Kaskus

Story

bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"

Mereka yang Hidup Dalam Gelap, merupakan suatu true stroy, real story atau semacam itu tentang Arda, ketika di season 1 Arda menyajikan pada anda bagaimana dia bertahan dan berhadapan serta bertemu dan mengenal mereka, maka di season 2 ini arda akan mengantarkan kalian menuju dalamnya cerita tahap lanjut, dimana dia harus berhadapan dengan mereka, menguji apa yang telah dia pelajari, dan menjadi seorang yang menjembatani antara 2 dunia.

90% horror dengan bumbu hiperbola dan cerita drama, cinta, dan cerita persahabatan, memberikan kepada pembaca kesan tentang apa yagn dialami penulis.

Quote:


Quote:


selamat menikmati season 2 dari cerita ini, semoga kalian menyukai, jangan lupa cendol, juga share and like nya

ig : @bakemonotong
twitter : @Ardahakimotong


Welcome to my Second Season of Story


INDEKS :

Quote:



NITIPSSSS :
Quote:

Diubah oleh bakamonotong 22-06-2018 09:53
Suminten.Avatar border
anasabilaAvatar border
meqibaAvatar border
meqiba dan 2 lainnya memberi reputasi
3
56.2K
212
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
#66
Part IX - Pertanda?

Masih takjub dan kepikiran dengan naga besar tadi, yang aku sendiri tidak tahu namanya, Naga raksasa yang benar- benar cantik sekaligus mengerikan, jika di deskripsikan, naga tadi bertubuh besar, panjang, berwarna keemasan, kepalanya tercampur antara warna emas dan kemerahan, dan ketika naik kelangit terbuka lah sebuah lubang besar disana, lubang besar di langit yang dilewati naga tadi, untuk orang- orang biasa tidak terlihat wujud sang Naga, tapi jika orang berkemampuan atau indigo melihat, pasti akan tampak kemegahan sang Naga yang membuka langit disana, melihat naga raksasa ini membuatku semakin yakin pada apa yang diajarkan oleh ustadz dan ayahku, jin, atau dedemit yang berkekuatan besar, bahkan sampai berwujud raksasa, biasa tinggal di dalam gunung, dalam laut, hutan belantara, dan biasa menghuni beberapa bagian langit yang tidak dijaga malaikat. Naga yang telah menghilang dari hadapanku tadi membuatku memberanikan dri bertanya lagi, "siapa nama Naga barusan?", "Naga tadi punya ratusan bahkan ribuan nama, yang dipuja oleh manusia dari jaman dahulu, bahkan beberapa nama dari kaum kami, tapi sang Raja memanggil dia Narendra", jawab Naga Amarta.

Aku yang masih sedikit takjub dengan apa yang ada disini kemudian terduduk diatas Naga Amarta, dan Naga Amarta memutar kepalanya kearahku, kemudian Tersenyum "Arda, terima kasih untuk bantuanmu, Narendra muncul mungkin pertanda untukmu dalam waktu dekat ini mungkin akan terjadi beberapa hal, atau mungkin jangka waktu yang panjang, jika nanti kamu melihat bangsa kami berlarian di langit, kamu akan tahu, kalau hal itu sudah semakin dekat, para Naga biasanya akan menunjukkan bahaya dengan raungannya, tapi hanya beberapa manusai yang memiliki anugrah yang dapat mendengar dan melihatnya". Kata- kata Naga Amarta sementara itu masih membuatku bingung, dan Naga Amarta kemudian mengembalikanku ke tempatku, dalam ragaku, dan aku kembali menkmati lagi makanan, dan mengobrol bersama kawan- kawanku disana. Sebuah pengalaman yang tidak bisa kulupakan, bahkan hingga kami pulang ke Jogja aku juga masih tidak bisa melupakan hal itu. Kini Naga Amarta juga mengikutiku, dan aku tidak masalah saja, karena dengan adanya Naga Amarta setidaknya aku lebih makin ditakuti disini oleh beberapa jin kecil, walau yang besar kadang mala marah dan mencoba menyerang.

Hari- hari menjelang kepulangan dari Manado, teman sekelasku mengajakku berkumpul di salah satu villa milik ketua kelas kami, yang memang anak gedongan horang kayah, sehingga kami disana disediakan tempat untuk menginap atau bermalam, walau kami tetap memutuskan untuk pulang malam itu, karena besoknya aku ada kegiatan dengan anak- anak pertukaran pelajar yang di Manado, tapi malam itu adalah malam yang tidak bisa dilewatkan, menginap di villa yang sekali lagi dekat dengan pantai.

jam yang sudah menunjukkan pukul 9 pagi aku berangkat dengan angkot ke daerah malalayang, menikmati panjangnya perjalanan dan dugeman siang2 di angkot, sebuah kombinasi yang membuat mual, dan pusing serta kuping berdengung semi-budeg. Belum lagi panasnya jalan Manado dan macetnya karena banyak mobil, membuat hari Minggu itu terasa sangat melelahkan. Aku yang kemudian sampa idi tempat yang dijanjikan bertemu dengan beberapa teman disana, dan mereka sudah membawa mobil yang dipinjam dari orang tuanya, kami memutuskan untuk gantian menyupir. Kami mampir ke sebuah toko di Mall untuk membeli daging, telur, merica, bumbu dapur lain, dan beberapa sayuran untuk membuat barbecue di Villa. Hanya para wanita dan 2 orang pria yang turun, (oh ya rombongan kurang lebih ada 14 orang, yang mana 7 pria dan 7 wanita (jika tidak saah hitung)). Kami yang lain menunggu di mobil dengna bosan dan tertidur. Hingga 2 jam mereka telah belanja, kami melanjutkan perjalanan. Sampai di Villa saat itu pukul 1 siang, kami langsung memutuskan untuk menyiapkan minuman, dan makanan serta persiapan memasak, beberapa dari kami bermain air di pantai, dan berfoto2 saja disana. Aku yang sempat bilang bisa dan hobi memasakn diserahi tanggung jawb untuk memasak, niat memasak telur dadar mala telurnya hancur menjadi orak arik, dengan daun bawang dan kutambahi saos tiram, membuat rasanya enak, gurih dan mala jauh lbih enak dari yang kami harapkan. Sedangkan saat itu dagin dibakar dengan wine yang disediakan oleh teman- teman, sehingga rasa daging lebih mendalam dan benar- benar sangat enak. kami yang mengisakan waktu untuk duduk2 bersantai dan main kartu benar- benar menikmati liburan seharian itu. SIalnya aku dikerjai oleh mereka sebuah minuman p*psi dicampur bir khas sana, Cap Tikus, yang membuatku kaget dan memuntahkan yang aku minum, dna ditertawakan oleh mereka, mereka bilang "cowo kok gak berani minum da". AKu hanya tertawa dan malas mendebat kemudian berkumpul dengan para wanita saja dan main kartu bareng mereka, tapi langkahku sempat terhenti saat melihat ke pepohonan pinggir pantai.

Sesosok kuntilanak merah sedang menyisir rambutnya diantara pepohonan, duduk disana dengan bersenandung sumbang, membuat ku bergidik ngeri, tapi anehnya langkah kakiku tidak bisa bergerak, terhenti saja disana. Aku melihat terus kearah si kuntilanak merah tadi, dan kulihat kepalanya berputar 180 derajat kearahku, melihatku tersenyum dengna wajahnya yang pucat dan matanya yang kosong benar- benar tidak memiliki bola mata, dan senyumnya dengan mulut berwaran kemerahan seperti darah. Dan satu yang aku tahu, baju(?) yang berwarna merah miliknya adalah karena darahnya sendiri yang mengalir turun dan membasahinya. Mengerikan sekaligus menjijikan. AKu tak tahu harus apa dan mencoba melangkahkan kakiku pergi. Tapi sial, di rumah itu, lantai 2 sudah berdiri sesosok makhluk besar berwarna kehitaman, dengan tangan terjulur ke bawah, terlihat kepalanya yang penuh rambut keputih2an serta mata merahnya dan mulut penuh taringnya, makhluk macam apakah ini, benar- benar mengerikan. Menakutkan dan membuatku sangat ketakutan melihat makhluk seperti ini. Makhluk ini kemudian meloncat menuju ke arah jalan utama yang berada sekitar 20 meter di atas kami (posisi vilal sedikit dibawah). membuatku kaget, dan beberapa teman2 keluar kaget karena mendengar suara hentakan keras di lantai 2 saat itu. bahkan pasangan yang sedang ena- ena di lantai 2 sampai keluar dengan menggunakan handuk dan baju seadanya. membautku tahu, kenapa makhluk2 ini kok makin bermunculan disini, karena memang perbuatan yang sedikit bejat dilakukan, minum dan zina, pantas saja mereka yang negatif tertarik datang. Aku yang awalnya berniat memasang pagar gaib, tapi ternyata perilaku seperti tadi masih dilanjtukan, kurasa percuma saja, makanya aku memilih diam dan menyaksikan saja kira2 apa yang akan terjadi berikutnya.

Waktu menunjukkan pukul 8 malam, kami sudah memutuskan lebih baik pulang. Sehingga kami akhirnya beberes beberapa perlengkapan dan kulihat si kunti berterbangan disana, tertawa terkekeh, sesekali menangis, benar- benar random yang mirip seperti orang sakau, dan beberapa kali menaiki punggung teman priaku, "aku suka sama anak ini, dia bisa berhubungan badan denganku jika mau", kata kunti tadi. Aku yang kaget mendengarnya seraya berteriak "Astaghfirullah", kulihat teman2 melihat ke aku, "kenapa da?", "oh gapapa, tadi keinjek batu aja", kataku mengeles. Aku yang saat itu tidak yakin harus bagaimana mengabaikan si kunti tadi dan memilih untuk berdiam diri saja. Tapi sialnya teman yang diikuti kunti tadi semobil denganku, membuat ku sedikit ngeri karena dia duduk dengan posisi si kunti menempel di pundaknya, sepanjang perjalanan dia berkata "berat nya punggung sama pundakku, kecapekan banget, mau tidur aja susah", katanya , aku hanya memilih diam tidak merespon, aku lebih takut karena temanku yang menyupir itu dalam kondisi sedkit mabuk, dan jalanan yang berliku2 di gunung membuat sedikit lebih ngeri. Apalagi sepnajng perjalanan pulang aku baru sadar, beberapa makhluk disana berjalan dan berlari mendekati mobil2 kami, membuatku melihat beberapa siluman kera berkeliaran. Kami beristirahat sejenak di sebuah pom bensin, kulihat sepi dan benar- beanr tidak ada apa2, aku kemudian sedikit memosisikan diri untuk tidur dan ngerogo sukmo bermaksud mengusir kunti tadi, toh disini Sar sudah datang dan ada 6 Naga yang mengikutiku. Aku kemudian memanjatkan beberapa doa dan maalan yang kira- kira sudah terkumpul dan aku mulai ngerogo sukmo, dan msekaligus mendorong kunti tadi keluar dari mobil dan temanku, Sar menerkam leher kunti tadi dan tidak kulihat satupun Naga muncul, hingga si Naga Geni muncul dan berkata "Dia hanay makhluk lemah, Sar sendiri sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan nya", wah gila sombong anget pikriku saat itu. Dan aku akhirnye melihat Sar mengoyak tubuh kunti tadi, kunt itadi mengerang kesakitan, "maaf, maaf, aku akan pergi dari sini, maaf", kata kunti tadi mengiba, Kuperintahkan Sar melepaskan kunti tadi dan kunti tadi melayang pergi dengan perut terbuka dan usu keluar2, membuatku ingin muntah, aku segera ingi nkembali ke ragaku, tanpa sadar mobil sudah berjalan. Aku kemudian menaiki Sar dan berlari mengejar mobil kami.

Sial mengerikan sekali menaiki Sar dan berlari di pegunungan belum juga dengna beberapa jin kera yang mengganggu kami, sehingga seseklai Sar berhenti dan menerkam mereka. AKu sedikit melihat cahaya mobil kami, dna biar makin cepat kau minta para Naga keluar dan membantuku, para Naga menghancurkan mereka di sepanjang jalan tadi, membukakan jalan padaku, sehingga aku sudah hampir mencapai mobil kami, tapi sial, seekor kera Raksasa menutupi jalan kami "Apa mau mu! membunuh anak2ku?" katanya marah, "HEH! MONYET! AKU TIDAK MEMBUNUH MEREKA, JIKA MEREKA TIDAK MENYERANGKU", kataku marah dan kemudian menyuruh Naga Geni melilitnya dan membakarnya, tapi si Kera raksasa ini tidak menyerah "Aku sang Sukriya, tidak akan kalah oleh naga" katanya dan membanting Naga Geni, kulihat 5 Naga yang lain yang masih menghancurkan pasukan kera, merubah haluan dan menyerang si Sukriya dan membuat si Sukriya tersungkur, aku lihat mereka menggerogoti Sukriya, dan melilitnya membuat Sukriya mengerang, "aku tidak akan kalah!" katanya yang mencoba berdiri, tapi aku dan Sar menerjangnya, merubuhkannya lagi, aku yang sudah emosi menarik sebuah senjata yang tersimpan dalam wujud Sar, menjadi sebuah tombak yang kuarahkan ke leher si Sukriya "milih mati apa kau biarkan aku pergi?" kataku, membuatnya mengerang, "Baik, silahkan pergi, dan jangan sekali2 kamu menginjakkan kaki disini lagi, jika kau tidak ingin ada peperangan denganku", katanya. "Baik! tapi jangan harap aku takut menghadapi pasukanmu! sudah minggir sana sebelum kuhancurkan sukmamu!" kataku yang sudah dibakar emosi. Sukriya kemudian menyingkir dan pergi, Aku kemudian meminta Naga Amarta membawaku dengna cepat, Sar yang kelelahan kembali beristirahat dan hanya mengikutiku, Naga Amarta meluncur cepat hingga mengejar mobil kami, dan membawaku masuk ke dlaam ragaku, dan aku tiba2 terbangun kaget, teman2ku melihatiku "kenapa lagi da? keringetan gitu", kata mereka, "mimpi lari2 aku hehe", kataku ngeles, membuat mereka tertawa dan kemudian mengobrol lagi denganku. Apa ini maksud pertanda akan adanya perang? tapi aku tak tahu juga, yang jelas biarkan aku menikmati sissa perjalanan dengan benar- benar tidur dan diantar sampai ke rumahku.
Suminten.
johny251976
kemintil98
kemintil98 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.