Kaskus

Story

bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"

Mereka yang Hidup Dalam Gelap, merupakan suatu true stroy, real story atau semacam itu tentang Arda, ketika di season 1 Arda menyajikan pada anda bagaimana dia bertahan dan berhadapan serta bertemu dan mengenal mereka, maka di season 2 ini arda akan mengantarkan kalian menuju dalamnya cerita tahap lanjut, dimana dia harus berhadapan dengan mereka, menguji apa yang telah dia pelajari, dan menjadi seorang yang menjembatani antara 2 dunia.

90% horror dengan bumbu hiperbola dan cerita drama, cinta, dan cerita persahabatan, memberikan kepada pembaca kesan tentang apa yagn dialami penulis.

Quote:


Quote:


selamat menikmati season 2 dari cerita ini, semoga kalian menyukai, jangan lupa cendol, juga share and like nya

ig : @bakemonotong
twitter : @Ardahakimotong


Welcome to my Second Season of Story


INDEKS :

Quote:



NITIPSSSS :
Quote:

Diubah oleh bakamonotong 22-06-2018 09:53
Suminten.Avatar border
anasabilaAvatar border
meqibaAvatar border
meqiba dan 2 lainnya memberi reputasi
3
56.2K
212
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
#134
PART XIX - Segel Keris


Malam itu kami kembali ke penginapan, aku yang kelelahan memilih tiduran sepanjang perjalanan menuju hotel, sembari meminjam HP odi lagi untuk mendengarkan lagu. Perjalanan lumayan panjang saat itu karena sedit macet, membuat aku trbangun bahkan sebelum sampai ke penginapan. kulihat ramai jalanan dan gerimis benar- benar membuat suasana Bali saat itu menjadi dingin. Aku melihat keluar jendela, kulihat bis rombongan sekolahku berada di samping bis ku, beberapa dari mereka tidur, beberapa mengobrol, dan ada satu yang menarik buatku, aku melihat sesosok wanita berada di atas bis mereka. berdiri atau melayang? tidak begitu jelas karena kakinya tertutup kain, kulihat wanita tadi perlahan menghilang dalam hujan, membuyar dan hilang. Aku cukup aneh melihatnya, karena jarang sekali melihat golongan mereka seperti itu dan benar- benar tanpa maksud yang jelas.


Petang itu aku sampai di hotel lagi, segera membereskan barang bawaan karena besok pagi langsung harus check out dan juga menata oleh- oleh yang sudah kami beli. Aku kemudian memutuskan untuk keluar kamar setelah menata sebagaian barangku, berencana menuju kamar Aziz, Naufal, Rizal, dan Ajay, setidaknya untuk bermain kartu. Tapi sesaat setelah keluar kamar kulihat si wanita buntung sudah berani keluar dari gudang. berterbangan melayang di sekitar penginapan. dan kemudian kepalanya yang dipegang di tangan diarahkan padaku, dengan tawa mengerikannya, dia terbang melesak kearahku, membuatku tersungkur jatuh. SIalan! pikirku. aku segera masuk ke dalam kamar, memfokuskan energiku, mencoba sekali lagi astral projection atau ngerogo sukma, dan berhasil, kali ini aku tidak ada dalam kegelapan buatan si buntung, aku berada di daerah sekitar hotel, dan kulihat si buntung sendiri, tanpa pasukannya, kuliaht dia marah, memancarkan aura penuh amarah dan dendam padaku, bersiap menghancurkan ku.


"kamu! masih berani menghadapiku, hahahaha", katanya, aku hanya tersenyum, "selama ada Allah, aku yakin kamu bisa aku kalahkan! jin musyrik!", kataku kemudian menyerangnya, aku minta para Naga melilitnya, menghabisinya, tapi kini, si kepala buntung menampakkan wujud aslinya, sesosok raksasa wanita, seeprti gendruwo, tapi tangan, kaki dna perutnya kurus, dadanya besar hingga jatuh ke tanah, wajahnya mengerikan, seperti sosok leak, tapi hitam, benar- benar hitam dan matanya merah menyala. membuat kelima Naga terpental, jauh, kulihat Sar dan Abah menyerang, tapi nahas, mereka seperti anak kecil untuk makhluk ini, mereka di lempar bak mainan.aku yang mulai gentar, masih memanjatkan doa, membaca ayat- ayat alquran yang sekiranya mampu mengsir makhuk ini. memang amalan ku terkumpul, cahaya keemasan mulai menyelubungi tanganku, aku menembakkan gumpalan keemasan itu, membuat ledakan di badan si raksasa dan membuatnya terjungkal, tapi sekali menggunakan kemampuan ini menguras tenagaku, hbis- habis an, aku melemah, mulai merasa lelah. dan aku kini hanya bisa berlutut, berharap raksasa tadi tidak bangun, tapi ya hanya sebatas harapan saja, makhluk itu kini berdiri berlari ke arahku.


"Manusia sialan! Mati saja kau!!", katanya sembari mengangkatku dengan tangan kanannya, dan membantingku ketanah, membuat energi ku makin tak stabil, kurasa badan asliku mungkin sedikit muntah darah karena hal ini.Lalu si Raksasa melemparkanku hingga tersungkur cukup jauh. Aku kemudian berdiri, kulihat si Raksasa mengerang, entah karena apa, aku kini melihat sebuah keris dengan gagang kayu dan mata keris berwarna emas menusuki raksasa tadi, tak lama kulihat keris tadi berubah, mengeluarkan sesosok makhluk besar, seperti kera, tapi dengan tongkat nya, dan memukul si raksasa mundur. Dan perlahan menghancurkan anggota tubuh raksasa tadi. kini kulihat raksasa tadi sudah buntung tanpa lengan dan kaki, kepalanya saja yang terlihat utuh, biasanya bangsa mereka bisa sembuh atau regenerasi lebih cepat dari kita, tapi ini, dia tidak bisa menumbuhkan lagi lengan2nya, dan membuat raksasa ini cacad.


Si Kera tadi kemudian memegang kepala si raksasa, dan membawanya melesat terbang, menghilang, dan kulihat keris tadi kini ada lagi disana, melayang berputar dan kemudian menuju ke arah gudang belakang. masuk membuat suara seperti ledakan. dan tidak menampakkan wjud nya lagi. seketika saat itu aku kembali ke tubuhku. aku terbangun dan sadar bahwa ternyata aku benar- benar berdarah dari mulut, energiku saat itu sangat tidak stabil, berjalan luruspun aku kurang mampu. tapi aku kemudian berusaha berdiri tegap, mengumpulkan energiku, dan menuju kamar kawan- kawanku, untuk bermain disana. menikmati sisa malam terkahir kami di Bali.


Saat itu kami keluar kamar, dan menuju kolam renang, aku dikerjain ketika renang disana, bajuku disembunyikan oleh kawan- kawanku, dasaar sial!, bajuku hilang, mereka hanya menertawakan saja, dan aku yang sudah kedinginan saat itu menjadi bulan- bulanan tawa teman- tamanku. Dan untung mereka tidak berenang masuk ke air, aku bakal yakin mereka kaget jika masuk ke dalam air sekarng. karena ada sesosok ular putih besar melingkar di bawh kolam, dan membuat ku sedikit trauma untuk berenang selama beberapa bulan, karena terbayang jika ada hewan besar di kolam aku berenang.
johny251976
kemintil98
regmekujo
regmekujo dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.