Kaskus

Story

bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"

Mereka yang Hidup Dalam Gelap, merupakan suatu true stroy, real story atau semacam itu tentang Arda, ketika di season 1 Arda menyajikan pada anda bagaimana dia bertahan dan berhadapan serta bertemu dan mengenal mereka, maka di season 2 ini arda akan mengantarkan kalian menuju dalamnya cerita tahap lanjut, dimana dia harus berhadapan dengan mereka, menguji apa yang telah dia pelajari, dan menjadi seorang yang menjembatani antara 2 dunia.

90% horror dengan bumbu hiperbola dan cerita drama, cinta, dan cerita persahabatan, memberikan kepada pembaca kesan tentang apa yagn dialami penulis.

Quote:


Quote:


selamat menikmati season 2 dari cerita ini, semoga kalian menyukai, jangan lupa cendol, juga share and like nya

ig : @bakemonotong
twitter : @Ardahakimotong


Welcome to my Second Season of Story


INDEKS :

Quote:



NITIPSSSS :
Quote:

Diubah oleh bakamonotong 22-06-2018 09:53
Suminten.Avatar border
anasabilaAvatar border
meqibaAvatar border
meqiba dan 2 lainnya memberi reputasi
3
56.2K
212
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
#46
PART VI - Kanonang, Minahasa Utara dan Tondano Part 2

Aku terdiam, dihadang 3 makhluk disini, temapt yang bukan wilayahku, aku sendiri tidak yakin Sar dan Abah bisa datang ata umenolong, apalagi bukan wilayahnya, kulihat naga geni yang tersungkur perlahan bangkit, api mulai membara di sekujur tubuhnya, menyala terang, dan membuatku sedikit berharap padanya, walau aku tak yakin naga geni bisa menang, tapi aneh, kenapa mereka ber 3 menyerangku, apa salahku? Bukannya ***** (kita namakan : Raja), menenadaiku, dan memberi naga geni selama disini untk membantu, ada apa ini? Aku yang dihadang gagal masuk ke ragaku, kembali mundur kemudian menuju arah naga geni dan mengangkatnya. Naga Geni yang telah terbang kini mengitari tubuhku, seperti melilitku, dan mengecil lalu seperti mengikatnya dirinya ditanganku, membuat tanganku menyala dengna lorek merah, kemudian kulihat, tubuh fisikku menyala berwarna merah pada bagian lengan, aku tak yakin harus apa, tapi aku hantamkan saja pada si ular putih dan membakar sisik2 putihnya, membuatnya tersungkur jatuh, kulihat si raksasa berusaha menyerang dan dengan cepat aku tendang kakinya untuk menjaga jarak, sesaat sebelum menendang, naga geni tiba2 berpindah ke kakiku, membuat si raksasa terjungkur jatuh, dan kulihat si burung berusaha kabur terbang, tapi Naga Geni yang melepaskan diri tiba2 melilitnya, mengikat dan membantingnya. saat itu aku yang merasa menang, tapi perasaan menang itu hanya sementara, hingga si Raksasa bangkit lagi.

Menangkapku, berusaha mengangkatku, tapi kulihat naga geni mengitari tangan raksasa tadi dan membakarnya, membuat si raksasa mengerang, kemudian aku mundur, berusaha kabur secepat mungkin, menjaga jarak cukup jauh dengan 3 makhluk itu, kemudian kulihat ada 3 ekor naga turun dari langit, menerjang cepat, Naga Ireng, Naga Bayu, Naga Watu, 3 ekor naga yang datang membantu, Naga Bayu dan Naga Watu mengikat si raksasa, menahannya, membuat si raksasa tersungkur, kemudian kulihat Naga Ireng menangkap si Burung dan melilitnya hingga jatuh ke tanah, dan Naga geni menggigit kepala ular putih dan menahannya di tanah, membuat 3 makhluk disana terkunci tidak bisa bergerak semua. Aku yang mulai memulihkan diri melihat sedikit ke mereka, yang tiba2 sang Raja berdiri di dekatku, tatapannya marah, membuat ku sedikit takut, tatapan marah melihat ke arah 3 makhluk yang tersungkur disana. Sang Raja mendekat dan menanyai 3 makhluk tadi (jika di Indonesiakan) "Kenapa kalian ganggu dia? Bukannya Naga Geni sudah menjadi tanda bahwa aku tidak mau dia di ganggu oleh kalian2 ini?",

"Bagaimana tidak! dia ini keturunan dari ****** yang dulu membakar kaum ku di daerah sini!!" jawab si Raksasa, "Aku masih tidak bisa memaafkan, bahkan anak cucunya! saat kulihat aura nya dan aroma nya yang mengingatkanku pada ******, membuatku muak! dan ingin aku makan sukmanya!"

"Memang dia keturunan ******, tapi dia tidak tahu apa yang dilakukan nenek moyangnya, bukan tidak tahu, belum saat nya dia tahu" kata Sang Raja melihatku, kemudian berjalan ke arahku dan mendorongku masuk ke dalam tubuhku, mengembalikan ku ke dalam raga ku, dan membuatku terbatu2 kelelahan, mual dan lain2, terlalu banyak energi yang kugunakan, membuatku lemah. Kulihat mereka masih disana terikat para Naga, "Aku sang ular putih! aku tidak suka anak itu, dia memiliki aura dari para penunggu gunung di jawa, membuatku marah, dan begitu juga si Burung, dia tidak suka aura penunggu jawa, dan kami setuju oelh permintaan si raksas untuk memakan anak itu.", kata si Ular putih dan kulihat anggukan dari si Burung. Sang Raja yang kemudian memancarakan auranya berwarna sedikit keemasan diselimuti oranye senja, kemudian mengangkat si raksasa dengan satu tangannya, sembari terbang, si raksasa diangkat tinggi2, dan kemudian sang Raja memukul Raksasa kembali ke patungnya, "sekali lagi kamu ganggu manusia yang ku beri tanda, kuhabisi para penunggu kanonang", kemudian kulihat naga geni dan naga ireng melepaskan 2 makhluk lainnya yang kemudian pergi kembali ke bukit masing- masing.

Aku yang masih lemah, kemudian melihat sang Raja, yang kemudian berkata "Naga Geni, Naga Ireng, Naga Bayu dan Naga Watu, akan mengikutimu sementara disini, terlalu banyak gangguan dari mereka yang tidak suka pada nenek moyangmu, ketika di jawa nanti, kamu akan tahu segalanya", kata sang Raja kemudian pergi dan menghilang, kulihat 4 naga ini melingkar2 kemudian masuk ke dalam tubuhku, sedikit memulihkan tubuhku, tapi tetap saja aku merasa kelelahan dan bertambah "berat", karena ada 4 naga yang mengikutiku. Mana aku harus turun dari tangga yang cukup jauh dan terjal, membuatku makin kelelahan, sesampainya dibawah suadah mau jam makan siang, aku akhirnya berkumpul dengan teman2 disana, dan kemudian kami berfoto2 disana, di tugu 5 agama, membuat kenangan indah disana, sampai selanjutnya kami melanjutkan perjalanan untuk menuju minahasa utara, menikmati sejarah masa lalu pemakaman yang menggunakan Waruga.

Minahasa Utara, suatu tempat di daerah Manado yang menuju daerah paling utara dari Sulawesi Utara, jauh dari pusat kota, dan perjalanan yang jauh membuat kami kelelahan dan ketiduran di bus, menikmati perjalanan sekaligus untuk istirahat, karena menghabiskan banyak energi ketika di Kanonang. Kemudian sebelum sampai di pemakaman dengan waruga, kami beristirahat sebentar untuk sholat, sekedar meluruskan kaki juga, dan kemudian kami melanjutkan lagi perjalanan menuju tempat yang bersejarah, pemakaman warga jaman dahulu yang menggunakan waruga. Membuatku sedikit parno karena harus mendatangi pemakaman, apalagi disana disimpan beberapa barang yang bersejarah bagi pemilik makam, membuatku makin merasa parno.

Waruga adalah makam berbentuk seperti rumah kecil dengan atap dan memiliki beberapa hiasan atau ukiran di atapnya, besar kecil waruga, ukiran, dan harta di dalam waruga menandakan perbandingan kaya miskinnya orang yang meninggal, semakin tinggi derajatnya, ukirannya semakin bagus dan semakin banyak hartanya, kemudian juga ukiran menandakan sejarah orang yang dimakamkan, ada yang pejabat, pemburu, dan lain2nya, yang menunjukkan pekerjaan terakhir orang itu. Disitu benar- benar terukir betapa indahnya perjalanan hidup dari beberapa orang disana yang meninggal. Dariapda kesan horor, kau lebih merasakan kenangan dan residu energi disini.

Barang memilik kenangan akan tuannya, suatu kata yang membekas di diriku, setiap barang yang disayang memiliki memori, bahkan mungkin makam ini menyimpan memori yang diukirkan disitu. Aku mencoba mendekati satu makam yang kira2 memiliki residu energi, dan kupegang saja, memang tidak ada apapun yang muncul awalnya, sampai ketika aku berjalan sebuah gambaran melayang di depanku, seorang pria dengan bada tegap besar (lebih tinggi dari orang jaman sekarang), meloncat , berlari mengejar buruannya disana, menggunakan panah dan batu yang di lempari ke buruannya, beberapa pria lain menggunakan tombak mengejar buruannya, bebi hutan besar berwarna hitam, dan kulihat tombak seorang pria tepat menancap di tengah badan si babi hutan tadi, membuat babi tadi menguik keras dan berlali limpung jatuh menabrak pohon2 disana. lalu jatuh dan mati, kulihat mereka mengangkut mayat babi tadi, dan membawanya ke kampung dan dimakan ramai- ramai pada malam harinya.

Aku yang kemudian tersadar kaget, wah ternyata residu dan kenanga energi yang tersimpan pada waruga ini cukup kuat, benar- benar hebat, beberapa aku melihat wujud2 makhluk berbentuk bayangan dan manusia2 tinggi besar disana, yang aku tahu itu adalah wujud astral orang2 yang meninggal, err.. jin qori nya, yang masih bertahan dan tidak bisa pergi. AKu menunduk seperti memberi salam, kulihat satu wujud berbentuk bayangan hitam melayang dengan kepala yang seperti sapi / kerbau, dengan tanduknya. tangannya menjulur panjang dan berwarna hitam mengerikan, membuatku yang kelelahan menghadapi mereka di kanonang tadi memilih mengalah dan pergi saj, walau saat itu, aku merasa para naga sudah bersiap untuk menyerangnya. Hingga kami memasuki suatu rumah, rumah yang menyimpan residu energi besar, rumah adat Manado, disana disimpan barang2 yang ada di dalam Waruga, dan disana banyak dari mereka yang berkumpul, mereka yang siap menyerang kami jika lengah.

Spoiler for Foto penampilan, hasil jepret sendiri gan jaman dahulu:
Diubah oleh bakamonotong 14-03-2018 10:42
Suminten.
johny251976
kemintil98
kemintil98 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.