- Beranda
- Stories from the Heart
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
...
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...
Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
iskrim dan 132 lainnya memberi reputasi
127
2.1M
8K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
juraganpengki
#5154
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
“Kanjeng Ratu Penguasa Laut Utara” Ucap gw lirih dalam hati, dengan satu tarikan nafas yang tersisa karena tercekiknya tenggorokan..
Sosok wanita cantik yang nampak sedang melayang keluar dengan sangat anggun dari kereta kencananya itu, sempat melempar pandangan ke arah gw yang sedang meregang nyawa dalam cengkraman tangan Ni Mas Laras Rangkuti di leher.. Sebuah senyuman manis tersungging diwajahnya yang sangat cantik..
Perlahan, beliau melemparkan pandangan kembali ke arah Raja Jin yang nampak tidak bisa menyembunyikan raut keterkejutan akan kemunculan sosok berparas jelita itu.. Sementara, Raksa Wanara yang kehilangan dua sosok penahan Ajiannya dengan Tameng Langit barusan, langsung merapatkan mulut dan menjelma kembali ke sosok asli, lalu melesat ke samping Raja Jin..
“Lepaskan menantuku sekarang juga, Penguasa Gaib Tanah Pasundan.. Atau ku hancurkan sosok Jin dalam diri gadis itu” Ucap Kanjeng Ratu Kerajaan Laut Utara dengan suara merdu namun tegas, sambil menunjuk ke arah gw..
Sebuah senyuman dingin dari wajah Raja Jin tersimpul seiring tatapannya yang memandang sama ke arah Anggie dan gw..
“Ratu Laut Utara, apakah kedatangan mu dari jauh hanya untuk membebaskan pemuda itu? Atau karena kerinduan mu yang tak tertahankan lagi kepadaku?” Tanya Raja Jin dengan nada mengejek..
Senyuman kecil mengandung rasa getir karena merasa diejek, tersimpul dari wajah jelita Penguasa Kerajaan Laut Utara.. Lalu, jari telunjuk tangan kanannya yang terbalut untaian selendang berwarna hijau, di arahkan persis ke arah gw..
Tanpa ada suara atau pun pendaran sinar kesaktian yang melesat keluar dari ujung jari telunjuk lentik sosok cantik itu, tiba-tiba Anggie menjerit kencang.. Sosok Ni Mas Laras Rangkuti yang menguasai tubuh gadis itu nampak terlempar keluar, bersamaan dengan terlepasnya leher gw dari cekikan tangan Anggie..
Kedua mata gw sempat menatap nanar karena jatuh bersamaan dengan merosotnya sosok Anggie ke atas tanah berbatu.. Akan tetapi, sekelebat bayangan putih melesat menangkap tubuh gw dan Anggie.. Kedua mata gw terbelalak begitu mengetahui sosok bayangan putih itu ternyata adalah pemuda berparas sama persis dengan gw..
“Jagat Tirta” Ucap gw lirih dalam hati, bersamaan dengan gerakan tangan suaminya Sekar Kencana yang menotok beberapa titik di tubuh ini untuk melepaskan membuka jalan darah..
Dari arah kedua tokoh Penguasa dua Kerajaan Gaib yang berbeda, Kanjeng Ratu Laut Utara mengayunkan tangannya kembali ke beberapa sahabat gaib dan ketiga saudara gw yang terperangkap dalam lingkaran tali emas.. Selarik sinar tipis berwarna hijau terang melesat keluar dari ujung jari telunjuk Beliau dan menabrak tali emas ciptaan Raja Jin..
TARR
Suara letupan kecil terdengar saat sinar tipis hijau memutus tali emas dan membuat tali tersebut menghangus seketika, lalu hilang menguap menjadi asap berwarna hitam.. Sontak, semua sosok sahabat gaib dan ketiga saudara melesat melompat ke arah kami bertiga.. Sekar Kencana yang masih nampak pucat langsung memeluk suaminya itu dengan sangat erat.. Sementara Bimo, Suluh dan Ridho mengepung gw yang sudah terduduk memangku Anggie..
“Bree, Lu ga apa-apa? Anggie gimana?” Tanya Ridho dengan dua pertanyaan sekaligus..
Gw menganggukkan kepala dan melempar pandangan ke arah Anggie yang tak sadarkan diri.. Kemudian melirik ke Jagat Tirta dan Sekar.. Untuk sesaat, gw tertegun sambil tersenyum melihat pasangan suami isteri itu nampak saling pandang.. Dengan lembut, Jagat Tirta menyeka darah hitam dari bibir mungil isterinya.. Lalu mengecup kening Sekar Kencana dengan sangat mesra..
“Berani nya kau menghancurkan Tali Emasku dan membebaskan mereka tanpa seizinku, Ratu Laut Utara” Bentak Raja Jin dari arah lain, yang membuat kami semua menoleh ke dirinya..
Raut kemarahan terlihat jelas dari wajah Penguasa Gaib Tanah Pasundan, yang sempat menatap tajam ke arah kami dan melempar pandangan kembali ke Penguasa Laut Utara.. Disebelah kiri dan kanannya nampak sosok-sosok sekutu Braja Krama sama tajam nya menatap ke arah kami.. Terutama Ni Mas Larasa Rangkuti, yang terlihat pucat karena dipaksa keluar dari tubuh Anggie.. Sementara, kelima sahabat gaib yang masih berada dalam pengaruh Raja Jin, tetap menatap kosong..
“Aku tidak perlu meminta izin dari mahluk nista seperti mu.. Kau yang telah menabuh genderang perang terhadap ku, Penguasa Gaib Tanah Pasundan.. Kanjeng Ratu Laut Selatan yang memberitahukan padaku, begitu pasukannya telah kembali dan membawa kabar bahwa kau lah dalang atas semua yang terjadi.. Terutama pada puteriku.. Aku tidak menyangka kau bisa berbuat setega itu kepadaku, hanya karena hawa nafsu ingin menguasai Kitab Langit.. Aku bersumpah demi tiap tetes darah mendiang puteriku yang tertumpah, aku akan membalas perbuatanmu” Ucap Penguasa Laut Utara sambil menunjuk ke arah Raja Jin..
Untuk beberapa saat, Braja Krama sendiri terdiam mendengar ucapan Ratu Laut Utara.. Lalu berubah tertawa terbahak-bahak sebagai jawaban awal..
“Tentang puteri mu, bukan aku yang pantas disalahkan.. Dirinya sendiri yang terlampau buta mencintai pemuda keturunan ku, sampai rela mengorbankan nyawa untuknya.. Dan demi menjadi sosok paling sakti sejagat raya, aku bisa mengorbankan apapun.. Bahkan mengorbankan diri mu yang aku tahu masih sangat mencintaiku dalam hati.. Tapi sayang, Ratu Laut Utara.. Aku hanya bersenang-senang saja dengan mu dan tidak berfikir sekalipun akan membalas cin...”
Belum selesai Raja Jin berucap, tiba-tiba sosok Ratu Laut Utara menghilang dan muncul kembali sedetik kemudian persis di hadapan nya, sambil memukulkan telapak tangan kanan yang diselimuti sinar hijau terang..
BUGGH!!!
Suara pukulan terdengar keras menghantam dada Braja Krama dan membuat sosok berambut sebahu itu terpental jauh ke belakang, hingga masuk ke dalam lubang berisi kawah mendidih.. Kami yang menyaksikan gerakan tak kasat mata Penguasa Laut Utara pada serangan pertama tadi, hanya bisa tertegun.. Raksa Wanara dan Ni Mas Laras Rangkuti terlihat melesat ke arah lubang yang sama guna mencari tahu keadaan junjungan mereka.. Sementara Bayu Ambar dan Pandu Rukmo, nampak tetap berdiri tak bergeming disamping kelima sosok sahabat yang masih berada dalam kendali Braja Krana..
Di sisi kami, Jagat Tirta langsung membungkuk dan menekan tengah dahi di antara dua alis Anggie menggunakan ujung jempol tangan kanannya..
“Aku yakin Braja Krama tidak akan bisa semudah itu dikalahkan Penguasa Kerajaan Laut Utara.. Karena nya, aku harus menutup sisi buruk dari aura kekasih mu sekarang juga, anak muda.. Agar dikemudian hari tidak ada lagi Jin jahat yang bisa merasukinya.. Aku juga kan menyirep kekasih mu supaya tidak terbangun dalam pertempuran nanti”
Mendengar ucapan Jagat Tirta, gw menganggukkan kepala sambil mengulum senyuman lega.. Sekar yang masih berdiri disisi suaminya itu nampak memperhatikan kami berdua untuk beberapa saat.. Sementara, Jagat Tirta menutup kedua mata sambil membacakan sepotong Ayat Suci Al-Qur’an.. Lalu meniupkan nafas nya yang berbau harum ke wajah Anggie disusul dengan gerakan tangan yang mengusap paras gadis itu.. Gw sempat melihat Jagat Tirta tertegun memandangi wajah Anggie untuk beberapa saat, sampai sosok Penguasa Kerajaan Laut Utara melayang menghampiri kami setelah mengambil Kitab Langit..
Gw segera bangkit setelah menyandarkan tubuh Anggie disebuah batu besar, bersamaan dengan tertunduknya wajah semua sosok sahabat..
“Simpan Kitab Langit ini dan pindahkan kekasihmu ketempat yang aman, Cah Bagus.. Sebelum Kakek Moyang mu yang licik itu kembali” Ucap Ratu Laut Utara yang gw sambut dengan uluran tangan mengambil Kitab Langit, dan hendak menggendong tubuh Anggie..
WEEERRRR...
“Terlambat...” Kata Penguasa Laut Utara dengan kedua mata beningnya yang membesar, begitu terdengar serangkuman gelombang angin sangat panas mengamuk menderu dari arah belakang..
Penguasa Kerajaan Laut Utara segera berbalik arah dan cukup terkejut melihat gelombang angin besar berwarna kelabu berputar laksana gangsing, dengan inti angin yang muncul dari tengah lubang kawah.. Bersamaan dengan itu, sedikit demi sedikit sosok Penguasa Gaib Tanah Pasundan juga mulai terlihat melayang keluar dari lubang yang sama.. Hampir semua pandangan sosok sahabat gaib yang berada di belakang Ratu Laut Utara terbelalak.. Saat melihat inti angin puyung berwarna kelabu yang dengan dahsyat nya terus berputar, ternyata berada di tengah telapak tangan Raja Jin..
“Semesta Bayu” Ucap Ratu Laut Utara dengan suara hampir tak terdengar..
Gw sempat melihat wajah Jin Penjaga nya Reinata, Ki Purwagalih dan Ki Suta memucat, selepas Ratu Laut Utara berucap.. Ketiga sosok itu nampak saling pandang untuk beberapa saat, dengan raut wajah menyiratkan kecemasan.. Dari situ gw yakin, bahwa Ajian bernama Semesta Bayu milik Raja Jin merupakan ancaman serius bagi kami semua..
“Kalian berlindung lah.. Aku akan mencoba menghalau Aji Semesta Bayu itu” Kata Sosok jelita Penguasa Kerajaan Laut Utara, yang terus melesat tinggi ke angkasa..
Raja Jin nampak menyorot tajam ke arah kami semua, sambil terus menengadahkan telapak tangan kanan dengan inti Angin puyuh berwarna kelabu mengandung hawa panas yang ada di pusatnya..
“Seranganmu tadi ku anggap sebagai sebuah tantangan, Ratu Laut Utara.. Aku layani permintaan mu dengan senang hati” Ucap Braja Krama dengan suara bergetar penuh amarah, lalu mengayunkan tangan kanan ke arah lawan..
Gelombang Angin Puyuh yang tercipta dari Ajian Semesta Bayu milik Raja Jin, langsung melesat menggulung dan melemparkan apa saja yang dilewatinya sebelum tiba ke sosok incaran..
Diarah berlawanan, Ratu Laut Utara nampak merentangkan kedua tangan nya ke samping sambil memejamkan kedua mata dan mengucap mantera yang terdengar samar.. Kedua tangan sosok jelita tersebut terlihat mulai bergetar dan menimbulkan suara bergemericing dari gelang-gelang emas bertahtakan batu permata hijau yang beliau gunakan.. Dari arah samping kiri dan kanan, mulai terdengar suara ombak mengamuk dan menghantam dinding Gunung..
Kedua mata gw membesar an tertegun saat menyaksikan dua gulung ombak besar membuncah setinggi puluhan tombak dari sisi barat dan timur Gunung.. Air-air asin yang seharusnya menetes dari dua ombak besar yang terus meninggi itu, tak satu pun ada yang jatuh dan membasahi tanah berbatu.. Malah gelombang air jutaan kubik tersebut nampak berkilat perak tertimpa cahaya redup rembulan dan terus meliuk-liuk mengikuti gerakan tangan Ratu Laut Utara..
“Junjunganku akan menggunakan Ajian Dua Pilar Laut Utara yang tercipta dari dinginnya gulungan ombak maha dahsyat untuk meredam hawa panas Aji Semesta Bayu” Kata Raden Jaka Wastra, yang membuat semua sosok kembali tersadar dari ketertegunan..
Gw juga yang sempat tertegun dengan mulut terbuka menganga, kembali bersiap untuk melihat dua Ajian Sakti dari Dua Penguasa Kerajaan Gaib berbeda wilayah, yang sesaat lagi akan berbenturan..
Melihat Angin Puyuh mengandung hawa panas meliuk-liuk menderu dan berputar dalam jarak sudah sangat dekat, sosok Ratu Penguasa Laut Utara mengarahkan kedua telapak tangannya yang langsung menyatu ke depan.. Bersamaan dengan itu, dua gelombang ombak maha dahsyat yang membuncah dari sisi barat dan timur Gunung, langsung menyatu dan menerjang Ajian Semesta Bayu..
BBBYYAAAARRR....
Ledakan hebat terjadi dalam gulungan ombak dan membuyarkan jutaan kubik air, saat dua elemen alam berbeda hawa itu bertemu di angkasa.. Sosok Ratu Laut Utara terlihat tersurut mundur setengah tombak ke belakang.. Sementara, semua sahabat dan saudara yang berada di bawah Ratu Laut Utara menggunakan tenaga dalamnya masing-masing untuk menahan terpaan gelombang dari ledakan barusan, kecuali gw.. Gw langsung memutar tubuh dan melindungi Anggie dengan punggung..
Jutaan kubik air asin dari gelombang ombak ciptaan Ajian Dua Pilar Laut Utara yang berhasil menahan Aji Semesta Bayu, langsung jatuh termuntahkan ke bawah.. Anehnya, jutaan kubik air yang hampir saja menghantam kami dari atas, terhenti dan melayang-layang di angkasa, begitu telapak tangan Ratu Laut Utara terbuka dengan posisi seolah sedang menahan..
Lalu dengan senyuman dingin, Penguasa Kerajaan Laut Utara mengayunkan tangan kanannya yang menahan jutaan kubik air ke arah Penguasa Gaib Tanah Pasundan bersama Raksa Wanara dan Ni Mas Laras Rangkuti.. Sontak gelombang jutaan kubik air yang membuncah kembali melesat hendak menerjang ketiga sosok lawan..
Melihat terjangan air yang siap menghancurkan mereka, Raja Jin melompat sambil mengibaskan jubah merahnya.. Serangkuman angin besar tercipta dari kibasan Jubah Penguasa Gaib Tanah Pasundan, yang sekaligus membelokkan jutaan kubik air hingga bergeser delapan tombak ke samping dan jatuh menghantam tanah kosong berbatu..
Setelah merasakan keadaan mulai aman terkendali, gw kembali membalikkan badan dan menatap ke arah Raja Jin yang nampak sudah melayang berdiri bersama Raksa Wanara dan Ni Mas Laras Rangkuti.. Dari sorot matanya yang tajam menandakan sosok Penguasa Gaib Tanah Pasundan itu memendam amarah sangat hebat.. Sementara, Ratu Laut Utara yang sempat tersurut setengah tombak ke belakang melayang turun secara perlahan dan kembali ke barisan kami..
”Kekuatan mu tidak berkurang sedikit pun, Dewi.. Dari perang gaib terakhir yang kita sama-sama menangkan dimasa silam, kekuatan mu malah semakin meningkat.. Aku makin bersemangat ingin membuat mu bertekuk lutut” Ucap Penguasa Gaib Tanah Pasundan, yang memuji sekaligus mengancam Ratu Laut Utara..
“Jangan banyak bicara, Raja Jin.. Jika kau merasa mampu membuatku bertekuk lutut, maka lakukan lah.. Dengan senang hati aku akan membalikkan keadaan dan membungkam mulut besar mu itu”
Raja Jin nampak menyunggingkan senyuman menyeringai mendengar jawaban Penguasa Kerajaan Laut Utara.. Lalu menoleh ke arah Raksa Wanara dan Ni Mas Laras Rangkuti.. Kedua sekutu nya itu langsung menganggukkan kepala bersamaan.. Kemudian, Raksa Wanara melompat beberapa tombak ke depan dan kembali menjelma menjadi Kera Raksasa.. Sementara, Ni Mas Laras Rangkuti mengeluarkan dua bilah Pedang Kembar berselimutkan sinar biru.. Dari lain arah, kelima sosok sahabat gaib yang masih berada dibawah pengaruh Raja Jin segera melayang mendekati Penguasa Gaib Tanah Pasundan.. Di susul Bayu Ambar dan Pandu Rukmo..
“Aku berikan kalian waktu untuk memikirkan bagaimana bisa mengalahkanku.. Aku tidak mau hanya terlewat beberapa jurus saja, kalian sudah meregang nyawa nantinya.. Pertempuran ini harus berjalan sengit sesuai kemauanku” Ucap Raja Jin dengan lagak congkaknya sambil menunjuk ke arah kami semua..
Mendengar kalimat Braja Krama, Jagat Tirta segera mengumpulkan semua sosok yang berdiri sedikit renggang..
“Kanjeng Ratu akan melawan Braja Krama.. Ki ****** dan Ki Braja Sapta, aku mohon kau berdua melawan Raksa Wanara dengan dibantu Nyi Roro Ranggas.. Bajing Ireng, kau juga bisa membantu melawan Kera Raksasa itu dengan Naga Caglak tunggangan mu” Seru Jagat Tirta yang membuat kedua mata Babeh Misar membesar..
Gw juga sempat terkejut mendengar sosok berwajah sangat mirip dengan gw itu menyebut julukan khas Babeh Misar.. Bahkan, Jagat Tirta juga tahu akan Naga Caglak.. Darimana dia bisa mengetahui semua itu? Apa selama ini ia mengawasi segala yang terjadi dengan gw secara diam-diam? Aah, ga penting buat nanyain masalah itu disaat seperti ini.. Lebih baik gw juga memutar otak untuk membantu mereka mengalahkan angkara murka..
“Nyi Durga Daksa, sosok puterinya Krama Raja adalah lawan mu”
“Aku akan membantu Nyi Durga Daksa, Kakang” Sambar Sekar yang membuat Jagat Tirta menoleh ke arahnya..
“Tidak, Nyi Mas.. Kau sedang terluka seperti halnya Ki Purwagalih dan Ayahanda ku.. Lebih baik kau tetap disini bersama mereka, melindungi kekasihnya Imam.. Aku tidak mau terjadi apapun pada dirimu” Sanggah Jagat Tirta sambil membelai pipi isterinya itu..
“Tidak, Kakang.. Aku masih sanggup melawan Ni Mas Laras Rangkuti.. Aku punya dendam tersendiri pada dirinya yang telah menyiksaku saat menjadi tawanan mereka.. Aku mohon, izinkan aku untuk membantu”
Jagat Tirta nampak menoleh ke arah Ki Suta yang menganggukkan kepala, pertanda ia menyetujui puteranya itu untuk meluluskan permintaan isterinya.. Kemudian, Jagat Tirta menghela nafas panjang dan menyimpulkan senyuman manis ke arah Sekar..
“Baiklah, Nyi Mas.. Kau boleh membantu.. Tapi, aku harap kau berhati-hati dalam menghadapi Ni Mas Laras Rangkuti.. Kesaktian nya cukup tinggi”
Sekar seketika memeluk dan mencium pipi suaminya karena terlampau senang mendapat izin untuk membantu.. Gw sempat melirik ke arah beberapa sosok Jin perempuan nan cantik yang memalingkan wajah melihat tingkah centil Sekar Kencana terhadap suaminya sendiri.. Nampak ada sedikit kecemburuan tersirat dari wajah mereka.. Terutama saat Jagat Tirta membalas ciuman Sekar ke pipi mulus isterinya, sampai terdengar suara berdehem Ki Suta yang membuat sepasang suami isteri itu tersipu..
“Maafkan tingkah kami.. Baiklah, aku akan lanjutkan.. Bayu Ambar adalah urusan ku.. Sementara, Ibunda ku dan Bayu Barata serta ketiga anggota Kerajaan Gaib yang semuanya berada dalam pengaruh Braja Krama menjadi tanggung Jawab Raden Jaka Wastra, Dewi Ayu Anjani dan Penguasa Pulau Tidung.. Pandu Rukmo akan dihadapi oleh ketiga anak manusia keturunan Ayahandaku.. Ingat semua lawan yang berada dalam pengaruh Braja Krama adalah sahabat kita.. Jadi, aku mohon jangan buat mereka meregang nyawa.. Cukup lumpuhkan saja dengan cara apapun tanpa harus membunuh” Ucap Jagat Tirta yang membuat gw mengerutkan dahi karena menyadari kembaran Bayu Ambar itu mengetahui tiap nama sosok sahabat gaib yang berada disekelilingnya..
dodolgarut134 dan 15 lainnya memberi reputasi
14