Kaskus

Story

bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"

Mereka yang Hidup Dalam Gelap, merupakan suatu true stroy, real story atau semacam itu tentang Arda, ketika di season 1 Arda menyajikan pada anda bagaimana dia bertahan dan berhadapan serta bertemu dan mengenal mereka, maka di season 2 ini arda akan mengantarkan kalian menuju dalamnya cerita tahap lanjut, dimana dia harus berhadapan dengan mereka, menguji apa yang telah dia pelajari, dan menjadi seorang yang menjembatani antara 2 dunia.

90% horror dengan bumbu hiperbola dan cerita drama, cinta, dan cerita persahabatan, memberikan kepada pembaca kesan tentang apa yagn dialami penulis.

Quote:


Quote:


selamat menikmati season 2 dari cerita ini, semoga kalian menyukai, jangan lupa cendol, juga share and like nya

ig : @bakemonotong
twitter : @Ardahakimotong


Welcome to my Second Season of Story


INDEKS :

Quote:



NITIPSSSS :
Quote:

Diubah oleh bakamonotong 22-06-2018 09:53
Suminten.Avatar border
anasabilaAvatar border
meqibaAvatar border
meqiba dan 2 lainnya memberi reputasi
3
56.2K
212
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.2KAnggota
Tampilkan semua post
bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
#36
PART V - Kanonang, Minahasa Utara dan Tondano Part 1

Perjalanan di Manado sudah cukup lama, ta kterasa kami sudah mulai memasuki minggu kedua disini, kami akhirnya hanya menikmati jalan- jalan saja, leih ke jalan- jalan dibangind sekolahnya, karena kami seperti memiliki sebuah kewajiban untuk melakukan pertukaran budaya antara Manado dan Jogjakarta, saling mengenal dan memperkenalkan budaya satu dengan yang lain dan selalu menjadikan budaya ini sebagai titik pertemuan kami dengan yang lainnya.

Saat itu aku berkenalan dengan banyak orang disana, mulai dar iteman sekelas hingga teman kelas lain, dan di Manado, bisa kubilang wanita disini cantik2, dominan putih, dan sedikit blasteran, membuat kami para pria jawa yang biasa melihat cewe berkulit sawo matang seakan dimanjakan oleh pesona mereka. Mmebuat kami mereasa "ah, saatnya ekspansi, mari kita modusi cewe disini", ya sekiranya begitu, tapi apa, sekali aku hanya seorang kutu buku tak mampu bersaing dengan orang lokal sana juga, seakan kewibawaan siswa pertukaran pelajar hanya sebatas siswa saja.

Kenalkan, seorang wanita yang sempat dekat denganku, pacaran sbentar karena hanya cinta monyet, tapi sekarang lebih menjadi teman baikku, wanita asli Manado, dengna nama yang jawa dan tak bermarga dan seorang wanita minoritas di sana, Larasati Dwi Prasetyo (Aya). wanita yang membuatku dimabuk asmara baru, yang membuatku harus meninggalkan Dee, sebuah keputusan karena aku dan Dee ayng berdeda agama ,sehingga kami harus putus, sebenarnya aku sudah dekat dengan Aya saat di Manado, tapi saat di Jogja aku sempat menduakan Dee dengannya, dan membuat ku putus dengan Dee (walau ada satu faktor lain, saat kami memnonton film 3 hati, 2 dunia, 1 cinta, tentang cinta beda agama tak bisa bersatu, yang diperankan reza rahardian, film ini seperti kode bagi kami untuk memikirkan pacaran beda agama itu berakhir susah, apalag tanpa restu orang tua.), dengan alasan beda agama, tapi memang faktnaya begitu, kami tidak bisa lanjutkan hubungan berbeda agama ini, apalagi orang tua kami sama2 tahu dan tidak memberikan restu untuk kami melanjutkan hubungan itu, cinta memang buta, tapi mendustakan tuhan bagi kami adalah kebutaan hakiki, kami masih cinta pada agama kami, pada tuhan kami, dan ini adalah keputusan berat bagi kami karna notabene kami saling sayang saat itu. Tapi ada satu hal yang akhirnya kudapat sejak bersama Dee, kalaupun memang berbeda, tidak ada yang bisa saling memaksakan, dan harus saling mengerti, toleransi adalah kuncinya. Dan Bukit Kasih Kanonang di Manado adalah jawabannya, jaaban pentingnya toleransi.

Bukit Kasih Kanonang adalah satu tempat wisata yang kami datangi, jaraknya jauh dari kota, dan bukit kasih ini adalah tempat khas yang menunjukkan kisah cinta serta toleransi dari umat beragama. Jika lebih di tilik di daerah sana, sebuah tugu putih raksasa menjulang tinggi dimana dibawahnya terdapat ukiran plat perunggu, yang menuliskan masing2 agama, 5 agama besar di Indonesia yang menunjukkan titik toleransi antar umat beragama disana. Dimana disana memiliki beberapa temapt ibadah di puncah perbukitan kapur, tempat ibadah yang bersebelahan antar agama, islam, katholik kristen, hindu dan budha, menjadikan agama adalah hal yang harus di hormati oleh sesama manusia di sana. Sungguh suatu provinsi yang menunjukkan aspek solidaristas tinggi, sesuai semboyan yang kita dengar di manado, Torang Samua Basudara, Kita semua Bersaudara.

Kemegahan bukit kapur di kanonang ini memang khas, apalagi dengan bau belerang disana, sebuah sungai belerang mengalir disana, dengan arus yang kecil, membuat kita apat turun ke sungai belerang tadi, merendam kaki atau sedikit mengelap muka dengan kain yang dibasahi oleh air belerang disana (yang katanya membersihkan kulit dari jerawat, sehingga banyak teman wanita disana melakukan hal itu). Dan katanya ketika mencapai titik terpanas, belerang tadi dapat mematangkan telur yang di rendam disana, tapi tidak tahu apakah aman di makan atau tidak, secara di rendam di dalam belerang sih. Kami yang bermain berkeliling disana akhirnya memutuskan untuk erjalan2 sendiri dan berkumpul lagi pada jam yang ditentukan, kami mengeksplor sendiri2 tempat itu, hingga aku menemukan ular putih besar yang melilih pepohonan disana, dan seekor ular putih yang berada di salah satu puncak tempat tadi, aku yang kaget dan meloncat mundur, sudah tidak mungkin untuk berpura2 tidak melihat mereka, menyebabkan mereka makin mendekat padaku, tapi ketika mereka sudah bertatap muka denganku, perlahan mereka mundur, seakan takut sesuatu yang ad adi diriku saat itu. Kulihat rmbongan siluman ular putih ini pergi menaiki satu bukit, aku mengejarnya, menaiki tangga dibukit itu, kulihat saja ular putih tadi berada disana , bak kobra, berdiri dengan badannya dan menunjukkan ekspresinya padaku dengan menunduk kemudain mendekat dan berkata "kami minta maaf berusaha menyerangmu, menyeran orang yang diberikan tanda oleh *****(nama si penunggu laut waktu itu), maaf kami lancang", kata ulara tadi, aku yang gagu menjawab "ti..tidak apa2 kok, aku hanya penasaran saja dan kaget melihat kalian, maaf kala usaya mengganggu", kemudian aku perlahan kembali, kulihat si Ular kemudian mengkutiku, dan memperkenalkan beberapa ular disana, anak buah nya dan beberapa makhluk ayng menjaga masing2 bukit dan selalu berada disana. seekor burung Raksasa yang mirip burung hantu, namun memiliki rentang sayap yang panjang, dan jika terbang menunjukkan kharisma dari tiap2 sayapnya. Burung raksasa ini menunggu salah satu puncak disana, dan dia memiliki beberapa anak buah, burung2 kecil, dan uniknya, warga disana menyewakan burung hantu dan elang untuk berfooto, tapi sadarkah mereka, ada beberapa butung disana yang merupakan jelmaan siluman disitu? ,membuatku terkekeh dan ngeri ketika burung siluman itu sadar dan melihatku, merubah wajahny mirip wajah manusia dan berkedip padaku.

Bukit kasih kanonang, memiliki banyak kenangan unik padaku hingga kau menjumpai satu makhluk yang tidak bersahabat disana, yang berusaha menyerangku, makhluk ini adalah sejenis raksasa yang menghuni satu diantara beberapa patung disana, aura nya lebih negatif dari yang lain, dan dia tidak peduli dengan tanda yang ada padaku dan berusaha menyerangku mati2an ketika kau berfoto disana. bayangkan selesai berfto, teman2ku pergi dan aku? hanya berpura2 ingin foto2 disana, tapi saat itu aku menahan sosok raksasa yang bertengger dipundakku. mencengkram degnan kakinya. dan lehernya yang panjang menunduk melengkung memandangku, aku yang marah lalu melepaskan aura panas yang membuatnya meloncat dan marah. Saat itu tiba2 terdengar suara ledakan keras, bak guntur menandakan hujan, tpai langit saat itu sedang cerah. Yakin aku tidak banyak yang sadar apa yang terjadi, karena hanya sedikit mata yang memandangiku berterung dengan si raksasa, beberapa warga disana yang kuluhat memiliki kemampuan juga, tpai mereka yang melihat tanda padaku hanya berdiam dan seakan memberi isyarat "tanda itu bukti kamu mampu, ada kekuatan yang menemanimu, bertahanlah". Kal itu pertarungan tubuh astral harus terjadi lagim hanya satu yang berbeda, naga geni adalah naga yang dititipkan padaku, berwujud ular merah berkepala yang memiliki tanduk, kemudian tubuhnya bercahaya ternagn bak nyala api, yang membakar beberapa makhluk astral kecil disana dan meraung lalu terbang kelangit, dan meluncur kebawah cepat menabrak si raksasa hingga terjungkla jatuh dari bukit. Kulihat naga geni melilitnya, tapi sialnya si raksasa ini kemudian menangkap kepala naga geni dan membantingnya.

Naga geni mengerang kemudian terbang menjulang dan menabraknya lagi mendorong si raksasa naik ke atas langit, kulihat si burung besar disana terbang bersama ular putih untuk menonton atua membantu naga geni, tapi salah, ular putih dan burung tadi bersatu dengan si raksasa da nmembuat naga geni jatuh tersungkur, apa maksud semua ini, membuatku marah dan bignung juga, apa yang harus kulaukan, Sar dan Abah tidak bisa begitu memabntu,m dan naga geni melemah, aku bingung dan dengan kondisi tidak siap, aku berpikir untuk kembali ke tubuhku dan kabur dari sana, secepeat mungkn. Tapi gagal, aku bukannya kabur, tapi aku mala dihadang oleh mereka bertiga, tanpa tahu harus melakukan apa, aku hanya terbujur kaku, dan berharap ada bantuan datang.
Diubah oleh bakamonotong 13-03-2018 10:02
johny251976
kemintil98
regmekujo
regmekujo dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.