- Beranda
- Stories from the Heart
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
...
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...
Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
iskrim dan 132 lainnya memberi reputasi
127
2.1M
8K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
juraganpengki
#4608
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Gw tertegun mendengar suara tak asing tadi.. Lalu melempar pandangan ke arah Reinata.. Jelas yang barusan suaranya terdengar adalah Jin Penjaga nya gadis itu, yang bermaksud memperingatkan gw dari niat buruk Reinata.. Benak gw mengingat apa yang beberapa detik lalu terjadi.. Reinata mencium gw dan anehnya gw malah menikmatinya.. Ada apa ini? Mengapa birahi gw tiba-tiba bergelora? Pasti ada sesuatu yang diam-diam telah dilakukan Reinata..
Dengan menarik nafas panjang, gw berusaha mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuh.. Untuk menolak segala rasa lemah yang gw rasakan.. Gw mencoba bangkit meski masih terhuyung-huyung.. Kaus yang tergeletak di atas tempat tidur segera gw raih.. Namun, mendadak Reinata menangkap tangan gw.. Gadis itu ikut berdiri dan merapatkan tubuhnya di tubuh gw.. Perlahan, dua tangan Reinata memegangi leher gw dan menariknya ke bawah untuk mempermudah dirinya mencium bibir gw..
Sontak, gw menampik pegangan tangan Reinata dan mendorong tubuh gadis itu hingga jatuh ke atas ranjang.. Sambil memegangi kepala yang masih terasa berat, gw melangkah mundur dengan tubuh sempoyongan.. Pandangan mata gw yang masih berkunang-kunang mencoba mencari letak kamar mandi..Iya! Gw harus segera ke kamar mandi.. Disana, disebelah kanan, ruang yang gw cari nampak berbayang.. Saat tiba di sisi dinding kamar mandi, gw membuka pintunya.. Lalu masuk dan mengunci ruangan itu dari dalam..
“Mam! Buka pintunya, Mam.. Kamu mo ngapain di kamar mandi”
Gw sama sekali tidak menghiraukan teriakan serta gedoran Reinata dari luar pintu kamar mandi.. Dalam benak gw yang ada saat ini, adalah bagaimana caranya mengeluarkan paksa jus jeruk dari dalam lambung.. Di atas washtafel, gw memasukkan jari telunjuk ke dalam mulut untuk memancing rasa mual.. Dan berhasil..
“HOEKKK”
Cairan kuning kental bercampur sisa-sisa roti bakar bekas sarapan tadi pagi dengan rasa sudah berubah pahit, termuntahkan keluar dari dalam mulut.. Gw mengulangi memasukkan jari telunjuk lagi ke dalam mulut dan memuntahkan cairan sama.. Hingga tidak ada lagi isi lambung yang tersisa.. Dengan wajah pucat dan keringat dingin mengucur, gw menyandarkan punggung di dinding kamar mandi.. Lalu merosot duduk dengan dua lutut tertekuk ke atas.. Pandangan mata gw masih sedikit berkunang-kunang, menatap samar ke arah depan.. Entah mengapa, tubuh gw mendadak mengigil meski hawa panas di bahu kanan masih terasa..
"Gw ga boleh pingsan disini.. Gw harus lawan" Ucap gw dalam hati..
Gw segera mengubah posisi duduk menjadi bersila.. Kemudian mengatur nafas serta jalan darah dan mulai mencoba menyalurkan tenaga dalam lagi.. Alhamdulillah, tidak seperti yang pertama.. Kali ini tenaga dalam gw terasa mulai mengalir dan mampu menghilangkan rasa mengigil dengan dibantu hawa hangat Pedang Jagat Samudera.. Perlahan, hawa Pedang Jagat Samudera pun berangsur-angsur lenyap bersamaan dengan mulai hilangnya rasa pusing dikepala.. Pandangan gw pun sedikit demi sedikit kembali seperti semula.. Tak lagi berbayang dan berkunang-kunang..
Setelah merasa lebih baik, gw berusaha berdiri dan melangkah ke washtafel.. Sisa muntahan yang masih ada di wadah wahstafel segera gw bersihkan dengan membuka air kran.. Lalu, membasuh muka dengan setangkup air yang sudah gw kumpulkan di dua telapak tangan.. Wajah gw nampak masih sedikit pucat saat bercermin.. Kemudian gw membasuh wajah lagi dan beranjak melangkah keluar dari kamar mandi.. Pandangan gw sempat melirik ke pecahan beling dari gelas yang berisi jus jeruk milik gw.. Siapapun yang telah memecahkan benda itu, sudah menyelamatkan gw dari perbuatan terkutuk..
Disana, di pinggir tempat tidur.. Reinata bangkit dan mendekati gw yang berjalan ke arahnya.. Gadis itu langsung mencegat langkah gw dan memegangi dua lengan ini.. Pandangan mata gw menyorot tajam wajah gadis itu..
“Gw ga nyangka lu bisa kek gini, Rei” Ucap gw lirih sambil menampik pegangan tangannya..
“Mam.. Aku bisa jelasin semua ke kamu”
“Jelasin apa, Rei? Jelasin kalo lu udah nyekokin gw pake obat? Itu yang mo lu jelasin, hah?” Bentak gw dengan suara keras..
Kedua mata Reinata nampak mulai berkaca-kaca.. Lalu melangkah mundur dan duduk kembali di pinggir tempat tidur.. Gw yang memang sudah tak mau lagi berlama-lama disini, segera meraih kaus dan mengenakannya.. Disusul jaket jeans berwarna biru yang menjadi luaran.. Dengan langkah pasti, gw hendak meninggalkan tempat yang sempat akan menjadi saksi bisu atas dosa besar yang hampir gw perbuat.. Baru saja gw melangkah, Reinata kembali bangkit dan mencegat..
“Mam.. Aku minta maaf.. Aku khilaf.. Semua aku lakuin karena aku sayang kamu.. Aku pikir dengan cara itu, aku bisa milikin kamu selamanya” Ucap Reinata sambil mencoba memeluk gw..
Gw melangkah mundur untuk menghindari pelukan gadis itu.. Lalu menatap nanar kembali ke arahnya..
“Kenapa sih kamu ga pernah mau buka hati buat aku? Apa kurangnya aku dibanding Anggie? Aku ga masalah jadi orang kedua di hubungan kalian.. Jika kamu menikah dengan Anggie pun, aku bersedia menjadi isteri kedua kamu.. Setidaknya aku bisa dapet sedikit cinta dari kamu, Mam.. Aku cuma minta sedikit aja” Teriak Reinata sambil menangis..
Gw tertegun melihat gadis itu yang kembali duduk dipinggir ranjang, sambil terisak.. Langkah kaki gw yang terhenti, memaksa diri ini mematung memandangi gadis yang barusan berteriak histeris.. Damn! Kenapa hati gw selalu luluh oleh tangisan seorang gadis..
“Aku udah nyoba lupain kamu, Mam.. Bahkan aku pernah buka hati buat Reno dan jalan bareng dia.. Tapi, gagal.. Wajah kamu masih aja berbayang di mata aku.. Aku ga bisa kek gini terus.. Aku terobsesi sama kamu.. Itu yang bikin aku nekat ngelakuin apapun.. Sampe tadi campurin obat diminuman kamu.. Aku cuma mau milikin kamu seutuhnya.. Aku cinta sama kamu, Mam.. Apa aku salah kalo aku cintai kamu?” Ucap Reinata dengan diselingi isak tangisnya..
"Cinta? Lu bilang semua yang lu lakuin karena lu cinta gw? Buka mata lu, Rei.. Hubungan kita ga lebih dari sahabat dekat.. Gw ga ada niat buat ngisi hati gw dengan nama lain selain Anggie.. Kalo lu emang cinta gw, seharusnya lu ikhlas lepasin gw biar bisa bahagia sama Anggie.. Itu jauh lebih terhormat daripada tindakan lu tadi yang udah nyoba ngejebak gw" Bentak gw dengan nada tinggi..
Reinata kembali menangis.. Wajah cantik gadis itu nampak tertutupi kesedihan yang dalam.. Kedua matanya sembab oleh airmata.. Gw sendiri hanya bisa mematung tanpa tahu akan berbuat apa, atau mengucapkan apa lagi.. Dalam hati, gw sebenarnya iba melihat Reinata dalam kondisi seperti itu.. Akhirnya, gw memutuskan untuk tinggal sejenak guna mendengarkan keluh kesahnya.. Dengan kembali melangkah, gw duduk di bangku yang ada didepan balkon.. Sebatang rokok gw keluarkan lalu mulai menghisapnya setelah terbakar dan mengeluarkan asap putih yang langsung tersebar di udara..
Cukup lama gw duduk memandangi Reinata yang terus menangis hingga terdiam dengan sendirinya.. Dari depan, Reinata nampak mulai menguasai emosi.. Lalu berjalan ke arah dapur dan menghampiri gw sambil membawa sapu ijuk beserta tempat sampah.. Dengan telaten, gadis itu menyapu pecahan gelas diatas lantai.. Lalu memasukkan ke dalam tempat sampah menggunakan secarik undangan tak terpakai yang ada di atas meja.. Setelahnya, Reinata duduk di atas bangku disebelah gw sambil menatap kosong ke arah ranjang..
“Aku ga bisa bayangin kalo kita sampe ngelakuin itu, Mam.. Aku nyesel banget udah khilaf.. Maafin aku yah”
Gw menganggukkan kepala sambil menjatuhkan abu rokok ketiga diatas tempat sampah.. Lalu melirik ke arah Reinata..
“Gw ga tahu apa yang harus gw omongin ke lu, Rei.. Terus terang gw kesel dan kecewa.. Bukan pertama kalinya gw minta maaf karena ga bisa terima perasaan lu ke gw.. Bukan pertama kali juga gw ngucapin makasih buat cinta lu itu.. Tapi, perbuatan lu tadi udah kelewatan, Rei.. Lu udah dibutain perasaan lu sendiri.. Lu egois.. Gw ga perduli lagi lu mo kasih izin atau ga, ke Jin Penjaga lu buat bantuin gw bebasin Anggie” Ucap gw mengungkapkan isi hati..
Reinata sempat melirik gw dengan kedua mata berkaca-kaca.. Kemudian menundukkan wajahnya menatap lantai.. Suara isak tangis gadis itu kembali terdengar, namun kali ini lirih.. Gw menghela nafas dan menghisap rokok yang sudah hampir terbakar habis..
“Aku terima kekecewaan kamu, Mam.. Aku akuin aku salah.. Tapi, jangan takut.. Aku bakal kasih izin Ki ****, buat bantuin kamu bebasin Anggie” Jawab Reinata sambil menyeka airmatanya di pipi..
Gw membuang rokok setelah mematikan baranya di pinggir tempat sampah.. Lalu melirik lagi ke arah Reinata.. Gadis itu terlihat menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan..
“Anggie beruntung banget yah, bisa dicintai kamu sampe segitu dalemnya, Mam.. Seandainya Anggie itu adalah aku, mungkin bahagianya aku bakal ngalahin segalanya.. Tapi, semua ga mungkin.. Aku ya aku.. Anggie ya Anggie.. Kami berdua cewe berbeda yang sama sayangnya ke kamu.. Hari ini, aku udah memantapkan hati buat ambil keputusan sendiri” Ucap Reinata, seraya menatap kosong ke arah depan..
Gw juga menghela nafas panjang.. Pandangan mata gw melihat gurat kesedihan amat dalam dari sorot mata kosong Reinata.. Sebuah senyuman getir tersimpul dari bibirnya saat selesai mengucapkan beberapa kalimat.. Lalu, gadis itu melemparkan pandangannya ke arah gw..
“Kamu sebaiknya pulang dan tinggalin aku sendiri disini, Mam.. Tapi, sebelum kamu pergi.. Aku minta izin untuk memeluk kamu.. Itu pun kalo kamu ga keberatan, Mam”
Gw terdiam memikirkan permintaan Reinata.. Namun akhirnya gw memutuskan untuk meluluskannya.. Bagaimana pun juga, Reinata adalah salah satu dari beberapa orang cewe yang gw anggap sebagai sahabat dekat.. Mungkin pelukan gw akan sedikit meringankan beban rasa yang sedang ditanggungnya saat ini.. Gw mulai berdiri dan melempar senyuman manis ke Reinata sambil merentangkan kedua tangan.. Gadis itu seketika tersenyum sumringah meski kedua matanya masih nampak basah.. Kemudian ia bangkit dan memeluk gw sangat erat..
Mendadak, Reinata kembali terisak dalam pelukan gw.. Bahkan kali ini isak tangisnya terdengar cukup menjadi.. Beberapa kali gw membelai rambut gadis itu sambil berusaha menenangkannya.. Entah mengapa timbul perasaan tidak enak dalam batin gw, saat merasakan pelukan Reinata seperti sebuah pertanda bahwa ini pelukan terakhir dari gadis itu..
Perlahan Reinata melepaskan pelukannya dan menyeka airmata sembari menundukkan wajahnya di hadapan gw..
“Rei, lu yakin bakal baik-baik aja kalo gw tinggal?” Tanya gw yang dibalas oleh anggukan kepala gadis itu..
Reinata mengangkat wajahnya dan menatap gw dengan penuh arti.. Sebuah senyuman manis dilemparkan gadis itu ke arah gw..
“Aku ga apa-apa koq, Mam.. Udah sana pergi.. Kamu harus selametin Anggie kan” Jawab Reinata yang mencoba menutupi raut kepedihan diwajahnya..
Gw mengangguk lalu tersenyum ke Reinata.. Tangan kanan gw terangkat dan mengusap-usap lengan atas gadis itu..
“Ya udah, gw pergi yah.. Lu jangan ngelakuin yang macam-macam yah, Rei” Pinta gw ke Reinata..
Gadis itu tersenyum manis dan mengantarkan gw menuju pintu apartemen sepupunya, Aziz..
“Mam..” Panggil Reinata saat gw sudah keluar dari pintu..
Gw memutar tubuh dan memandangnya sambil mengerutkan dahi..
“Aku harap kamu sama Anggie bahagia, Mam” Ucap Reinata, dengan suara lirih disusul sebuah senyuman yang nampak manis namun mengandung perasaan hancur dalam hatinya..
Gw membalas senyuman Reinata dengan senyuman yang sama manisnya.. Lalu melangkah kan kedua kaki pergi meninggalkan gadis itu.. Dalam hati, gw berharap Reinata tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak sepeninggalnya gw.. Di basement, gw segera mengeluarkan motor dan melajukannya ke rumah Ridho.. Gw teringat bahwa sore nanti, Ridho akan meminta Nyai Lingga untuk kembali ke rumahnya..
FYI, Ridho dan Suluh itu sudah mempunyai tempat tinggal sendiri, pemberian orang tuanya Ridho.. Letaknya pun tidak begitu jauh dari rumah orang tuanya.. Ridho memang ingin segera hidup mandiri bersama Suluh dalm sebuah rumah tangga.. Sama persis dengan keinginan gw nanti jika telah menikahi Anggie.. Tapi, gw tahu alasan sebenarnya yang membuat Ridho ingin hidup berdua saja bersama Suluh.. Tidak lain, karena dia ingin lebih leluasa ikeh ikeh kemochian dengan isterinya..
Setibanya di kediaman Ridho, gw segera turun dari motor dan membuka pintu gerbang.. Lalu menuntun motor CB* pemberian Anggie dan menguncinya secara ganda, persis di sebelah mobil milik Ridho.. Kening gw berkerut melihat keadaan rumah kedua saudara gw yang nampak sepi.. Semua tirai dan daun jendela serta pintu rumah tertutup rapat.. Jika Ridho dan Suluh sedang pergi.. Seharusnya, mobil tidak terparkir rapi di dalam gerbang.. Tapi, kenapa semua tirai di tutup yah?
“Masa iya si kampret lagi naekin bininya siang-siang begini?” Tanya gw dalam hati sambil terus menenteng helm di tangan kanan..
Supaya rasa penasaran ini hilang, akhirnya gw memutuskan untuk menggunakan Ajian Tembus Pandang, guna melihat keadaan di dalam rumah Ridho dan Suluh.. Jika Ajian tersebut tidak bisa menembus bagian dalam rumah mereka, itu artinya dugaan gw tepat.. Sambil menyalurkan tenaga dalam ke kedua mata, gw merapalkan mantera Ajian Tembus Pandang yang diajarkan Bayu Barata..
Urat-urat di sekitar kedua indera penglihatan gw terasa menghangat dan menyembul keluar.. Samar-samar, bagian ruang tengah kediaman Ridho dan Suluh mulai terlihat dan nampak kosong tanpa adanya sosok mereka.. Gw segera mengalihkan pandangan ke arah lain untuk melihat keadaan di dalamnya.. Tiba-tiba, kedua mata gw terasa pedih begitu mencoba menembus sebuah ruangan.. Gw langsung menutup mata dan menguceknya beberapa kali.. Semua tenaga dalam gw tarik dari kedua indera penglihatan, setelah menyadari bahwa dugaan gw sebelumnya ternyata benar..
Tanpa pikir panjang, gw melangkahkan kedua kaki ke depan pintu rumah Ridho dan Suluh..
TOK.. TOK.. TOK...
Suara ketukan keras tiga kali terdengar.. Gw menunggu jawaban dari dalam untuk beberapa saat.. Namun, tidak terdengar suara apapun.. Kembali gw mengetuk pintu dengan jauh lebih keras..
“Iya.. Tunggu sebentar!” Teriak seorang wanita dari dalam..
Gw sengaja memakai helm full face lagi untuk menutupi wajah, lalu membalikkan tubuh membelakangi pintu.. Suara pintu yang terbuka, terdengar berderit..
“Siapa yah?” Tanya seorang gadis yang sudah pasti Suluh dari arah belakang..
Gw sengaja tidak segera berbalik menghadapnya untuk memancing emosi Suluh..
“Mas, jangan mempermaikan saya yah.. Ada suami saya didalam”
Gw tetap berdiri membelakangi Suluh.. Dalam hati, gw tertawa mendengar saudara perempuan gw itu memanggil suaminya, Ridho.. Suara langkah kaki terdengar dari dalam menuju ke arah pintu..
“Kenapa, Yank?” Tanya Ridho dari belakang..
“Ga tau tuh.. Ada orang gila datang tapi ga mau tunjukin muka nya” Jawab Suluh yang membuat gw kembali tertawa ngakak dalam hati..
“Heh! Siapa lu? Jangan macem-macem di rumah gw! ” Bentak Ridho dan akhirnya membuat gw mengalah, lalu membalikkan tubuh setelah membuka helm..
Dengan cepat, gw berlutut menangkap dua betis Ridho..
“Ampun, Bang! Jangan gebukin saya, Bang” Ucap gw memelas sambil menundukkan wajah agar tidak bisa dilihat oleh Ridho dan Suluh..
“Eh! Apa-apaan sih lu!” Bentak Ridho lagi, seraya berusaha melepaskan diri dari pelukan gw di betisnya..
Gw langsung berdiri dan memasang wajah konyol menertawakan Ridho serta Suluh..
“ANJIIII**!!!” Teriak Ridho sambil memukul dada gw karena telah tertipu..
Dengan gerakan lincah, gw menangkis pukulan Ridho menggunakan helm dan membuat saudara gw itu meringis kesakitan..
“Ngehe lu, Bree! Siang-siang dateng malah ngerjain” Maki Ridho, sambil mengurut-urut punggung telapak tangannya..
Gw tidak membalas gerutuannya, lalu melangkah masuk ke dalam rumah dan merangkul bahu Suluh..
“Woy, Kampret! Bini gw lu mo ajak kemana?” Teriak Ridho dari belakang dan langsung melempar tangan kanan gw dari bahu isterinya..
Suluh sendiri tertawa melihat reaksi Ridho, lalu menggandeng mesra lengan suaminya itu..
“Gw mo ajak Suluh ke dapur, Bree.. Gw laper banget”
“Laper sih laper.. Tapi jangan maen rangkul bini orang aja lu, Bree” Gerutu Ridho yang jelas menampilkan wajah cemburunya..
“Yaelah, udah kimpoi masih jealous aja lu ke gw.. Udah aah Suluh, anter gw ke dapur yuk”
“Eeits, ga usah.. Gw aja yang anter lu ke dapur.. Yank, kamu jauh-jauh dari dia” Sambar Ridho sambil menampik tangan gw yang hendak kembali ingin merangkul bahu Suluh..
dodolgarut134 dan 13 lainnya memberi reputasi
14