- Beranda
- Stories from the Heart
Sinetron Republik Distopia
...
TS
endokrin
Sinetron Republik Distopia
Saya suka nonton film, saya suka nonton sinetron, saya suka gorengan, saya suka marimas rasa jeruk pontianak, saya suka ngelamun, saya suka ngelantur. maka dari komposisi semua itu jadilah Thread ini.

Cerita saya sebelumnya bisa dibaca dibawah ini, tinggal diklik saja
Quote:
WARNING!!
Quote:
Saya mohon dengan sangat untuk tidak mengcopy paste cerita ini. semoga agan dan sista yang budiman bersikap bijaksana, Terima kasih
Quote:

Diubah oleh endokrin 28-09-2019 05:21
anasabila dan Desry08 memberi reputasi
2
5.7K
Kutip
30
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
endokrin
#22
Quote:
Posesif
Semenjak stasiun televisi ikan terbang memutuskan hijrah dijalan dangdut, acara minggu pagi yang membuat anak-anak bahagia kini sudah tiada.
Keputusan stasiun itu telah merubah jalan hidup empat personil Teletubbies. Tinky winki kini menganggur, Dipsy kabarnya menjadi buruh kelapa sawit di Malaysia. Sedangkan Po, tidak ada yang tahu semejak pertama kali dia pamit untuk mengadu nasib di Abudabi.
Hanya Lala yang karirnya bisa dibilang cemerlang. Berkat didikan ayahnya dia berhasil menjadi atlit loncat indah dan menjadi juara di PON. Lala baik, rajin latihan, penurut dan belum pernah pacaran.
Namun semuanya berubah saat Lala bertemu dengan Yudhis.
Yudhis anak baru, hari itu dia mengenakan sepatu berwarna putih. dia tidak tahu bahwa sekolah mewajibkan siswanya untuk memakai sepatu berwarna hitam, tanpa terkecuali.
“Kamu tahu salah kamu apa ?” Tanya guru kepada Yudhis.
“Makan gorengan lima ngaku dua pa ?”
“Warna sepatu kamu ini, tidak sama. Waktu daftar kamu tidak dikasih tahu peraturan disekolah ini ?”
“Tahu pa, Cuma ga dikasih tahu kenapa harus hitam dan seragam.”
“Ini berhubungan dengan ideologi sekolah kita. Rambut kamu juga besok dicukur, modelnya samakan seperti siswa lainnya”
Yudhis sempat bingung dengan ucapan guru olahraganya. Namun saat dia melihat foto Kim Jong Un dengan tulisan kepala sekolah terpampang didalam kelas, barulah Yudhis “Ngeh” dan tidak bisa lagi membantah.
…………………………………………
Lala sedang mengerjakan LKS ketika Yudhis datang keruang guru untuk mengambil sepatunya. Yudhis mengendap-ngendap dibawah meja biar tidak ketahuan, namun dia tidak sadar bahwa didepannya ada seorang wanita yang sedang duduk mengenakan rok.
“Kamu makan bangku SD ga sih ?” Bisik Lala dengan nada penuh penekanan.
“Maaf..maaf aku ga berkamsud untuk mengintip. Aku mau mengambil sepatu miliku. Kamu mau bantu ?”
“Oke, tapi kamu harus bantu aku menjawab soal ini dulu.”
“Sip.” Kata Yudhis dengan mantap.
“Sebutkan empat nama ikan ?”
“Ikan lele, ikan teri, ikan paus, ikan kon…” Yudhis tampak bingung dia menggaruk-garuk kepalanya.
“Kon..?” Lala menatap Yudhis.
“Konserfasi, hehe..”
Belum sempat Lala marah, mereka berdua keburu kepergok guru olahraga yang tiba-tiba datang dari jendela dengan cara meloncat.
“Kalian pikir bisa membodohi bapak.” Guru olahraga itu berdiri sambil memegang pinggangnya dengan ikat kepala konoha yang berkibar-kibar tertiup angin, ternyata dia adalah seorang anbu yang bertugas untuk memata-matai kegiatan para siswa.
Lala ikut dihukum bersama Yudhis. Kedua kaki mereka dirantai bersamaan, kemudian rantainya diikatkan pada bola besi dengan berat 2 ton. Mereka disuruh untuk keliling lapang 20 kali putaran.
“Kalau kompak jangan tanggung-tanggung. “ Kata guru olahraga
“Apa sih pak faedahnya kita dihukum seperti ini. Mending suruh bersih-bersih WC atau mungutin sampah kek ! biar lebih bermanfaat.” Bantah Yudhis.
“Biar kalian tahu rasanya kerja rodi.” Kata guru olah raga seraya melemparkan bom asap, kemudian menghilang.
Saat Yudhis dan Lala melangkahkan kakinya untuk menjalani hukuman, bel istirhat berbunyi. Siswa dan sisiwi
lain yang baru bubar dari kelas menonton mereka berdua, seraya berteriak kompak murid-murid ini mengepalkan tangan kearah Yudhis dan Lala.
“Romusha ! Romusha! Romusha!” Teriak para siswa dengan penuh semangat.
…………………………………………..
Semenjak hari hukuman itu Yudhis dan Lala berpacaran. Lala adalah idolah Yudhis sejak kecil, dia selalu nonton aksi Lala dan ketiga temannya saat berpelukan. Poster-poster bahkan boneka teletubbies memenuhi kamar Yudhis.
Namun Yudhis terlalu terobsesi. Dia anak orang kaya yang pelitnya cap jahe meregehese. Dia tidak mau berbagi dengan orang lain, apapun itu. Dulu bahkan saat punya PS3 dia maen winning eleven cuman sendirian lawan komputer, sedangkan teman-temannya hanya dusuruh menonton saja.
Kebiasaan pelit terbawa hingga dia berpacaran. Yudhis Tidak mau Lala dekat dengan orang lain. “Lala hanya untuk Yuhdis Titik.” Tulis Yudhis dijidat Lala dengan spidol permanen. Lala tidak memberontak, dia menurut saja atas nama CINTA.
………………………………………….
Suatu hari saat Yudhis ngenter Lala latihan, didalam mobil mereka berantem.
“Terserah kamulah La, dua bulan belakangan ini pagi sama sore kamu Cuma buat latihan. Disekolah sama Ega Rino. Malam, kamu ketiduran. Weekend kamu kecapean. Aku ini pacar, apa supir Uber kamu sih La ?”
“Kok kamu jadi serius banget sih Dis ?”
“Aku rela loh, geser jadwal mancing aku buat kamu ? aku sudah ngasih semuanya buat hubungan kita.”
“Ya itu sih derita Lo” Jawab Lala, kemudian dia keluar dan tak lupa membanting pintu mobil.
Pertengkaran dalam berpacaran memang menjadi hal yang lazim. Begitu juga yang terjadi pada pasangan ini, namun sebenarnya Yudhislah yang selalu memulai. Dia akan memarahi Lala kalau sedetik saja telat bales WA, Yudhis juga akan marah bila postingan fotonya di instagram tidak dilove sama Lala.
Puncaknya ketika Lala lupa pamit kepada Yudhis untuk kongkow bersama girl squadnya, Yudhis marah besar. Apalagi setelah melihat postingan Lala di facebok dia dengan teman-temannya sedang menikmati seblak jeletot. Padahal sebelumnya mereka berdua telah berkomitmen untuk tidak akan makan yang pedes-pedes lagi demi kesehatan pencernaan.
Yudhis datang untuk melabrak Lala dan temen-temennya. Lala disered masuk kedalam mobil , terus dimarahin.
“Kamu tahu ga kenapa aku ngelarang kamu makan seblak ? karena aku sayang sama kamu. Aku gak mau nanti kamu usus buntu.”
“Ga kok, itu Cuma hoax. Kamu jangan kebanyakan baca curhatan orang di facebook ah..” Lala tak mau kalah.
“Kamu udah mulai berani sama aku yah ? Iyah ?”
Ditengah obrolan mereka berdua, tiba-tiba Rino datang mengetuk kaca mobil. Dia membawa semangkok seblak jeletot level lima, yang tadi baru dimakan setengahnya sama Lala.
“La, seblak lu masih tersisa. Abisin, sayang udah dibayar.” Kata Rino yang langsung meletakan mangkoknya dipangkuan Lala, habis itu dia masuk lagi kedalam.
“Katanya hoax, ayo makan dong. Makan La..” Kata Yudhis pelan, namun mukanya terlihat kesal.
“Engga, aku udah kenyang.”
“La, makan La, makan..”
“Engga, aku ga mau..” Lala mulai terisak.
“Makan La.. makan.” Teriak Yudhis sambil menyumpalkan kuah seblak kemulut Lala.
Air mata mengalir dipipi, Bibir merah dan bergetar. Lala kepedesan, tapi tampaknya Yudhis tidak peduli. Dia tetap memaksa Lala untuk menghabiskan semuanya.
Sesampainya dirumah Lala menangis sambil bolak-balik kamar mandi karena diare. dia tersadar bahwa Yudhis ternyata lelaki durjana, yang tega menyakiti dirinya.
…………………………………………….
Yudhis datang kerumah Lala untuk meminta maaf.
“La, maaf.., maafin aku, aku ga sengaja, aku ga mungkin nyakitin kamu..” Kata Yudhis dengan nada yang dibuat seolah-olah memelas, ini adalah trik lelaki badjingan ketika merayu perempuan.
“Lu ga bisa putusin gw La.. gw ini serius sama lu La.”
“Maaf La.. maaf La” Yudhis mulai menampar-nampar pipinya sendiri dengan keras.
Lala masih diam tidak peduli.
“La maaf La.. Maaf La” Kini Yudhis membentur-benturkan kepalanya ke tembok.
“Stop dis.. stop..” Kata Lala kemudian memeluk Yudhis.
“Cat temboknya masih basah.. aku gak mau ayah marah.”
“hehe.. ”
……………………………………………………
Hubungan Lala dan Yudhis kembali hangat, namun tidak bertahan lama ketika konflik kembali datang. Kali ini soal pilihan jurusan kuliah. Yudhis memaksa Lala untuk kuliah dibandung, agar bisa ikut bersamanya. Tapi lalah keukeuh pengen masuk UI.
“Kamu egois la, kenapa kamu ngotot banget pengen masuk UI sih ?”
“Kamu yang egois, kamu tahu sendirikan aku itu suka warna kuning. Jas almamaternya itu aku banget. “
“Kamu batalin yah, pindah ke bandung sama aku. Nanti aku bawa kamu ke trans studio yah ? please..yah sayang ?” Kata Yudhis pelan sambil mengusap-ngusap pipi Lala.
“Ga mungkin dis, ga mungkin..”
“Kamu mau mutusin aku La ?”
“Maaf dis.”
Yudhis meninggalkan Lala, dia pergi ke warnet deket sekolahannya. Dia mengirim email meminta bantuan ke rumah uya untuk menyelesaikan masalah asmaranya.
Alhamdulilah setelah berkonsultasi dengan mas Uya dan Umi , juga Haruka akhirnya Yudhis dan Lala memutuskan untuk membatalkan kuliahnya. Mereka berdua memilih untuk nikah muda, dan membuka warung seblak sebagai usaha berasama. Merekapun hidup bahagia selama-lamanya.
TAMAT.
Sampe ketemu di episode 4
Jangan lupa like, comen, share and subcribe
0
Kutip
Balas