Kaskus

Story

irazz1234Avatar border
TS
irazz1234
Dunia Para Monster [Zombie Apocalypse Story]
Hello kaskuser dan momod tercintah emoticon-heart

Gw mau coba share cerita yang bertema horor.
Tapi horor bukan sembarang horor. emoticon-EEK!
Horor kali ini temanya Zombie Apocalypse.
Mirip kyk resident evil, the last of us, the walking dead, dll.
Tema yg cukup jarang diulas ato dibuat threadnya di SFTH.

Apdet dirilis sesuka hati, tergantung moodnya TS emoticon-Malu
Kentang sih pasti ada, tapi gw usahain gak sampe busuk tuh kentang emoticon-Ngakak (S)

Ga perlu lama-lama dah intronya, semoga semua pada suka emoticon-Embarrassment

Selamat membaca emoticon-Blue Guy Peace

Quote:
Diubah oleh irazz1234 06-03-2019 20:55
rinnopiantAvatar border
indrag057Avatar border
Karimake.akunaAvatar border
Karimake.akuna dan 12 lainnya memberi reputasi
13
36.5K
264
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
irazz1234Avatar border
TS
irazz1234
#127
Chapter 18



Gabriel akhirnya dapat beristirahat di dalam apartemennya yang mewah di Nashville. Setelah cukup beristirahat, ia pun meminum darah Alyssa dari lemari pendingin dan terbang menuju kota Alyssa pada esok malam. Gabriel pun mencatatkan waktu tempuh tercepat saat ia kembali ke kota Alyssa, dan saat ia mendarat di atap, disana sudah ada tiga orang yang sedang duduk bersantai, yaitu Alyssa, Shane, dan Pablo. Saat Gabriel mendarat, ia terkejut melihat ketiganya, lalu ia pun menyapa mereka.

"Selamat malam Tuan-tuan." Sapa Gabriel ramah, lalu ia menatap kearah Alyssa. "Dan Nona."

"Selamat malam anakku." Balas Pablo sambil tertawa. "Kita harus membicarakan apa yang telah terjadi disini sebelum kita mulai bekerja."

"Baiklah." Jawab Gabriel. "Mari kita mulai."

Pablo mulai menceritakan secara detail tentang pertemuan pertamanya dengan Max, yang merasa sangat tergiur karena akan mendapatkan seorang dokter dan dua orang suster yang handal dibandingkan dengan dokter yang ada di kotanya. Pablo juga memberitahukan status hubungan dengannya saat ini, bahwa mereka berdua adalah ayah dan anak. Meskipun faktanya Gabe jauh lebih tua dari Pablo, tapi Gabe terlihat jauh lebih muda darinya dan Pablo menganggap hal itu sangat lucu.

"Aku tahu, ini terdengar sangat lucu." Kata Pablo. "Tapi ini akan mendukung cerita kita. Aku juga bilang kepada Major bahwa kamu bekerja pada malam hari dan tidur keesokan paginya. Mereka pikir itu adalah bunuh diri untuk pergi bekerja pada malam hari dengan mayat hidup yang banyak berkeliaran, tapi kujelaskan bahwa kamu bekerja lebih baik pada malam hari. Major sepertinya dapat menerimanya, selama kita tetap mengirimkan barang-barang persediaan, dia tidak akan banyak bertanya."

Pablo pun berhenti sejenak untuk menenggak birnya. "Major sepertinya menerima kita dengan tangan terbuka, tapi perkataan Alyssa tentang pria itu benar. Pria itu seperti penjual mobil bekas, dan aku tidak akan pernah percaya pada pria brengsek itu lebih jauh dari ini. Yang aku percaya hanya kebutuhannya akan bahan persediaan, jadi jika kita terus menunjukkan hasil yang baik, dia tidak akan pernah berbuat macam-macam."

"Hanya untuk saat ini." Kata Gabriel. "Jika dia mulai bertingkah, aku dapat dengan mudah menyingkirkannya."

"Tapi cobalah untuk berhati-hati." Shane akhirnya berbicara. "Istri dan anak-anakku sangat menyukai tempat ini. Rasanya kami akan betah untuk tinggal lama di tempat ini. Cobalah untuk tidak menghancurkan semuanya, karena kami benci jika harus pindah lagi seperti yang terjadi di Denver."

"Akan kami coba." Jawab Gabriel. "Tapi aku akan memulai untuk merenovasi rumahku di Nashville. Sekeliling rumahku sekarang sudah mulai banyak zombie berkeliaran, lebih baik untuk mulai membersihkannya sekarang. Pablo bisa mulai mempersiapkan rencana alternatif jika kita membutuhkannya nanti, tapi aku setuju denganmu Shane. Akan kami coba segala cara untuk membuat semuanya berjalan lancar di kota ini. Aku pun tidak melihat adanya orang-orang dari California yang menuju kearah sini. Mereka harus melewati New Lycan untuk dapat mendekati area ini, dan aku yakin mereka tidak akan disambut dengan ramah disana."

"Jadi secara sederhana," Kata Pablo. "Para serigala itu tidak akan membunuh mereka, tapi mereka akan merubah semua orang menjadi manusia serigala. Populasi mereka akan berkembang pesat dalam semalam."

"Rasanya hal itu sangat mengerikan." Ucap Shane memikirkan hal tersebut.

"Hal itu tidak akan terjadi." Sanggah Gabriel. "Para vampire akan mencegahnya sebelum hal itu terjadi. Ledakan populasi di New Lycan bukanlah hal yang ingin dilihat oleh semua orang, jadi aku ragu para dewan akan mengijinkannya."

"Maaf, apa yang kau bilang tadi?" Tanya Alyssa, saat ia mendengar kata yang baru didengarnya. "Para Dewan?"

"Tidak sekarang." Kata Pablo. "Kami akan menjelaskannya padamu nanti. Tapi untuk sekarang, semakin sedikit yang kamu ketahui akan memudahkanmu untuk menyelesaikan tugas yang akan diberikan nanti."

"Jadi, ceritanya akan bersambung?" Tanya Alyssa penasaran.

"Benar." Jawab Gabriel setuju. "Kami akan menjelaskannya kepadamu nanti, tapi tidak sekarang."

"Ngomong-ngomong tentang Lycan." Kata Pablo, sambil tersenyum kearah 'putranya'. "Ini adalah daftar barang yang kota ini butuhkan. Terbang lah bersama Alyssa kesana dan menginaplah beberapa hari. Buatlah seolah-olah kalian bersusah payah mencari barang-barang itu. Kalian bisa bersantai disana, jalan-jalan, ataupun makan di restoran. Kali ini aku yang traktir."

"Kedengarannya menyenangkan." Jawab Alyssa. "Aku ingin sekali pergi belanja."

Pablo hanya bisa tertawa mendengarnya.

"Ini daftar milikku." Ucap Shane sambil menyerahkan secarik kertas kepada Gabriel. "Hanya beberapa barang kecil untuk keluargaku bisa merasa nyaman."

"Aku hanya punya dua tangan." Gabriel memperingatkan mereka.

"Kau akan baik-baik saja." Kata Pablo sambil menepuk pundaknya. "Bawa kantong tas ini bersamamu."

"Aku benci benda itu." Ucap Gabriel merasa jengah. "Dan aku harus menggendong Alyssa juga!"

"Jangan jadi anak cengeng." Balas Pablo. "Kebanyakan dari barang-barang itu berukuran kecil. Ini juga merupakan misi untuk kalian. Aku ingin kalian berbaur dengan para serigala, dan carilah info apa yang mereka ketahui mengenai kejadian di Denver dan California. Berbicaralah kepada orang dalam yang kau miliki dan juga bertanyalah kepada orang-orang biasa, jika kamu telah mendapatkannya segera beritahukan kepadaku."

"Ide yang cukup bagus." Ucap Gabriel sambil merenungkan usulan Pablo barusan. "Haruskah aku berbicara dengan Cornelius juga?"

"Jika ia sedang mood ingin berbicara padamu, maka iya." Jawab Pablo. "Tapi jangan terlalu menganggap apa yang akan dikatakannya. Makhluk brengsek itu sering berbohong, meskipun dia tidak punya alasan apapun untuk itu."

"Dia memang orang yang seperti itu." Jawab Gabriel mengiyakan. "Jika Cornelius ada disana, aku akan berbicara padanya."

"Kalau begitu bergegaslah." Ucap Pablo. "Apa kau butuh sesuatu sebelum pergi?"

"Tidak." Jawab Gabriel sngkat. "Aku baik-baik saja. Nanti aku akan makan begitu tiba disana."

Gabriel lalu merangkul Alyssa dan membawanya terbang keatas di tengah kegelapan lalu terbang menjauh. Shane dan Pablo mengawasi mereka pergi lalu saling menatap satu sama lain.

"Apa kau yakin kita harus berkonsultasi kepada Cornelius?" Tanya Shane. "Aku merasa tidak nyaman jika Alyssa harus berdekatan dengan pria itu."

"Tidak akan ada yang terjadi." Pablo meyakinkannya. "Vampire tua itu akan tahu akibatnya jika berani mengganggu Gabriel lagi. Meskipun pria itu adalah kakaknya, Gabe tidak akan segan-segan untuk membunuhnya jika dia berani menyentuh Alyssa."

"Kuharap kau benar." Ucap Shane. "Karena aku punya firasat bahwa Gabriel menyukai Alyssa."

"Memang benar." Jawab Pablo mengakuinya. "Aku tidak pernah melihat Gabriel menatap seseorang dengan tatapan seperti itu untuk waktu yang cukup lama, lama sekali."

Gabriel tidak mendapatkan kesulitan apapun saat terbang menuju New Lycan, dan karena langitnya cukup cerah malam itu, ia memperhatikan kalau bulan masih separuh purnama, yang artinya para penjaga keamanan tidak akan menjadi terlalu waspada. Ia mendarat di bangunan yang sama saat mereka terakhir kali berkunjung kesana. Para penjaga yang dulu pernah menyapanya menghampiri mereka lagi. Gabriel lalu menyerahkan kedua kartu muliknya dan milik Alyssa dan menunggu pemeriksaan selesai dilakukan.

"Selamat datang, Pak." hormat salah satu penjaga setelah menyerahkan kembali kedua kartu identitas mereka.

"Berapa hari hingga bulan purnama tiba?" Tanya Gabriel.

"Anda akan baik-baik saja, Pak." Petugas yang lainnya menjawab. "Kita baru setengah jalan menuju bulan purnama, jadi anda memiliki waktu lebih dari sepuluh hari."

"Kami hanya akan berada disini untuk dua hari, tiga paling lama." Ujar Gabriel menginformasikan.

"Ada banyak ruangan kosong untuk disewa." Penjaga memberitahukannya.

"Ada berapa vampire yang ada disini?" Gabriel bertanya.

"Ada dua, Pak." Jawab penjaga.

"Tempatkan kami di lantai yang jauh Dari vampire yang lain." Ucap Gabriel. "Lalu, apakah vampire itu bernama Cornelius?"

"Tidak, Pak." Petugas penjaga pertama menjawab. "Kakak anda tidak berada disini, Pak."

"Dia belum pernah berkunjung lagi kemari, kurang lebih dua bulan, Pak." Petugas yang kedua pun menjawab.

"Aneh sekali." Gabriel menyadari sesuatu. "Dia suka sekali berkunjung kesini."

"Memang benar, Pak. Kakak anda sering sekali berkunjung ke kota ini." Petugas yang pertama membenarkan.

"Terima kasih atas bantuannya." Kata Gabriel, sambil menggenggam tangan Alyssa. "Kami berdua akan pergi untuk makan malam, lalu akan berbelanja sesudahnya. Kami harap kamarnya sudah siap begitu kami kembali nanti."

"Kami sudah menginformasikan kepada resepsionis." Penjaga yang pertama meyakinkan.

Setelah semuanya selesai, Gabriel dan Alyssa menuju elevator dan turun menuju lobby utama, lalu keluar bangunan kearah jalan raya.

"Kenapa kita tidak terbang saja ke mall atau ke restoran?" Tanya Alyssa.

"Tidak cocok." Gabriel menolaknya. "Ingatkah kamu saat anak lelaki itu panik saat bertemu kamu di mall?"

"Aku mengerti." Jawab Alyssa. "Jangan menarik perhatian."

"Tepat sekali." Gabriel membenarkan.

"Lalu," Alyssa memulai pembicaraan. "Cornelius adalah kakakmu?"

"Apakah aku belum pernah menceritakannya kepadamu?" Jawab Gabriel lalu tersenyum kearah Alyssa.

"Bagaimana bisa vampire punya saudara kandung?" Tanya Alyssa penasaran.

"Kamu tahu?" Gabriel memulai jawabannya dengan suara berat ditambah dengan unsur sarkasme. "Ketika Ayah dan Ibu Vampire saling mencintai satu sama lain..."

Alyssa langsung memukul pundak Gabriel begitu mengetahui kemana arah pembicaraan selanjutnya. "Oke, jadi kalian memang kakak beradik. Apakah itu normal?"

"Tidak. Tidak sama sekali." Jawab Gabriel. "Kelahiran alami sangat jarang terjadi, karena vampire yang dilahirkan memiliki kekuatan yang lebih daripada vampire yang dirubah dari manusia. Kami semua memang memiliki kecepatan dan kekuatan yang hebat, juga dengan cakar kami. Tapi vampire yang lahir secara alami memiliki lebih banyak kekuatan lain daripada mereka yang biasa."

"Seperti kemampuan untuk terbang?" Alyssa mencoba menebaknya.

"Benar sekali." Jawab Gabriel. "Terbang adalah kemampuan yang hanya dimiliki oleh vampire yang lahir secara alami. Aku memang pernah melihat vampire biasa yang juga memiliki kemampuan tersebut, tapi jika mereka telah hidup cukup lama sekali. Vampire murni mendapatkan kekuatannya lebih cepat selama hidupnya. Aku dapat terbang sebelum usiaku dua belas tahun, dan Cornelius sepertinya mendapatkan kekuatannya secara tidak normal. Dia memiliki kekuatan setara dengan dua puluh vampire biasa. Dia juga terbang dua kali lebih cepat dariku, dan dia juga dapat terbang melintasi samudera dalam waktu kurang dari dua jam. Sungguh luar biasa."

"Woow!" Ucap Alyssa kagum. "Lebih cepat dari pesawat concord!"

"Benar sekali, melebihi pesawat concord." Balas Gabriel sambil tertawa.

"Jadi dia yang paling tua, dan kau yang paling muda?" Tanya Alyssa sambil melanjutkan perjalanan.

"Memang benar," Jawab Gabriel. "Tapi dia hanya lebih tua beberapa ratus tahun."

"Apa kita akan belanja di mall dulu?" Tanya Alyssa mengalihkan pembicaraan, tidak lagi tertarik tentang kakaknya Gabriel.

"Tidak." Jawab Gabriel. "Kita akan makan dulu, lalu menuju pusat perbelanjaan untuk mencari obat-obatan. Aku kenal seseorang yang pernah berhutang budi padaku. Biar dia yang mengurus keperluan obat-obatan untuk kotamu."

"Apakah ada toko yang lainnya disekitar toko obat?" Tanya Alyssa.

"Ada beberapa." Jawab Gabriel. "Kita akan coba kesana malam ini, lalu baru pergi ke mall esoknya."

"Oke deh." Jawab Alyssa, lalu ia pun melingkarkan tangannya di lengan Gabriel saat mereka berjalan.

Gabriel memimpin jalan menuju restoran untuk makan malam. Namun saat mereka berjalan menuju kesana, Gabriel melihat ada seseorang yang membuntuti mereka dari pantulan kaca toko yang ada di sepanjang jalan. Karena orang itu tidak berusaha untuk mendekat ataupun mengganggunya, ia pun memutuskan untuk membiarkan orang itu untuk saat ini, karena tidak ingin membuat keributan di depan Alyssa. Dia juga tidak tahu makhluk jenis apa yang membuntuti mereka, dan orang itu pun tahu bahwa Gabriel tidak akan menghampirinya dan membuat keributan saat itu juga.

Gabriel tidak merasa melakukan kegiatan ilegal bersama Alyssa, jadi dia memutuskan untuk membiarkan orang itu membuntuti mereka sampai selesai dan tidak melakukan sesuatu yang mencurigakan pada malam itu. Karena Gabriel akan mengajak Alyssa mampir ke semua toko yang ada, maka ia sengaja melakukannya agar tidak dicurigai. Meskipun Gabriel merasa bosan setengah mati karena Alyssa benar-benar mampir ke setiap toko yang ada, tapi setidaknya orang yang membuntutinya juga akan merasakan hal yang sama. Seperti yang kakaknya pernah katakan kepadanya, penderitaan selalu membutuhkan teman.

===============================

Sekedar info, TS apdet part 17 kemarin pas lagi nunggu antrian di rumah sakit, dan semenjak itu TS dirawat karena penyakit komplikasi.

Nulis tulisan ini pun, TSnya masi ada di rumah sakit karena belum boleh pulang sama dokternya. Udah 9 hari di opname emoticon-Nohopemalah harus dipindahin ke ruang isolasi pula emoticon-Berduka (S)

Jadi siapapun yang baca part 18 ini, TS minta doanya dari kalian semua supaya TS bisa cepet sembuh & bisa pulang kerumah lagi.

Anyway selamat membaca emoticon-Blue Guy Peace
Diubah oleh irazz1234 07-04-2018 09:08
d.saiful
kudo.vicious
kudo.vicious dan d.saiful memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.