Kaskus

Story

bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"

Mereka yang Hidup Dalam Gelap, merupakan suatu true stroy, real story atau semacam itu tentang Arda, ketika di season 1 Arda menyajikan pada anda bagaimana dia bertahan dan berhadapan serta bertemu dan mengenal mereka, maka di season 2 ini arda akan mengantarkan kalian menuju dalamnya cerita tahap lanjut, dimana dia harus berhadapan dengan mereka, menguji apa yang telah dia pelajari, dan menjadi seorang yang menjembatani antara 2 dunia.

90% horror dengan bumbu hiperbola dan cerita drama, cinta, dan cerita persahabatan, memberikan kepada pembaca kesan tentang apa yagn dialami penulis.

Quote:


Quote:


selamat menikmati season 2 dari cerita ini, semoga kalian menyukai, jangan lupa cendol, juga share and like nya

ig : @bakemonotong
twitter : @Ardahakimotong


Welcome to my Second Season of Story


INDEKS :

Quote:



NITIPSSSS :
Quote:

Diubah oleh bakamonotong 22-06-2018 09:53
Suminten.Avatar border
anasabilaAvatar border
meqibaAvatar border
meqiba dan 2 lainnya memberi reputasi
3
56.2K
212
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
#141
Part XXI - Tanah Kelahiran, Ibu Kota


Sebenarnya sudah sering aku pulang ke Jakarta, cuma pada tahun 2010 ini saat libur semester, dari Bali aku memutuskan ke Jakarta, tempat kakekku, disinilah aku mulai merasakan entitas lain di rumahku di Jakarta sini. Mereka yang ternyata telah cukup lama menghuni rumahku di Jakarta sana, tepatnya di daerah Pisangan Baru, daerah yang ramai karena dekat st Jatinegara, dan kakekku adalah seorang pemegang agama yang teguh, tapi tidak bisa melihat maupun merasakan mereka, karena dari keluarga ibuku memang tidak ada yang sensitif dengan makhluk astral, berbeda dengan dari keluarga ayahku yang memiliki sensitifitas tinggi.



Aku yang saat itu menghabiskan hari- hariku di Jakarta cukup menikmati seharian di kamar, kadang pergi ke Mall, bersama keluarga om ku, ya sesekali menikmati ramainya kota Jakarta. Macet sudah biasa buatku karena aku kecil dan tiap tahun tetap pulang ke Jakarta. Polusi lah satu- satunya hal yang aku tak suka, membuat sesak nafas saja. Dan juga panas ibukota membuatku tidur harus dengan AC atau kipas angin secara langsung, sehingga dapat meredam sedikit panas di Jakarta. Berbeda dengan di Jogja, ketika kau buka pintu pagi- pagi, hembusan angin segar akan masuk, tidak dengan di Jakarta, sebuah semburan angin panas akan menerpamu, membuatmu makin gerah.



Rumah kakekku memiliki 4 kamar (3 kamar tidur, 1 kamar + musholla). dan ada 1 gudang di belakang rumah, yang sangat jarang dibuka, bahkan kemungkinan hampir setahun sekali di buka. sebuah gudang yang menyimpan entitas besar disana, sesosok makhluk yang memiliki aura negatif, memang tidak mengganggu dan jarang keluar dari gudang, tapi auranya cukup menekanku saat malam hari, membuatku bergidik ngeri apalagi ketika harus mencuci baju atau mencuci piring yang lokasinya berada tepat di sebelah gudang tadi. Memang aku awalnya hanya merinding disko saja, tapi aku tak sadar bahwa ternyata makhluk ini mencoba menunjukkan identitasnya padaku, sedikit menakut- nakuti ku.



Malam itu aku tidur di musholla atau kamar yang digunakan sholat sunnah oleh kakekku, tapi ternyata aku kira musholla bakal aman, tapi disana ada sesosok perempuan yang menunggu, yang mengetuk - ngetuk pintu Musholla malam itu, dan bahkan menyerang sukmaku dalam mimpi. Membuatku kewalahan, ketika aku sedang bermimpi dan melihat sosok wanita ini, dengan senyum lebar hampir sobek , memang wajahnya yang lain masih normal, hanya senyumnya saja yang membuatku bergidik ngeri dan perilakunya yang bereterbangan mengitarik dalam mimpi itu, dalam suatu ruangan gelap. Hingga aku akhirnya terbangun dan kulihat sosok itu masih di Jendela sana, melambaikan tangan padaku dan menghilang dalam gelap malam.



Pagi hari akhirnya aku benar- benar bisa tertidur lebih nyenyak, sadar karena jin wanita tadi menggangguku semalaman membuatku tidak nyaman tidur, apalagi di luar kamar terdengar ramai suara yang tidak aku kenal dan membuatku sedikit takut untuk mengecek disana. Apalgi saat itu sudah menunjukkan pukul 1 pagi. Tapi setidaknya aku akhirnya bisa tertidur jam 3 pagi, kakekku sholat tahajud dalam gelap di ruang tv depan musholla, membuatku sedikit tidak takut karena melihat kakekku disana, berdoa dan berdzikir, yang juga menyuruhku untuk sholat tahajud. Tapi kala itu aku terbangun dan ke kamar mandi, melewati kakekku yang sedang tahajud, dan kulihat di jendela luar dekat ruang cuci dan gudang, sesosok gendruwo, hitam legam besar, menatapku dengan seringainya seakan mengancamku dan mengusirku. Aku yang kaget pun menyegerakan di kamar mandi dan segera kemabli tidur.



Malam hari ini, adalah malam yang terakhir aku di Jakarta sebelum besk sorenya aku balik ke Jogja. Beberapa hari sebelumnya tidak ada gangguan berarti, hanya sekelebat lewat dan suara- suara yang anehnya hanya didengar olehku, bahkan keluargaku disana tidak ada yang mendengarnya. Malam itu aku tertidur dan "terbangun", dalam suatu sisi gelap di sana, kulihat sosok wanita itu berdiri dengan tersenyum, tapi terasa aura kesedihan dalam dirinya, juga wanita ini kemdian menuju ke arahku, menarikku, membawaku pergi, melesak dari tubuhku dan berada di luar sini, aku paling benci ngerogo sukma dengan paksaan seperti ini, karena membuatku kaget dan tidak siap melihat wujud makhluk yang ada disini.




Aku yang keluar musholla melihat si sosok wanita tadi melayang pergi ke pohon depan rumah, terkekeh dan kemudian melayang ke langit, entah kemana, aku kemudian masuk lagi ke rumah, dan melihat sesosok kakek- kakek berjenggot putih duduk di ruang tv, bersila dan seperti mengabaikanku, aku berjalan lagi, kuliah beberapa anak kecil berlari mengitari ruang makan di sana, bermain satu sama lain, dan akhirnya menembus tembok, menghlang. Hingga aku menuju gudang, aku merasakan suatu aura sangat kuat, membuatku memancarkan aura ku, bersiap jika harus bertempur. Dan kulihat si Gendruwo sudah keluar dari sana, dengan wujud sebenarnya, yang jauh lebih besar dari yang pernah kulihat selama ini. Dengan sekali hempas dia melemparkanku membuatku terlempar menabrak tembok. shock yang membuat tubuh asliku sedikit terguncang.



Aku segera berdiri, memasang pagar pada tubuh asli maupun astralku, membuat sebuah barrier yang sekiranya bisa menahan serangna gendruwo ini, tapi ternyata perlahan serangannya berefek membuat proteksiku melemah, dan aku tidak bisa melakukan apa- apa. Hingga aku lihat Sar segera menubruk Gendruwo tadi, membuat nya terjungkal, jatuh kemudian kulihat Abah menahannya dengan tngkat kayunya, dan para Naga mengikat tangan dan kakinya. "GRAAAA!!! LEPASAKAN AKU!", katanya

"Ada apa kenapa kamu menyerangku? Apa salahku?", kataku ke makhluk itu, "Aku hanya tidak suka kau lebih kaut dariku, kau dulu hanya anak lemah yang tinggal disini," kata Makhuk itu, memnbuatku jengkel.


Aku yang awalnay berniat menyegel makhluk ini malahan aku terpental oleh suatu tenaga kuat, yang ternyata datang sesosok lagi, sesosok yang lebih kuat, seorang manusia? dengan tubuh astralnya "Mau apa kamu dengan peliharaanku!?"
johny251976
kemintil98
regmekujo
regmekujo dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.