Kaskus

Story

bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"

Mereka yang Hidup Dalam Gelap, merupakan suatu true stroy, real story atau semacam itu tentang Arda, ketika di season 1 Arda menyajikan pada anda bagaimana dia bertahan dan berhadapan serta bertemu dan mengenal mereka, maka di season 2 ini arda akan mengantarkan kalian menuju dalamnya cerita tahap lanjut, dimana dia harus berhadapan dengan mereka, menguji apa yang telah dia pelajari, dan menjadi seorang yang menjembatani antara 2 dunia.

90% horror dengan bumbu hiperbola dan cerita drama, cinta, dan cerita persahabatan, memberikan kepada pembaca kesan tentang apa yagn dialami penulis.

Quote:


Quote:


selamat menikmati season 2 dari cerita ini, semoga kalian menyukai, jangan lupa cendol, juga share and like nya

ig : @bakemonotong
twitter : @Ardahakimotong


Welcome to my Second Season of Story


INDEKS :

Quote:



NITIPSSSS :
Quote:

Diubah oleh bakamonotong 22-06-2018 09:53
Suminten.Avatar border
anasabilaAvatar border
meqibaAvatar border
meqiba dan 2 lainnya memberi reputasi
3
56.2K
212
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
#146
Part XXII - Ternyata!


Quote:




Seorang pria dengan blangkon khas jawa tengah, (berbeda dengan Jogja punya), dengan beskap hitam serta menggunakan celana hitam, menuju ke arahku, dengan membawa sebuah keris yang dipegangnya dia mengusir kawan- kawanku. Membebaskan si Gendruwo dari sana, dan kemudian berhenti dan menghadap ke arahku., memandangku dengan marah, "NGOPO KOWE NGRUSUHI ANAK BUAHKU?" (Kenapa kamu ganggu anak buahku). ,



"iki udu omahmu! iki omahku! lan anak buah mu kui ngrusuhi aku sek!" (ini bukan rumahmu, ini rumahku, dan anak buahmu ngeganggu aku duluan), kataku



kulihat si pria serba hitam ini kemudian terdiam, "dulu gendruwo ini adalah santet yang kukirim ke nenekmu disuruh oleh tetanggamu, saiki uda pindah, nah, dia tidak mau pulang, merasa betah di gudangmu, sampai aku sekarang ingin membawanya pulang", kata pria itu.



"AKU ORA GELEM BALI AKU BETAH NENG KENE!"(Saya tidak mau pulang, saya betah disini), kata gendruwo itu



Mmebuatku dan pria jubah hitam ini bingung bagaimana, dan kulihat Gendruwo tadi marah, dan auranya terlihat makin kuat, entah kenapa dia malah mulai menyerang si pria jubah hitam, membuatnya terpelanting. "Aku wes wegah dadi budak manungsa! mati wae kowe!"(aku sudah tak mau jadi budak manusia, mati saja kamu!), kata Gendruwo tadi. Kulihat sukma si pria jubah hitam ini melemah, dan membuat ku berpikir masa dukun sampai bisa selemah ini, ingin aku bertanya tapi terlihat dia sudah paham dan berkata "aku tidak bisa kuat disini, aku melepas sukma dari S********, dan untuk sampai disini melalui gerbang gaib, menguras energiku", kata pria jubah hitam tadi, "apalagi aku sempat menggunakan keris Kethek Abang, untuk memukul mundur peliharaanmu".



"Teman, Bukan peliharaan", aku memotongnya, dan aku juga sudah menangkap kenapa si pria ini lemah, dan aku meminta ijin untuk menghancurkan atau mengusir si Gendruwo, dan dia memberi ijin, serta karena sukamnya yang melemah dia memutuskan untuk kembali, dan menuju raganya lagi. Menyisakan aku yang harus bertempur dengan Gendruwo ini lagi.




Aku yang mulai berusaha memfokuskan diriku melihat di dalam sudut dari gudang ada sesosok makhluk yang tersegel disana, memang tak sekuat gendruwo ini, tapi aku pernah liat makhluk itu, saat aku kecil, sesosok makhluk hitam, yang biasanya hanya lewat bersliweran di rumah Jakarta ini, kini tersegel, oleh Gendruwo ini. Dan membuatku memfokuskan energi pada 2 sisi, aku meminta ke 5 Naga mengempur habis si Gendruwo, dan kulihat Sar membebaskan si bayangan hitam. Abah dengan sigap memutar tongkatnya bak seorang pesilat dan melemparkannya mengenai kepala si Gendruwo,kemudian Abah meloncat memukul Gendruwo itu jatuh.



Naga Geni dan Naga Amarta cepat menggigit lengan si gendruwo, mengangkatnya ke udara, dan melepaskannya. Kulihat Naga Watu, Naga Bayu, dan Naga Ireng bersatu, berputar bak spiral dan menabrak perut gendruwo tadi, menembusnya, terlihat gumpalan darah hitam tersembur dan tercium bau hangus dari perutnya. membuat Gendruwo tadi tersungkur, dan kini kulihat Abah sudah berdiri tepat di depan Gendruwo tadi, kemudian mengangkat kepalanya, sehingga mata mereka kini sebaris dan seperti mengucap sesuatu, kulihat Gendruwo tadi cepat- cepat bangkit dan seperti ketakutan melihat Abah, kemudian dia menunduk, seakan memberi hormat, dan kemudian pergi, menghilang dari hadapanku. Hingga aku bahkan tidak melihatnya lagi hingga hari ini.



Kulihat si Bayangan hitam kini terebebas, dan berterimakasih pada kami, dan dia kini dapat menempati gudang dengan leluasa, walau kadang iseng mengganggu tanteku saat malam mencuci baju atau mencuci pring, seperti ada suara di gudang, yang dikira tikus, atau dia membuat sekedar merinding. Tapi jika aku disana, tidak sekalipun dia berani mengganggu keluargaku, seakan masih memilik irasa hormat, tapi aku pun tidak apa jika dia iseng mengganggu karena memang itulah sifat bangsa mereka, jahil dan selalu ingin tahu apa yang dilakukan manusia.



Dan hingga terakhir hari ini aku berada di Ibukota, dan aku harus segera kembali ke Jogja, karena saat itu aku akna menapaki jejak lebih lanjut, kelas 3 SMA, dimana aku harus bersiap untuk lebih fokus belajar untuk kelulusan, Memulai perjalanan baru, memulai aktifitas baru di kelas 3 ini, dan juga, secercah kisah cinta baru yang akan ada dalam hidupku. Dan masa dimana aku harus kehilangan teman- temanku.


johny251976
kemintil98
regmekujo
regmekujo dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.