- Beranda
- Stories from the Heart
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
...
TS
juraganpengki
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)
GW BERTEMAN DENGAN KOLONG WEWE (CHAPTER 3 / FINAL CHAPTER)

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...

Cool Cover By Agan Linbara (Thanks, Bree)..
Prolog
Setelah bangun dari ‘Mati Suri’ karena memutuskan untuk mencoba membunuh diri sendiri untuk melindungi Kitab Langit dan melenyapkan Bayu Ambar, gw kembali ke dunia nyata.. Kehidupan gw sedikit jauh berbeda, karena pengalaman ‘Mati Suri’ itu berefek langsung pada kelebihan yang gw miliki.. Gw masih sama Anggie, meski ujian atas cinta kami masih saja mendera.. Ada musuh baru, tentu saja.. Tapi ada juga sahabat baru yang muncul.. Karena ini akhir dari cerita kami berempat..
Kembalinya Anak Ibu...
Pengorbanan Pedang Jagat Samudera...
Cintai Aku Sewajarnya, Yank...
Matinya Seorang Saudara (Versi Gw/Bimo)
Berkumpul Kembali...
Keanehan Yang Mulai Muncul...
Sambutan Ketiga Saudara Ke Reinata...
Sabar???
Cukup! Tinggalin Aku Sendiri!!!
Siapa Kau???
Aku Ikutin Kemauan Kamu...
Keputusan Sepihak Yang Pahit...
Semua Beban Menjadi satu
Semua Beban Menjadi Satu (2)...
Serangkum Rindu Untuk Ayah...
Munculnya Penguasa Laut Utara...
Bertemunya Dua Penguasa...
Sebuah Kesepakatan...
Ibu Kenapa Yah???
Lu Kenapa, Ka???
Wanted Dead Or Alive.. ANTON!!!
Mo 'Perabotan' Lu Hancur Apa Tanggung Jawab???
It's The End Of Us...
Di Kerjain Ibu...
Ridho!!!
Kelewatan!!!
Munculnya Dua Penjaga Gerbang Kerajaan Laut...
Dewi Arum Kesuma VS Dewi Ayu Anjani
Datangnya Sosok Seorang Pemisah Dan Shock Therapy Buat Gw...
Kerajaan Jin...
Terkuaknya Semua Jawaban...
Maafin Gw, Bree...
Pengakuan Suluh...
Akhirnya Boleh Gondrong...
Pernikahan Kak Silvi Yang Seharusnya Membuat Gw Bahagia...
Pernikahan Kak Silvi Yang seharusnya Membuat Gw Bahagia (2)...
Tunggu Pembalasan Gw!!!...
Ni Mas Linduri dan Banas Ireng...
Dua Sosok Penyelamat Misterius...
Ada Apa Sama Ridho?...
Kesalahan Fatal...
Kembalinya Jin Penjaga Ridho dan Suluh...
Akibat Terlalu Ikut Campur...
Setiap Perbuatan Akan Mendapat Balasan...
Munculnya Viny Dan Sebuah Tantangan Bertarung...
Manusia Cabul...
Suara Penolong Misterius...
Bertemunya Kembali Sepasang Kekasih...
Terkuaknya Kebenaran...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar...
Kabar Baik Ayu Dan Prasangka Sekar (2)...
Jaket Dan Celana Jeans Robek Serta Sweater Hitam Kumal...
She's My True Love...
Dilema...
Pertengkaran Dengan Ibu...
Rambe Lantak...
Gendewa Panah Pramesti...
Akan Ku Balaskan Dendam Mu, Arum Kesuma!!!
Yang Hilang dan Yang Kembali...
Jawaban Ayu...
Mati Gw!!!
Aku Makin Sayang...
Nasihat Om Hendra...
Jera Mencuri...
Ajian Segoro Geni...
Pilihan Sulit...
Keputusasaan Anggie...
Kabar Baik dari Ridho dan Suluh...
Perjalanan Menuju Pembalasan Dendam...
Rawa Rontek...
Rawa Rontek 2 (Terbayarnya Dendam)...
Kedatangan Pak Sugi...
Orang Titipan...
Hukuman Paling Berat...
Tidurlah Di Pangkuan Ku...
Menjajal Kesaktian...
Menjajal Kesaktian (2)...
Pengakuan Mengejutkan Babeh Misar...
Pengajaran Ilmu Silat Betawi...
Di Kepret Babeh Misar Lagi...
Tasya...
Naga Caglak dan Bajing Item...
Misteri Sebuah Dendam...
Kekuatan Sejati Kitab Langit Bagian Matahari...
Perpisahan...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera...
Tanah, Air, Api dan Setetes Darah dari Jantung Seorang Putera (2)...
Kembalinya Ibu...
Empat Bayangan Hitam...
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Dendam Seorang Sahabat...
Ini Keputusan Yang Harus Gw Ambil...
Semua Pengorbanan Ini Demi Ibu...
Rapuh...
Kabar Mengejutkan Sekar dan Sebuah Restu...
Siasat Braja Krama...
Munculnya Kitab Langit...
Si Pembuka Kitab langit dan Sosok Asli Pak Sugi...
Rencana Yang Matang...
Lamaran Pribadi...
Keingintahuan Anggie...
Perubahan Rencana...
Hampir Terjebak...
Kekecewaan Sekar...
Dua Syarat Reinata...
Aku Harap Kamu dan Anggie Bahagia, Mam...
Rahasia Sepasang Suami Isteri...
Menitipkan Amanah...
Berkumpulnya Para Pembela Kitab Langit...
Siasat Ki Purwagalih...
Raja Jin Raja Muslihat (Nyesek, Bree)...
Pertukaran Tawanan...
Perang Gaib PunTak Terelakkan...
Sang Penyelamat Dari Utara...
Pertempuran Awal Dua Penguasa Kerajaan Gaib...
Bertekuk Lututnya Sekutu Braja Krama...
Pertarungan Dua Putera (Gugurnya Satu Sahabat Gaib)...
Krama Raja...
Braja Krama Versus Krama Raja...
Raja Licik...
Aku Lah Sang Pembuka...
Siasat Krama Raja dan Bayu Ambar...
Terbukanya Semua Ilmu Terlarang...
Sebuah Pengecualian...
Sri Baduga Maharaja...
Hilangnya Sebuah Pengecualian...
Hilangnya Sebuah Pengecualian (2)...
Sebuah Pengorbanan...
Pahlawan...
Sumpah...
Ilmu Pamungkas yang Terlarang...
Kabar Yang Mengejutkan...
Pulang...
Pulang (2)...
Sedikit Kisah Rio Sebelum Kisah Ini Tamat...
Terhalang Sumpah...
Bantuan Sahabat Baik...
Bachelor Party...
Keturunan Lain Sang Prabu...
Pembalasan Dendam Singgih...
Sepenggal Kisah Nyi Mas Roro Suwastri...
Tawaran Yang Mengejutkan...
Lawan Atau Kawan???
Terkuaknya Silsilah...
Sebuah Kebenaran...
Sebuah Kebenaran (2)...
Bertemunya Dua Keturunan Sang Prabu...
Pertempuran Dua Hati...
Cinta Pertama VS Cinta Terakhir Jagat Tirta...
Pengakuan Bayu Barata...
Ki Larang dan Nyi Mas Galuh Pandita???
Prana Kusuma...
Kau Benar Keturunan Kami, Ngger...
Our Big Day...
Insiden...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga...
Munculnya Para Tamu Tak Terduga (2)...
Dua Tamu Istimewa...
Semua Karena Cinta...
Keputusan Sekar Kencana...
Kena Gampar...
Bonyok!!!
RIBET!!!
Berdamai...
Keponakan Baru...
Malam Pertama dan Tiga Keanehan...
Ajian Warisan Para Leluhur (The Last Part/End Of All Chapters)
SIDE STORIES
Keturunan Yang Tersesat...
Keturunan Yang Tersesat (2)...
Diubah oleh juraganpengki 15-07-2018 20:23
iskrim dan 132 lainnya memberi reputasi
127
2.1M
8K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
juraganpengki
#3996
Siapa Ni Mas Laras Rangkuti???
Gw tersenyum sekaligus merasa sangat lega begitu mengetahui Macan Kumbang yang ada disamping itu adalah sosok Jelmaan Bayu Barata..
“Hebat! Tenaga mu terasa sangat kuat dalam wujud Macan Kumbang, Bayu.. Apakah ini hasil gemblengan Patih Ranupanca?” Tanya gw sambil mengusap-usap bagian lutut Macan Kumbang yang hampir setinggi daun telinga gw..
“Benar, Raden.. Ini hanya sebagian kecilnya saja.. Nanti kau akan melihat kehebatan ku saat menghabisi keempat bayangan hitam tadi” Jawab Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata yang membuat gw tersenyum, lalu segera melompat naik ke atas punggungnya..
Baru saja gw duduk merentangkan dua kaki di antara leher Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata.. Mendadak, beberapa helai bulu hitam hewan gaib itu memajang sendiri dan langsung membelit kedua tangan, kedua pergelangan kaki, serta pinggang gw..
“Maaf, Raden.. Aku harus memastikan dirimu aman saat berada diatasku.. Bacalah Basmallah, sebelum aku membawa mu melesat mengejar empat bayangan hitam” Ucap Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata yang membuat gw tersenyum mendengar niat baiknya..
“Kau membawa ku dalam wujud kasar, Bayu.. Jadi, berhati-hatilah..” Jawab gw sekedar untuk mengingatkan Bayu Barata..
Gw segera membaca Basmallah dalam hati, seperti yang diminta Bayu Barata.. Lalu, Macan Kumbang itu mengaum keras dengan suara mampu menggetarkan tanah, sekaligus menciutkan nyali siapapun yang mendengar..
Secepat kilat, Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata melompat tinggi ke angkasa lalu mendarat kembali sejauh puluhan tombak menghadap ke utara.. Terus saja Macan Kumbang berlari melompati apapun yang ada dihadapannya.. Sesekali ia memutar tubuh saat hampir menabrak sosok Jin golongan putih yang muncul dengan tiba-tiba..
Gw yang ada di atas leher Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata, beberapa kali berteriak karena takut dan kaget, dengan kedua tangan mencengkram erat dua jumput bulu hitam hewan itu.. Jujur, ini pengalaman pertama gw menaiki hewan gaib yang gerakkan nya amat lincah dan sangat cepat, meski besar ukuran tubuhnya diluar nalar..
Adrenalin gw terasa mulai terpacu begitu sudah melewati masa beberapa saat, mengendarai Macan Kumbang.. Kedua mata gw yang berair terkena terpaan angin, mulai fokus menatap ke arah depan..
“Raden, sepertinya keempat bayangan hitam sengaja ingin mengecoh kita dengan berniat memisahkan diri menjadi dua bagian.. Yang mana menurutmu harus lebih dulu kita lumpuhkan?” Tanya Bayu Barata yang terdengar dalam batin..
Gw segera menyalurkan lebih banyak tenaga dalam ke kedua mata, agar daya jangkau Ajian Tembus Pandang menjadi lebih jauh.. Benar sekali ucapan Bayu Barata barusan.. Sekitar dua puluh tombak dihadapan kami, dua bayangan hitam nampak memisahkan diri melesat cepat ke arah barat laut.. Sementara dua bayangan hitam yang lain memisahkan diri ke arah timur laut..
“Percepat lari mu, Bayu.. Kita kejar dua bayangan hitam ke arah sana” Ucap gw sambil menunjukkan tangan yang terbelit bulu hitam Macan Kumbang, ke arah barat laut..
Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata terdengar mengaum keras sekali lagi.. Setelah itu, aura kekuatan hewan gaib tersebut terasa bertambah dua kali lipat seiring semakin cepat ia melesat mengejar dua bayangan hitam yang sudah dekat.. Posisi tubuh gw kian merunduk dengan kedua mata sedikit terpicingkan, saat terpaan angin semakin kencang menyapu wajah..
Hingga satu lompatan tinggi dilakukan Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata, sambil mengayunkan kaki kanan bagian depannya .. Empat larik sinar merah keluar dari empat kuku tajam Macan Kumbang, dan melesat secepat kilat mengejar dua bayangan hitam..
DUARR.. DUARR..
Dua suara ledakan terdengar dari arah depan saat empat larik sinar merah menghantam dua bayangan hitam dan membuat masing-masing bayangan itu terpental berlawanan arah disusul suara pekik kesakitan seorang perempuan.. Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata sendiri mendarat tepat dihadapan dua sosok asing berwajah setengah tertutup kain hitam yang sudah tergeletak diatas tanah, lalu membalikkan tubuhnya dan menatap tajam ke arah mereka..
Suara auman yang merupakan sebuah peringatan di aumkan Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata.. Dua daun telinganya perlahan tertarik menempel ke bagian kepala.. Bulu di kepala dan leher hewan gaib itu terasa berdiri, bersamaan dengan menegangnya ekor hitam nan panjang.. Berkali-kali, Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata berjalan mendekat kemudian berbalik menjauh untuk mengintimidasi..
Sambil menggoyang-goyangkan kepala dan mendenguskan nafas, Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata terus menatap tajam ke arah dua sosok Jin berwujud laki-laki dan seorang gadis berambut disanggul.. Kedua Jin itu sama-sama berbalut pakaian serba hitam dengan wajah tertutup kain berwarna sama hingga bagian hidung.. Kedua sosok Jin yang sepertinya sudah terluka akibat terkena hantaman sinar merah dari kuku Macan Kumbang, nampak berusaha berdiri dengan saling membantu satu sama lain..
Gw yang masih berada di atas leher Macan Kumbang, segera melompat turun ke bawah dengan kedua tangan sudah terbalut sinar putih.. Tatapan mata gw menyorot tajam ke dua Jin yang masing-masing terdengar sedang meringis kesakitan.. Selangkah demi selangkah, gw berjalan mendekat ke arah mereka yang malah mundur secara perlahan.. Jelas sekali raut ketakutan terpancar dari wajah dua Jin berpakaian serba hitam itu..
Belum juga gw bertanya, tiba-tiba Jin yang berwujud wanita melemparkan sesuatu dari balik baju hitamnya ke arah gw.. Sebuah benda asing berwarna keemasan melesat mengincar jantung gw.. Dengan cepat gw berkelit ke samping kanan dan menangkap benda tersebut menggunakan tangan kanan..
Kedua mata gw membesar begitu melihat sebuah paku baja berwarna keemasan sepanjang sejengkal tangan ada dalam genggaman.. Bau menyengat yang tercium dari ujung runcing paku, menandakan racun cukup ganas terolesi disana.. Sambil menatap tajam ke arah dua Jin berlainan jenis kelamin itu, gw menjatuhkan paku baja beracun ke atas tanah..
“Siapa kalian?” Tanya gw dengan suara tinggi..
Kedua Jin yang sesekali terdengar masih meringis kesakitan nampak saling melempar pandangan satu sama lain.. Lalu, sosok Jin laki-laki maju ke depan dengan kedua tangan terkepal..
“Kau tidak perlu tahu siapa kami.. Yang pasti, tugas kami adalah untuk melenyapkan mu” Jawab sosok Jin laki-laki yang kedua tangannya dilingkari sebuah gelang seperti akar berwarna hitam..
Kedua mata gw terpicingkan diikuti bergemerataknya geraham, mendengar nada suara tinggi serta melihat wajah angkuh Jin yang kekuatannya masih berada dibawah Bayu Barata itu.. Dari jawaban Jin laki-laki berambut sebahu yang menyebutkan kata tugas, dapat dipastikan bahwa ada seseorang yang menjadi dalang atas kemunculan mereka..
“Teruslah mengoceh sepuasmu, karena sebentar lagi aku akan merobek dan mengunyah tubuh kalian berdua, Jin busuk!” Kata Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata, yang mulai berjalan mendekat..
Jin perempuan yang sedari tadi memegangi bagian atas dada, juga mulai berjalan maju dan berhenti saat posisinya sudah berdiri sejajar dengan sosok Jin laki-laki.. Berbeda dengan rekan nya yang bergelang akar di dua pergelangan tangan, Jin perempuan tersebut memiliki kalung akar yang melingkari leher jenjangnya, saat kain hitam penutup sebagian wajah tersibak angin malam..
“Aku tahu kekuatan mu berada diatas kami, Bayu Wardhana.. Namun, sebelum menunaikan tugas pantang bagi kami untuk mundur.. Bahkan kami siap menanggung kematian, jika gagal melenyapkan pemuda itu”
Kening gw berkerut mendengar Jin wanita berambut disanggul menyebut nama Bayu Wardhana, sambil menatap nanar ke arah Bayu Barata.. Siapa Bayu Wardhana yang ia maksud? Apakah Bayu Barata? Atau sosok Jin lain yang bisa menjelma menjadi Macan Kumbang seperti Bayu Barata?
Pandangan gw sempat melirik ke arah Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata, yang nampak menatap tak berkedip ke sosok Jin wanita berwajah sentah tertutup kain hitam..
“Sebutkan siapa sebenarnya dirimu.. Pantang bagiku untuk melenyapkan Jin golongan hitam, tanpa mengetahui namanya terlebih dahulu” Ucap Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata dengan nada suara sedikit melunak..
Dari arah depan, sosok Jin wanita bertopeng malah tertawa renyah mendengar pertanyaan Bayu Barata.. Lalu, ia menoleh ke Jin laki-laki yang berada disamping kirinya.. Sosok Jin laki-laki menganggukkan kepala, seperti menyetujui kode yang diberikan rekannya lewat tatapan mata..
Perlahan-lahan, tangan kiri Jin wanita menggenggam jari tangan kanan rekannya.. Kedua Jin yang sama-sama berwajah setengah tertutup kain hitam, mengangkat masing-masing tangan kanan dan kirinya ke atas dada.. Sementara, dua tangan mereka yang sudah saling menggenggam erat nampak mengeluarkan sinar merah..
“Mundurlah, Raden.. Izin kan aku yang akan melawan mereka” Ucap Bayu Barata yang terdengar dalam batin gw..
Gw mengangguk lalu melompat mundur lima tombak ke belakang seperti permintaan Bayu Barata tadi..
“Jadi kau yang akan melawan kami, Bayu Wardhana? Bagus! Api dendam ku memang sudah berkobar cukup lama dan akan padam setelah kami berhasil melenyapkan mu”
Lagi-lagi gw dibuat bingung mendengar kalimat jin wanita misterius itu.. Dari ucapannya yang kembali menyebut nama Bayu Wardhana ke arah Bayu Barata, menandakan nama tersebut memang ditujukan ke Jin Penjaga gw yang saat ini sudah sangat siap menyerang.. Tapi, mengapa ia memanggil Bayu Barata dengan nama berbeda? Lalu, dendam apa yang ia sebutkan barusan ke Bayu Barata?
Tak mau pusing sendiri dengan banyak pertanyaan, pandangan gw kembali terlempar ke arah dua sosok Jin yang mulai memejamkan kedua pasang matanya sambil berkomat-kamit membaca mantera.. Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata sendiri, nampak sudah bersiap untuk menyerang..
Mendadak, kedua Jin laki-laki dan perempuan itu berteriak keras dan melompat dua tombak ke atas, lalu menghujamkan dua telapak tangan mereka masing-masing ke tanah saat mendarat.. Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata juga mengaum dengan suara menggelegar sambil melompat hendak menerkam lawan..
Tiba-tiba, dari bawah tanah menyeruak puluhan akar hitam berukuran besar yang melesat ke arah Macan Kumbang.. Kedua kaki bagian belakang, Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata nampak terbelit akar hitam.. Begitu juga dengan kedua kaki bagian depan yang sama-sama terjerat akar.. Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata terdengar mengaum keras sambilo berusaha melempaskan diri dari jeratan akar hitam..
Namun beberapa gulungan akar hitam yang lain, kembali menyeruak dari dalam tanah dan menghantam bagian perut Macan Kumbang, hingga membuat hewan gaib itu terhempas dan terbanting keras ke atas tanah.. Gw yang melihat Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata sedang berada dalam posisi terjepit, berniat melompat dan membantunya.. Namun..
“Tetap disana, Raden.. Aku hanya bermain-main dengan mereka” Ucap Bayu Barata dalam batin gw, yang membuat gw terlepas dari rasa cemas dan mengurungkan niat untuk membantunya..
Pandangan gw terus menatap ke arah wujud Macan Kumbang yang seluruh tubuhnya hampir terjerat akar hitam.. Hanya bagian kepalanya saja yang masih bebas dari belitan akar hitam.. Sebenarnya, gw kembali merasa was-was melihat tubuh Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata tergeletak tak bisa bergerak diatas tanah dalam jeratan akar hitam..
Sesekali, gw mendengar suara auman lirih yang keluar dari mulut Macan Kumbang.. Jika memang Bayu Barata hanya sedang berpura-pura saat ini, sungguh patut gw acungi dua jempol melihat aktingnya yang terlihat sangat tidak berdaya..
Dua jin laki-laki dan perempuan, berdiri dengan genggaman tangan yang sudah terlepas.. Kedua nya melepas tawa kemenangan melihat Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata berhasil dikalahkan..
“Sesudah menunaikan tugas untuk melenyapkan pemuda itu, aku akan membunuh mu dengan tangan ku sendiri, Bayu Wardhana” Ucap Jin perempuan dari balik kain hitam yang menutupi sebagian wajahnya..
“Kakang, mari selesaikan tugas kita bersama-sama” Ajak sosok Jin perempuan ke arah rekannya, sambil mengeluarkan delapan paku baja emas beracun yang diselipkan di tiap sela jari..
Sementara, rekannya nampak menganggukkan kepala seraya mengeluarkan sebuah keris ber luk tujuh yang berwarna hitam dari ujung gagang hingga pangkalnya.. Sejenak, pendangan mata gw tertuju ke sinar hitam yang menyelimuti senjata itu..
Gw yang menjadi incaran mereka, berniat untuk mengganti Ajian Tapak Jagat dengan Ajian Segoro Geni pemberian Penguasa Kerajaan Laut Utara.. Tapi terpaksa gw urungkan niat tersebut, begitu ingat akan permintaan Kanjeng Ratu Penguasa Kerajaan Laut Utara, agar gw tidak pernah menggunakan kesaktian pemberiannya selain untuk melenyapkan Rambe Lantak..
“Mau ga mau gw, harus menggabungkan Ajian Tapak Jagat dengan meminta sedikit hawa sakti Kitab Langit Bagian Matahari” Ucap gw dalam batin sendiri..
Dari arah depan, dua sosok Jin berwajah setengah tertutup kain hitam melompat bersamaan.. Si Jin wanita melemparkan kedelapan paku emas dari baja yang beracun.. Sedangkan rekannya mengayunkan keris ber luk tujuh.. Selarik sinar hitam melesat keluar dari ujung keris dan menyatu menyelimuti kedelapan paku beracun..
Kedua telapak tangan gw yang sudah terselimuti sinar putih dan kuning yang muncul secara bergantian, sudah mengembang bersiap menangkis serangan..
Tiba-tiba, dari arah samping terdengar suara auman harimau sangat keras.. Disusul suara hancurnya semua akar hitam yang menjerat tubuh Macan Kumbang.. Dua Jin yang menjadi lawan kami, sama-sama terkejut melihat Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata melompat tinggi sambil mengeluarkan sinar merah berselimut sinar hitam dari kedua matanya..
SEETT...
Satu sinar merah berselimut sinar hitam tepat mengarah ke sosok Jin laki-laki, yang sepertinya terponggok tak bisa menghindari serangan.. Dan..
DUARR!!!
“KAKAAAANG!!!”
Suara ledakan dan suara jeritan terdengar saling bersahutan, saat satu kesaktian dari kedua mata Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata..menghantam sosok Jin laki-laki.. Tubuh Jin laki-laki bersenjatakan keris hitam ber luk tujuh itu, seketika hancur menjadi abu..
Sementara, Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata sendiri, tepat mendarat dihadapan gw sambil membuka mulut besarnya dan menelan serangan delapan paku beracun serta sinar hitam dari keris lawan..
Disisi lain, satu sinar merah yang tersisa dari mata Macan Kumbang terus melesat ke arah Jin perempuan dan berhasil mengenai sebagian punggungnya.. Sosok jin perempuan itu terpental jauh bersamaan dengan terlepasnya kain hitam penutup wajah..
Macan Kumbang jelmaan Bayu Barata terdengar mengaum begitu melihat wajah jin perempuan yang berhasil dilukainya.. Secepat kilat, Bayu Barata mengubah wujud jelmaan dan kembali menampilkan sosoknya yang asli.. Lalu melompat bagai bayangan ke arah Jin wanita itu dan menangkap tubuhnya sebelum menghantam sebuah pohon besar..
Gw yang penasaran melihat Bayu Barata berusaha menyelamatkan sosok Jin perempuan yang berhasil dilukainya tadi, ikut melompat untuk mencari tahu (Kepo mode : ON)..
“Astaghfirullah.. Ternyata benar kau, Ni Mas Laras Rangkuti.. Bertahanlah, aku akan mencoba menyalurkan tenaga dalam untuk mu” Ucap Bayu Barata dengan wajah cemas sambil memangku sosok Jin perempuan yang dipanggilnya dengan nama Ni Mas Laras Rangkuti..
Perlahan, Bayu Barata mencoba mendudukkan sosok Jin yang tadi sempat menyerangnya.. Jin berwajah cantik yang nampak pucat dengan darah sudah mengalir keluar dari hidung, mulut dan telinga itu, berusaha untuk duduk bersila meski terbalut rasa sakit teramat sangat.. Dengan cepat, Bayu Barata berpindah tempat ke belakang dan duduk bersila sambil menempelkan dua telapak tangan ke punggung Ni Mas Laras Rangkuti..
"HOEKK"
Tiba-tiba, Ni Mas Laras Rangkuti memuntahkan darah segar dari mulutnya.. Kemudian terkulai dalam keadaan setengah sadar.. Wajah Bayu Barata, nampak semakin cemas melihat keadaan Jin cantik yang sepertinya ia kenal baik itu.. Sedikit tergesa-gesa, Bayu Barata mengangkat tubuh lemah Ni Mas Laras Rangkuti dalam bopongannya..
“Ampuni aku, Raden.. Maukah kau menunggu sebentar disini.. Aku akan membawa Ni Mas Laras Rangkuti ke tempat Ki Purwagalih” Ucap Bayu Barata dengan wajah panik sambil terus menatap wajah pucat jin yang ada dalam gendongannya..
Baru saja gw ingin menjawab, tiba-tiba..
“Tunggu!!! Serahkan Ni Mas Laras Rangkuti!” Teriak seseorang dari arah belakang..
Gw langsung membalikkan tubuh hampir bersamaan dengan Bayu Barata, guna melihat siapa sosok yang berusan berteriak kencang.. Kedua mata gw membesar, begitu melihat sosok Arya, Ni Mas Linduri dan seorang laki-laki tampan berdiri terpaut jarak sekitar enam tombak.. Ketiga sosok yang dua orang diantara nya sangat gw kenal yaitu Arya serta Ni Mas Linduri, menatap tajam ke arah gw dan Bayu Barata.. Sementara sosok jin laki-laki berwajah tampan berambut panjang hampir sebahu, dengan kening terikat tali berwarna hitam, terasa asing dalam pandangan gw..
Kebingungan kembali menyelimuti benak gw melihat kemunculan ketiga sosok tersebut.. Baik Ni Mas Linduri dan sosok Jin berwujud laki-laki
berwajah tampan itu, sama-sama mengenakan pakaian hitam hampir serupa dengan yang melekat di tubuh Ni Mas Laras Rangkuti.. Hanya Arya yang terlihat menggunakan kaus hitam tertutup jaket biru serta celana jeans dan sepatu kasual..
"Apa mereka bertiga ada hubungannya dengan Jin cewe yang mau di tolong Bayu Barata? Jangan-jangan, dua bayangan hitam yang lain adalah Ni Mas Linduri dan Jin itu" Duga gw dalam hati..
dodolgarut134 dan 13 lainnya memberi reputasi
14