Kaskus

Story

bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"

Mereka yang Hidup Dalam Gelap, merupakan suatu true stroy, real story atau semacam itu tentang Arda, ketika di season 1 Arda menyajikan pada anda bagaimana dia bertahan dan berhadapan serta bertemu dan mengenal mereka, maka di season 2 ini arda akan mengantarkan kalian menuju dalamnya cerita tahap lanjut, dimana dia harus berhadapan dengan mereka, menguji apa yang telah dia pelajari, dan menjadi seorang yang menjembatani antara 2 dunia.

90% horror dengan bumbu hiperbola dan cerita drama, cinta, dan cerita persahabatan, memberikan kepada pembaca kesan tentang apa yagn dialami penulis.

Quote:


Quote:


selamat menikmati season 2 dari cerita ini, semoga kalian menyukai, jangan lupa cendol, juga share and like nya

ig : @bakemonotong
twitter : @Ardahakimotong


Welcome to my Second Season of Story


INDEKS :

Quote:



NITIPSSSS :
Quote:

Diubah oleh bakamonotong 22-06-2018 09:53
Suminten.Avatar border
anasabilaAvatar border
meqibaAvatar border
meqiba dan 2 lainnya memberi reputasi
3
56.2K
212
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
#103
Part XV - Pulau Dewata

Pulau dewata adalah suatu pulau yang cukup terkenal di Indonesia, pulau yang resminya dikenal dengan nama Pulau Bali, destinasi wisata nomor satu saat itu. Sebuah pulau dengan nuansa khas yang terasa, baluran kain hitam putih bak catur menghiasi pepohonan seperti batik di Jogjakarta, beberapa sesajen terpampang di depan rumah, dan memang sebuah pulau yang memiliki ikatan spiritual kuat dengan leluhur serta makhluk alam sebelah, aku melihat beberapa makhluk seperti hewan kecil berkeliaran dekat sesajen, juga beberapa orb beterbangna samar- samar, mungkin karena pagi menjelang siang jadi tidak begitu kentara bentuknya, tapi cukup membuat ku kagum, dengan ramainya mereka di sini. Petualangan di Valhalla nya Indonesia akan dimulai, Tanah Para Dewa.


Jam 7 pagi kurang lebih kami sampai di pulau Bali setelah menyebrang dengan kapal ferry cukup lama, aku sempat mabuk laut saat itu, karena memang mau bagaimana lagi namanya juga baru pertama naik kapal besar dan ombak yang kencang. Tapi stelah sampai ke darat, bukannya normal, aku masih merasa diguncang oleh ombak, "kapal oleng kapten", teriak teman ku disitu, membuat kami semua yang baru pertama menyebrang dengan kapal tertawa. Keluar kapal dan pintu gerbang kami menuju bis masing- masing, disana sudah ada Guide yang disewa untuk memandu perjalanan kami dengan segala tingkah dan banyolannya cukup menghiburku. "hayoh, saya Bli Dwi, saya memandu kalian disini, kalau ditanya soal bali jawab lah bali itu indah, bagus, tanah lot bagus, kuta ramai, jangan dijawab Bali itu gelap, ntar kalo ditanya kok gelap? kalian malah jawab Kan saya tidur sepanjang jalan", kata Bli Dwi yang menjadi pemandu bis kami, membuat kami sedikit ketawa, bukan krena banyolan nya yang garing, tapi nada bicaranya sebenarnya lucu, bahkan lebih lucu dari orang Bali normalnya.


Bukannya menuju hotel, sampai kami langsung dilanjut wisata menuju Tanah Lot, sebuah pantai yang memiliki Pulau di tengah laut dan ada pura disana. tempat yang bagus, indah dan bisa untuk berfoto- foto, walau saat itu aku banyak menghabiskan foto untuk diri sendiri meminta tolong Rajulun (ulun), untuk memotokan aku, tapi Tanah Lot adalah sebuah kenangan unik buatku, saat itu bukan masa dimana ombak tinggi, melainkan sedang dan mala surut, bukannya pasang. Tapi saat aku disana, ombak tiba- tiba meninggi tidak memberikanku jalan, begitu temanku berjalan menyebrang, ombak tenang, bahkan sampai 20 menitan lebih, aku ketika ingin menyebrang lagi, suatu hantaman ombak besar datang lagi, tiak memberikan aku kesempatan menyebrang, berkali- kali terjadi dan aku menyerah. mungkin memang nasib ku saja. Tapi sialnya aku lihat sesosok ular putih dibawah air laut, dengan lorek hitamnya, matanya menatapku saat kepalanya muncul, dengan desisan kecil membuatku sedikit takut kemudian pergi dari situ dan menuju kedalam gua dengan ular berkepala dua, dengan lorek hita mputih yang dipercay sebagai semacam dewa atau roh pelindung di Bali (Correct Me If I'm Wrong). Tepat itu memang kecil, untuk masuk dan berfoto harus bergantian, anehnya semua fotoku di dlaam gua itu blur, tidak jelas. Aneh, dan ular yang tadinya disana tenang, kini menjadi sedikit agresif saat ada aku, membuatku akhirnya mundur saja karena takut tergigit apalagi ular itu ular laut, bisanya cukup mematikan. Kejadian di Tanah Lot ini benar- benar aneh buatku, apakah ini pertanda mereka tidka menyukai kehadiranku di daerah mereka?


Tanah Lot sepertinya memang benar menolak kehadiranku, ibarat kata aura tuan tanah disana tidak cocok denganku, begitu kata Sar, tanpa kuketahui Sar tadi berbicara dengna si penunggu disana, aura mereka disana negatif, bukannya jahat, hanya negatif, karean mereka masih terikat budaya leluhur dan sesaji, seperti manusia secara tak langsung memuja mereka, memberi mereka makan sehingga merek makin besar. Satu yang harus kalian tahu, di Tanah Lot ada suatu kerajaan jin laut disana, mungkin aku memang belum memiliki kesempatan untuk melihatnya, tapi Sar berkata bahwa kerajaan disana cukup tua da nrata- rata lebih kuat dari beberapa kerajaan di Jawa, walau masih terikat saudara dengan tuan tanah pantai selatan jawa. Memang pantas jika berselisih dengan ku yang aslinya membawa dari tanah Utara jawa, Sar dan Abah, walau para Naga dari daerah pantai, tetap saja energi mereka masih kalah dari yang disana, bahkan Sar berkata bahwa Narendra bahkan sang Raja sangat kewalahan jika menghadapi mereka di Bali. Memang wajar, sebuah tanah dengan kekuatan mistis besar.



Waktu berjalan cepat, kami makan siang di bis dengan nasi kotak yang disediakan oleh pihak sekolah. Kami hanya cukup menikmati makan siang saja, yang kemudian acara dilanjut perjalanan menuju suatu tempat terkenal dengan belanjaan khas bali Joger (bukan jualan ya), dan begitulah intinya kami berbelanja disana , menghabiskan waktu dan perlahan membuatku lupa dengan kejadian di tanah Lot. Hingga temanku lewat dan kulihat dia menunduk seperti ada beban di kepalanya, hingga aku sadar ada sesosok anak kecil beridir ditengkuknya, wah apa ini, aku yang penasaran pun mengikutinya, dia mengobrol dengan anak- anak kelasnya
"aku kok rasanya berat ya punggung sama leherku", "kenapa emang e bro?",
"gatau iki berat aja rasane, opo gara2 aku gak sengaja nyamplak sesajen po ya?", "minta maaf blum?",
"belum sih", " lah pantess",

mendengar dialog itu aku sedikit terkekeh, wah makhluk disini menag ternyata ngeri juga ya, sesajen tertendang sedikit aja mereka sampai mengusili begitu, duh duh, aku saat itu tidak berani mengusir makhluk tadi dari punggung temanku, biarkan sja dia disana, soalnya selain karena itu balasannya, ya karena aku tidak ingin membuat masalah dengan mereka yang menunggu disana. Parah memang, tapi unik, baru sekarang aku melihat yang seperti ini ketempalannya.


Tak terasa sudah sore, kami berkumpul di Bis, belanjaan kami sudah kami kumpulkan semua, saatnya melanjutkan perjalanan pulang menuju penginapan, sebuah hotel bintang 3 yang cukup nyaman ditinggali. Dengan kamar yang disetiing seperti bungalow, dan rumah- rumah kecil. Cukup luas dengan kolam renang yang cukup besar. Kelelahan membuat kamio memutuskan untuk menikmati tidur sedikit, masuk ke dalam ruangan , menaruh tas dan mencoba tertidur. mandi dan bersantai. Tapi ternyata tidak seperti yang kubayangkan untuk santai- santai di ruangan hotel, karena tanpa sadar, beberapa pasang mata mengawasi kami disana.

========================================================

Maaf jika pendek, lagi kena masalah, HP rusak, mood dan catatan tulisan di HP hilang semua, dan terpaksa dijual buat ganti HP T.T sorry ay agan2

johny251976
kemintil98
regmekujo
regmekujo dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.