- Beranda
- Stories from the Heart
👊🏿Penantian Panjang (Sebuah Perjalanan Seorang Pendaki)
...
TS
hilulukdream
👊🏿Penantian Panjang (Sebuah Perjalanan Seorang Pendaki)
Quote:
PENANTIAN PANJANG
Sebuah Perjalanan Seorang Pendaki

Spoiler for Sinopsis:
Quote:
Spoiler for Jurnal Season 1:
Diubah oleh hilulukdream 22-05-2018 12:54
anasabila memberi reputasi
4
8K
54
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
hilulukdream
#30
Menuju Puncak
Suasana goa semakin dingin, tepat jam 5 pagi sam, terbangun dari tidurnya. Dia pun keluar sejenak untuk mengambil air di sekitar goa lalu dimasaklah air tersebut, ia membuka sebuah tas dan mencari sebuah kopi, dinyalakan lah sebatang rokok agar mengurangi rasa dingin.
"Kopi kang?" Tawaran sam kepada porter yg sedang berjalan melintasi depan tenda. " Oh iya kang, mangga saya sudah barusan, baru kelar habis ngopi juga tadi". Jawab porter.
Setelah selesai ngopi dan merokok, sam pun membangunkan ketiga kawannya yg masih tertidur. Seperti biasa sam lah yang palinh awal ketika bangun pagi.
" Bangun oy! " Teriak sam di dalam tenda. "Jam berapa ini sam? " Tanya adi sambil ngucek ngucek matanya. " Sudah jam lima, ayo buruan cuci muka, kita summit ke puncak" jawab sam.
Akhirnya adi, indra dan kamal pun terbangun mereka bergegas keluar tenda menuju kearah goa untuk mencuci muka.
Lalu mereka berempat pun naik keatas sedikit keluar dari area goa walet, mereka sudah melihat sebuah caya ke oren2an yang nampak di atas langit, samudra awan pagi yg menakjubkan sudah begitu terlihat jelas dari goa walet.
" Subhanallah! Sungguh maha besar ciptaan mu ". Kata adi yg disusul teman2nya. " Alhamdulillah cuacanya sudah gk hujan lagi " cletuk sam. " Ayo lah tunggu apa lagi kita lihat dari puncak ciremai saja mumpung masih agak petang kita cari sunrise ke atas sambil lihat kawah ciremai juga".ajak kamal.
" Iya ayo jangan kelamaan disini, nanti keburu muncul mataharinya " jawab adi.
Lalu mereka pun naik keatas puncak gunung ciremai, sekitar 20 menit an dari goa walet agar sampai dinpuncak ciremai.
Setelah berjalan beberapa menit akhirnya mereka pun sampai dipuncak, rasa haru, bangga, dan rasa syukur campur aduk tertumpah semua saat sampai di puncaknya, terlihat dua lubang kawah yang dimiliki atap jawa barat (ciremai) ink sungguh menakjubkan, hamparan samudra awan pun menambah estetika dari sebuah ketinggian, yap pemandangan ini lah yang bakal dikangenin bagi para pendaki, terlihat juga warna orens yg dihasilkan dari kemunculan matahari(sunrise) menambahkan pemandangan yang sangat cantik. Entah kenapa mendaki itu bikin ketagihan, padahal tahu akan capek, tetapi kenapa masih saja terus mendaki, kenapa harus mendaki keatas toh nanti turun lagi, kenapa bawa tas berat2 toh bakalan capek, dari sekian banyak pernyataan untuk para pendaki, mingkin ini jawabannya yakni sebuah krinduan, yap! Rindi tanah basah, rindu dinginnya cuaca, rindu mendirikan tenda, rindu samudra diatas awan, rindu track terjal, rindu sunrise dan masih banyak lagi ribuan alasan untuk tetap mendaki.
" Mana kameranya sam, sekalian sam tripodnya kita akan bikin timelapse sunrise disini". Tanya adi. " Ini di, nanti gua yang ngeshoot pemandangan samudra diatas awan nya oke ". Jawab aji. " Oke diatur aja kalo itu mah" kata adi membalas pertannyaan sam sambil memasang kamera di tripod.
Mereka pun mengabadikan momonet pagi itu, entah itu dengan video maupun mengabadikan nya dalam bentuk foto. Dan mereka bersantai di puncak ciremai. Sembari memakan cemilan dan ngopi diatas puncak yg mereka bawa dari goa walet.
Setelah sekian lama di puncak sekitar jam 9 pagi mereka memutuskan balik ke goa walet untuk packing kembali barang2 yang mereka tinggal disana seperti tenda, kompir dan lain lain. Mereka memutuskan jam 11 siang untuk turun gunung.
"Kopi kang?" Tawaran sam kepada porter yg sedang berjalan melintasi depan tenda. " Oh iya kang, mangga saya sudah barusan, baru kelar habis ngopi juga tadi". Jawab porter.
Setelah selesai ngopi dan merokok, sam pun membangunkan ketiga kawannya yg masih tertidur. Seperti biasa sam lah yang palinh awal ketika bangun pagi.
" Bangun oy! " Teriak sam di dalam tenda. "Jam berapa ini sam? " Tanya adi sambil ngucek ngucek matanya. " Sudah jam lima, ayo buruan cuci muka, kita summit ke puncak" jawab sam.
Akhirnya adi, indra dan kamal pun terbangun mereka bergegas keluar tenda menuju kearah goa untuk mencuci muka.
Lalu mereka berempat pun naik keatas sedikit keluar dari area goa walet, mereka sudah melihat sebuah caya ke oren2an yang nampak di atas langit, samudra awan pagi yg menakjubkan sudah begitu terlihat jelas dari goa walet.
" Subhanallah! Sungguh maha besar ciptaan mu ". Kata adi yg disusul teman2nya. " Alhamdulillah cuacanya sudah gk hujan lagi " cletuk sam. " Ayo lah tunggu apa lagi kita lihat dari puncak ciremai saja mumpung masih agak petang kita cari sunrise ke atas sambil lihat kawah ciremai juga".ajak kamal.
" Iya ayo jangan kelamaan disini, nanti keburu muncul mataharinya " jawab adi.
Lalu mereka pun naik keatas puncak gunung ciremai, sekitar 20 menit an dari goa walet agar sampai dinpuncak ciremai.
Setelah berjalan beberapa menit akhirnya mereka pun sampai dipuncak, rasa haru, bangga, dan rasa syukur campur aduk tertumpah semua saat sampai di puncaknya, terlihat dua lubang kawah yang dimiliki atap jawa barat (ciremai) ink sungguh menakjubkan, hamparan samudra awan pun menambah estetika dari sebuah ketinggian, yap pemandangan ini lah yang bakal dikangenin bagi para pendaki, terlihat juga warna orens yg dihasilkan dari kemunculan matahari(sunrise) menambahkan pemandangan yang sangat cantik. Entah kenapa mendaki itu bikin ketagihan, padahal tahu akan capek, tetapi kenapa masih saja terus mendaki, kenapa harus mendaki keatas toh nanti turun lagi, kenapa bawa tas berat2 toh bakalan capek, dari sekian banyak pernyataan untuk para pendaki, mingkin ini jawabannya yakni sebuah krinduan, yap! Rindi tanah basah, rindu dinginnya cuaca, rindu mendirikan tenda, rindu samudra diatas awan, rindu track terjal, rindu sunrise dan masih banyak lagi ribuan alasan untuk tetap mendaki.
" Mana kameranya sam, sekalian sam tripodnya kita akan bikin timelapse sunrise disini". Tanya adi. " Ini di, nanti gua yang ngeshoot pemandangan samudra diatas awan nya oke ". Jawab aji. " Oke diatur aja kalo itu mah" kata adi membalas pertannyaan sam sambil memasang kamera di tripod.
Mereka pun mengabadikan momonet pagi itu, entah itu dengan video maupun mengabadikan nya dalam bentuk foto. Dan mereka bersantai di puncak ciremai. Sembari memakan cemilan dan ngopi diatas puncak yg mereka bawa dari goa walet.
Setelah sekian lama di puncak sekitar jam 9 pagi mereka memutuskan balik ke goa walet untuk packing kembali barang2 yang mereka tinggal disana seperti tenda, kompir dan lain lain. Mereka memutuskan jam 11 siang untuk turun gunung.
Diubah oleh hilulukdream 15-05-2018 15:28
0