Kaskus

Story

bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"

Mereka yang Hidup Dalam Gelap, merupakan suatu true stroy, real story atau semacam itu tentang Arda, ketika di season 1 Arda menyajikan pada anda bagaimana dia bertahan dan berhadapan serta bertemu dan mengenal mereka, maka di season 2 ini arda akan mengantarkan kalian menuju dalamnya cerita tahap lanjut, dimana dia harus berhadapan dengan mereka, menguji apa yang telah dia pelajari, dan menjadi seorang yang menjembatani antara 2 dunia.

90% horror dengan bumbu hiperbola dan cerita drama, cinta, dan cerita persahabatan, memberikan kepada pembaca kesan tentang apa yagn dialami penulis.

Quote:


Quote:


selamat menikmati season 2 dari cerita ini, semoga kalian menyukai, jangan lupa cendol, juga share and like nya

ig : @bakemonotong
twitter : @Ardahakimotong


Welcome to my Second Season of Story


INDEKS :

Quote:



NITIPSSSS :
Quote:

Diubah oleh bakamonotong 22-06-2018 09:53
Suminten.Avatar border
anasabilaAvatar border
meqibaAvatar border
meqiba dan 2 lainnya memberi reputasi
3
56.2K
212
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
#108
Part XVI - What A Hotel We Have Here!

Sebenarnya saya sudah lupa nama hotel yang kami tempati, tapi satu hal yang pasti, hotel ini berbintang 3, dengan pelayanan yang cukup memuaskan dengan fasilitas room yang memadai, bisa dibilang cukup mewah, dengan 1 room memiliki bed besar, dan extra bed karena satu kamar dihuni setidaknya 3 samapi 4 orang. Sehingga jika tidru dengan 1 bed akan sangat sempit. Dan kamar mandi yang ada di dalam room hotel pun cukup mewah, dengan kolam renang standar hotel yang cukup untuk berenang dan bersantai. Tapi ternyata memang hotel yang kadang jarang digunakan apalagi loaksi kamar kami yang berada di pojokan cukup membuat kami bergidik ngeri, apalagi hari itu adalah hari kamis, otomatis malam itu adalah malam jum'at yang katanya "sakral", tapi ya sudahlah, kami sudah lelah dan ingin istirahat.


Malam pertama itu kami sampai, menaruh tas aku kemudian mandi lebih dulu. kamar mandi ini berbentuk lorong persegi panjang tidak melebar, panjangnya mungkin sekitar 6 - 7 meter dan lebar kamar mandi 3 meter, dan untuk menuju bath tub dan shower ada jara ksekitar 10 meter berjalan. cukup unik setting nya, cuma yang bikin aneh adalah ini kamar mandi di pojokan dan sepi hampir tidak ada suara yang mencapai kamar mandi, kecuali suara pintu yang dibuka. memang saat itu aku akget ketika ada suara pintu terbuka dan teman- teman berteriak "Da, gantian cepat", "Oke bro", jawabku, selang 5 menit aku mandi masih menikmati bath tub ada suara pintu lagi kukira mereka aka nmeneriaki aku, tapi aku mala mendengar tangisan wanita disana. "hiks hiks hu hu hu.. hiks hiks.." aku yang semula mengira itu imajinasiku saja, mulai menajamkan telinga dan ya, memang, sepertinya ada sesuatu disana, tapi siapa? apa ini suara guru di kamar sebelah (posisi kamar ku bersebelahan dengan guru wanita), tapi sepertinya tidak mungkin, karena setauku suara dari luar tidak bisa mencapai dalam kamar mandi ini.


"Bodo amat, aku gak ganggu jangan ganggu aku", ucapku, menyelesaikan mandi, dan segera memakai baju dan menuju pintu kelaur kamar mandi, tapi satu yang aku lupa, suara tadi berasal dari pintu kamar mandi. Dan memang nasibku sial, aku melihat sosok wanita di ujung dekat pintu kamar mandi menangis dipojokan. Wajahnya yang tertutup rambut membuatku tidak bisa melihat wajahnya, baju wanita tadi seperti pakaian adat bali, cuma lusuh dan terlihat memilik bercak darah, di bagian kerah dan lengannya. Memang mengerikan sih melihat wanita dan ada bekas darah di lehernya seperti dipenggal. Aku mencoba mendekati sosok ini tapi sial, kepalany lepas, menggelinding, terlihat mukanya yang hancur matanya melotot menatapku, mengerikan. Hingga kepala tadi tertawa dan menggelinding hilang, badannya pun menghilang. Sial ! DIkerjai aku pikirku, aku segera keluar kamar dan mereka tidak tahu apa yang kualami barusan mereka santai saja bertanya "kenopo da, keburu2 banget?", "gapapa adem wae", kataku mengalihkan, berpura- pura tidak terjadi apa- apa.


Mereka segera mandi, dan sepertinya bersiap juga untuk ikut bermain ke kamar tempat teman- teman berkumpul, untuk sekedar main remi dan uno saja. kegiatan yang selalu kami lakukan hampir dimanapun.Selesai mandi aku yang sekamar dengan Odi, Yogi dan Rajulun kemudian pergi menuju kamar Aziz, Ajay, Naufal, dan Rizal. Disana sudah ada Putra, Rodhi, Tito dan Desta yang bermain Uno juga, membuat kami tertawa terbahak2 melihat permainan mereka apalagi jika kartu plus sudah keluar dan apalagi aday ang curang menyembunyikan kartu +4, membuat permainan semakin seru dan bodoh. Para teman perempuan kami yang tidak bermain pun ingin ikut bermain juga, akhirnya membuat kami pindah dari kaamr depan, menuju bungalow anak perempuan, dan melanjutkan lagi permainan Uno tadi. Dan karena kami terlalu ribut, guru pun mendatangi kami dan memarahi kami karena bermain di kamar perempuan, tidak patut katanya, padahal para perempuan ini yang menyarankan disana. pura- pura kami kembali ke kamar, tapi tetap sja main disana dan tidak bersuara keras. Dan entah mereka melihat, dengar atau tidak, aku menatap sosok wanita tadi disana, wanita yang terdiam kini menatapku, kepalanay digenggam di tangan kanannya, kemudian tersenyum sinis dan tertawa terkikik kecil kemudian menghilang.


Aku tidak mengerti kenapa dia menunjukkan wujudnya padaku, bahkan aku pun tidak mengganggunya, Sar dan Abah pun masih tenang- tenang saja, para Naga juga tidak mengganggu bahkan memakan jin kecil seperti semacam anjing kepala manusia yang melintas disekitar bungalow kami. Aku yang masih dalam kebingungan memutuskan untuk membeli makanan di depan, membeli nasi goreng. dan sialnya para guru perempuan di kamar sebelah tau dan menitip padaku, aku yang awalnya berniat pamrih siapa tau dimintai tolong dikasih uag, eh hanya di kasih "terima kasih", yasudah legowo, padahal berniat mendapat tambahan uang saki jika menurut perintah guru. Kulihat beberap teman juga keluar ada yang pergi ke tempat dekat kota yang ramai, aku memutuskan untuk santai saja membeli nasi goreng dan dimakan di kamar nanti, toh ada titipan dari guru juga.


Aku menatap langit malam kota bali di depan bungalow saat itu, sendiri ketika teman- teman melanjutkan bermain, aku memilih menyendiri saja, sambil menikmati nasi goreng yang kubeli di depan hotel, permintaanku memang nasi goreng pedas, tapi sialan, ini benar- benar kelewatan pedas, bukannya menikmati aku makan mala dengan cepat, berharap pedas ini hilang sesegera mungkin. Aku lihat teman- teman sudah mulai kembali ke kamar, dan aku lihat juga si wanita kepala lepas tadi pergi menuju ruangan hotel depan, aku lihat memasuki beberapa kamar. Apa yang sebenarnya sosok ini cari atau inginkan? aku masih tidak bisa menebak. Aku yang malas memikirkan hal itu kemudian memilih tidur, dan mempersiapkan untuk perjalanan besok, wisata berikutnya. Berharap tidur nyenyak tapi sekali lagi, malam itu aku harus bertemu wanita tadi, dalam mimpi ku sendiri.
johny251976
kemintil98
regmekujo
regmekujo dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.