoornya yang basah, ia melihat waktu sektar pukul 10.30 siang, makan pun sudah selesai merokok sudah, packing kompr sudah, adi pun akhrinya mengajak turun gunung, lalu ketiga kawannya pun mengi iyakan ajakan adi. Turunlah mereka dari goa walet perjalanan turun dari atas kebawah membutuhkan waktu sekitar 4 sampai 5 jam an lah, cukup cepat jika berjalan terus tanpa henti, tetapi sangat bahaya jika tidak istirahat oleh karena itu mending jalan santai tetapi selamat dari pada buru-buru tetapi membahayakan.

Simpang apuy sudah mereka lewati, begitupun sanghyang ropoh, mereka masih terus berjalan turun, terlihat plang tanjakan asoy, mereka akhirnya istirahat sebentar di sana setelah melewati pasnggrahan, beberapa menit kemudian mereka melanjutkan perjalanannya, sesampainya diarban langkah adi yang berada didepan terhenti. “ stop! Ssssstttt..... jangan berisik, liat kedepan teman teman”. Bisik adi kepada ketiga kawannya itu. Apakah yang adi lihat? Yap betul adi menghentikan langkahnya karena melihat segerombolan macan kumbang melintasi jalur pendakian, sekitar 6 ekor macan, jumlah ini lumayan banyak bagi para pendaki beruntung melihatnya. “itu macan di?”.tanya sam pelan. “ya itu macan kumbang, asli dari gunung ciremai, habitatnya langka mereka dilindungi” jawab adi. Setelah itu merekapun melanjutkan perjalanannya, pangguyangan badak akhirnya terlewati, mereka masih terus berjalan, akhirnya pos kuta juga sudah terlewati, mereka masih melanjutkan perjalananya, terdengar suara gemericik air pertanda pos cigowong sebentar lagi sampai, setelah beberapa lama mereka berjalan sampailah mereka dicigowong untuk mengambil air, mereka istirahat di cigowong sebentar hanya untuk merokok sebabut(sebatang cabut) dan minum air beberapa tegukan. Sekitar jam 4 sore, mereka akhirnya telah sampai di pos pendaftaran, setelah mereka turun mereka langsung laporan ke pos pendaftaran sembari membawa beberapa kantong sampah yang ia bawa untuk laporan juga. Disini mereka langsung makan di warung, makan ini tidak bayar karena mereka makan dari biaya pendaftaran awal tadi, semua pendaki di gunung ciremai juga demikian mereka dikasih makan bebas pilih setelah turun di bawah.

Sehabis makan mereka akhirnya beristirahat dengan waktu beberapa jam karena sehabis sholat isya rencana mereka langsung pulang ke bandung, kebetulan besok juga hari senin jadi kuliah juga masuk. “bro jadi nih kita balik habis isya?”. Tanya sam sambil merokok. “jadilah, lagian besok juga ada kuliah bro!”. Balas adi. “yaudah gantian ya, gua mau istirahat jadi gua gk mau nyetir kalo berangkat malem, soalnya takut terjadi apa apa nantiny” jawab sam. “yaudah gua yang nyetir, kalian santai aja, paling nyampe bandung sekitar jam 2 malem atau jam 3 lah, kita jalan santai aja”. Jawab adi sambil minum softdrink sebut saja cocacola yaelah!.

Beberapa jam kemudian setelah adi, sam, indra dan kamal selesai sholat isya mereka langsung pamit kepada sebut saja pak tatang, penjaga pos pendaftaran pendakian jalur linggarjati desa cisantana kuningan, untuk langsung oulang kebandung,”hatur nuhun pak, kami semua pamit pak, kami mau langsung pulang saja ke bandung”. Kata adi sambil senyum ke pak tatang.

Pak tatang : sami-sami, hati hati dijalannya nak, semoga saja selamat, awas kalo capek berhenti dulu jangan memaksakan”.

Adi : iya pak siap terima kasih pak.

Sam pun membuka pintu mobil indra, dia lemparkan satu persatu tas carrier yang ia bawa, buuk! Suara tanda pintu sudah tertutup, adi pun langsung starter mobilnya indra, berngkatlah mereka ke bandung untuk pulang tak lupa adi memence klakson mobil untuk menyapa perpisahan denga pak tatang dan teman2nya yang ada di pos. Suara musik bergenre folk pun adi nyalakan, perjalanan pulang dan suasana moibil pun terasa damai dengan diiringi alunan musik folk yang lembut, bahakan sam dan kamal sudah tertidur dibelakang, sementara adi masih tetap fokus nyetir yang ditemani indra yang masih belum tidur.
Diubah oleh hilulukdream 15-05-2018 15:29
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.