Kaskus

Story

palinglembutAvatar border
TS
palinglembut
Where the fvck are you?
Where the fvck are you?

Spoiler for summary:





Diubah oleh palinglembut 14-03-2018 02:29
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
7K
55
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
palinglembutAvatar border
TS
palinglembut
#51
9.98

Mira

38.9 kg.

Gue menyesap kuah popmie rasa bakso langsung dari gelas sterofoam, sementara kaki gue menginjak timbangan badan. Gue bahkan nggak ingat kapan terakhir kali gue ‘seringan’ ini, dan tulang iga gue sudah mulai tercetak di kulit gue. Dada gue mengempes secara drastis, membuat semua bra gue yang semula 32B menjadi 32A. Gue nggak ada bra ukuran segitu, sehingga menjadi sebuah PR untuk beli bra baru lagi―how the hell did I end up here?―gue nggak mau beli bra untuk badan yang nyaris menjuru ke anorexic. Sekalipun tinggi gue cuma 157 cm, tapi berat gue yang sekarang nggak boleh dibilang normal. Gue harus berhenti makan popmie terus-menerus, gue harus mulai lagi makan sehat, gue harus―gigi gue menggigit bibir bawah gue sampai berdarah.

Gue menaruh popmie gue diatas meja buffet, lalu menuruni timbangan badan dengan kepala kosong. Dan karena kebiasaan, gue meraih handphone gue untuk meneror Aldi. Gue menelpon dia, terus-menerus, sampai-sampai gue duduk jongkok di lantai dengan bibir menggigiti kuku jari. Rasa darah yang seperti besi karat dan rasa tulang dari kuku bercampur aduk dengan Monosodium glutamate di mulut. Gue, gue benci, benci sekali dengan keadaan gue yang sekarang. Tapi otak gue nggak bisa berhenti terpakut pada nada menunggu telepon gue. Gue berharap, sangat-sangat berharap, seseorang mengangkat dan memberitahu gue kalau Aldi meninggal.

At least dengan begitu, gue tahu caranya mempersilahkan diri.

Tapi dia hidup, gue tahu itu. Dia orang yang sehat, dia atlet triathlon, gue pernah lihat posting hasil larinya dia dengan total 10 km cuma hanya karena dia lagi sempat, selagi itu kalau dia bosen lari dia pergi berenang. Dia nggak gila nggak kayak gue, dia tahu betul soal diet dan nutrisi yang baik―dia seharusnya hidup―dia nggak kayak gue.

Lalu seperti yang waktu itu, dia mengangkat telepon gue lagi. Kali ini dia tidak diam, dia langsung memanggil nama gue. Dan dengan nada kesal, dia berkata. “ Stop telpon-telpon gue lagi, Mira―gue bakalan block―”

“ 38 kg. “ kata gue cepat-cepat. “ Berat badan gue turun segitu. Please, jangan bikin gue mati. Please ,“ lanjut gue dengan tangis yang memecah.

Gue sesegukan, dengan mulut yang kini kemasukan ingus dan butir-butiran air mata yang mengalir masuk ke dalam mulut. Mulut gue udah nggak karuan rasanya apa. Tapi yang jelas semua ini terlalu memedihkan, dan gue nggak sanggup menanggungnya lebih lama lagi.

“ Lo dimana sekarang? “ tanyanya, kini dibalut dengan suara khawatir.

*
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.