Kaskus

Story

bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"

Mereka yang Hidup Dalam Gelap, merupakan suatu true stroy, real story atau semacam itu tentang Arda, ketika di season 1 Arda menyajikan pada anda bagaimana dia bertahan dan berhadapan serta bertemu dan mengenal mereka, maka di season 2 ini arda akan mengantarkan kalian menuju dalamnya cerita tahap lanjut, dimana dia harus berhadapan dengan mereka, menguji apa yang telah dia pelajari, dan menjadi seorang yang menjembatani antara 2 dunia.

90% horror dengan bumbu hiperbola dan cerita drama, cinta, dan cerita persahabatan, memberikan kepada pembaca kesan tentang apa yagn dialami penulis.

Quote:


Quote:


selamat menikmati season 2 dari cerita ini, semoga kalian menyukai, jangan lupa cendol, juga share and like nya

ig : @bakemonotong
twitter : @Ardahakimotong


Welcome to my Second Season of Story


INDEKS :

Quote:



NITIPSSSS :
Quote:

Diubah oleh bakamonotong 22-06-2018 09:53
Suminten.Avatar border
anasabilaAvatar border
meqibaAvatar border
meqiba dan 2 lainnya memberi reputasi
3
56.2K
212
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
#127
Part XVIII - Kerajaan Bali


Hari ini hari kedua dan memang disini banyak sekali makhluk astral berkeliaran, kentalnya kehidupan spiritual disini membuat masayarakat Bali hidup berkesinambungan dengan makhluk- makhluk astral, banyak yang malah memakan sesaji yang disiapkan, dan ada beberapa yang beraura cukup kuat dan membuatku sedikit gugup, takut- takut ada masalah lagi. Tapi hari kedua ini adalah hari menyenangkan, aku bisa lebih menghabiskan waktu bermain disini. Kami menuju sebuah danau besar, Bedugul (kalau gak salah sih ini), sebuah tempat yang besar dan luas, disini tersedia penyewaan banana boat, speed boat, kano dan beberapa wahana air lainnya. Saat itu udara sedang dingin- dinginnya, dan turun kabut. Membuat pemandangan mengabur dan foto banyakan berisi kabut. Dan saat itu juga aku lihat dari balik kabut segerombolan ular putih besar dan sesosok raksasa melintas melewati kaki semua, kakinya panjang, sehingga bisa melangkahi semuanya, ketika beberapa dari mereka lewat angin berhembus kencang. Walau mereka yang disini memang tidak mengerikan, tapi cukup membuat ku bergidik, karena ternyata mereka adalah anak buah langsung dari penguasa disana.


Aku yang memutuskan untuk mencoba mengaktifkan mata batin sepenuhnya, dan memang, terlihat sebuah pendapa atau hall kecil di tengah danau, kulihat sesosok kakek- kakek dengan pakaian adat Bali terduduk disana bersila sambil tangannya memegang keris, dan tangan satunya berada di dada degan telapaknya diarahkan menyamping, seperti sesosok budha. Kakek ini memancarkan sebuah aura kuat yang membuat ku enggan untuk mendekat ke air, bahkan untk bermain pun, seakan auraku yang bersentuhan dengan kakek ini akan membuatku terpental, karena kekuatan Kakek ini terlalu besar. Aku akhirnya memutuskan hanya melihat si kakek bertapa disasana, sampai si kakek membuka matanya , dan melihat ke arahku, tersenyum seperti menyambut ku.


Aku kemudian memfikuskan sekali lagi mata batinku, sedikit lelah memang, apalagi semalam kurang tidur karena wanita buntung itu. Tapi aku harus menangkap makna dari sang kakek ini. kulihat si kakek kemudian berdiri, dan menghilang pergi dari pendapanya, aku pikir si kakek memutuskan untuk pergi, tapi ternyata apa yang kulihat benar- benar membuatku terkejut. Seketika muncul sebuah istana besar disana, dengna pasukan tombak serta beberapa pasukan jin raksasa yang berada di sekitar istana tadi. Kulihat sang kakek berdiri di depan sana, di depan istana megah tadi, kulihat sesosok ular putih yang jauh lebih besar dibanding yang lain, muncul, kemudian mengangkut sang kakek dan menuju ke arahku.

"kamu, maaf jika pasukan saya mengagetkanmu, selamat datang di kerajaan kecil kami, aku ****** (Sengkala sebut saja bgitu), adalah raja di sini, tempat ini adalah semacam padepokan bagi kaum kami, sehingga tidak terlalu besar dan tidak sebesar kerajaan di laut yang nanti akan kau datangi", kata Sengkala.

"Oh iya wahai Sengkala, maaf jika mengganggu, saya hanya penasaran dengan aura kuat di daerah ini, hingga membuatku mengaktifkan mataku, hingga titik maksimal, dan kulihat kau sedang bertapa disana, maaf jika mengganggu pertapaanmu", kataku

"Tak apa anak muda, pertapaanku tadi seperti berkirim surat kepada penguasa laut, supaya tidak mengganggumu, karena aku liat tujuan kalian berikutnya menuju daerahnya, semoga kalian semua selamat", kata Sengkala

"Terima kasih, aku----" belum selesai ku bicara Sengkala memotong " Dan satu hal, si ******, sosok dengan kepala buntung di tempat kamu menetap sekarang, adalah makhluk kuat dari golongan hitam, saat ini mungkin kamu tidak mampu mengalahkannya, jika malam ini dia mengganggu mu lagi, atau segel dari tuan tanah disana lepas. Mungkin sebaiknya kau kuberi ini, keris yang tadi aku gunakan sebagai media, tunjukkan saja keris ini pada makhluk itu dan pasukan ku akan menghancurkannya", potong Sengkala.

"Baik, terima kasih Sengkala, aku berharap tidak perlua menggunakan keris ini", kataku , "oh tidak apa anak muda, keris ini akan kembali padaku nantinya setelah kau berhasil memusnahkan si makhluk tersebut", kata Sengkala, membuat ku sedikit tenang, karena cukup malas berhubungan atau harus bertempur dengan makhluk itu lagi. Aura gelapnya selalu terasa bahkan hingga pagi hari, dan beberapa naak buahnya masih berkelairan memang tak mampu menggangguku, tapi tetap saja risih melihatnya.


Aku yang telah berbincang dengan penunggu sana kemudian harus pergi, karena rombongan sudah harus pergi menuju tempat penangkaran penyu, jadi kami harus kesana. Perjalanan yang jaraknya lumayan jauh membuatku sedikit bisa tertidur di bis, saat itu perjalanan membuat kami lelah karena cukup jauh. Tapi cukup membuatku senang, karena diisi dengan bermain saja seharian. Aku kemudian mencoba memfokuskan diri untuk tidur. memang hanya 1 hingga 2 jam aku tidur lagi di bis, dan kali ini aku memfokuskan energi ku, berusaha menghimpun sedikit sisa energi dan menyimpannya, sembari aku membuka mata batinku sedikit lebih kuat. Karena kedatanganku sudah disambut oleh beberapa makhluk yang berada di tepi lautan, seperti leak, tapi mereka melayang dan memiliki ekeor panjang dengna sirip ikan.


Awal aku cukup kaget, tapi mereka tidak memiliki insentif negatif dan hanya seperti penjaga gerbang. Saat itu kami diminta menyebrang ke pulau tempat penangkaran penyu, dengna boat bergantian. dan aku dapat jatah boat sedikit lebih lama dibanding yang lain. Tapi ya setidaknya aku masih bisa kesana bersama teman- teman ku, berfoto. dan melewati sebuah gerbang astral raksasa yang berada disana. Sebuah gerbang astral yang cukup besa yang membuat pulau yan kami kunjungi seperti halamannya saja. Memang banyak mahluk astral disini, mulai hewan jelmaan, raksasa, beberapa burung berkepala manusia, bahkan di bawah laut aku sempat melihat kura- kura yang raksasa, besar melewati kami, dan jika kura-kura ini naik, akan menjadi seperti pulau, yang kadang membuat banyak orang hilang di pulau misterius.


Aku memng cukup familiar dengan kerajaan laut di jawa, tapi di jawa aku tidak pernah menuju lepas pantai dengan kapal, dan hanya melihat dari bibir pantai saja. Tapi kali ini aku harus memasuki kerajaan laut disini, kerajaan yang berada dekat penangkaran penyu. Bahkan cukup hebatnya lagi, aku melihat istana dar ibatu candi raksasa di tengah laut, dengan lilitan kain putih hitam, serta beberapa amkhluk yang berpergian keluar masuk menggunakan kereta yang idtarik ular putih besar. sebuah pemandangan yang menakjubkan. Tapi disini aku tidak berinteraksi dengan mereka sama sekali, sehingga aku hanya bisa memandang saja ke arah lepas laut dari pulau ini. dan kami harus segera kembali ke pelabuham lagi , dan melanjutkan perjalanan, yang kala itu sore hari telah tiba dan kami harus kembali ke penginapan. Aku yang sudah memiliki feeling buruk hanya bisa bersiap untuk menghadapi wanita buntung itu lagi.
Diubah oleh bakamonotong 02-04-2018 11:23
johny251976
kemintil98
regmekujo
regmekujo dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.