Kaskus

Story

dreamsforlifeAvatar border
TS
dreamsforlife
Biola Mawar Putih
Sebelumnya mohon perkenankan gue newbie disini, dan ingin menulis cerita gue ini, mohon bimbingan kalau ada kesalahan dalam penulisan dalam cerita gue, tolong tegur gue kalo gue menyalahi aturan yang udah di buat momod pada forum ini.
Cerita ini FIKSI/REAL? Kalian cukup membacanya dan silahkan menilai sendiri, Untuk nama tokoh, tempat/lokasi gue SAMAR-KAN. So, harap maklum kalau gue ga menjelaskan dengan detail perihal lokasi dan suasana tempat demi privasi para tokoh dan tentunya gue. Aturan dalam thread gue tolong jangan ngejunk supaya thread ini ga kena pentung momod, dan satu lagi tolong jangan KEPO terlalu dalam, gue harap kalian menjadi PEMBACA YANG BAIK. mau kasih saran silahkan tapi jangan tentang cerita ini, karena hanya percuma, semua cerita ini sudah berlalu dan terjadi. Jadi, kalau mau kasih saran, cukup saran yang membangun untuk cerita ini ke depannya. Thx untuk semua para pembaca dan momod yang udah nyedian media buat gue, untuk menceritakan perjalanan pahit-manisnya hidup gue guna memberikan koda (pelajaran hidup) bagi para pembaca. Sekian Terima kasih.


Prolog


Biola Mawar Putih
Pict by : kahfiidrush


Namaku Doni, cerita ini bermula ketika aku lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan melanjutkan studiku di kota hujan, disanalah awal mula pembentukan kepribadianku
yang penuh dengan kekerasan kini menjadi lemah dan lembut. Ayahku adalah seorang pria yang disegani di lingkunganku, karena ayahku adalah anak dari seorang ketua preman atau
lebih tepat gangster. Kakekku memiliki kekuasaan di wilayah Jakarta khususnya bagian Barat dan Utara, saat itu negeri ini masih dipimpin oleh seorang pemimpin yang diktator.
Atau disebut sebagai “Bapak Pembangunan”,


Kakekku memiliki banyak kekuasaan
dan dipercayai oleh banyak para pengusaha-pengusaha kaya mulai dari perikanan,industri, dsb.
Ayahku dulunya seorang pecinta musik, dia mengenal ibuku karena dulu Alm.ibuku adalah seorang penyanyi yang sangat merdu dan cantik parasnya. Namun, ayahku yang dulunya lembut kepadaku dan selalu bertolak belakang dengan kakekku yang keras,
kini perilaku beliau justru berubah 180 derajat setelah meninggalnya ibuku.
Ayahku kini sangat keras kepadaku, dan selalu memukuliku ketika aku membuatnya kesal. Bedanya, kakekku meskipun seorang ketua gangster, beliau selalu memanjakan aku, dan menyayangiku, mungkin karena aku adalah cucu tunggal dari anak tunggalnya.


Kisahku yang penuh dengan lika-liku kehidupan bermula saat aku bertemu seorang gadis cantik pemilik biola,
dan uniknya biola tersebut terpasang stiker gambar bunga mawar putih,
namun bukan itu yang membuatku penasaran, tetapi ketika dia memainkan lagu ciptaan pria asal AS bernama James Horner dan kini lagunya dinyanyikan serta dipopulerkan oleh Celine Dion, ada yang aneh padanya.
Dia memainkannya dengan senyum diwajahnya namun airmatanya mengalir dan mengalir sampai membasahi wajahnya, dan setelah dia selesai memainkan lagu film titanic itu lalu dia berteriak dan menangis.
Inilah kisahku dimulai.

Sorry baru sempet bikin index.

PROLOG
PART 1 - Hidup Itu Takdir Namun Juga Pilihan
PART 2 - HIJRAH
PART 3 - Apa Itu Takdir?
PART 4 - Kehidupan Yang Sesungguhnya
PART 5 - MAMA
PART 6 - Awal Yang Baru

Biola Mawar Putih
Diubah oleh dreamsforlife 24-03-2018 21:41
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
7K
54
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
dreamsforlifeAvatar border
TS
dreamsforlife
#33
Part 6
"Awal Yang Baru"



Quote:

“Aku punya nama, panggil saja Doni”, balasku. Dia tersenyum, “Aku Ayu Wulandari, kamu bisa panggil aku ayu atau wulan, “, ucap ayu. “Terserah aku kan? Yauda aku panggil kamu AW”, balasku padanya. “Kok AW sih? Jelek banget, gamau”,ucap ayu sambil cemberut. “Kan kata kamu terserah aku, ga konsisten banget sama pendirian”, ketusku. Dia pun terdiam, untuk beberapa saat, kami tidak berbicara. “Iya deh, khusus kamu doang yang boleh panggil aku AW”, ucap ayu padaku.

Ayu Wulandari, sosok gadis yang membuatku terbaring lemah di Rumah Sakit, bukan… bukan karena dia, tapi karena kehendak Tuhan yang mempertemukanku padanya melalui cara yang terbilang ekstrim ini. Dari penjelasan ayu itu, dia seorang siswi di SMUN X, kelas 10, saat ini baru itu yang aku ketahui tentangnya. Terlalu banyak misteri dalam hidupnya, salah satunya tas biola yang dia bawa, tasnya rusak, dan biolanya pun ikut rusak, ada retakan yang membuat biolanya berlubang di bagian kanan.

“Kamu bawa biola, emangnya kamu bisa main biola?”, tanyaku pada Ayu. Dia hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaanku, “Musik itu sebagian dari hidup aku, musik itu bagaikan udara yang mengalir dari nafasku ke paru-paru, lalu aku hembuskan lagi keluar”, ucap ayu padaku. “Lalu apa hubungannya sama pertanyaan aku?”, balasku pada gadis imut itu. “Ihh nyebelin banget sih, ohh iya, tadi siang kamu kaya lagi atraksi sirkus tau, kaya film aktion Jaka Tingkir bisa loncat terus mukulin preman-preman itu”,terangnya sangat antusias “Ahh masa, perasaan aku pingsan pas dipukul sama berandalan pengecut itu”,ucapku pada ayu. “Engga kok, aku liat kamu sambil ngomong bahasa sunda ngomel-ngomel sama preman itu terus kamu mukulin sampe preman itu minta ampun tapi tetep kamu pukulin,”,tegas ayu padaku. Aneh, perasaan aku saat itu pingsan dan tak sadarkan diri, lalu tiba-tiba aku teringat dengan kakek, jangan-jangan ini kerjaan beliau.

Matahari pun berganti menjadi malam, Aku mengabari tante Ifah tentang keadaanku, suasana menjadi heboh, tante ifah mengomeliku karena aku ngeyel dan tidak mau menurut mengenai pencarian sekolahku, aku mengenalkan ayu padanya, tante ifah sangat senang karena aku sudah memiliki teman baru, kami berbincang banyak hal mengenai sekolah dan daerah-daerah wisata di kota ini, dan tentunya aku tertarik pada sekolah Ayu, aku berencana setelah keadaanku pulih, aku akan mendaftar di sekolahnya Ayu. Dokter memutuskan aku bisa pulang, “Kenapa don, daritadi kamu nengok sana sini nyariin siapa?”, Tanya tante ifah padaku, “Ayu kemana tan?”,balasku, “Ayu udah pulang tadi, tante udah nawarin dianter tapi gamau, dia titip salam sama kamu”, ucap tante ifah. Pulang? Padahal aku masih ingin berbincang dengannya.
Kami pun pulang kerumah tante ifah, aku pun memutuskan untuk beristirahat dikamar, dengan musik tape menggema dikamarku, “lusa aku akan mendaftar disekolah ayu, sepertinya ini akan menjadi perjalanan yang panjang”, pikirku.

Hoahmmm… pagi ini, aku akan mendaftar di sekolah ayu, tentunya aku harus tampil maksimal untuk membuat kesan yang baik sebelum menjadi siswa resmi di sekolah itu, btw, setelah mendaftar aku juga harus mengikuti kegiatan wajib bagi siswa baru, MOS, dan itu membuatku tidak nyaman, aku tidak suka kegiatan yang bisa dikatakan tidak menarik, karena hanya berisi kesewenang-wenangan senior pada juniornya.
Sampailah aku di SMUN X, hmm sekolah yang unik, bangunan dua lantai dengan arsitektur tradisional, mengelilingi lapangan, sebelah kanan lapangan basket, dan kiri lapangan futsal, sekolah yang cukup luas bagiku, saat sampai di sekolah ini, banyak pasang mata gadis SMU ini memandangku, dan sangat membuatku tidak nyaman, ketika sampai di ruang Tata Usaha, banyak siswi nongkrong di depan ruang Tata Usaha, dimana terhubung langsung didepan dengan lapangan basket, mereka sedang melihat anak laki-laki sedang bermain basket, “ramai sekali”, pikirku, aku sangat tidak nyaman dengan suasana di keramaian.

Akhirnya aku pun menuju sebuah ruangan, sepertinya perpustakaan, karena aku rasa hanya ruangan perpustakaan yang sepi dari siswa-siswi, karena pada dasarnya perpustakaan merupakan tempat yang kurang menarik bagi mereka. Aku pun berjalan menuju ruangan itu, disamping ruangan perpus, ada ruang seni, namun pintu tertutup, baru saja aku mau masuk ke ruang perpus, tapi sayup-sayup aku mendengar suara biola, ya ini biola, di ruang seni, “Apa ada acara pentas seni?”,pikirku, aku pun mencoba memegang gagang pintu ruang seni, aku coba buka perlahan, “tidak terkunci”, aku pun mengintip, ruangan ini sangat luas, 3x lipat luasnya dari ruang kelas, namun semua ruangan seperti sudah didekorasi, dan setelah masuk pun, aku terhalang oleh tirai, sepertinya aka nada acara diruangan ini, aku pun mencoba mengintip dari balik tirai, “Ayu” ?, yaa dia sedang bermain biola, aku tak menyangka ternyata dia bisa bermain biola, permainannya bagus sangat bagus dan indah, ya indah sekali, melodinya membuat seluruh tubuhku mendadak merasa nyaman, ternyata anak itu menambal biolanya yang berlubang dengan stiker, ya sepertinya stiker bergambar bunga melati, tunggu, bukan melati, itu mawar, tapi berwarna putih?.

Saat aku sedang menikmati permainan biolanya dengan lagu yang saat itu lagi trending, “My Heart Will Go On”, tiba-tiba dia berhenti dan aneh, matanya berkilau, bukan.. itu air mata, dia menangis, “Aldi… kamu jahat… hiks..hiks… “, ucap ayu sambil menangis.


Biola Mawar Putih
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.