- Beranda
- Stories from the Heart
Diary 2 Dunia
...
TS
agusk1988
Diary 2 Dunia

Terima kasih mas AWAYAYE untuk cover keren nya.
Ilustrasi Ronggo Geni

Ilustrasi Dewi Puspa Kenanga

Halo agan/aganwati kaskuser sekalian. Halo juga untuk para momod sekalian. Gue adalah silent reader yang udah lama melintang di forum kaskus. Terkhusus untuk sub forum stories from the heart. Kali ini perkenankan gue untuk menceritakan sebuab kisah klasik tentang perjalanan anak manusia yang berawal mula beberapa tahun lalu.
Jika kalian bertanya ini real atau fiksi.? gue kembali kan ke pribadi para reader sekalian. Daripada pada nanti para reader sekalian kepo, anggap saja cerita ini fiksi
Tapi terlepas dari itu semua,, percaya lah bahwa " mereka", beserta " dunia mereka" itu ada. Jadi hormati lah " mereka" seperti kita menghormati sesama kita. Karena pada dasarnya " mereka" sama seperti kita. Ada baik, jahat beserta segala hal yang tak bisa di jelaskan secara logika.
Dan yang terakhir, harap patuhi rule yang berlaku di sub forum ini. Karena menghormati orang lain itu secara tidak langsung membuat kita juga akan di hormat i.
Silahkan di nikmati
Quote:
Spoiler for ILUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 165 suara
Menurut Kalian Bagaimana Seharusnya Thread Ini Berjalan Ke Depannya
Tetep seperti sudah sudah mas, penuh dengan pesan kehidupan
90%
Tamat in saja mas,, sudah terlalu mainstream seperti Thread lain
9%
No Comment mas, emang situ siapa..?
1%
Diubah oleh agusk1988 18-07-2021 04:03
User telah dihapus dan 26 lainnya memberi reputasi
23
1M
2.9K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
agusk1988
#2005
PART 76
Aku pun lantas langsung berlari keluar mengejar burung hantu yang di bicarakan pak Adrian.. Sebab aku yakin,, burung hantu tersebut bukan burung hantu biasa..
Namun sayangnya aku kehilangan jejak nya.. Yang aku rasakan hanya lah keberadaan hawa negatif yang semakin lama semakin berkurang dan lantas menghilang..
Mbak Arin dan mbak Tasya sepertinya bisa merasakan hawa kehadiran Aji Segara serta Kenanga..
Sebab mereka berdua kini menatap tajam ke arah ku dengan rasa keingin tahuan yang begitu tinggi..
Aji segara pun lantas pamit undur diri,, sementara kenanga sendiri aku minta untuk tetap tinggal.. Sebab naluri dia lebih tajam dalam merasakan hawa keberadaan makhluk gaib di banding dengan diri ku..
Aku pun kini memeriksa keadaan tamu nya pak Adrian yang tadi terdengar jeritannya sampai di halaman belakang.. Dan dapat ku pastikan kalau dia hanya shock melihat hal yang baru pertama kali di jumpai nya..
Maklum orang kaya,, mereka hanya menganggap makhluk gaib itu hanya sekedar mitos atau takhayul belaka..
Karena kiai yang di minta memimpin doa sudah datang,, kami pun berkumpul dengan tamu undangan yang lain.. Berbeda dengan acara yasinan untuk orang meninggal,, selamat an kali ini berjalan cukup cepat..
Maklum,, doa yang dibaca hanya doa seperti waktu bancaan saja..
Selesai membaca doa,, para tamu di persilahkan menikmati hidangan yang telah disediakan..
Aku pun kembali berkumpul dengan Reni serta mbak silvi yang sebelumnya sengaja memberi ku waktu untuk ngobrol berdua dengan Kiai Ibrahim..
Sementara mbak Arin serta mbak Tasya sendiri sepertinya belum reda rasa penasaran nya.. Mereka berdua tak henti henti nya melepaskan pandangan nya kemana pun aku melangkah..
Karena malam semakin larut,, para tamu undangan pun pada pamit undur diri untuk pulang ke rumah masing-masing.. Yang tersisa sekarang hanya keluarga besar dari Pak Adrian serta Tante Yulia..
Dan untuk kesekian kalinya aku pun bertemu kembali dengan Pak Adhi.. ( babi ngepet yang sempat ku tangkap namun ku lepaskan kembali).. Beliau pun keliatan ketakutan serta panik karena melihat ku hadir disitu juga.. Di tambah kehadiran kang paijo dkk yang juga bisa mengenali siapa pak Adhi sesungguhnya..
Namun aku sekarang lebih lunak serta bersikap bijak pada orang-orang seperti pak Adhi..
Mbak Citra pun menatap ke arah mata Pak Adhi.. Dan beliau pun mengangguk.. Tanda kalau mbak Citra boleh ikut dengan ku..
Sementara beliau sendiri beserta istri pamit mau pulang ke rumah nya..
Aku, kang paijo and the gang di tambah mbak citra pun kini menyusul mbak silvi dan yang lain yang kelihatannya sudah sampai disana.. Sebab aku tak melihat batang hidung bang David atau mbak Arin..
Mungkin mereka ke belakang saat diriku sedang ngobrol sebentar dengan pak Adhi..
Halaman rumah belakang mbak silvi pun kini makin riuh ramai dengan suara kang paijo dkk yang memang terkenal berisik.. Dan aku pikir,, orang yang ikut dalam acara bakar bakar tersebut sudah final..
Namun anggapan ku salah.. Karena beberapa waktu kemudian,, seorang cewek dengan pakaian yang menggoda iman,, ikut bergabung dalam acara barbeque an tersebut..
Reni dan Stella yang tadinya sedang asyik bercanda pun kini terdiam dan ikut memperhatikan pertengkaran mbak Rika serta mbak silvi..
Sementara Bang David sendiri ,, terlihat hanya diam tanpa ekspresi apa apa.. Mungkin dia selama ini sudah sering melihat mbak Rika serta mbak silvi bertengkar..
Bang David pun terlihat kesal melihat tontonan gratis nya hilang..
Dan Yang di tunggu tunggu pun akhirnya tiba juga.. Tepat saat waktu menunjukkan pukul 24.00.. Kembang api pun di nyalakan di alun alun kota..
Karena memang rumah mbak silvi gak begitu jauh dari alun alun,, kami pun dengan jelas bisa melihat indahnya kerlap kerlip kembang api di atas langit malam..
Aku pun hanya tersenyum mendengar ucapan mbak Arin dan kini fokus kembali melihat kembang api yang kini cahaya nya makin bersinar menerangi langit malam..
Quote:
Aku pun lantas langsung berlari keluar mengejar burung hantu yang di bicarakan pak Adrian.. Sebab aku yakin,, burung hantu tersebut bukan burung hantu biasa..
Namun sayangnya aku kehilangan jejak nya.. Yang aku rasakan hanya lah keberadaan hawa negatif yang semakin lama semakin berkurang dan lantas menghilang..
Quote:
Mbak Arin dan mbak Tasya sepertinya bisa merasakan hawa kehadiran Aji Segara serta Kenanga..
Sebab mereka berdua kini menatap tajam ke arah ku dengan rasa keingin tahuan yang begitu tinggi..
Quote:
Aji segara pun lantas pamit undur diri,, sementara kenanga sendiri aku minta untuk tetap tinggal.. Sebab naluri dia lebih tajam dalam merasakan hawa keberadaan makhluk gaib di banding dengan diri ku..
Aku pun kini memeriksa keadaan tamu nya pak Adrian yang tadi terdengar jeritannya sampai di halaman belakang.. Dan dapat ku pastikan kalau dia hanya shock melihat hal yang baru pertama kali di jumpai nya..
Maklum orang kaya,, mereka hanya menganggap makhluk gaib itu hanya sekedar mitos atau takhayul belaka..
Quote:
Karena kiai yang di minta memimpin doa sudah datang,, kami pun berkumpul dengan tamu undangan yang lain.. Berbeda dengan acara yasinan untuk orang meninggal,, selamat an kali ini berjalan cukup cepat..
Maklum,, doa yang dibaca hanya doa seperti waktu bancaan saja..
Selesai membaca doa,, para tamu di persilahkan menikmati hidangan yang telah disediakan..
Quote:
Aku pun kembali berkumpul dengan Reni serta mbak silvi yang sebelumnya sengaja memberi ku waktu untuk ngobrol berdua dengan Kiai Ibrahim..
Sementara mbak Arin serta mbak Tasya sendiri sepertinya belum reda rasa penasaran nya.. Mereka berdua tak henti henti nya melepaskan pandangan nya kemana pun aku melangkah..
Quote:
Karena malam semakin larut,, para tamu undangan pun pada pamit undur diri untuk pulang ke rumah masing-masing.. Yang tersisa sekarang hanya keluarga besar dari Pak Adrian serta Tante Yulia..
Dan untuk kesekian kalinya aku pun bertemu kembali dengan Pak Adhi.. ( babi ngepet yang sempat ku tangkap namun ku lepaskan kembali).. Beliau pun keliatan ketakutan serta panik karena melihat ku hadir disitu juga.. Di tambah kehadiran kang paijo dkk yang juga bisa mengenali siapa pak Adhi sesungguhnya..
Namun aku sekarang lebih lunak serta bersikap bijak pada orang-orang seperti pak Adhi..
Quote:
Mbak Citra pun menatap ke arah mata Pak Adhi.. Dan beliau pun mengangguk.. Tanda kalau mbak Citra boleh ikut dengan ku..
Sementara beliau sendiri beserta istri pamit mau pulang ke rumah nya..
Quote:
Aku, kang paijo and the gang di tambah mbak citra pun kini menyusul mbak silvi dan yang lain yang kelihatannya sudah sampai disana.. Sebab aku tak melihat batang hidung bang David atau mbak Arin..
Mungkin mereka ke belakang saat diriku sedang ngobrol sebentar dengan pak Adhi..
Quote:
Halaman rumah belakang mbak silvi pun kini makin riuh ramai dengan suara kang paijo dkk yang memang terkenal berisik.. Dan aku pikir,, orang yang ikut dalam acara bakar bakar tersebut sudah final..
Namun anggapan ku salah.. Karena beberapa waktu kemudian,, seorang cewek dengan pakaian yang menggoda iman,, ikut bergabung dalam acara barbeque an tersebut..
Quote:
Reni dan Stella yang tadinya sedang asyik bercanda pun kini terdiam dan ikut memperhatikan pertengkaran mbak Rika serta mbak silvi..
Sementara Bang David sendiri ,, terlihat hanya diam tanpa ekspresi apa apa.. Mungkin dia selama ini sudah sering melihat mbak Rika serta mbak silvi bertengkar..
Quote:
Bang David pun terlihat kesal melihat tontonan gratis nya hilang..
Dan Yang di tunggu tunggu pun akhirnya tiba juga.. Tepat saat waktu menunjukkan pukul 24.00.. Kembang api pun di nyalakan di alun alun kota..
Karena memang rumah mbak silvi gak begitu jauh dari alun alun,, kami pun dengan jelas bisa melihat indahnya kerlap kerlip kembang api di atas langit malam..
Quote:
Aku pun hanya tersenyum mendengar ucapan mbak Arin dan kini fokus kembali melihat kembang api yang kini cahaya nya makin bersinar menerangi langit malam..
efti108 dan 8 lainnya memberi reputasi
9


