- Beranda
- Stories from the Heart
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- Side Story (The Untold)
...
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- Side Story (The Untold)
Thread ini adalah Thread yang ditujukan untuk mengisi kekosongan beberap jeda waktu dan pengalaman yang tidak diceritakan dalam story season 1- akhir, sehingga disini kalian akan menjumpai pengalaman horror, interdimensional, dan lainnya oleh kreator.
The Main Stories :
SEASON 1 Mereka Yang Hidup Dalam Gelap
Selamat menikmati Side Story disini, tanpa perlu prolog langsung cekidot aja
mari kita bercengkrama bersama mereka yang hidup dalam gelap
SIDE STORY INDEX :
Side Story 1 (SS - 1)
Side Story 2 (SS - 2) part 1
Side Story 2 (SS - 2) part 2
Side Story 3 (SS - 3 )
Side Story 4 (SS - 4)
Side Story 5 (SS - 5) Part 1
Side Story 5 (SS - 5) Part 2
Side Story 6 (SS - 6)
Side Story 7 (SS - 7) Part 1
Side Story 7 (SS - 7) Part 2
Side Story 8 (SS - 8) Part 1
Side Story 8 (SS - 8) Part 2
Side Story 9 (SS - 9)
Side Story 10 (SS - 10)
Side Story 11(SS - 11)
Side Story 11 (SS - 11) REMAKE
Side Story 12 (SS - 12)
![MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- Side Story (The Untold)](https://s.kaskus.id/images/2018/02/27/8611989_20180227041403.JPG)
The Main Stories :
SEASON 1 Mereka Yang Hidup Dalam Gelap
Selamat menikmati Side Story disini, tanpa perlu prolog langsung cekidot aja
mari kita bercengkrama bersama mereka yang hidup dalam gelap
SIDE STORY INDEX :
Side Story 1 (SS - 1)
Side Story 2 (SS - 2) part 1
Side Story 2 (SS - 2) part 2
Side Story 3 (SS - 3 )
Side Story 4 (SS - 4)
Side Story 5 (SS - 5) Part 1
Side Story 5 (SS - 5) Part 2
Side Story 6 (SS - 6)
Side Story 7 (SS - 7) Part 1
Side Story 7 (SS - 7) Part 2
Side Story 8 (SS - 8) Part 1
Side Story 8 (SS - 8) Part 2
Side Story 9 (SS - 9)
Side Story 10 (SS - 10)
Side Story 11(SS - 11)
Side Story 11 (SS - 11) REMAKE
Side Story 12 (SS - 12)
Quote:
Diubah oleh bakamonotong 06-07-2018 13:04
1
35.2K
102
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bakamonotong
#76
SS 10 - Rumah Odi
Kita loncat side story menuju masa SMA kelas 2 saya, Odi adalah salah satu sahabat dekat saya, bayangkan 2 tahun duduk sebelahan bahkan hingga hari ini juga masih sering berkumpul di rumah Odi, bersama dengan teman- teman yang lain. Seorang sahabat yang rumahnya sering dignakan sebagai basecamp oleh anak kelas kami. Mulai dari main Game, Catur, hingga belajar saat mau UNAS. Sekilas memang rumahnya tidak terlalu besar, tapi tanpa sadar disana cukup "ramai" oleh mereka yang hidup dalam gelap.
Sedikit background, Odi adalah anak ketiga dari 3 bersaudara, si bungus satu-satunya cowo, kakak- kakaknya cukup jauh beda usia nya dengan Odi, kakak ke-2 nya sudah menikah dan punya tiga anak, kakak pertamanya sedang menuju pelaminan, yah jaman SMA cukup terkenal, bahwa kakak nya Odi itu cukup cantik. Tapi ya hanya sekedar obrolan saja. Kelas 2 hampir sore kami habiskan bermain di rumah Odi. saat itu memang aku belum merasakan hal aneh disana, belum sedikitpun merasakan hal- hal negatif disana, apalagi hanya bermain di ruang tv dan ruang makan temapt Odi, dan sebatas main PS 2 saja. Hingga keisengan kami main Game Horror pun dimulai.
"Ayo main Silent Hill, kayanya bagus", ajak Odi, kami yang selo (memang hampir tidak ada kegiatan kecuali ekskul), memutuskan untuk ikut "Yo sikat aja!", kataku mengiyakan. Silent Hill yang kami mainkan cukup horor, dan mengagetkan, membuat sepanjang game daripada menyerang setan disana lebih kami putuskan untuk kabur saja. Kemudian kami memilih memainkan fatal frame 2, sebuah game dimana harus menyerang hantu dengan kamera, memotretnya. tapi cukup susah dan mengagetkan karena munculnya dadakan, dan settingnya yang lebih ":dark" dari game yang selama ini kami mainkan. Hingga aku mulai merasa aura yang keluar dari lantai 2 rumah Odi, aura dari beberapa penunggu disana. Aku memang tidak kepo saat itu, karena juga tidak mau mengganggu mereka, mereka yang saat itu muncul hanya karena penasaran pada yang kami mainkan, mungkin karena horor game, mereka merasa "terpanggil".
Beberapa tahun selang setelah kami kuliah, kakak - kakak Odi berpindah keluar kota, dan kami akhirnya pindah tempat bermain di lantai 2 rumah Odi. aku yang telah lupa dengan yang dulu kurasakan kini harus merasakan itu lagi, membaut bulu kuduk berdiri. memang cukup mengerikan karena lantai 2 jarang digunakan. cukup aku melihat beberapa sosok makhluk hitam berdiri di teras laur lantai 2 rumah Odi, juga sesosok wanita i dekat mushola lantai 2 nya, mengerikan memang, tapi cukup aku abaikan saja. Hingga pintu kamar lantai 2 tampat kakaknya dibuka. Sebuah aura negatif langsung menerapku, membuatku mual seketika, tapi aku tahan, toh memang di tipa rumah pasti ada yang menunggu juga. Namun sosok di sini memang bukan sosok yang aku suka.
Tepat memasuki kamar kondisi lampu mati, aku benar- benar sadar dan melihat 2 bola mata menyala disana seperti menggeram pelan, dan ketika dinyalakan aku baru benar- benar melihat sosok tadi, sesosok seperti Gendruwo yang berada di atas lemari, memunculkan kepalanya, membuatku bergidik ngeri, tapi itu barulah yang pertama sampai dekat meja aku lihat wanita yang sedikit terkikik, "hihihi" tawa kecilnya menakutkanku, apalagi karena dia tidak memiliki wajah sama sekali. aku yang disana sedang tidak mau diganggu dan mengganggu akhirnya meredakan auraku, sangat tipis, kemudian memutuskan untuk bermain saja bersama mereka. Sialnya aku harus kebelet ke kamar mandi, dan paling dekat adalah kamar mandi dalam, di kamar itu. Kamar mandi yang bahkan jarang digunakan.
Aku membuka kamar mandi, dan sekali lagi aura negatif menyemburku. aku lihat tidak ada apa- apa di sudut dan atas kamar mandi, sampai aku melirik Bath tub yang ternyata ada "pocong" di dalamnya, membuatku bergidik ngeri. memang pocong tadi hanya diam, tapi aku tiba- tiba sudah tidak mood lagi untuk buang air, sehingga memilih untuk diam saja. tapi sosok ini cukup mengganggu ku, apalagi ketika aku yang awalnya ingin berak, hanya bisa buang air kecil, dan sosok tadi menggeliat melihatku, wajahnya yag hancur, kehitaman, matanya yang hilang satu membuatku mual dan ngeri sehingga aku memutuskan untuk pergi saja, dan memutuskan bergabung bermain bersama mereka. Namun tetap saja aneh, membayangkan harus bermain kartu, main catur, Counter Strike, dengan dilihati oleh mereka disana, memang tak mengganggu, cuma mereka kepo, untuk mendekatiku dan yang lain. Malam itu, aku cukup "berkenalan" dengan penghuni tempat Odi.
Kita loncat side story menuju masa SMA kelas 2 saya, Odi adalah salah satu sahabat dekat saya, bayangkan 2 tahun duduk sebelahan bahkan hingga hari ini juga masih sering berkumpul di rumah Odi, bersama dengan teman- teman yang lain. Seorang sahabat yang rumahnya sering dignakan sebagai basecamp oleh anak kelas kami. Mulai dari main Game, Catur, hingga belajar saat mau UNAS. Sekilas memang rumahnya tidak terlalu besar, tapi tanpa sadar disana cukup "ramai" oleh mereka yang hidup dalam gelap.
Sedikit background, Odi adalah anak ketiga dari 3 bersaudara, si bungus satu-satunya cowo, kakak- kakaknya cukup jauh beda usia nya dengan Odi, kakak ke-2 nya sudah menikah dan punya tiga anak, kakak pertamanya sedang menuju pelaminan, yah jaman SMA cukup terkenal, bahwa kakak nya Odi itu cukup cantik. Tapi ya hanya sekedar obrolan saja. Kelas 2 hampir sore kami habiskan bermain di rumah Odi. saat itu memang aku belum merasakan hal aneh disana, belum sedikitpun merasakan hal- hal negatif disana, apalagi hanya bermain di ruang tv dan ruang makan temapt Odi, dan sebatas main PS 2 saja. Hingga keisengan kami main Game Horror pun dimulai.
"Ayo main Silent Hill, kayanya bagus", ajak Odi, kami yang selo (memang hampir tidak ada kegiatan kecuali ekskul), memutuskan untuk ikut "Yo sikat aja!", kataku mengiyakan. Silent Hill yang kami mainkan cukup horor, dan mengagetkan, membuat sepanjang game daripada menyerang setan disana lebih kami putuskan untuk kabur saja. Kemudian kami memilih memainkan fatal frame 2, sebuah game dimana harus menyerang hantu dengan kamera, memotretnya. tapi cukup susah dan mengagetkan karena munculnya dadakan, dan settingnya yang lebih ":dark" dari game yang selama ini kami mainkan. Hingga aku mulai merasa aura yang keluar dari lantai 2 rumah Odi, aura dari beberapa penunggu disana. Aku memang tidak kepo saat itu, karena juga tidak mau mengganggu mereka, mereka yang saat itu muncul hanya karena penasaran pada yang kami mainkan, mungkin karena horor game, mereka merasa "terpanggil".
Beberapa tahun selang setelah kami kuliah, kakak - kakak Odi berpindah keluar kota, dan kami akhirnya pindah tempat bermain di lantai 2 rumah Odi. aku yang telah lupa dengan yang dulu kurasakan kini harus merasakan itu lagi, membaut bulu kuduk berdiri. memang cukup mengerikan karena lantai 2 jarang digunakan. cukup aku melihat beberapa sosok makhluk hitam berdiri di teras laur lantai 2 rumah Odi, juga sesosok wanita i dekat mushola lantai 2 nya, mengerikan memang, tapi cukup aku abaikan saja. Hingga pintu kamar lantai 2 tampat kakaknya dibuka. Sebuah aura negatif langsung menerapku, membuatku mual seketika, tapi aku tahan, toh memang di tipa rumah pasti ada yang menunggu juga. Namun sosok di sini memang bukan sosok yang aku suka.
Tepat memasuki kamar kondisi lampu mati, aku benar- benar sadar dan melihat 2 bola mata menyala disana seperti menggeram pelan, dan ketika dinyalakan aku baru benar- benar melihat sosok tadi, sesosok seperti Gendruwo yang berada di atas lemari, memunculkan kepalanya, membuatku bergidik ngeri, tapi itu barulah yang pertama sampai dekat meja aku lihat wanita yang sedikit terkikik, "hihihi" tawa kecilnya menakutkanku, apalagi karena dia tidak memiliki wajah sama sekali. aku yang disana sedang tidak mau diganggu dan mengganggu akhirnya meredakan auraku, sangat tipis, kemudian memutuskan untuk bermain saja bersama mereka. Sialnya aku harus kebelet ke kamar mandi, dan paling dekat adalah kamar mandi dalam, di kamar itu. Kamar mandi yang bahkan jarang digunakan.
Aku membuka kamar mandi, dan sekali lagi aura negatif menyemburku. aku lihat tidak ada apa- apa di sudut dan atas kamar mandi, sampai aku melirik Bath tub yang ternyata ada "pocong" di dalamnya, membuatku bergidik ngeri. memang pocong tadi hanya diam, tapi aku tiba- tiba sudah tidak mood lagi untuk buang air, sehingga memilih untuk diam saja. tapi sosok ini cukup mengganggu ku, apalagi ketika aku yang awalnya ingin berak, hanya bisa buang air kecil, dan sosok tadi menggeliat melihatku, wajahnya yag hancur, kehitaman, matanya yang hilang satu membuatku mual dan ngeri sehingga aku memutuskan untuk pergi saja, dan memutuskan bergabung bermain bersama mereka. Namun tetap saja aneh, membayangkan harus bermain kartu, main catur, Counter Strike, dengan dilihati oleh mereka disana, memang tak mengganggu, cuma mereka kepo, untuk mendekatiku dan yang lain. Malam itu, aku cukup "berkenalan" dengan penghuni tempat Odi.
johny251976 dan Suminten. memberi reputasi
2