- Beranda
- Stories from the Heart
Mengapa Mereka Tak Terlihat?
...
TS
arsalna
Mengapa Mereka Tak Terlihat?
Assallamualaikum para kaskuser?
Ayo pada dijawab dulu salamnya biar dapat pahala hehehe
Ayo pada dijawab dulu salamnya biar dapat pahala hehehe
Selamat Datang Di Thread Aku Yang Pertama




Quote:




Quote:




Quote:

Quote:
Klik!
Part 1 Perkenalan
Setelah baca jangan lupa komen-komen ya agan aganwati
Diubah oleh arsalna 03-04-2018 16:08
anasabila memberi reputasi
1
1.9K
17
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
arsalna
#12
Satu. Perkenalan

Batam 2017
Minggu pagi seperti biasa ritual libur kuliah ala-ala mahasiswi jomblo, setelah capek jadi inem pelayan seksi mulai dari nyuci baju sampai bersihin kamar yang udah kaya gudang sembako, sekarang waktunya duduk santai didepan kosan sambil tebar pesona barangkali ada cowok ganteng lewat (hehe maklum jomblo mah bebas tebar pesona sanasini).


Jomblo, miris ya. Cuma bisa liatin temen yang dijemput pacarnya buat nonton film danur ke Nagoya Mall.

Terus aku nonton sendiri? Kaya anak hilang yang linglung nyariin emaknya dong. Mau dong ada yang jemput. Lha aku dijemput siapa? Di jemput kang ojek gitu? Gak ah males! dari pada main ke mall malah ngebatin mending menikmati gorengan dan secangkir susu millo hangat (sederhana membawa nikmat, lagi hemat akhir bulan nih), 1 lagi pelengkap hari ini sambil mendengarkan musik favorit, lagu dangdut kekinian milik kakak cantik Viavalen yang wajahnya gak beda jauh lah sama aku 11 20 lah (iya wajahnya yang dulu sebelum dia terkenal, aku versi jadulnya Viavalen, hiks ).

Ngomongin soal lagu dan musik dangdut, dangdut itu jati diri Aku banget, soalnya selain musik asli produk indonesia, dangdut juga emang ampuh buat ngilangin rasa lesu gundah gulana di jiwa.Ya buktinya sekalipun liriknya sedih merana, goyang mah tetep nomor satu (sabodo amat mau sedih atau senang ea, ea, ea goyang terus sampai badan loncer-loncer dah ).
Mohon dimaklumlah Aku udah ngejomblo kurang lebih 21 tahun semenjak aku dilahirkan didunia ini (ini dia yang dinamakan sakit tapi tak berdarah).

Oia, lupa belum kenalan. Nama aku Syahla Kania Putri, suka dipanggil Lala.
Aku anak ke 3 dari 4 bersodara, sekalian aku kenalin nama kaka pertamaku Tia ingka kianastiti (dipanggil Tingki), kaka kedua Diva pradia siffa (dipanggil dipsi) dan adik bungsuku Padilla Oktavian (dipanggil po). Kaya nama grup telletubis kan? Aku memang punya orang tua yang unik dan sedikit aneh nyeleneh, mereka itu semua punya indra ke 6 bisa liat hal-hal ghaib kecuali aku. Ibu, ayah, adik dan kakaku semua diwarisi kemampuan untuk melihat mahluk ghaib, cuma aku sendiri yang gak bisa (ok lah gak apa-apa). Baiklah sekilas info soal mereka.
Aku seorang mahasiswi disalahsatu Universitas Negeri di Batam, sebenarnya aku lahir dan besar di Cianjur Jawabarat, sunda tulen. 3 tahun lalu aku memutuskan untuk merantau ke Batam, menuntut ilmu dan mencari pengalaman baru ditanah orang.

Setiap hari waktuku habiskan untuk kuliah dan nyari jodoh, hmm sama belajar kelompok juga deh.
Gak tau nih, apa aura ke syantikanku kurang terpangpang nyata gituh? Perasaan perawatan tiap bulan, nyalon kesana kesini sampe-sampe kulit licin, dompet licin, semua licin, dilaser sana sini. Kok gak ada satupun cowok yang kesemsem sama karisma ku ini.
(berusaha menerima nasib)

Padahal dikampus banyak banget cowok bergentayangan wara-wiri disana-sini, cuma gak ada satupun yg cocok, iya mereka gak cocok jadi pacar aku. Ets bukan sombong. Tapi mereka gak ada yang mau sama aku, hiks. Miris hidup ku ini. (lupakan soal ini)

Sambil menikmati camilan sederhanaku, tiba-tiba terasa dingin dibagian pundak dan rasa kantuk mulai menuntunku untuk segera masuk kamar lalu bobo cantik.
Dari dulu, kebiasaan kalau pundak terasa dingin suka ngantuk banget. Apa ini namanya lelah?
Dikamar cuma merem melek sambil merhatiin langit-langit kamarkos, miring kanan miring kiri, nyari posisi wenak.

Tiba-tiba...
Samar-samar dari kejauhan datang seorang laki-laki tampan berbaju coklat, dia tersenyum manis sekali. Aku hanya bisa terpaku, dia duduk disampingku lalu memijit pundakku.
"lala lelah ya? Sini aku pijit ya." laki-laki itu tersenyum.
"iya, makasih ya. " jawabku sambil terus memandang wajah tampannya. "ka, kamu, kamu siapa?? "
"aku? Aku kekasihmu" sambil berbisik manja ditelingaku.
"kekasih? Maksudnya pacar? "
"iya, kamu mau ikut aku? "
"kemana? "
"ketempat yang jauh dan indah, cuma lala sama aku, berdua saja. "
"ia kemana? Ke mall? Atau ke pasar? "
Dia hanya tersenyum.
"kok diem."
"lala, aku akan selalu di sampingmu"
"tapi kamu siapa? "
"aku kekasih mu"
"ih, nama kamu. Masa pacaran tapi aku gak tau nama kamu"
"nama aku? Itu gak penting."
"yaudah putus aja! " aku mulai bete.
"jangan lala sayang, nama aku...."
"siapa?? "
"aku... "
"iyaaa..... "
"kamu tak perlu tahu"
"siapa? Cepet bilang!"
"aku Ir..... Ir...... " tiba-tiba laki-laki itu memeluku erat sampai sesak nafas.
Aku terbangun kegerahan sampai sesak nafas, rupanya listrik mati jadi kipas angin ikut mati. (lho mimpi ya?) mulai sedikit linglung, ternyata aku cuma bermimpi. Tapi, laki-laki itu terus membayangi ku. Wajahnya bersinar, tampan sekali.
Ini mimpi tapi bener-bener kaya nyata. Laki-laki itu? Wajahnya gak asing, apa sebelumnya pernah ketemu? Tapi dimana ya? Masih edisi lupa-lupa tapi gimna gitu atau memang aku beneran penghayal berat.
Sebelumnya sering banget kejadian pundak yang suka tiba-tiba dingin terus aku tidur pulas deh, pas bangun badan seger. Apalagi kalau habis ngerjain tugas kampus yang bertumpuk, uh tidurnya sampe lupa bumi alam. Cuma untuk mimpi yang sejelas ini aku beneran baru ngalamin, bener-bener gak bisa bedain.


"lala... "
Tiba-tiba ada yang memanggil namaku jelas sekali, ada aroma-aroma manis gurih, sejenis martabak. Wewangian apa ini? Biasanya kalau setankan bau bunga atau apa gitu.

"heh boyen!" suara itu makin jelas.
"eh!" ternyata nina siratu rempong udah pulang abis shopping sama pacarnya. Dia sahabatku selama di Batam, temen sekamar, orangnya baik cantik tapi agak rempong dikit.
"jangan kebanyakan ngelamun, nanti halu, terus kesambet baru nyaho loh. "
"ih gak lah!!"
"nih martabak, makan yuk? Pasti laperkan?"
"tumben siang udah pulang nin?"
"halu ya kamu!" nina keheranan.
"maksudnya? " aku ikut heran.
"liat ini udah jam 7 malem."
"hah? Salah kali kamu nin! " aku makin kaget, perasaan tadi aku tidur masih pagi deh, masa ia aku ketinggalan shalat dzuhur, asar sama magrib sih. Aku beneran halu atau gimana ini.
"hey! Lala bangun hey! " nina berusaha menyadarkan aku.
"iya, iya nin. Aku kayanya linglung deh nin."
"maksudnya? "
"tadi pagi kan kalian pergi yah sama pacar2 kalian. Aku sendirian dirumah, aku nyuci, nongkrong di depan, kayanya jam 10 deh aku ke kamar buat tidur, terus aku mimpi aneh terus aku bangun karena sesek nafas, terus kamu pulang, udah jam 7 malem lagi. " jelasku pada nina.
"hmm kamu ini tidur kaya jalan tol ya, mentang-mentang hari libur. Yaudah makan yuk."
"nina..."
"hmm... "
"aku kayaknya jatuh cinta deh! "
"glek uhuk uhuk" nina tersedak martabak.
"hmm malah kaget, lebay ah!"
"sama siapa? Asik!! Asik!! Normal asik!! "
"sama orang di mimpi aku, namanya ir. Tapi aku gak tau dia siapa." jelasku pada nina.
"hah? Glek uhuk uhuk." nina tersedak lagi.
"ih nina!" aku mulai sebel.
"yang masuk akal dong say! Masa ia jatuh cinta sama orang dalam mimpi, kebanyakan halu kamu ini. "
"beneran nina... " aku coba menegaskan.
"gak tau ah, aku mau pipis dulu"
Dasar nina ini. Dia sama sekali tidak menghiraukan ceritaku, apa memang aku berhalusinasi kali ya? , gara-gara ngejomblo terus.





Keesokan harinya.



Selamat pagi senin.
Gak tau kenapa semenjak mimpi kemarin aku jadi makin semangat, hari-hari jadi warna-warni bawaannya mau senyum-senyum sendiri.
Apa ini namanya cinta?
Wajahnya...
Senyumnya...
Aduh kaya squishi yang imut imut menggemaskan, bawaannya mau mencet-mencet.
Bisa jadi nyata gak ya? Hmm atau ini pertanda dari Tuhan kalau si MR. Ir ini jodoh aku. Berhubung aku masih kuliah dan masih kecil suci putih bersih jadi taarufnya lewat mimpi deh. Ok bisa jadi.. (maafkan atas kehaluan aku hehehehe)Lagi asik berhalusinasi, seperti biasa miss rempong usil.
"istigfar bu! Jangan kebanyakan halu." nina bersiap mengomel. "hey lala bangun hey! Jangan senyum-seyum kaya orang kesambet gitu! Gak takut kesurupan kamu?" sambil nyubit pipiku dengan kedua tangannya.
(Ini anak semalem habis diapain pacarnya ya, kok usil banget. Pake nyubit-nyubit segala lagi)
"sakit ih. ye sirik aja, orang lagi bahagia. "
"la aku sih seneng-seneng aja kamu jatuh cinta. Tapi sama yg nyata-nyata aja. Jangan sama yg ghaib."
"maksudnya? Ghaib? Hantu?" (sabodo amat, dia mah sirik aja)
"hmm, maksud aku jangan di dalam mimpi, jangan halu gitu." tegas nina.
"biarin ah. Aku mandi ah. Bye. " sabodo amat kata nina, yang ngerasain aku. Tapi... Hmm...
"ye dasar bocah! Dibilangin malah keukeuh halu."
Sambil mandi aku memikirkan perkataan nina ada benernya juga sih, aku yang halu atau emang pertanda jodoh, aduh gimana dong. "jangan sama yang ghaib?", Apa yang muncul dimimpiku itu sejenis hantu atau apa gitu. Aku juga baru mengalami tidur siang sepanjang itu, dari jam 10 pagi sampai jam 7malem. Mimpinya juga berasa nyata.
"aaaaaaaaaaaaaaa.... Ninaaa..... !!" terdengar suara teriakan eka dari arah kamarku. Eka teman sekosan kami.
"kaaaaaa, kenapa nina?" buru-buru handukan dan lari kekamar. "ada apa ka? "
"lalaaaaa, liat nina dipojokan dia makan obat nyamuk sama gigit-gigit tangannya. Ituuuu liat...!! Darah..." eka memelukku, dia terlihat sangat panik.
"haduh, kesurupan kuda lumping kali nih. Bentar aku di baju dulu."
"ehh mau kemana? "
"di baju lah!"
"terus nina gimna? Ayo lapor pak ustad! "
"ya terus? Aku harus telanjang handukan basah-basah gini? Ada busa disana sini gitu? Yang ada aku malah diarak keliling komplek! Disangka abis ngapain sama pak ustad, udah gitu istri pak ustad judes lagi. "
"ih lala, malah ngomel. Yaudah sana bajuan dulu. "
"heuuuh mau dari tadi keles. "
"jangan lama-lama."
Pagi ini di hebohkan dengan kejadian aneh, seumur-umur selama kami bertiga tinggal dikosan gak pernah ada acara kesurupan atau kejadian horor lainnya.
Nina kesurupan sampe makan-makanin obat nyamuk terus gigit-gigitin tangan sampe berdarah.
"aaaaaaaaaa...... " nina menjerit-jerit, meraung-raung dipojokan sambil melotot, asli serem banget.
"nin udah nin, sayang makeup kamu luntur nin! "
"ekaaaaa! Please penting gak sih kamu komentar gitu?" (ada-ada aja ni bocah)
"mana pak ustadnya? Udah dipanggil belum?"
"eh lupa! Ok berangkat!"
"lalaaaa... Cepet! "
"ia ia.. Terus kamu ngapain? " tanya ku pada eka.
"aku? Ya bikin Vlog lah. Udah cepet sana panggil pak ustad! "
"dih, ini anak. Temen lagi kesurupan bukannya dibacain doa atau apa gitu, malah di video. Dasar ratu endorse ratu sosmed, sing penting viral. "
"cepet lalaa... "
Dengan sekuat tenaga aku lari kerumah pak ustad yang jaraknya cuma 10 meter dari kos-kosan kami. Ia 10 meter, jauhkan?
Dan si ratu endorse teriak-teriak nyuruh aku nyusulin pak ustad. Sementara dia malah ngevideo. (sungguh terlalu....)
Sesampainya di depan rumah pak ustad. OMG ada istrinya yang judes, bisa lama nih prosesnya.
"hmm bu... "
"walaikumsalam" jawabnya dengan nada judes. "lainkali ucapkan salam, jangan kelemar-kelemer gitu kaya cacing pita."
"ia bu maaf, ada pak ustad? Temen saya kerasukan mahluk halus bu. Mau minta tolong bu, saya mohon. "
"siapa yang kerasukan? "
"nina bu."
"oh, sebentar saya panggilin. "
10 menit kemudian.
20 menit kemudian.
Dan 45 menit kemudian.
Ini ibu judes manggil suaminya dimana sih, jauh banget kayaknya. Udah mau 1jam gak balik juga.
"assalamualaikum bu, pak? " nekad masuk kedalam rumahnya.
"iya walaikumsalam..." jawab seorang laki-laki.
Dan seketika aku terpaku.
Ini mimpi atau halusinasi?
"hai... Cari siapa ya? "
Wajahnya.
Matanya.
Senyumnya.
Siapakah dia?
Dude herlino kah?
Yang jelas bukan mbah mijan.
"mba, maaf cari siapa? "
"cari jodoh" aku masih terpaku memandang sinar diwajahnya. Masyaallah pangeranku persis yang ada didalam mimpi.
"hah?! " sitampan keheranan.
"nama kamu ir ya? "
"ir? Maksudnya?" sitampan makin keheranan "oh mau kenalan ya? Yaaudah kenalkan nama saya Yuda. Saya anak pak ustad. Ada yg bisa saya bantu?"
"oh, hmm. Jodoh nih! "
"hah apa? Maksudnya? "
"eh, maksud aku minta lontong buat anu... Hmm anu... " kok jadi gemeteran gini ya.
"apa? Aduh aku gagal faham nih." sitampan tersenyum (aduh ceburin adek ke got aja abang.. Aduh gemes)
"ehh ada temen aku kesurupan, boleh minta nomoh hp? Eh maksud aku boleh minta tolong sembuhin? "
"oh, yaudah dimana temennya? "
"ayo.... " aku refleks aja megang tangannya, dih lembut. Lha jadi aku yang agresif gini ya.
"oh maaf kita bukan muhrim."
Mencoba melepaskan tangannya dari genggamanku. (aduh jadi malu, kubur neng aja abang, neng rela)
Aku dan si babang ganteng lari ke kosan. Terlihat disana ramai, ada pak ustad, ibu ustad yang judes, eka, nina yang sudah sadar dari kesurupannya, ada pacar nina juga disana.
Lha? Terus aku tadi ngapain? Ini ibu ustad sama pak ustad gak bilang-bilang udah ada disini, atau mungkin mereka sengaja mau ngejodohin aku sama anaknya. (mau, mau, mau)
"nina, kamu udah baikan? " segera ku hampiri nina.
Nina hanya diam.
"eka,eka.. nina baik-baik aja kan..?" tanyaku pada eka.
"kamu kemana aja? Yang kesurupan udah keburu sadar"
"Aku tadi nungguin bu ustad sama pak ustad"
"ok gak penting! Yang penting sekarang itu cowok ganteng yang bareng kamu kesini siapa?" bisik genit eka.
"calon pacar" jawabku
"idih ngarep"
"udah ah, aku ke nina dulu. "
Nina pucat sekali, dia tampak kaget dan kembali menjerit saat melihat yuda. Ada apa dengan yuda, cowok cuco meong gini mana ada serem-seremnya.
Aku berusaha menenangkan nina (so berani didepan babang ganteng *lagi pencitraan, padahal takut)
"dia hantu, lala dia bukan manusia!" jerit nina saat melihat yuda, nina terus menjerit dan menujuk kearah yuda.
"istigfar nina, dia manusia. Bukan hantu, demit atau apalah."
Nina kembali pingsan, badannya terkulai sangat lemas. Aku dan eka terus memijit kaki dan tangannya supaya lebih rileks.
Pak ustad beserta orang-orang yang berada dikosan pamit, mereka rasa nina sudah tenang.
"kalau ada apa-apa kerumah lagi aja ya, kami pamit dulu ya"
Setelah mereka semua pulang, tinggallah kami bertiga. Tak lama nina kembali sadar.
"laaa.. Ka... " panggil nina.
"ia ni.. Hadir, nina mau aku ambilin apa? " segera ku hampiri nina.
"engga, laki-laki tadi siapa? "
"kamu naksir ya? "
"bukan, tapi dia itu hantu la, dia nembus tembok terus wajahnya dari ganteng jadi horoooooor banget, bener-bener nakutin." nina masih lemas dan gemetar
"masa sih? " aku tak percaya
"ia, setelah aku ledekin kamu tdi pagi, tiba-tiba dari sudut jendela ada angin kencang, ada cowok itu, masa ia dia melayang gak napak tanah, terus ya gitu deh serem. "
"ini baru namanya halu, udah ah. Sini aku pijitin ya. Kayaknya kamu lelah"
Bersambung dulu ya...
0