- Beranda
- Stories from the Heart
T University 2 (Season 2)
...
TS
anism
T University 2 (Season 2)

Cover Super Keren by Awayaye <Ane minta
> Terima banyak untuk respon positif agan dan aganwati di thread sebelumnya. T University.
Bagi yang belum membacanya. Bisa mengklik judul dibawah ini.
T University
Spoiler for Daftar Isi/Case 1 : Lost Son:
Case 1 Finish
Spoiler for Case 2 : Lativa's Twins Terror:
Case 2 Finish
Spoiler for Case 3 : Arelia And Edward:
Case 3 Finish
Spoiler for Samantha And Mom:
Finish
Spoiler for Case 4 : Johnny Comes Back To China or England:
Case 4 Finish
Spoiler for Case 5 : King Killer's Son:
Case 5 Finish
Spoiler for Case 6 : Losing In A Plane:
Diubah oleh anism 30-05-2019 17:56
anasabila memberi reputasi
1
21.7K
198
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#188
Disfungsi Koperasi
Emmy duduk di lounge. Tidak lama handphonenya berdering. Ini dari James?!
Secepat itu dia selesai mengeluarkan peretasnya dan tidak pingsan?
Emmy segera melihat layar hpnya. Sial! Pria penjahit alat retas.
“Aku berada di lounge! Kau tidak perlu cemas. Aku tidak akan kemana-mana dengan benda sialan ini didalam telingaku.”, Emmy terus mengomel.
“Kau meninggalkan James dikamar?”, suara pria itu melembut. Emmy menaikkan alisnya.
Sepertinya dia memainkan sebuah trik dengan mereka. “Dia kesakitan dan tidur setelah minum pil pereda sakit.”, jawab Emmy.
“Aku sudah memeriksa keadaan. Kalian boleh datang ke bandara. Seharusnya meskipun masih sakit, luka yang kubuka pada telinga kirinya sudah baik. Karena dia sudah minum pil pereda, aku yakin kau bisa datang dengannya beberapa jam lagi.”, Reynard tetap tenang dan stabil.
Seketika ada rasa dingin yang merayap di sepanjang tulang punggung Emmy. Pria ini ternyata mau mereka bergabung, dan sekarang dia dan rekannya telah mengacaukan semuanya.
“Emmy, kau dengar aku? Halo..”, suara disana sedikit mengeras.
“Aku minta maaf, Sir Reynard.”, jawab Emmy lemah. Seketika suasana menjadi hening.
“Kalian membuka luka untuk mengeluarkan pelacaknya?”, suara disana kedengaran sedikit tidak sabar meskipun tetap tenang.
“Iya”, Emmy tidak ingin membela diri. Ada suara tarikan napas dari seberang.
“Aku tahu ini akan terjadi. Kau pasti belum membuka milikmu kan? Diam disana dan jangan melakukan apa-apa. Aku akan kembali.”, Emmy sempat mendengar Reynard memaki sebelum memutuskan telepon.
Emmy duduk di lounge. Tidak lama handphonenya berdering. Ini dari James?!
Secepat itu dia selesai mengeluarkan peretasnya dan tidak pingsan?
Emmy segera melihat layar hpnya. Sial! Pria penjahit alat retas.
“Aku berada di lounge! Kau tidak perlu cemas. Aku tidak akan kemana-mana dengan benda sialan ini didalam telingaku.”, Emmy terus mengomel.
“Kau meninggalkan James dikamar?”, suara pria itu melembut. Emmy menaikkan alisnya.
Sepertinya dia memainkan sebuah trik dengan mereka. “Dia kesakitan dan tidur setelah minum pil pereda sakit.”, jawab Emmy.
“Aku sudah memeriksa keadaan. Kalian boleh datang ke bandara. Seharusnya meskipun masih sakit, luka yang kubuka pada telinga kirinya sudah baik. Karena dia sudah minum pil pereda, aku yakin kau bisa datang dengannya beberapa jam lagi.”, Reynard tetap tenang dan stabil.
Seketika ada rasa dingin yang merayap di sepanjang tulang punggung Emmy. Pria ini ternyata mau mereka bergabung, dan sekarang dia dan rekannya telah mengacaukan semuanya.
“Emmy, kau dengar aku? Halo..”, suara disana sedikit mengeras.
“Aku minta maaf, Sir Reynard.”, jawab Emmy lemah. Seketika suasana menjadi hening.
“Kalian membuka luka untuk mengeluarkan pelacaknya?”, suara disana kedengaran sedikit tidak sabar meskipun tetap tenang.
“Iya”, Emmy tidak ingin membela diri. Ada suara tarikan napas dari seberang.
“Aku tahu ini akan terjadi. Kau pasti belum membuka milikmu kan? Diam disana dan jangan melakukan apa-apa. Aku akan kembali.”, Emmy sempat mendengar Reynard memaki sebelum memutuskan telepon.
Diubah oleh anism 11-03-2018 08:23
0