Kaskus

Story

bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"

Mereka yang Hidup Dalam Gelap, merupakan suatu true stroy, real story atau semacam itu tentang Arda, ketika di season 1 Arda menyajikan pada anda bagaimana dia bertahan dan berhadapan serta bertemu dan mengenal mereka, maka di season 2 ini arda akan mengantarkan kalian menuju dalamnya cerita tahap lanjut, dimana dia harus berhadapan dengan mereka, menguji apa yang telah dia pelajari, dan menjadi seorang yang menjembatani antara 2 dunia.

90% horror dengan bumbu hiperbola dan cerita drama, cinta, dan cerita persahabatan, memberikan kepada pembaca kesan tentang apa yagn dialami penulis.

Quote:


Quote:


selamat menikmati season 2 dari cerita ini, semoga kalian menyukai, jangan lupa cendol, juga share and like nya

ig : @bakemonotong
twitter : @Ardahakimotong


Welcome to my Second Season of Story


INDEKS :

Quote:



NITIPSSSS :
Quote:

Diubah oleh bakamonotong 22-06-2018 09:53
Suminten.Avatar border
anasabilaAvatar border
meqibaAvatar border
meqiba dan 2 lainnya memberi reputasi
3
56.2K
212
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
#97
PART XIV - Karena Dia yang Terenggut Sukmanya

Aku yang sebenarnya kasihan melihat Maryanti akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan lagi kemampuanku, setidaknya bernegosiasi dahulu. Aku kemudian memasang earphone, dan berpura- pura tidur, kini mulai melepas sukma ku, ngerogo sukma, untuk setidaknya membebaskan Maryanti yang nahas nasibnya. Aku kemudian berjalan mendekati arah belakang bis, dimana terlihat Maryanti terikat dan ada Gendruwo disana. Aku kemudian keluar bersama dengan si Gendruwo dan Maryanti, bis tetap melaju, tapi sukmaku tertinggal, tak apa, setidaknya aku sudah mengikatkan energiku di badan, juga aku tidak berharap harus bertempur dengan si makhluk ini, karena energi negatifnya baru terasa begitu kuat.

(Dialog akan langsung di translate ke Indonesia, dari bahasa Jawa)
"Apa yang kamu mau manusia? datang menantangku begitu?", kata si Gendruwo, "Manusia wanita ini bukan lah urusanmu, dia adalah budakku, tawananku sampai nanti waktu akhir hayatnya",

"Aku hanya ingin bernegosiasi saja, supaya bisa membebaskan dia, aku-", belum selesai aku berbicara Gendruwo tadi memukulku membuatku terpental jauh. Aku lekas berdiri, memang makhluk sial ini tidak bisa diajak bernegosiasi. Aku yang sudah muak berusaha mengajaknya bernegosiasi memutuskan untuk maju menyerangnya. AKu berlari ke depan dan aku minta Sar untuk menerkamnya, membuat Gendruwo tadi tersungkur, aku lalu perintahkan Abah untuk menahan makhluk tadi dan menindihnya, tap iternyata tidak bisa bertahan lama, abah terpental ari makhluk tadi Sar juga dibantingnya, aku kemudian meminta Sar menyerang kakinya, membegal, kemudian Abah menabrakkan badannya, membuatnya tersungkur lagi. Tapi dia malah mencekik Abah dan melemparnya, Sar kemudian mundur, "Dia terlalu kuat den", Aku yang kebingungan dan melihat Maryanti yang kini mulai pupus harapan menjadi ragu, hingga aku lihat ada suatu cahaya merah menyala menukik dari langit, dan ketika mendekat aku baru tersadar, Naga Geni!

Naga Geni yang meluncur cepat menabrak si Gendruwo, melilitnya dan melemparnya, membuat Gendruwo tadi melepaskan pegangna pada rantai yang mengikat Maryanti. "Maaf nak Arda, saya harus meminta ijin untuk tinggal di daerahmu dahulu, bersama dengan yang lain, kami disini pendatang, dan sang Jayabaya (ini btw nama samaran, dari sosok yang sebenarnya tinggal paling tua dan paling lama di tanah jawa) baru saja memberikan ijin tinggal pada kami", aku yang mendengarnya melongo, buset! dunia jin uda kaya manusia aja, ada ijin menetapnya juga, kaya paspor dan ijjin tinggal, mau tertawa tapi aku tahan, tak enak pada mereka, lalu kulihat Gendruwo tadi bangkit dan menyerang kami, dia menangkap Naga Geni, tapi Naga Geni melilit tangannya, membakar hingga bau hangus. Dari bawah tanah keluar Naga Watu yang mendorongnya naik ke udara, dan sambaran Naga Ireng mengoyak kaki makhluk tadi, membuatnya cacat, tapi memang regenerasi bangsa mereka lebih cepat, perlahan kakinya mulai tumbuh, tapi kulihat Naga Amarta melilit badannya dan menggigit i perut Gendruwo tadi. Naga Bayu kemudian melilit leher raksasa tadi, membuatnya tercekik dan melepas kepala Naga Geni, kemudian Naga Geni cepat menyerangnya. membuat Gendruwo tadi tersungkur, dan menyerah, "Balik sana ke tuanmu!", kataku, dan Gendruwo tadi pergi, menghilang, terseok dengan erangannya yang kesakitan.

Aku senang akhirnya bisa melihat Naga Geni, Naga Bayu, Naga Watu, Naga Ireng dan Naga Amarta lagi. setidaknya kini mereka telah kembali disini, menambah temanku. aku yang tanpa sadar terpisah beberapa puluh kilo dengan bis, kulihat "tali" aura ku menipis, membuatku harus menyusulnya. Naga Bayu memberiku tumpangan, membawaku bergerak cepat meliak liuk dlaam likunya jalan dan cepat menuju Bis, aku segera masuk ke dalam ragaku dan melek, berpura-pura bangun tidur, padahal kelelahan, sedangkan para Naga, Sar dan Abah kini masuk dalam tubuhku lagi dan menemani dalam sisa perjalanan ini.

"Terima kasih sudah membebaskanku, kini aku bisa pergi, terima kasih:, kata Maryanti yang kemudian perlahan menghilang, makin blur dan tidak tampak lagi. Aku tak tahu apa itu dia ditarik oleh para malaikat atau hanya menghilang, tapi setidaknya dia sudah terbebas dari belenggu makhluk tadi. Perjalanan sudah memasuki dermaga, kami sudah siap menyebrang, tapi kala itu dermaga harus antri, kami sampai jam 1 atau 2 pagi, perasaanku tidak enak, bukan karena ada aura jelek, tapi karena efek harus bertempur dulu. Capek membuat perasaanku tidak karuan, aku keluar bis, menikmati sedikit angin malam, sembari sedikit aku melihat ke ujung dermaga, wah, masih lama antriannya, aku kemudian memutuskan mencari warung kecil dekat sana, beli pop mie untu kmengisi perut, membeli minum, menikmati makanan disana, kuliaht beberapa teman- teman juga turun dari Bis, makan bersamaku. karena katanya di kapal makanan mahal dan susah.

Jam 4 pagi, kami baru menaiki kapal, disambut dengan keindahan sunrise di pinggit dermaga, membuatku ingin berfoto2, sungguh menenangkan, dingin kemudian mulai bergnati panas, menghilang sedikit- demi sedikit. Sebentar lagi, perjalanan kami di pulau Dewata akan di mulai, tour yang sepertinya menyenangkan, sebuah kenangan pulau Dewata.
johny251976
kemintil98
regmekujo
regmekujo dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.