- Beranda
- Stories from the Heart
My Diary From My Way()
...
TS
rbassb
My Diary From My Way()
Quote:
Setelah sekian lama cuma jadi silent rider, sekarang gw pingin ngeshare sesuatu dari sebuah diary, dengan semua kenangan dan tetek bengek didalamnya.. walaupun buat nulis ini butuh tenaga ekstra karena gw harus membuka lembaran demi lembaran yang udah….. ahh, langsung aja deh..
Spoiler for Q.T.A:
Spoiler for RULES:
JADWAL UPDATE
Quote:
Spoiler for INDEX:
Spoiler for Penting:
Spoiler for Mulus Terasi:
Polling
0 suara
Siapakah Istri Randeka?
Diubah oleh rbassb 14-11-2022 14:19
rendolkribo dan 215 lainnya memberi reputasi
196
1.6M
5.3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rbassb
#2155
AWAL YANG BARU
Kurang lebih pukul 16.00, gw sudah standby di mall. Gw dateng lebih cepat takut kak Rena nungguin, lagian dia ngomongnya jam 4 sore ditempat.
Sepuluh menit berlalu sosok kak Rena tak kunjung terlihat, dasar cw
. Sambil menunggu kak Rena, gw mengamati sekitar yang telah ramai dengan pasangan muda mudi yang berlalu lalang
. Nih anak kemana sih? 30mnt sudah nunggu dia tapi belum juga nongol nih anak. Apesnya gw gak tau nomor telfon dia, jadi gw gak tau harus ngelakuin apa selain menunggunya dateng.
Karena bosan menunggu, gw beralih ke salah satu resto cepat saji yang gak jauh dari pintu masuk. Lagian gw cape juga berdiri terus, takut di curigai satpam karena gak beranjak dari tempat
. Segelas orange jus gw pesan untuk memenuhi rasa haus gw karena nunggu cw gak jelas ini.Persetan!! 17.30 nih anak belum dateng juga
. Yakin, pasti nih anak ngerjain gw, seharusnya gw sudah sadar dari awal. Ntah bodohnya gw malah nungguin dia hampir 2 jam lamanya. Sumpah ya, gw malu nunggu disini sendiran, apalagi 3 gelas minuman sudah gw pesan sampai-sampai perut gw rasanya kembung kebanyakan minum.Bukannya gw haus ya, cuma nunggu disini tapi cuma pesan satu menu itu rasanya gak enak gimana gitu, ntar gw di usir lagi
.Ah, balik nih gw. Bodoamat masalah nonton ataupun vouchernya hangus. Kotoran...kotoran...kotoran....!!
. Kesel abis gw, tau gini mendingan ngapel ke rumah Felisa. Lagian tuh anak sablengnya gak ilang-ilang, seiring dengan kelakuanya yang kayak gini, gw mulai ngerasa enek juga. Saat sedang memaki-makinya dalam hati, tiba-tiba sosok wanita tersebut terlihat sedang tengok kanan-kiri, sepertinya dia sedang mencari gw. Setelah tengak-tengok, pandanganya tertuju ke tempat gw duduk. Memang waktu itu, resto tempat gw menunggu tepat disamping pintu masuk, dan gw duduknya pun di pinggir. Jadi kalau dia gak ngeliat gw, dipastikan matanya sudah sliwer.
Quote:
Kak Rena memesan minum, kembali, dan duduk dihapan gw
. Setelah duduk pun kak Rena masih bikin masalah lagi dengan tak henti-hentinya memandangi gw. Gak tau apa maksudnya, tapi mata itu masih terpaku kesini(muka). Sedetik, dua detik, sampai ntah berapa detik berlalu matanya masih melihat gw, bahkan semakin gw liat, semakin tajam tatapanya
. Stop kak!!! Arrrrgghh...

Akhirnya minuman yang dia pesan datang, dan pandanganya pun otomatis mengarah ke pelayan yang mengantar minuman. Fiuhh, akhirnya dia mengalihkan pandanganya setelah sekian lama hanya menatap gw tanpa bicara sedikitpun
.Quote:
Segelas coffe ice yang dia pesan langsung diminumnya, terlihat sekali memang kalau dia sedang kehausan. Mungkin saking hausnya, terlihat setengah isinya berkurang. Setelah minum dia menyilangkan tangan di meja dan, shit lagi-lagi dia kembali melakukan hal sama. sesuatu yang tadi buat gw gak nyaman, yaitu kembali memandangi gw.
Tak tahu kenapa, mulut gw seakan gak bisa berkata-kata, sepertinya gw malah mengikuti permainanya. Lagi-lagi detik berlalu tapi kami masih saling bertatap-tatapan. Tapi, saat itu kami saling tatap bukan seperti halnya sepasang kekasih, melainkan hanya dua orang yang sedang membuang-buang waktu. Dengan halnya gw menatap dia bingung dengan maksudnya, atau dengan kak Rena yang sedang merencanakan sesuatu atau apalah gw gak ngerti.
Matanya melihat ke minuman, tanganya memegang sedotan dan bibirnya tersenyum tapi dengan mata yang masih melihat kebawah.

Quote:
Sumpah, gw yakin orang yang melihat senyumanya saat itu akan membeku dan tak bisa berkata apa-apa. Masalahnya gw ngerasain seperti itu, gw sama sekali gak bisa berfikir jernih bahkan pikiran gw terkesan kosong dan hanya terisi senyuman itu.
Perasaan aneh macam apa ini? Jatung gw berdebar-debar, gw yang tadinya sirih dengan tatapan anehnya, malah berbalik menatapnya dengan mata berbinar-binar. Rena, Natali atau apapun panggilanya, sosoknya begitu membingungkan. Dia seakan mempunyai sifat yang berbeda-beda sesuai nama panggilanya. Rena dengan sifat angkuhnya, Natali dengan sifatnya yang lembut.
Itu hanya sebuah opini dari otak gw atau memang benar apa adanya. Kontras sekali dengan apa yang gw rasakan saat nama Rena terdengar di sekolah, dan dengan nama Natali yang terdengar di keluarga gw.
Quote:
Tanpa menjawab, gw hanya mengikuti dia, mengikuti perkataan dan langkah kakinya. Selesai shalat pun, gw masih diam dan bisu. Waktu itu film yang kami tonton mulai pukul 18.30, jadi masih cukup lama jika kita menunggunya di depan bioskop.
Kak Rena meminta gw menemaninya berkeliling mall, dan iya atau tidak, kaki gw terus mengikuti langkah kakinya. Sekali lagi gw bilang, gw terperangah dibuatnya. Sifatnya berubah-ubah dan itu sama sekali tidak dapat di prediksi dengan akal sehat gw.
Melihat-lihat walau tidak membeli, mungkin ini semacam cuci mata bagi perempuan. Atau, mereka sedang menandai buruanya. Dari dulu gw orang yang kurang suka jalan-jalan ke mall kalau gak ada sesuatu yang penting, kecuali untuk makan disana, itu jelas tujuanya. Berbeda halnya saat ke mall dengan doi, mungkin gw harus nempel koyo di betis biar gak pegal muter-muter.
20 mnt berputar-putar, melihat sana-sini, berhenti disana berhenti disini, akhirnya selesai sudah perjalanan kita. Kali ini tujuan utamanya bioskop, lalu duduk manis disana. Tak lupa sebelum masuk bioskop, popcorn wajib di bawa. Saat itu kami hanya membeli satu kotak, sebenenarnya gw ingin kita bawa popcorn masing-masing biar gak saling comot. Tapi ya itu, kak Rena bilang “Gak usah beli dua, satu aja, gue makan gak banyak kok”.
Walaupun satu kotak, tapi gw pesan yang ukuran medium. Yakali yang small, takutnya kurang. Soal minuman gak usah ditanya, kita bawa satu-satu, masa iya pesan satu
. saat itu kami nonton film horor, ntah kenapa, cw yang pernah nonton sama gw kebanyakan lebih suka film horor dibandingkan action. Dan hampir semua juga saat ditanya alasanya kenapa? Jawabanya pasti “Seru, bikin deg-degan”. Namanya juga horor, pasti bikin deg-degan lah
.Film dimulai, gw nonton biasa-biasa aja walaupun adegan setan-setanan sedang berlangsung. Sebaliknya saat menoleh ke samping gw, kak Rena bolak-balik menutup matanya dengan tangan. Memang sih bukan dia aja yang melakukan itu, hampir semua cw yang sedang nonton, bahkan cwo ikut melakukan hal itu. Lebay

Seiring dengan berjalanya film, kak Rena tak henti-hentinya mengunyah popcorn. Waktu itu gw yang memegang kotak popcornya jadi tangan gw bolak-balik menyodorkan atau lebih tepatnya ditarik sama dia
. Jangan salah, sebenarnya gw udah minta dia untuk memegang sendiri popcornya, tapi bolak-balik juga kata-kata gw gak dipeduliin
. Parahnya, tadi kan dia sempat bilang “Gue makan gak banyak” tapi nih popcorn abis sama dia semua. Konyol, konyol 
Setelah selesai menonton, kak Rena mengeluh lapar dan mengajak gw makan. Padahal abis makan sekotak popcorn
. Satu lagi, dia mengeluh bukan seperti orang yang sedang mengeluh lapar ke pacarnya, dia cuma bilang “Laper banget”
, jadi jangan menghayal kalau dia bilang “Aku laper...(nada manja)”.Saat hendak turun ke lantai bawah, lantai yang kami tuju. Kami melewati sebuah toko yang gw datangi kemarin. Gw mampir sebentar untuk melihat beberapa barang, kak Rena pun gak comel walaupun laparnya sedang mode ON. Buktinya dia mau-mau aja gw ajak mampir kesini, bahkan terlihat antusias.
Quote:
Gw perhatikan memang bagus sih, tapi saat gw liat harganya hmm,
. Gw mengambil kotak tersebut, dan hendak membawanya ke kasir.Quote:
Kali ini kak Rena hanya terdiam setelah mendengar jawaban gw. Setelah membayar di kasir, kami langsung lanjut ke sebuah resto.
Quote:
Bukan tanpa alasan gw bengong, lagian sambil nunggu makanan kami datang, gw harus ngobrolin apa?. Lagian obrolan seperti apa yang bikin dia antusias, gw sama sekali gak tau.
Quote:
Ya tuhan, cobaan macam apa ini? Lagi-lagi senyuman itu dapat dengan mudah membuat gw deg-degan gak karuan. Bingung, bingung, bingung. Apalagi selain bingung? Bisa-bisa gw suka ke kak Rena kalau gini.

Quote:
Beberapa detik obrolan kami terputus, kali ini kak Rena memandangi gw lagi guys
. Stop kak stop, gw gak tahan sama ekspresi lu yang kayak gitu. Hati gw tertutup oleh Melani dan mencoba membukanya dengan bantuan Felisa, jangan sampai lu ngerusak itu
.Quote:
Setelah terdiam beberapa detik, gw baru tau maksud kak Rena mengulurkan tangan. Dan secara perlahan gw menjabat tanganya.
Quote:
Setelah perkenalan singkat untuk yang kedua kalinya, makanan kami datang. Disinilah pecakapan mulai terjadi antara gw dan kak Rena, percakapan sebagai teman baru. Sebenarnya sih kak Rena yang lebih banyak cerita dibandingkan gw yang lebih banyak diam, ya maklum lah gw masih belum terbiasa dengan suasana kali ini. Semoga Renata Natali Wibisono akan terus seperti ini, menjadi orang yang menyenangkan

Sehabis makan, kami langsung pulang. Waktu itu kak Rena gak mau gw anter pulang, lah mau ditaro dimana muka gw kalau kak Rena sampai pulang sendiri. Belum lagi kalau sampai nyokap bokap tau
, lagian gw juga udah bawa 2 helm karena mau gak mau gw harus nganter dia pulang. Ada alasan lain selain itu, yaitu gw minta tolong buat megangin kotak yang gw beli tadi.~ ~ ~
Quote:
Diabetes...........................................................
Senyumnya kali ini benar-benar istimewa karena ditambah garis merah dipipinya
asli gak tahan liatnya gw 
Quote:
Di jalan arah pulang tak henti-hentinya gw senyum, gw pikir mulai gila nih gw. Untungnya gw gak nabrak loh karena pikiran gw
. Kok malam ini gw seneng banget ya?
bisa gitu sih? Aneh
.Satu hal yang lupa gw ceritain, yaitu tentang penampilan kak Rena malam itu. Waktu itu kak Rena mengenakan sweater kuning, dengan jeans hitam serta sepatu apa namanya gw lupa. Seperti biasa rambutnya masih dikuncir model ponytail, gak usah di tanya cantik apa kaga. Jawabanya pasti..... kaga

Dan lagi, itu Gundam emang sengaja gw beli buat tanda maaf ke dia walaupun harganya
pokoknya nguras tabugan gw lah
Diubah oleh rbassb 18-03-2018 04:34
jenggalasunyi dan 15 lainnya memberi reputasi
16

Laras


,” kak Rena