Kaskus

Story

bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"

Mereka yang Hidup Dalam Gelap, merupakan suatu true stroy, real story atau semacam itu tentang Arda, ketika di season 1 Arda menyajikan pada anda bagaimana dia bertahan dan berhadapan serta bertemu dan mengenal mereka, maka di season 2 ini arda akan mengantarkan kalian menuju dalamnya cerita tahap lanjut, dimana dia harus berhadapan dengan mereka, menguji apa yang telah dia pelajari, dan menjadi seorang yang menjembatani antara 2 dunia.

90% horror dengan bumbu hiperbola dan cerita drama, cinta, dan cerita persahabatan, memberikan kepada pembaca kesan tentang apa yagn dialami penulis.

Quote:


Quote:


selamat menikmati season 2 dari cerita ini, semoga kalian menyukai, jangan lupa cendol, juga share and like nya

ig : @bakemonotong
twitter : @Ardahakimotong


Welcome to my Second Season of Story


INDEKS :

Quote:



NITIPSSSS :
Quote:

Diubah oleh bakamonotong 22-06-2018 09:53
Suminten.Avatar border
anasabilaAvatar border
meqibaAvatar border
meqiba dan 2 lainnya memberi reputasi
3
56.2K
212
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
#57
PART VIII - Kanonang, Minahasa Utara dan Tondano Part 4

Perjalanan yang cukup jauh saat itu, aku yang sudah kelelahan kemudian memilih untuk tiduran di dalam bis, saat itu benar- benar terasa mual, dan ingin muntah, rasanya terombang ambing sangat dan pusing yang sangat amat. AKu memutuskan untuk tiduran berbantalkan paha temanku, mual dan pusing ini menyiksaku saat itu, lalu seorang temanku memberikan minuman dan makanan ringan untukku. membuatku sedikit mengisi energi dan bisa sedikit lebih nyaman. Tapi ternyata kelelahan oleh tubuh astral memang tidak semudah itu sembuh, sehingga aku masih harus tiduran hingga kami mencapai danau Tondano, salah satu danau yang berada di Sulawesi Utara, danau yang indah dan luas, dan baru kali ini aku lihat, danau yang berombak kencang dengan anginnya yang kencang, sungguh indah.

Riak suara air dan hembusan angin membuat kami terpesona akan keindahan alam, Manado yang kala itu sedang panas, terasa hilang panasnya, kami menikmati dinginnya angin yang menerpa kami, angin yang menyejukkan. Saat itu aku belum sadar bahwa di titik terjauh yang aku lihat ada sebuah kerajaan kecil, kerajaan air yang mirip dengan yang kulihat di pantai, sebuah kerajaan air yang seperti pendapa jika di Jawa, berwarna keemasan dan terlihar megah dari jauh. Aku yang saat itu mengabaikannya saja, karena sudah lemas dan kulihat sebuah restoran disana dipesan untuk kami sudah menyiapkan makanannya, membuat kami yang sudah lapar segera menuju meja makan dan menyantap makanan yang ada.

Ikan, ikan, ikan, sambal, sambal, sambal, sejauh mata memandang hanya itu yang tersedia disitu, makanan yang menjadi andalan orang Manado, ikan Cakalang dan variasi sambalnya.segera setelah kami duduk, mulai kami berdoa dan menyendok nasi masing2 kemudian melahap segala makanan yang tersedia disana, enak, dan mengenyangkan, bahkan bisa makan lebih dari 1 makanan, alias nambah makan. Enak, ikan cakalang disini jauh lebih enak dari yang di Jawa, ukurannya juga lebih besar dan lebih "terasa" khas ikannya, makanan yang membuat ngiler ketika membayangkannya. Goreng, bakar, asam manis, segalanya ada, sebuah pesta makan bagi kami, pesta makan ikan. Selesai makan kami gunakan waktu untuk bersendagurau, mengobrol, foto- foto dan sekadar menikmati keindahan alam saja.

AKu yang termangu diam menundukkan kepala sembari mencoba tidur terusik oleh suara ombak yang besar saat itu, semua melihat ombak itu, termasuk aku, tapi aku baru sadar seekor ular besar berwarna kebiruan meloncat dan masuk kembali ke dalam air, kemudian berputar di dalam air sebentar, membuat ombak lagi dan kemudian pergi menghilang. "edan ombak e gede", kata teman2ku saat itu, aku yang tahu apa disana hanya terdiam saja, ah lelah aku, malas jika bertemu bangsa mereka lagi, pikirku saat itu, tapi sekali lagi aku dikagetkan suatu suara "dia tadi naga Amarta, sang Naga yang ada di danau Tondano", kata Naga Geni, yang mengagetkanku. Aku kemudian melirik pada Naga Geni, "apa dia harus ikut denganku juga selama disini?" kataku pada Naga Geni menggunakan batin, Naga Geni kemudian tersenyum, aneh melihat Naga tersenyum, wujudnya lumayan aneh, membuatku menahan tawaku. "Mungkin iya Mungkin juga tidak, Tuanku belum memberitahu soal itu, tanyakan saja langsung pada Naga Amarta", katanya yang kemudian menarik badan astralku, bersama 3 Naga Lainnya dan membawaku menuju ke dalam air, menuju istana yang dihuni Naga Amarta, istana yang megah dan indah, saking besarnya wujud naga Amarta di dalam air, dia sampai melingkarkan badannya pada istana air disana, dan ketika melihat kami datang, dia menyerangku, mendorongku keluar dari air, kulihat 3 Naga yang lain hanya berdiam dan melihatiku saja, Naga Bayu terkekeh, seperti menertawakanku.

Naga Amarta yang mendorongku membawaku menuju Angkasa, dan kemudian menggigitku pelan, melontarkan ku lagi, tidak sakit memang, tapi benar- benar membuatku terkejut, kulihat dibawah teman2 sedang mengobrol dan badanku tertidur disana, kuteriaki mereka pun tidak mungkin dengar. Naga Amarta sekal ialgi melilitku, membawaku ke dalam air kemudian mengitariku, mulutnya terbuka seperti ingin menerkamku. Aku yang sudah tidak mau dijadikan mainannya menghindar berputar ke sampingnya, kupegang rambut keemasan di punggungnya, kunaiki saja dia, dan membaut naga Amarta sedikit tersungkur. Naga Amarta kemudan berputar dan membuatku jatuh, kulihat Naga Amarta yang terkekeh kemudian menuju ke arahku, memperkecil wujudnya seukuran naga2 lainnya, dan memberi salam "Maaf kalau saya seperti tadi, saya hanya senang, sudah lebih dari ratusan tahun ada manusaia yang datang ke tempat saya", katanya. "Ya sama2, tapi tolong, lain kali jangan begini, andai Naga Geni tidak memberitahu saya sifat mu, mungkin saya sudah membalas perlakuanmu", kataku, membuat Naga Amarta terkekeh, "memang tidak salah pilihan Tuan Raja", katanya yang kemudian memandang para Naga yang lain, "Dia memang unik, hahahaha", katanya yang tertawa keras.

"ada satu masalah yang harus kamu selesaikan juga disini Arda, kerajaan yang kamu lihat di Atas adalah kerajaan yang dulu saya huni, tapi kini seekor Ular Raksasa menghuni disana, dengan membawa pasukannya, prajurit2 yang mengusir kami dari singgasana disana", kata Naga Amarta, "Sebentar, saya masih kelelahan sekali, bisakah lain waktu saja?", kataku yang memang sudah tidak mampu untuk berduel atau perang gaib. "Maaf, tapi tidak bisa Arda", Naga Amarta kemudian memutariku dan melilit kaki kananku, Naga Geni kemudian melilit tangan kiriku, Naga Bayu melilit tangan kanan, dan Naga Ireng melilit badanku, Naga Watu saat itu melilit leher melingkar ke kepalaku, mereka kemudian berubah wujud menjadi suatu baju zirah yang pertama kali aku lihat, wah gila! Andai ini Anime mungkin udah jadi karakter yang Imba diriku, bagaimana tidak, bisa menggunakan zirah para Naga seperti ini. Kulihat para Naga keluar dari Zirah tadi, "ini adalah perwujudan kekuatan kami, yang kami titipkan padamu, kamu bisa untuk membantu kami sekarang, energimu sudah kami isi kembali", kata Naga Geni, memang saat itu kurasa energiku kembali meluap, dan kusetujui untuk berperang dengan pasukan si Ular Laut Besar.

Aku yang kemudian naik ke atas Naga Amarta dengan diiringi 4 Naga lainnya menyerang pasuka ular disana, beanr2 pertempuran ratusan pasukan lawan 5 naga. Aku yang memusatkan konsentrasiku berharap bisa sedikit menakut2i mereka, tapi gagal, Auraku hanya terpancar besar saja, menguat, tapi tidak membuat mereka mundur, dan makin cepat menerjang, sampai aku lihat mereka terdorong ke samping, seperti dipukul, beberapa ular disana terbelah- belah, beberapa terlempar seperti terkoyak, dan ditengah- tengah kekacauan pasukan ular tadi, aku lihat Sar berdiri disana, Sar datang membantu jauh dari rumah hingga kesini. Membuatku sedikit senang dna rindu sudah lama tidak melihat wujud kawan lamaku ini. "Sar! Abah gak ikut?" kataku, "Tidak den, Abah tidak ikut, saya sudah lebih dari cukup untuk membantai pasukan selemah ini", kata Sar yang membuatku membatin, Gila! ini macan songong amat, padahal dulu sempat sekarat pas di jogja. Tpai melihat Sar cukup membangkitkan semangat dan energiku. Serang! komandoku pada 4 Naga, dan aku kemudian melondat turun dari Naga Amarta, berlari diatas air, terbang, dan menerjang si Ular Besar, "Apa urusan kamu keturunan ***** padaku sang Sarpa!?", katanya, "Ya kamu sudah tahu karena apa dasar Ular" kataku yang kemudian menubruknya, dia melilitku kuat- kuat, tapi aku yang sudah siap dibantu Amarta kupukulkan saja tanganku yang dibalut zirah naga, membuat nya mengendurkan lilitannya, aku berlari menerjang, aku suruh Amarta menerjangnya, membuat ular tadi terdorong, Watu maju dan menabraknya, Ireng menggigit kepalanya, Bayu menahan lilitan nya dengan balas melilit, dan Geni menerjangnya dari bawah air membawa si Ular, Ireng dan Bayu terbang ke atas, Sar yang kemudian menggendongku keudara, menabrakkan badannya pada ular tadi dan mencakar. Membuat ular tadi mengerang dan dilepaskan terjatuh ke air lagi.

AKu kemudian turun ke bawah, masuk ke dalam air tempat ular tadi dijatuhkan, kulihat ular tadi tersungkur di bawah danau, namun ular yang semula terlihat raksasa. kini menjadi lebih kecil, ketika aku sadar ada seekor ular.. bukan.. Naga raksasa di dalam air yang menutupi ular tadi, kemudian berputar di dasar Danau, dan memakan ular tadi, melahapnya, kemudian kulihat si Naga yang raksasa ini melonjak ke atas, ibarat pilar dari laut dan menghilang ke langit, membuat awan di satu sisi danau menghilang. Siapa Naga tadi? batinku. Naga macam apa yang bisa sperti itu. Aku lihat 5 Naga disitu menunduk, hormat, sekaligus takut, "Siapa naga yang super gede tadi?" tanyaku pada para naga, "Itu adalah tunggangan asli sang Raja, dia adalah Raja Bangsa Naga kami disini, di Jawa ada juga seperti nya, kamu suatu saat akan menemui Naga seperti tadi, dan biasanya jika dia sudah muncul, akan ada pertanda buruk yang terjadi disini, atau peperangan besar kaum kami".
johny251976
kemintil98
regmekujo
regmekujo dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.