Kaskus

Story

bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"

Mereka yang Hidup Dalam Gelap, merupakan suatu true stroy, real story atau semacam itu tentang Arda, ketika di season 1 Arda menyajikan pada anda bagaimana dia bertahan dan berhadapan serta bertemu dan mengenal mereka, maka di season 2 ini arda akan mengantarkan kalian menuju dalamnya cerita tahap lanjut, dimana dia harus berhadapan dengan mereka, menguji apa yang telah dia pelajari, dan menjadi seorang yang menjembatani antara 2 dunia.

90% horror dengan bumbu hiperbola dan cerita drama, cinta, dan cerita persahabatan, memberikan kepada pembaca kesan tentang apa yagn dialami penulis.

Quote:


Quote:


selamat menikmati season 2 dari cerita ini, semoga kalian menyukai, jangan lupa cendol, juga share and like nya

ig : @bakemonotong
twitter : @Ardahakimotong


Welcome to my Second Season of Story


INDEKS :

Quote:



NITIPSSSS :
Quote:

Diubah oleh bakamonotong 22-06-2018 09:53
Suminten.Avatar border
anasabilaAvatar border
meqibaAvatar border
meqiba dan 2 lainnya memberi reputasi
3
56.2K
212
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
#52
PART VII - Kanonang, Minahasa Utara dan Tondano Part 3

Barang- barang di dalam sini memang memiliki energi mistis tersendiri, karena menyimpan residu energi mereka yang kini tak kasat mata, memang barang bersejarah begini pasti memiliki nilai dan energi yang kuat, seperti saat di lubang buaya, energi disana benar- benar kuat bahkan dapat membawa kita menyusuri jaman terjadinya penyiksaan. Memang disini kenangan tidak tertinggal sekuat disana, tapi energinya juga tak kalah besar, apalagi orang jaman dahulu lebih dekat dengan hal- hal mistis dibanding sekarang. Kulihat sebuah benda yang sangat menarik perhatianku, sebuah benda yang memiliki residu energi lebih kuat dibanding benda lainnya disana. Sebuah guci putih kotor dan berdebu, tapi seperti menyimpan "sesuatu" di dalamnya.

Guci putih dengna sedikit ukiran itu membuatku ingin menyentuhnya, tapi terbatas oleh kaca, sehingga rasa penasaranku harus tertahan untuk mengetahui isi dari guci tadi. Aku yang kemudian meninggalkan guci tadi dan menuju tempat lainnya, yang kemudian aku melihat mereka disana seperti berbaris bersiap menyerang kami, dengan posisi menghadang. Tak ada dari temanku yang menyadari hal itu dan berjalan menembus mereka, tapi aku? ketakutan jika aku menabrak mereka akan membuatku "lepas" lagi. akhirnya aku berdiam, dan memperkuat aura diriku sendiri, dan para Naga sudah bersiap menahan mereka jika menyerangku. Semoga tidak terjadi apa2 batinku, semoga aku tidak harus ngerogo sukma lagi, lelah rasanya.

Kulihat para Naga mulai mengitari tubuhku dan kemudian maju menerjang beberapa dari mereka membuka jalan, melilit lebih dari 2 makhluk bahkan beberapa makhluk disana dan mengusir mereka, mendorong mereka menjauh dari jalanku, aku sebenarnya tidak yakin apa yang diinginkan oleh penunggu yang disini, karena mereka tidak ingin menggangguku, tidak ada aura yang mengerikan, tapi mereka menghalang- halangi jalanku. Aku yang masih terdiam dalam lamunan kaget ketika mendengar raungan Naga Ireng, dan membuatku tersadar lalu berjalan melewati kerumunan bangsa mereka disana. Kulihat dibelakangku mereka masih bergulat dengan 4 Naga tadi, lega aku, yang kemudian aku berjalan menuju rombongan teman- teman berniat inign berfoto, tapi sedikit berjalan kok tidak sampai2 menuju temanku, aku melihat sekali lagi ke belakang, Lah! Sial! Ada yang menahan kakiku, membuatku tidak mampu bergerak, dan hanya bisa terdiam di sisi ini saja.ketika aku melangkah tangan tadi ikut, tapi menarikku mundur perlahan, sehingga tidak berpindah dari tempat asal. Aku yang mulai muak, melihat mereka dan memancarkan energi semakin kuat, lebih dari sebelunya, yang membuatku yang sudah lemah menjadi lebih lemah, tapi aku tetap harus sedikit berjuang menjaga mereka jauh dariku, memaksakan energi ini terpancar sangatlah berat dan membuat ku kelelahan.

Para Naga yang sadar pada energiku sesegera mungkin mundur, kembali ke dalam diriku, kemudian masuk perlahan dalam diriku kemudian mulai memberikan sedikit energi mereka padaku, membuatku sedikit mampu bisa bertahan. Hingga akhirnya mereka disana, para penunggu disana sedikit menunduk dan duduk bersimpuh. "Maaf, kami tidak bermaksud mengganggu, kami hanya ingin memperlihatkan apa yang terjadi di perkampungan ini padamu.", kata seseorang dari mereka, "kami yang terikat disini, terikat oleh bangunan makam yang dibuat keluarga kami, maaf, kami hanya tertarik padamu yang bisa melihat dan mendengar kami".

"Bukannya saya tak mau, tapi energi saya sudah melemah dan ini adalah sisa- sisa energi saya, mohon maaf untuk menolak hal ini, saya tidak bisa, sekiranya satu hal yang ingin saya tahu, apa yang ada di dalam guci/ vas putih disana?" kataku menunjuk tempat penyimpanan vas atau guci putih tadi.

"Itu adalah tempat kami menyegel makhluk yang dulu tinggal disini, seekor kera raksasa yang menghancurkan beberapa perkampungan jin disini, membuat kami kewalahan, dan dukun (nama nya disebutkan, cuma saya tidak ingat sih), kemudian menyegel makhluk tadi dalam guci tadi, bersamaan dengan beberapa makhluk lain disini, selama guci itu tidak rusak, tidak akan mereka muncul, maka dari itu, kami selalu menakut2i mereka yang mendekati guci tadi", kata seorang dari mereka, yang membuatku sedikit ketakutan, waduh! Sial, hampir saja rasa penasaranku malah bisa menghancurkan ku sendiri.

"Baiklah jikalau begitu, saya mohon pamit, karena ada perjalanan lagi, kami harus ke Tondano", kataku, mereka yang kemudian memberi sedikit rasa hormat dengan menunduk, kemudian aku pergi menuju rombongan dan melanjutkan perjalanan menuju danau Tondano, untuk makan siang. "Kau mungkin akan bertemu dengan Naga Amarta disana, dia biasa bersembunyi dalam riak ombak danau Tondano", kata satu suara, yang mengagetkanku, membuatku memalingkan muka dan kulihat kepala Naga Geni muncul, "Naga Amarta? masih ada naga lain?" kataku, "masih, dan kami lebih dari seribu ekor naga, kami yang sudah lama disini, biasa menghuni gunung, danau, laut, dan angkasa", kata Naga Geni. Membuatku makin penasaran seperti apa wujud dari Naga Aamrta nanti, kulihat si Naga Geni sedikit tertawa "Lihat saja, dia naga yang cukup iseng", kemudian dia hilang masuk ke dalam tubuhku lagi. Membuatku penasaran wujud dari Naga Amarta dan juga apa maksud dari keisengan tadi, juga satu hal, Seribu Naga? Aku sangat penasaran melihat naga2 yang lebih besar dan kuat, belum lagi satu hal, yang membuatku kaget, si Naga Geni, pertama kalinya mengobrol denganku.
Diubah oleh bakamonotong 15-03-2018 11:51
johny251976
kemintil98
regmekujo
regmekujo dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.