Kaskus

Story

bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"
MEREKA YANG HIDUP DALAM GELAP -[Based On True Story]- SEASON 2 "KAMI SELALU ADA"

Mereka yang Hidup Dalam Gelap, merupakan suatu true stroy, real story atau semacam itu tentang Arda, ketika di season 1 Arda menyajikan pada anda bagaimana dia bertahan dan berhadapan serta bertemu dan mengenal mereka, maka di season 2 ini arda akan mengantarkan kalian menuju dalamnya cerita tahap lanjut, dimana dia harus berhadapan dengan mereka, menguji apa yang telah dia pelajari, dan menjadi seorang yang menjembatani antara 2 dunia.

90% horror dengan bumbu hiperbola dan cerita drama, cinta, dan cerita persahabatan, memberikan kepada pembaca kesan tentang apa yagn dialami penulis.

Quote:


Quote:


selamat menikmati season 2 dari cerita ini, semoga kalian menyukai, jangan lupa cendol, juga share and like nya

ig : @bakemonotong
twitter : @Ardahakimotong


Welcome to my Second Season of Story


INDEKS :

Quote:



NITIPSSSS :
Quote:

Diubah oleh bakamonotong 22-06-2018 09:53
Suminten.Avatar border
anasabilaAvatar border
meqibaAvatar border
meqiba dan 2 lainnya memberi reputasi
3
56.2K
212
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
bakamonotongAvatar border
TS
bakamonotong
#29
PART IV - Di Utara Juga ada?

Hari telah berlalu disini dengan cepat, membuatku sangat menikmati perjalanan di Manado ini. Bukan hanya sekedar dari kami bersekolah dan berkenalan dengan teman baru, tapi juga kegiatan yang sebagian besar diisi dengan main atau jalan2 dibandingkan dengan belajar. Kami menikmati beberapa acara makan yang diselenggarakan Dinas, mulai dari sarapan tinutuan di suatu tempat yang khas akan tinutuannya (tinutuan = bubur manado), dengan isian khas, dan yang unik baru sekarang aku makan bubur dengan suiran serta fillet ikan, ada daun bayam juga, sunguh menggugah selera, hal unik, dengan rasa yang lebih nikmat. Lebih lagi makanan yang kami makan disini pedas semua, rasanya bagi orang Manado, tidak ada sambal itu adalah hal yang kurang. Sehingga kami makan apapun disana menggunakan sambal, dengan variasinya.

Suatu makanan yang paling berkesan disana adalah pisang goreng, simpel. tapi pisang goreng disana nikmat juga, digoreng tebung tipis berebntuk kipas, dan bayangkan, makan pisang tapi cocol sambal, wuaaaa, sensasi baru macam apalagi ini, membuatku ketagihan dengan jajanan gorengan ini, atau gorengan yang sering dibuat ibu asuhku disana, bakwan jantung pisang, yang berwarna kehitaman, bukan gosong, tapi warna bakwan ini sedikit hitam, rasanya sungguh nikmat, dicampur dengan sambal perut ikan, kenikmatan tiada duanya. Makanan unik dan pedas benar- benar memanjakan diri kami, dan kenikmatan ini lah yang membuatku banyak makan disana, hingga menggemuk seperti sekarang.

Kala itu hari minggu di minggu pertama aku disana, aku pergi ke pantai, bersama kakak asuhku, pantai disana ibarat seperti di gunung kidul, dekat dan bersebelahan, bedanya, ombak disana tenang dan di gunung kidul ombak nya besar. Pantai di Manado banyak memiliki terumbu karang, coral dan bebatuan disana. membuat kita harus berhati- hati ketika bermain air. Pantai yang kami datangi saat itu adalah suatu pantai privat yang memiliki kolam renang dan ada mess disana. AKu pergi dengan teman2 kampung disitu, kumpul di masjid, katanya sih remaja masjid nya, cuma yang menarik adalah mana ada remaja masjid cewenya menggunakan tanktop dan ada yang memakai hotpants, membuatku bingung dengan konsep ini. Oh ya, sekedar pengetahuan, di Manado kala itu masjid sulit di jumpai, lebih banyak kami menjumpai Gereja besar maupun kecil, namun sekali kami menjumpai masjid, WAAA ! GEDE BANGET! Masjid disana dibuat sedemikian mewahnya, dan besar- besar. Salut melihat totalitas pembangunan disana, dan tak jarang masjid bersebelahan dengan gereja, tapi akur, dan toleransi antar umat sangat kuat, suatu hal keren yang patut di contoh. Kembali ke perjalanan menuju pantai, kami menggunakan angkot menuju pantai. Panas ? memang, sempit juga, tapi jangan salah kawan, disana angkot selalu full musik dugem, dan remix koplo, yang membuat gendang telinga berdengung jika awal menaiki kendaraan disana.

Bayangkan, speaker gede2 yang biasa ada di masjid (speaker dalam), digunakan untuk di dalam mobil, di tambahi aksesori speaker mobil dan lampu kedap kedip yang mengikuti irama dari lagu. Membuat suatu angkot dengan ke khas an yang hakiki, angkot dugem aku menyebutnya, kadang sampai si supit tidak dengar ketika kita mengetok atap mobil untuk berhenti sampai harus berteriak "Muka jo" (Depan Saja), dan barulah angkot berhenti. Bayangkan saja kami memakai 2 angkit yagn berisi sekitar masing2 angkot 10-12 anak, kami disana hanya bisa duduk dan menikamti musik, jalan yang berliku2 sedikit membuatku mual, apalgi angkot sesak dan panas. Mmebuatku sangat tidak menikmati perjalanan disitu. Tapi saat aku memasuki daerah pantai, angin kencang lautan menyapuku, membuatku sedikit lebih fresh dan sialnya aku bahkan bisa merasakan aura suatu kerjaan di laut utara tersebut, dan membuat mataku terfokus disana.

Ini adalah Manado, suatu bagian dari pulau Sulawesi, tapi sadar atau tidak disana kerajaan jin masih memiliki nuansa jawa, nuansa yang mengingatkanku pada jogja dan mirip laut selatan. Tapi walaupun dengan nuansa jawanya, kerajaan disini lebih memiliki corak warna merah dan keemasan, yang membuat kesan mewah lain dari yang lain. Keunikan ini kulihat juga berbeda dengan jiak melihat di pesisir parangtritis, kerajaan dengan gerbang besar yang dijaga oleh dua makhluk besar yang berupa ular dan raksasa, serta nuansa corak emas hiaju sepanjang pantai dan laut, dan selalu diawasi oleh beberapa penunggu disana, yang kadang membuatku berpikir kembali untuk "pacaran" di Parangtritis, dan jika pun harus kesana, ya aku menjaga jarak dengan bibir pantai sehingga tiak menjorok ke arah kerajaan mereka.

Kerajaan di Manado ini cukup besar, apalagi dengan dua penjaga gerbang yang seperti raksasa, memegang gada besar dan duduk diatas permukaan air, mengawasi ke arah kami, aku lihat beberapa jin- jin kecil disana bersliweran dipinggir pantai, bermain di pohon2 dan kadang ada yang iseng menyenggol rok para perempuan seperti tertiup angin, hmm jin yang baik, tapi sebenarnya keusilan mereka ini cukup menarik buatku, karena jarang aku lihat yang sekuat mereka tapi dengan keisengan sperti anak2 begini. Aku yang akhirnya tidak menuju ke laut hanya berenang di kolam renang saja, Tapi bukannya untung, aku berenang dan dibawahku terlihat sesosok ular besar menggulung dengan warna kuning, aku kira ular boa asli atau python, samapi kepala ulat menjulur ke atas dan kelaur dari air, kulihat sisik kuning nya menyala keemasan, kemudian ular tadi terbang seperti naga, menuju ke laut. Mmebuatku sedikit menengadah keatas, dan kulihat teman2 disana memandangiku aneh. kemudian aku lanjut berenang saja.

Lelah usai berenang aku memilih untuk pergi mandi dan ganti baju, tapi ada satu hal yang aneh lagi, saat berganti baju kulihat sosok2 seperti kunti dan wanita ular di dalam kamar mandi, membuatku sedikit insecure, karena pertama, mereka adalah bangsa jin yang suka menggoda kaum pria dan berhubungan badan, membuatku risih, apalagi mereka tertawa2 mengintip, membuatku tidak jadi mandi, dan hanya mengganti baju saja, mau gatal atau tidak bodo amat deh yang penting tidak di godain cewek jejadian. melihat hal itu para jin disana tertawa terbahak2, menggodaku, baru kali ini aku mengalami keisengan seperti ini, seperti di "bodohi" jin. Aku kembali berkumpul bersama teman2ku, duduk dan santai menikmati pemandangan laut (aku lebih menikmati pemandangan kerjaan saja, karena saat itu ada seekor naga Emas sangat besar terbang dan masuk ke air tepat di atas kerajaan tadi).Hingga dalam suatu lamunan ku tanpa kusadar aku "lepas" lagi, dan berteemu dengan sang Raja penguasa laut Manado sana, sesosok Naga besar berwarna merah menyala bak ap, yang kemudian menyusut membentuk wujud manusia, mengingatkan ku pada raja naga laut timur di serial kera sakti, tapi bedanya naga merah ini berwujud manusia dengan zirah lengkap dan wajah tampannya, membuat wanita pasti klepak klepek jika melihatnya langsung.

"Permisi, ada apa kenapa saya dipanggil kemari?" kataku pada si Naga Merah,

"Tidak apa2, saya hanya ingin memperkenalkanmu pada kami disini, kami yang ada di tanah sulawesi, selamat datang di kerajaanku", jawabnya

"oh baik, kenalkan saya Arda, saya dari jawa, dan maaf jika lancang, saya cukup takjub tak mengira ada kerajaan bermotif jawa disini", kataku

"hahahahahah, nak, dilaut manapun pasti ada kerajaan bangsa kami, sama seperti di gunung, bahkan hutan, atau suatu daerah terpelosok, tapi kami bernuansa jawa? itu karena beberapa leluhur kami terikat dengan mereka di laut selatan dan mereka membantu kami menata beberapa bagian kerajaan kami. Kami tidak mampu beridiri sendiri seperti di selatan atau di daerah Bali, kami adalah kerajaan yang baru berusia 3000 tahun, tidak sebanding dengan mereka di selatan." katanya, "oh dimana tata krama kami, aku N***** (Nama si naga merah) ".

Aku bingun harus menjawab apa, dan kulihat si Naga Merah berjalan memutariku, kemudian dia mendekat padaku, "kemarikan tangan kananmu nak, kami juga memiliki ikatan dengan beberapa penunggu gunung, aku akan berikan sesuatu padamu", katanya padaku, aku julurkan saja tangan kananku, kemudian kurasakan suatu energi masuk menelusur kedalam tanganku, panas dan membuat mati rasa, "apa yang kau berikan?" tanyaku, "ini hanya sedikit dari kemampuanku, aku berikan kau pusaka Naga Geni, Dia adalah pusaka hidup yang ada dalam dirimu, kecocokanmu dengan Naga Geni, dapat sedikit membantu mu untuk menghadapi mereka disini, beberapa mungkin tidak jahat, tapi aku lihat kau akan mengalami beberapa hal yang mengganggu, semoga Naga Geni berguna", katanya kemudian menuju singgasana nya, dan berhenti sejenak, berbalik padaku, tersenyum dan berkata lagi "Naga Geni akan balik padaku, jika kamu meninggalkan pulau ini,
aku hanya tertarik sja denganmu, dan auramu, semoga ini membantumu
", seraya dia kembali menuju singgasananya, dan ketika duduk, dia memukulkan tangannya di kursinya membuatku terdorong kembali ke ragaku.

"Ngana ketiduran? ", kata seorang disana yang sepertinya menyaksikan ku diam saja daritadi, "Iya, saya ketiduran spertinya, capek sekali", kataku , memang tidak tidur, tapi aku lelah, ngerogo sukmo tanpa planning dan dadakan membuatku harus berkonsentrasi lebih. Kulihat waktu masih menunjukkan pukul 1 siang, kami yang lapar akhirnya menyudahi kegiatan kami dan makan beberapa makanan yang disediakan oleh teman2 disana, kami makan dan jam 3 kami pulang, menikmati sore hari perjalanan di Manado dan aku menikmati untuk pertama kalinya Pisang Goreng cocol sambel yang menjadi makanan favoritku hingga sekarang. Perjalanan yang menarik, dan aku tidak tahu harus aku apakan Naga Geni, apakah berguna? Entahlah, aku tidak berharap banyak, karean aku yakin segala pertolongan datang dari Allah, dan mereka hanya perantara saja.

johny251976
kemintil98
regmekujo
regmekujo dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.