Kaskus

Story

bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"

Mereka yang Hidup Dalam Gelap, merupakan suatu true stroy, real story atau semacam itu tentang Arda, ketika di season 1 Arda menyajikan pada anda bagaimana dia bertahan dan berhadapan serta bertemu dan mengenal mereka, maka di season 2 ini arda akan mengantarkan kalian menuju dalamnya cerita tahap lanjut, dimana dia harus berhadapan dengan mereka, menguji apa yang telah dia pelajari, dan menjadi seorang yang menjembatani antara 2 dunia.

90% horror dengan bumbu hiperbola dan cerita drama, cinta, dan cerita persahabatan, memberikan kepada pembaca kesan tentang apa yagn dialami penulis.

Quote:


Quote:


selamat menikmati season 2 dari cerita ini, semoga kalian menyukai, jangan lupa cendol, juga share and like nya

ig : @bakemonotong
twitter : @Ardahakimotong


Welcome to my Second Season of Story


INDEKS :

Quote:



NITIPSSSS :
Quote:

Diubah oleh bakamonotong 22-06-2018 09:53
Suminten.Avatar border
anasabilaAvatar border
meqibaAvatar border
meqiba dan 2 lainnya memberi reputasi
3
56.2K
212
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
#91
Part XIII - Journey To The Balinesia!

Kelas dua adalah masa- masa paling menyenangkan bagiku, kala itu pneghujung akhir semester 2 kelas 11, sebuah hal yang menjadikan kami bahagia, karena kami akan pergi bertamasya bersama, bertamasya penuh seangkatan kami, menuju Pulau Dewata, pulau yang masih dipenuhi oleh aura mistis disana, pulau yang menyimpan energi spiritual yang besar walaupun sudah ramai dikunjungi wisatawan dalam dan luar negri, pulau Bali adalah salah satu pulau yang terkenal menjadi destinasi wisata di Indonesia, banyak orang luar negri yang tahu Bali, tapi kurang tahu tentang Indonesia. Memang sedikit memalukan dengan ribuan bahkan puluh ribuan pulaunya, hanya sedikit yang terkenal keindahannya.


Menuju Bali adalah wisata yang sudah kami nanti, menyambut malam pergantian tahun di Bali sepertinya memang akan menjadi pengalaman yang bagus, apalagi Bali akan ramai wisatawan pada akhir tahun ini, merupakan kesempatan cuci mata bagi kami para lelaki lajang cupu dan kurang "laku" di kalangan wanita (ini yang masih membuat saya bingung, kenapa banyak wanita lebih memilih bad boy, padahal kami kan pria good boy tersedia). Perjalanan di mulai dari sekolah, kami semua diabsen perkelas masing- masing, kala itu Naufal dan Agus sebagai petinggi kelas mengabsen kami, mendata, sekiranya ada yang kurang. Saat itu duduk kami dicampur dengan kelas lain, satu bis berisi campuran dari 2 kelas, sekiranya begitu. Tentu Aku, Odi, Aziz, Naufal, Ajay, dan beberapa teman pria sekelas dijadika nsatu, membuat perjalanan menjadi mantap, karena bersama mereka, perjalanan jauh dimanfaatkan untuk main kartu Poker. menggunakan alas map plastik dan meja dari tempat sampah kosong, membuat kami menghabiskan waktu untuk bermain.


Aku merasa bak dewa judi disana, tidak sekalipun kalah, jika teman ada yang kalah aku seraya berteriak "HA! CUPU!", sedikit menghina membuat mereka sedikit jengkel dan tertawa. Walau kami bermain kartu, kami tidak menggunakan uang untuk taruhan, karena hanya untuk senang- senang dan menghabiskan waktu saja. Karena perjalanan menuju Bali menghabiskan kurang lebih 18- 20 jam, belum lagi harus mengantri naik ferry. membuat bermain kartu dan mendengarkan musik sambil tidur adalah kegiatan favoritku. Walau saat itu HP ku adalah HP jadul (yang kini mungkin tidak ada lagi merk itu) Nexian Slank, yang isinya sebagian besar bawaan dari HP, berisi lagu dari Slank, full satu album terbarunya, membuatku cepat jenuh karena itu- itu saja yang diputar dan aku tidak memiliki playlist lain untuk diputar selama perjalanan. Membosankan, membuat ku meminjam HP milik Odi, "Od, pinjem Nexianmu, buat dengerin lagu, playlistku itu - itu wae". "Oh ya uda" sambil dia menyodorkan HP nya padaku. Odi saat itu memiliki 2 HP, satu Nexian, versi lebih lama dari tempatku, dan BB yang lumayan bagus, saat itu HP keypad QWERTY sedang sangat terkenal, dan model HP hampir menyerupai BlackBerry semua, walau kita tahu, BB memiliki kelemahan batrenya yang boros, tapi tetap saja penjualannya tinggi saat itu.


Playlist lagu milik Odi memang lebih banyak dariku, karena dia suka musik, tapi lagunya hanya berisi MUSE saja, membuatku yang hingga sekarang menjadi fans MUSE karena terkena "racun MUSE" dari Odi. Tapi ya lebih baiklah daripada aku harus terus- terusan mendengar lagu slank yang sama- sama dalam sealbum, maka mending aku dengarkan yang lain (setelah dari bali saya inject lagu ke counter pulsa, minta lagu slank semua untuk di dalam HP, dan menjadi makin jatuh cinta pada Slank). Perjalanan panjang diberhentikan ketika jam 5 sebelum menjelang maghrib di salah satu tempat makan di Jawa Timur. Kami makan disana disajikan prasmanan yang sedap dan menggugah selera makan, sangat amat menggugah selera makan. Saat itu kami harus merapel sholat ashar dan dhuhur, jama' dan qashar. saat itu sebenarnya aku hanya ingin makan saja, tapi apa daya, kami harus sholat dulu, walau menurutku kurang tenang makan dalam keadaan kelaparan. "Mending makan mikirke sholat apa sholat mikirke makan?", celoteh ku, "bayangin aja, pas sholat mala baca , bakso, soto, mie ayam, es teh< kan gak konsen" lanjutku. "Ndasmu da, mending aku tep sholat gek mangan ben tenang" (palamu da, mending aku sholat baru makan biar tenang), kata Naufal, membuat yang lain terkekeh mendengar perdebatan tak jelas satu ini. Hingga kami teralihkan pada baju seorang teman kami, Adika dari kelas IPA 3, dia memakai baju dengan model tulisan aksara ibrani du belakangnya, membuat kami meneriaki azis "Jis, jis, Adika nggo kelambi ibrani, israel wi jis, bolomu to" (jis, jis, adika pake baju ibrani, israel tu, pasukan mu kan), "cuk! Aku anti Israel! AS*!" (Hoi! aku anti Israel! Anj***), kata Aziz sedikit memaki membuat kami makin terkekeh, memang menjahili teman adalah hal paling indah.


Malam menjelang, dan perjalanan sudah dilanjutkan, kami memasuki daerah yang cukup gelap saat itu, beberapa suda htertidur, beberapa masih melek, aku lihat Odi dan yang lain sudah tertidur, lelah dan kekenyangan sepertinya. Maka dari itu aku memutuskan untuk duduk menikmati jalan, sekali lagi aku kaget melihat di tepi jalan masih banyak orang berlalu lalang, dan beberapa makhluk yang berdiri dipinggiran jalan raya dekat sawah, aku yakin bukan seorang petani, bukan juga orang- orangan sawah, lebih seperti pocongan. Tapi banyak dan berurutan disekitar sana. Baru kali ini aku sadar dengan pengalaman horor begini, aneh juga tepatnya, melihat beberapa pocong berderet sepanjang jalan. Hingga aku baru sadar di sebelah Odi di lorong bis saat itu berdiri sesosok makhluk wanita dengan baju bermotif batik, rambutnya terurai panjang, dia menangis tersedu- sedu, "saya mau pulang, saya mau pulang" , kata wanita itu, yang kemudian berjalan ke depan, menuju arah tempat duduk anak perempuan. kulihat ada seorang anak yang sedikit tersedu seperti menangis disana, ya, wanita tadi merasuki anak tadi, suara tangisannya memang tak kencang, tapi aku sadar apa yang terjadi. anak perempuan di depan tadi kerasukan jin wanita tadi. menangis tersedu, beberapa temannya menenangkan, beberapa terbangun kepo, tapi aku memutuskan untuk membantunya, setidaknya mengusirnya atau mendengar curhatan wanita tadi. Kali ini tidak ngerogo sukma, tapi aku meminta Sar untuk mengusirnya, menarik wanita tadi ke tempatku, masuk dalam "diriku", setidaknya aku masih bisa menjadi media dan mengontrol gejolak emosi wanita tadi.


Quote:




Cerita Maryanti membuatku ketakutan, sedih, marah menjadi satu. Tapi aku tidak bisa berkata lebih, aku minta Maryanti keluar dari ragaku dan aku juga mulai mengkonsentrasikan diri, sehingga muncul sebuah rantai yang mengikat lehernya, dan membuatku makin kaget, ternyata si Gendruwo yang mengikat Maryanti mengikuti kami, dengan terus memegang gagang ranti tadi, Gendruwo yang mengejar bis kami, membuatku sepertinya harus bertarung lagi untuk membebaskan Maryanti.
johny251976
kemintil98
regmekujo
regmekujo dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.