Kaskus

Story

patra.wasakaAvatar border
TS
patra.wasaka
Perburuan Kepala Hantu Kuyang di Kalimantan (Real Story)
Perburuan Kepala Hantu Kuyang di Kalimantan
(Horror & Romance)





Perburuan Kepala Hantu Kuyang di Kalimantan (Real Story)

Perburuan Kepala Hantu Kuyang di Kalimantan (Real Story)







Di dunia ini ada sebuah fenomena yang sampai detik ini belum terpecahkan rahasianya oleh siapapun. Bahkan para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu dan lintas generasi pun belum bisa menemukan jawaban dibalik fenomena ini, mendekatipun tidak. Fenomena yang dimaksud adalah keberadaan makhluk lain selain manusia yaitu 'Makhluk Halus" atau dikenal dengan sebutan hantu. Banyak orang memperdebatkan darimana asal mulanya dan terbentuk dari zat apa makhluk tersebut. Berbagai spekulasi beredar di muka bumi ini tentang keberadaan hantu sehingga menimbulkan pro dan kontra diantara berbagai kalangan. Ada yang berpendapat, hantu adalah arwah gentayangan dari seseorang yang sudah meninggal. Pendapat lain mengatakan, penampakan hantu hanyalah ilusi yang dialami seseorang dalam keadaan pikirannya sedang kosong.

Literatur dalam kitab suci suatu agama menyebutkan tentang kepercayaan pada hal-hal ghaib tapi dalam arti luas. Dalam kitab tersebut menjelaskan tentang keberadaan golongan makhluk ghaib seperti malaikat dan jin selebihnya tidak ada. Jadi? Apakah hantu tidak di akui sebagai golongan makhluk ghaib dalam kitab agama tersebut? Tidak juga... Beberapa ahli tafsir mengatakan wujud dari hantu itu sendiri adalah jelmaan dari jin yang senang mengganggu manusia saat batinnya sedang lemah. Hantu adalah manifestasi dari pikiran manusia itu sendiri. Apa yang ada di pikiran manusia maka itulah yang tampak di hadapannya. Beberapa kesaksian yang pernah menyaksikan sebuah penampakan ada yang terlihat logis adapula hanya sekedar mengada-ada. Rasa takut dalam diri manusia semakin membuat fenomena ini berkembang tiada habisnya sampai akhir zaman.

Di Kalimantan ada sebuah cerita rakyat yang sudah turun menurun tentang keberadaan sesosok makhluk yang biasa kami sebut "KUYANG". Konon sosok tersebut adalah kepala dari orang yang sudah meninggal lalu dihidupkan kembali untuk digunakan sebagai media aliran ilmu sesat atau pesugihan. Ada pula Hantu Kuyang jenis lain yang bertujuan menimba ilmu hitam agar dapat hidup abadi dan awet muda. Namun dari beberapa jenis Kuyang yang ada, tetap saja mereka memiliki kesamaan yaitu senang menghisap darah manusia. 

Merunut dari asal muasal serta sejarah kemunculan Kuyang bersumber dari minyak "KAWIYANG". Minyak tersebut apabila dioleskan pada leher maka dapat memisahkan bagian kepala dari tubuh manusia. Kepala itu akan melayang-layang di udara untuk mencari perempuan yang akan melahirkan lalu menghisap darah berikut jabang bayinya. Selain itu Kuyang juga senang memakan ari-ari bayi yang baru dilahirkan. Kuyang memiliki beberapa kelebihan saat akan menjalankan aksi biadabnya. Mereka dapat meniru suara binatang untuk mengelabui para manusia. Bahkan sebagian dari mereka dapat berubah menjadi manusia dan membaur dengan masyarakat. Biasanya mereka akan menyamar sebagai dokter, bidan atau dukun beranak dengan alibi ingin membantu proses kelahiran. 

Hantu Kuyang sering terlihat di perkampungan yang tidak terlalu padat penduduk. Mereka cenderung menghindari daerah kota yang ramai penduduk. Namun sesekali ada saja kejadian di tengah kota sekalipun kedatangan sosok Kuyang. Masyarakat sangat terganggu oleh kehadiran hantu Kuyang terlebih para korban yang diincar adalah wanita yang sedang melahirkan. Akhirnya masyarakat mulai gerah dan beberapa dari mereka memutuskan untuk memburu para Hantu tersebut. Aku adalah salah satu diantara sekian banyak orang yang ingin mengakhiri semua aksi teror ini.



I N D E X

Spoiler for index:

Diubah oleh patra.wasaka 10-04-2018 14:58
djalankakiAvatar border
botolketjapno1Avatar border
sampeukAvatar border
sampeuk dan 6 lainnya memberi reputasi
3
84.9K
183
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
patra.wasakaAvatar border
TS
patra.wasaka
#24

PART 2. Taman Siring



Kami masih saling bertatapan mata tanpa ada satupun berniat untuk mengakhiri. Akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya terlebih dahulu. "Katanya ada yang mau diobrolin?" Ujarku sambil melepas senyum. Suasana pun mulai mencair seiring raut wajah Novia yang sedari tadi tegang berangsur santai. "Mmm... Aku ngga tau harus mulainya darimana, kak..." Sahut Novia.

"Serius banget kah masalahnya?" Tanyaku. "Menurut aku serius, ngga tau kalo menurut kamu," ujarnya perlahan sambil memainkan jari tangannya yang lentik. "Ya udah, ayo cerita biar aku tau apa yang mengganggu pikiran kamu," ujarku.

Sambil menghela nafas, "Kak, tadi malem aku mimpiin kamu,". Ujar Novia. "Iya, terus..?" Aku terus menyimak karena masih diselimuti rasa penasaran.

"Kakak berdiri diatas kapal sambil melambai ke arah aku. Seolah kita mau berpisah untuk waktu yang lama." Novia melanjutkan ceritanya. Aku tersenyum pada Novia, "mimpi itu kan bunganya tidur, ngga usah dibawa pikiran." Ujarku sambil mengelus kepala Novia yang tertutup hijab.

"Sebentar lagi kita ngga akan bisa ngumpul seperti ini, kakak udah ngga disini." Ujar Novia lirih. "Kamu udah kelas dua, cuma setahun lagi disini habis itu nyusul kakak kuliah. Lagian kita masih bisa jalan bareng sore atau malam harinya. Tiap pulang sekolah, kakak jemput deh, ya...?" Ujarku sambil tersenyum. Novia membalas senyumku meskipun terlihat raut wajahnya kurang puas.

Sepulang sekolah, aku diminta Ibu untuk mengantarnya menjenguk kerabat yang sedang hamil. Kebetulan juga masih tetangga di kampung sebelah. Tempat kami tinggal memang masih merupakan perkampungan yang masih jarang penduduk. Letaknya ada di pinggiran kota. Kampung ini di kelilingi hutan yang masih lebat dengan pepohonan rindang dan besar. Akses ke kampung hanya ada satu jalan aspal kecil yang hanya bisa di lalui satu buah mobil. Saat dua mobil berpas-pasan, maka salah satu harus mengalah ke sisi jalan. Tapi hanya beberapa penduduk saja yang memiliki mobil di kampung kami sehingga jalan kecil tersebut jarang dilalui mobil. Semua warga lebih mengandalkan sepeda motor sebagai alat transportasi.

Aku berdiri didepan cermin sambil menyisir rambut. Tubuhku yang setinggi 175cm dengan berat badan 65kg juga tak luput dari pengamatan. Cukup proporsional menurutku. Bentuk wajahku oval dengan potongan rambut pendek klimis. Kadar ketampananku pun sedang-sedang saja dan cukup untuk memikat hati para wanita. Setelah memakai baju kaos polo dan celana pendek cargo coklat, aku bersiap untuk pergi mengantarkan Ibu.

Tante Celin adalah teman arisan Ibuku. Ia sedang mengandung dan tinggal beberapa hari lagi akan segera melahirkan. Mereka sekeluarga tampak bahagia dan terlihat tidak sabar lagi menanti kehadiran sang buah hati. Suasana seperti ini semakin mendorongku ingin cepat-cepat menikah dan membuat keturunan, heuheu...

"Selamat, ya... Ngga berasa sebentar lagi udah mau lahiran," Sapa Ibuku yang baru tiba di rumah tante Celin sambil meletakkan bingkisan di atas meja ruang tamu. "Iya, nih... Hasil kerja keras si bapak," Ujar tante Celin sambil melirik suaminya yang berkumis mirip mas Adamnya tante Inul.

"Harus dijaga kondisinya, loh... Jangan terlalu banyak jalan kesana kemari." Ujar Ibu menasehati. "Iya, makasih udah dateng, loh..." Ujar tante Celin. Mereka berdua pun berbincang-bincang. Setetah beberapa puluh menit kemudian aku dan Ibu pamit untuk pulang.

Aku melaju pelan di sepanjang jalan menuju ke rumah. "Enak ya ma, orang berkeluarga tuh?" Tanyaku. "Sekolah terus kuliah dulu yang bener, jangan mikirin k.a.win dulu." Ujar Ibu sambil mendorong pelan kepalaku yang tertutup helm.

"Setuju ngga kalo Novia jadi menantu pian, ma?" Tanya gw lagi. "Kamu sendiri yang bisa menilai dia cocok apa engga jadi menantu mama. Sebagai orangtua, mama sama abahmu cuma mau yang terbaik untuk hidup anak-anaknya." Jawab Ibuku. Aku pun terdiam sambil terus melajukan sepeda motor melewati jalan-jalan kecil di perkampungan.


Sudah pukul 19.00 malam saat aku melirik jam tangan. Malam ini aku berjanji untuk mengajak Novia jalan-jalan. Rumah Novia kebetulan berada di kota. Perjalanan dari kampungku ke kota memakan waktu sekitar 15menit perjalanan. Angin kencang menerpa tubuhku saat diatas motor. Cuaca malam ini terlihat cerah, bintang-bintang bertaburan di langit dan cahaya rembulan tampak bersinar meskipun tak secerah cahaya matahari.

Aku berhenti didepan pagar rumah Novia. Ia berjalan sedikit tergesa-gesa diatas teras rumahnya untuk menghampiriku. Aku terpana melihat penampilannya malam ini. Rambut hitam panjangnya yang bergelombang dibiarkan tergurai sampai punggung. Meskipun ia tampil seadanya dengan kemeja hijau motif kotak dan celana capri hitam tapi terlihat eye catching.

"Kita mau kemana, kak?" Tanya Novia dengan senyum bahagia di wajahnya. "Udah makan belum?" Tanyaku sambil memutar kunci kontak lalu menghidupkan mesin motor. "Belum, aku kan sengaja ngga makan biar bisa makan bareng sama kamu," Jawabnya dengan menggoda.

"Kita makan di tempat biasa aja atau mau coba di tempat lain?" Tanyaku sebelum menjalankan motor. "Emm... Terserah kakak aja," Jawabnya sambil tersenyum. Malam ini ia terlihat sangat bahagia.

"Yaudah, kalo gitu." Aku pun membawa Novia mengitari kota di malam hari. Ia memeluk tubuhku dari belakang dengan kuatnya, seolah ia tak ingin kehilanganku. Kami berdua menyusuri jalan ibu kota yang tidak terlalu padat oleh kendaraan. Kelebihan kami yang tinggal di kota luar pulau Jawa adalah terbebas dari kemacetan. Jalanan di kota ini sangat lega dan jauh dari kepadatan.

Aku parkir disebuah rumah makan itik panggang yang terletak di jalan jati. Ini adalah tempat favorit kami berdua saat berwisata kuliner di malam hari. "Kak, cari tempat lain, yuk... Bosen, hihi..." Pinta Novia sambil tertawa kecil. "Tadi ditanyain katanya terserah, hadeh..." Ujarku.

"Cari tempat yang agak romantis dikit, dong..." Ujar Novia. "Oke tuan puteri," Aku kembali melajukan motor meninggalkan parkiran. Setelah berputar-putar dan melewati jalan di pinggir sungai yang membelah kota Banjarmasin, akhirnya kami berdua memutuskan untuk singgah di Siring yang merupakan pinggiran sungai yang sudah di beton dan biasa digunakan masyarakat untuk tempat bersantai. Ada tenda-tenda tempat kuliner yang berjejer di sepanjang sisi jalan. Aku dan Novia pun memilih nasi goreng untuk makan malam kali ini.

Kami berdua duduk di atas bangku kayu yang tersedia di sepanjang taman Siring sambil makan. Aku sudah menghabiskan satu piring nasi goreng dan Novia masih berkutat dengan piringnya yang masih terisi penuh. Sesekali ia menyuapiku nasi goreng dari piringnya.

"Kenapa makannya sedikit banget? Takut gemuk, kah" Tanyaku. "Ngga juga..." Jawab Novia sambil melamun. Pandangannya tertuju pada sebuah perahu kelotok yang melintas di depan kami. Aku sengaja membiarkannya terbuai dalam lamunan, entah apa yang di pikirannya.

Hari semakin malam, kami berdua masih duduk di taman Siring sambil mengobrol. Pemandangan indah pesisir sungai di hiasi lampu-lampu dari lentera hias yang berjajar diatas pilar membuat kami enggan beranjak. Karena malam semakin larut, dengan terpaksa aku harus mengantarkan Novia pulang ke rumahnya karena aku belum menghalalkannya. Aku tidak ingin merusak kepercayaan orang tua Novia padaku. Selama ini aku dikenal sebagai lelaki yang bertanggung jawab di mata keluarga Novia. Aku tidak pernah mengantarkan Novia pulang diatas jam 10 malam. I am a good boy emoticon-Cool

Aku melajukan motor dengan pelan menuju rumah Novia. Saat-saat seperti ini memang tidak seharusnya tergesa-gesa, manfaatkanlah waktu dengan sebaik mungkin.

"Kak, aku mau lagi, dong." Pinta Novia tiba-tiba sambil mencolek perutku. "Hah? Jangan ah, bahaya... Nanti kamu ketagihan." Ujarku santai. "Please... Sekali ini aja. Mumpung malem kan sepi." Novia bersikeras. Aku pun berpikir sejenak untuk menuruti permintaan Novia barusan.


Bersambung...
jimmi2008
makgendhis
sampeuk
sampeuk dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.